Kampus Mengajar adalah program MBKM telah dilaksanakan sejak 2021. Dalam pelaksanaannya, terdapat berbagai opini publik. Salah satu media sosial yang digunakan sebagai sumber data opini publik ialah media X. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui opini publik di X mengenai Kampus Mengajar serta menguji tingkat accuracy, precision, recall, dan F1 Score dari algoritma Naïve Bayes yang digunakan. Pada penelitian ini terdapat 6 tahapan, yaitu identifikasi masalah, pengumpulan data, preprocessing, pelabelan, TF-IDF, dan pengujian. Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat 51 data positif, 144 data netral, dan 163 data negatif. Data mayoritas berlabel negatif berisi kekecewaan peserta yang tidak lolos seleksi serta kebingungan atas keterlambatan informasi Kampus Mengajar. Pada tahap pengujian variasi rasio data, data dibagi sebanyak 5 kali dengan data latih 50% dan data uji 50%, data latih 60% dan data uji 40%, dan seterusnya. Dari pengujian tersebut memiliki hasil terbaik pada pembagian data latih 70% dan data uji 30% dengan nilai accuracy 0.65, nilai precision 0.44, nilai recall 0.51, dan nilai F1 Score 0.47. Namun, karena hasil yang kecil, maka dilakukan pengujian menggunakan SMOTE dengan hasil terbaik pada pembagian data latih 80% dan data uji 20% dengan nilai accuracy 0.82, nilai precision 0.79, nilai recall 0.79, dan nilai F1 Score 0.79. Abstract Kampus Mengajar is MBKM program has been implemented since 2021. During the implementation, there are various public opinions. One of the social media used as a source of public opinion data is X. This study aims to determine public opinion on X regarding the Kampus Mengajar and test the accuracy, precision, recall, and F1 Score levels of the Naïve Bayes algorithm used. In this research, there are 5 stages, namely problem identification, data collection, preprocessing, TF-IDF, and testing. Based on the data obtained, there are 51 positive data, 144 neutral data, and 163 negative data. The majority of negatively labeled data contains the disappointment of participants who did not pass the selection and confusion over the delay in Kampus Mengajar information. In the testing phase using data ratio, data was divided 5 times with 50% training data and 50% test data, 60% training data and 40% test data, and so on. From these tests, the best results were obtained by dividing 70% training data and 30% test data with an accuracy value of 0.65, precision value of 0.44, recall value of 0.51, and F1 Score value of 0.47. However, due to small results, then testing using SMOTE with the best results on the division of 80% training data and 20% test data with an accuracy value of 0.82, precision value of 0.79, recall value of 0.79, and F1 Score value of 0.79.