Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Gambaran Persepsi Penyakit Penderita DM Tipe 2 di Puskesmas Rista, Rista; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning; Manto, Onieqie Ayu Dhea
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4510

Abstract

Persepsi penyakit merupakan salah satu faktor penentu dalam membentuk kepatuhan pasien terhadap prosedur kesehatan pada penyakit kronis. Pasien Diabetes Mellitus diharuskan rutin mengkonsumsi obat sesuai anjuran petugas kesehatan. Hal ini memerlukan kepatuhan yang konsisten, sehingga diperlukan adanya identifikasi persepsi penyakit diantara pasien Diabetes Mellitus. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui gambaran persepsi penyakit penderita DM tipe 2 di UPT Puskesmas Bereng Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain observasional deskriptif. Sampel berjumlah 53 penderita DM tipe 2 di Puskesmas Bereng yang diambil menggunakan Accidental Sampling. Data penelitia dikumpukan menggunakan kuesioner identitas responden dan persepsi penyakit penderita DM tipe 2 yaitu The Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ). Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat. Sebagian besar penderita DM tipe 2 berusia 56-65 tahun sebanyak 27 orang (50,9%). Sebagian besar penderita DM tipe 2 berjenis kelamin perempuan sebanyak 37 orang (69,8%). Sebagian besar penderita DM tipe 2 sudah menderita penyakit DM tipe 2 selama ≥3 tahun sebanyak 38 orang (71,7%). Sebagian besar persepsi penyakit penderita DM tipe 2 dengan persepsi penyakit negatif sebanyak 46 orang (86,8%). Sebagian besar persepsi penyakit penderita DM tipe 2 di UPT Puskesmas Bereng dengan persepsi penyakit negatif dan sebagian kecil lainnya persepsi positif. Pihak Puskesmas diharapkan memberikan edukasi 5 pilar Diabetes Mellitus kepada pasien DM tipe 2 sebagai upaya pembentukan persepsi penyakit yang baik sehingga dapat berpengaruh pada kecerdasan emosional pada pasien DM tipe 2 agar ke arah yang positif.
H HUBUNGAN PERILAKU PERAWATAN KAKI TERHADAP KEJADIAN ULKUS KAKI DIABETIK Manto, Onieqie Ayu Dhea; Nestriani, Ni Wayan Elsi Nestriani; Latifah, Latifah
Journal of Nursing Invention Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v4i1.300

Abstract

Background: One of the chronic complications of type 2 diabetes mellitus is diabetic foot ulcers. The incidence of foot ulcers in Indonesia is quite high, reaching 7%-24% and is a problem that has not been resolved properly. The efforts to prevent and reduce the incidence of diabetic foot ulcers are by foot care behavior. Objective: To determine the relationship between foot care behavior towards the incidence of diabetic foot ulcers at Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin Hospital. Method: : Quantitative method with cross sectional design. The population in this study amounted to 203 people. The sample was 20% of the population, which is 41 respondents. The sampling technique in this study is using purposive sampling. Result: Spearman Rank correlation test results with = 0,05. The results of the analysis of the relationship between foot care behavior and the incidence of ulcers showed p=0.000 and a correlation coefficient is -0.589. Conclusion: There is a strong unidirectional relationship between foot care behavior towards the incidence of Diabetic Foot Ulcers at Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Hospital. Keywords: diabetic foot ulcer, foot care
Ayo SADARI: Kegiatan Sosialisasi Bagi Generasi Z Untuk Deteksi Dini Kanker Payudara Ariani, Malisa; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Hj. Latifah; Nito, Paul Joae Brett; Wulandari, Desi; Sari, Dewi Puspita; Nastasya, Difa; Safitri, Dwi Yani; Renata, Elin; Salsabhilla, Ericca Dwi; Rusali, Fahria; Jannah, Fathul; Fatmawati; Latifah, Hayatun; Humairoh; Yusfanita, Intan Audi; Aisyah, Intan Nur; Sarinda; Azizah, Sofhia Aulia Putri
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 4 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i4.821

