Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA MENGGUNAKAN MEDIA KARTU BERGAMBAR PADA SISWA KELAS III SD NEGERI PELEMGEDE 02 KABUPATEN PATI Linda Maya Sari; Hendro T.G Samosir
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 7 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v7i2.2227

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bercerita dalam mata pelajaran bahasa Indonesia menggunakan media kartu bergambar pada siswa kelas III SD Negeri Pelemgede 02. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif melalui studi pustaka. Penelitian dilakukan melalui tahap pengumpulan data sumber kepustakaan. Teknik yang dipakai peneliti dalam penelitian ini adalah a) observasi, b) dokumentasi, c) wawancara, dan d) tes. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bercerita siswa sangat rendah, yakni 27% yaitu 4 dari 15 siswa tuntas dari KKM. Penelitian ini silakukan sebanyak 2 siklus yaitu pada siklus I terjadi peningkatan ketuntasan menjadi 47%, yaitu 7 siswa tuntas siatas KKM dan siklus II meningkat menjadi 87%, yaitu 13 siswa tuntas KKM. Media kartu bergambar mendorong peningkatan inspirasi dan motivasi peserta didik yang mengarah pada peningkatan ketrampilan berpikir kritis, khususnya dalam kemampuan komunikasi setiap peserta didik. Kata kunci: Kemampuan bertcerita, media, kartu bergambar.
PENERAPAN DIGITAL ART SCHOOL DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN DESAIN GRAFIS BAGI GURU Cahyo Wahyu Darmawan; Kefas Satriya Permana; Nawung Asmoro Girindraswari; Muhamad Romadoni; Hendro T.G Samosir
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 15 No. 3: Desember 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v15i3.102918

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam pendidikan menuntut guru untuk mampu merancang media pembelajaran yang kreatif, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Namun, masih banyak guru yang menghadapi keterbatasan keterampilan desain grafis sehingga media ajar yang digunakan cenderung konvensional dan kurang menarik perhatian siswa. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil pelatihan desain grafis menggunakan Canva yang dilaksanakan pada 30 Agustus 2025 di SMP Negeri 4 Katingan Hilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi terhadap hasil karya peserta. Subjek penelitian terdiri atas 12 guru SMP yang mengikuti pelatihan. Data penelitian berupa desain poster dan media ajar visual yang dihasilkan oleh peserta selama pelatihan. Hasil observasi menunjukkan bahwa pelatihan ini mampu meningkatkan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi desain grafis, yang tercermin dari kualitas karya desain yang lebih komunikatif, estetis, dan fungsional sebagai media pembelajaran. Selain itu, peserta menyatakan bahwa Canva merupakan aplikasi yang mudah diakses, fleksibel, serta efektif dalam mendukung inovasi pembelajaran. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pelatihan desain grafis berbasis aplikasi sederhana seperti Canva dapat menjadi solusi praktis untuk meningkatkan kreativitas guru sekaligus memperkaya variasi media ajar di sekolah. Kata-kata Kunci: pelatihan guru, desain grafis, Canva, kreativitas, media ajar
Integrating the Sibelius App into Learning Traditional Dayak Music Rhythmic Patterns to Enhance Musical Creativity Hendro T.G Samosir; Muhammad Ahsin Maulana; Mastri Dihita Sagala; Mastri Dihita Sagala
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2026): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNE 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jhry3d83

Abstract

This study examines the integration of Sibelius, a digital music notation software, as an innovative pedagogical medium in teaching Dayak traditional rhythm patterns to enhance students’ musical creativity. Traditional music instruction, which predominantly relies on oral and imitative approaches, often lacks systematic structure and limits students’ conceptual understanding and creative development. Addressing this gap, this research employs a descriptive qualitative design conducted at Sanggar Panatau Kameluh Bulan involving 26 students. Data were collected through observation, interviews, performance tests, and documentation of students’ musical works. The findings indicate that the use of Sibelius significantly improves students’ cognitive understanding of rhythmic structures through visual notation, enhances psychomotor skills in performing rhythm patterns, and increases affective engagement toward traditional music learning. Moreover, students demonstrate notable development in musical creativity, as reflected in their ability to explore, modify, and create new rhythmic variations based on traditional patterns. The study also reveals that digital notation serves as an effective bridge between oral tradition and modern pedagogical practices, supporting both learning innovation and cultural preservation. Despite challenges related to technological access and varying levels of digital literacy, the integration of Sibelius offers a relevant and adaptable model for technology-based music education. This research contributes to the development of culturally responsive and innovative music pedagogy in the digital era.
Utilizing DAW FL Studio as a Transformation of Traditional Music Learning to Digital Media Ahsin Maulana; Hendro T.G Samosir; Andi Arie Astuti
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2026): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNE 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/s2jjq813

Abstract

This study examines the pedagogical role of Digital Audio Workstation (DAW) in traditional music learning among students of the Music, Dance, and Drama Education Study Program at the University of Palangka Raya. The research aims to analyze the functions of digital media, the role of DAW in the learning process, student interactions, creative exploration, and the integration of traditional music into digital environments. A qualitative case study approach was employed involving 21 students enrolled in the Central Kalimantan Traditional Music course. Data were collected through participatory observation, semi-structured interviews, documentation of student arrangement projects, FL Studio project files, audio recordings, and field notes. Data were analyzed using an interactive model and thematic analysis. The findings reveal that FL Studio functioned as a medium for musical exploration, production, and evaluation by enabling students to repeatedly revise and refine their musical arrangements. The learning process was characterized by active collaboration, peer assistance, lecturer guidance, and reflective practice, indicating the presence of scaffolding and collaborative knowledge construction. Students demonstrated creative exploration through experimentation with rhythm, melody, layering, and instrumentation while adapting traditional musical elements into digital formats. The integration of traditional instruments such as Panting Dayak, Rebana, and Gong Dayak into digital arrangements further demonstrated the potential of DAW-based learning to support cultural preservation and revitalization. The study concludes that DAW functions not only as a music production tool but also as a pedagogical environment that facilitates creativity, learner autonomy, collaborative learning, and cultural sustainability in higher education traditional music learning contexts.