Abstract

Pendahuluan:Permasalahan kanker payudara merupakan masalah yang sering dialami wanita, ditandai dengan benjolan abnorman di area payudara yang dapat berkembang menjadi tumor. Salah satu cara mengatasi kanker payudara adalah dengan melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) yang dapat dilakukan dengan mudah dan bertujuan untuk mengetahui apakah ada benjolan yang mencurigakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan meningkatatkan kesadaran remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan payudara, serta membekali pengetahuan siswi tentang cara melakukan SADARI dengan benar agar mampu mendeteksi perubahan atau tanda awal kanker payudara. Metode: Kegiatan dilaksanakan dengan metode penyuluhan dan demonstrasi dengan melibatkan siswa/i di SMAN 4 Banjarmasin. Edukasi mencakup pengertian kanker payudara dan pentingnya deteksi dini, kemudian dilakukan demonstrasi langsung cara melakukan SADARI dengan menggunakan peraga anatomi. Pre-test dan post-test diberikaan untuk mengetahui pengetahuan siswa. Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan dalam menangani bahaya kanker payudara dan cara menanganinya. Simpulan: Sosialisasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan siswa/i SMAN 4 Banjarmasin mengenai pentingnya pemeriksaan payudara sendiri guna deteksi dini kanker payu dara. Kegiatan ini juga menumbuhkan sikap tangguang jawab dan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker payudara bagi remaja.
Gambaran Pengetahuan dan Health Seeking Behaviour pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Rusmayanti, Putu Siska Ayu; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Santoso, Bagus Rahmat
Jurnal Gema Keperawatan Vol 17, No 1 (2024): Jurnal Gema Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jgk.v17i1.3124

Abstract

Diabetes mellitus is a non-communicable disease that currently represents a public health problem. Diabetes mellitus diseases caused by the inability of the pancreas to produce enough insulin (a hormone that manages glucose or sugar in the blood) or the inability of the body to manage the insulin produced effectively. The incidence of diabetes mellitus is increasingly concerning because the number has increased by year to year. Patients with DM and their families are expected to further increase knowledge of management and control of diabetes mellitus and improve health seeking behavior. This study aims to determine and identify the knowledge and health seeking behavior of patients with type 2 diabetes mellitus. This study uses quantitative methods with a cross-sectional approach. The sampling technique used purposive sampling, the sample size was 54 people. The analysis test used univariate analysis. This research instrument is a knowledge level questionnaire and a health seeking behavior questionnaire. The results of the study, the knowledge of patients with type 2 diabetes mellitus in the good category amounted to 55,6% and health seeking behavior in the good category amounted to 61,1%. The conclusion of this study is that patients at the Banjarmasin Terminal Health Center have good knowledge and health seeking behavior. The community, especially type 2 diabetes patients, is expected to continue to increase knowledge and awareness of health problems and encourage healthy behavior
Efektivitas Video Edukasi Kandidiasis dengan Pengetahuan Santri Pesantren Manba’ul Ulum Kabupaten Banjar Girsang, Endah Natasya Br; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Latifah, Latifah; Ariani, Malisa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3909

Abstract

Kandidiasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh jamur Candida albicans dan sering dialami oleh remaja putri, terutama saat menstruasi, akibat kurangnya pemahaman mengenai kebersihan area reproduksi. Diperkirakan sekitar 75% wanita pernah mengalami infeksi ini setidaknya sekali dalam hidupnya. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya edukasi yang tepat dan mudah dipahami untuk mencegah terjadinya infeksi, khususnya pada kelompok usia remaja yang rentan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas video edukasi tentang kandidiasis dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri di Pondok Pesantren Putri Manba’ul Ulum, Kabupaten Banjar. Metode penelitian menggunakan desain Pre-Experimental One Group Pretest–Posttest dengan melibatkan 100 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap sebelum serta setelah pemberian video edukasi. Hasil penelitian menunjukkan p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan dan sikap responden sebelum dan setelah intervensi. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa rendahnya pemahaman mengenai kebersihan organ reproduksi berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kandidiasis pada remaja putri. Video edukasi terbukti efektif sebagai media penyampaian informasi karena mampu meningkatkan pemahaman sekaligus membentuk sikap pencegahan yang lebih baik. Dengan demikian, penggunaan media audiovisual seperti video edukasi dapat direkomendasikan sebagai strategi intervensi kesehatan reproduksi di lingkungan pesantren dan institusi pendidikan sejenis.
Hubungan indeks massa tubuh dengan risiko diabetes mellitus tipe 2 pada remaja Rahmah, Siti; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Rahmayani, Dini
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jr1pjy72

Abstract

Latar Belakang: Individu dengan penyakit diabetes mellitus tipe 2 mengalami ganggunan pada metabolisme tubuh yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat berkurangnya produksi serta efektivitas insulin. Perilaku tidak sehat pada usia remaja seperti kurang aktivitas fisik dan pola makan, dapat meningkatkan risiko munculnya diabetes mellitus tipe 2 . Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisa hubungan antara indeks massa tubuh dengan risiko terjadinya diabetes mellitus tipe 2 pada remaja di SMPN 16 Banjarmasin.Metode: Penelitian kuantitatif ini menerapkan rancangan cross sectional. Jumlah sampel penelitian yaitu 31 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Uji analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Hampir setengahnya remaja dengan indeks massa tubuh kategori normal dengan tingkat resiko diabetes melitus rendah. Hasil uji Analisa nilai p-value sebesar 0,002 dengan nilai contingency coefficient sebesar 0,661.Kesimpulan: Simpulan dari hasil penelitian ini yaitu ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan risiko diabetes mellitus tipe 2 pada remaja, dengan tingkat hubungan berada dalam kategori kuat.
Efektivitas edukasi protection, rest, ice, compression, elevation, support terhadap pengetahuan atlet lari Junianti, Nabilla; Mahmudah, Rifa’atul; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Syahlani, Ahmad
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/vz0yyf65

Abstract

Latar Belakang: Cedera olahraga merupakan masalah umum bagi seorang atlet lari. Kurangnya pengetahuan atlet di Niskala Training Club mengenai penanganan pertama dapat menghambat pemulihan dan meningkatkan risiko cedera berulang. Salah satu metode yang tepat untuk penolong pertama pada cedera yaitu metode protection, rest, ice, compression, elevation, support.Metode: Penelitian kuantitatif pre-experimental dengan pendekatan one-group pre-test–post-test ini menggunakan 32 sampel atlet lari di Niskala Training Club. Sampel diambil menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan. Analisis data dilakukan dengan Wilcoxon Signed Ranks Test.Hasil: Sebelum edukasi, 68,8% responden memiliki pengetahuan kurang, sedangkan setelah edukasi 90,6% memiliki pengetahuan baik. Nilai uji statistik 0,000 membuktikan bahwa edukasi metode protection, rest, ice, compression, elevation, dan support efektif meningkatkan pengetahuan penanganan cedera olahraga pada atlet lari Niskala Training Club.Kesimpulan: Pemberian edukasi metode protection, rest, ice, compression, elevation, support terbukti efektif meningkatkan tingkat pengetahuan penanganan cedera olahraga pada atlet lari Niskala Training Club.
Faktor gaya hidup terhadap risiko terjadinya diabetes melitus tipe 2 pada remaja Norsipa, Salsa; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Fazraningtyas, Winda Ayu
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/w022nv87

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 kini telah mulai menyerang kelompok usia remaja yang terjadi akibat perubahan pola hidup modern. Gaya hidup yang tidak sehat seperti konsumsi makan tinggi gula dan lemak serta aktivitas fisik yang kurang menjadi faktor pememicu gangguan metabolik ini. Penelitian ini bertujuan menganalisa faktor gaya hidup terhadap resiko terjadinya Diabetes Melitus Tipe 2 pada remaja di SMPN 16 Banjarmasin.Metode: penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 31 responden siswa kelas akhir yang ambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner gaya hidup dan kuesioner Finnish Diabetes Risk Score.Hasil: Sebagian besar 19 responden (61,3%) memiliki gaya hidup kurang baik. Berdasarkan skor FINDRISC hampir setengahnya 14 responden (45,2%) berisiko rendah mengalami Diabetes Melitus Tipe 2.Kesimpulan: faktor gaya hidup berkontribusi terhadap peningkatan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada usia remaja. Upaya pencegahan dapat dilakukan secara maksimal dengan menerapkan gaya hidup sehat, yaitu melalui perbaikan pola konsumsi makanan, peningkatan kegiatan fisik, serta menjaga dan mengendalikan berat badan sejak usia dini.
Perbedaan pemberian kompres hangat dan dingin dalam mengurangi nyeri sendi lansia radang sendi reumatoid Muliani, Sri; Syahlani, Ahmad; Wijaksono, M. Arief; Manto, Onieqie Ayu Dhea
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/61cx6c13

Abstract

Latar Belakang: Penatalaksanaan non-farmakologis seperti kompres air hangat dan kompres air dingin menjadi alternatif terapi.  Kompres air hangat dan dingin memiliki proses yang berbeda dalam perbaikan jaringan. Maka dalam penelitian ini bertujuan menganalisa perbedaan pemberian kompres air hangat dan dingin dalam menurunkan intensitas nyeri sendi pada lansia dengan radang sendi reumatoid.Metode: Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian terdiri dari seluruh pasien lansia yang tinggal di Panti PPRSLU Budi Sejahtera di Kalimantan Selatan yang terdiagnosis Radang sendi reumatoid sebanyak 24 orang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Penelitian ini menggunakan lembar pengkajian nyeri Numeric Rating Scale dan SOP Kompres hangat dan dingin.Hasil: 58,3% responden kelompok kompres air hangat mengalami penurunan nyeri sebesar 4 poin, dan 41,7% mengalami penurunan 3 poin. 58,3% pada kelompok kompres air dingin mengalami penurunan 2 poin, sedangkan 41,7% mengalami penurunan 3 poin.Kesimpulan: Hasil menunjukkan kompres air hangat lebih efektif dibandingkan dengan air dingin dalam menurunkan intensitas nyeri sendi. Disarankan kompres hangat digunakav untuk membantu melemaskan otot-otot yang tegang, mengurangi kekakuan sendi, dan menurunkan spasme otot.
Hubungan dukungan keluarga terhadap kondisi psikologis: stres pada pasien diabetic foot ulcer Mahbub, Muhammad Zaini; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Mahmudah, Rifa’atul
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/3zx16y05

Abstract

Latar Belakang: Diabetic foot ulcer merupakan salah satu komplikasi kronis diabetes mellitus yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik pasien, tetapi juga berpengaruh signifikan terhadap kondisi psikologis, termasuk tingkat stres. Luka yang sulit sembuh, risiko amputasi, dan keterbatasan aktivitas seringkali menimbulkan tekanan emosional yang berat pada pasien. Situasi ini, dukungan keluarga memegang peranan penting sebagai sumber kekuatan psikologis yang dapat membantu pasien menghadapi penyakitnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kondisi psikologis: stres pada pasien diabetic foot ulcer.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Jumlah sampel sebanyak 64 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan tingkat stres, kemudia data dianalisis menggunakan uji Chi-square.Hasil: Hampir seluruhnya responden dalam kategori dukungan keluarga cukup (79,7%). Sebagian besar responden dengan kategori tingkat stres sedang (51,5%). Hasil uji analisa didapatkan nilai p = 0,002.Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan kondisi psikologis: stres pada pasien diabetic foot ulcer. Melihat hal ini maka dukungan keluarga diperlukan sebagai sumber kekuatan penting dalam menghadapi kondisi psikologis: stress pada pasien diabetic foot ulcer.