Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Relationship Between Family Support and Blood Sugar Control Compliance in Type 2 Diabetes Mellitus Patients at Pekauman Public Health Center Banjarmasin Nadya, Hesti Elva; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning; Manto, Onieqie Ayu Dhea
PROMOTOR Vol. 8 No. 2 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v8i2.1175

Abstract

Diabetes Mellitus type 2 is a disease in which the body is able to produce insulin but not as much or less than needed. Behavior towards prevention and control depends on family support for compliance with blood sugar control in patients with diabetes mellitus type 2. Emotional support is a very influential support in this study, with emotional support DM patients feel cared for and appreciated in the treatment process. The purpose of this study was to analyze whether there is a relationship between family support and compliance with blood sugar control in patients with diabetes mellitus type 2 at the Pekauman Banjarmasin Health Center. The study used a quantitative method with an analytical design and a cross-sectional approach on 48 respondents with type 2 diabetes mellitus using a purposive sampling technique using a family support questionnaire and diabetes mellitus control. The hypothesis was analyzed using the Spearman Rank test. The results of this study were 32 people (64.0%) with high family support and 42 people (84.0%) adhered to blood sugar control and the results of the hypothesis test showed a p value =0.001 <0.05. It can be concluded that there is a significant correlation between family support and compliance with blood sugar control in type 2 diabetes mellitus sufferers. The higher the support given to members who are sick or in the process of healing their illness, the more positive impact it will have on the health of its members and will give rise to positive behaviors.
Hubungan durasi tidur dengan tekanan darah pada lansia hipertensi Muthi’ah, Maryam Al; Tasalim, Rian; Mahmudah, Rifa’atul; Manto, Onieqie Ayu Dhea
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 01 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v5i1.1471

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang umum pada lansia dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas global. Di Indonesia, prevalensi hipertensi pada lansia mencapai 63,2%. Salah satu faktor yang mempengaruhi tekanan darah lansia adalah durasi tidur. Gangguan tidur, seperti insomnia dan durasi tidur pendek, dapat berdampak pada tekanan darah. Di Puskesmas Cempaka Putih Banjarmasin, lebih dari 900 lansia terdiagnosis hipertensi, dengan gangguan tidur yang berpotensi memperburuk kondisi mereka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara durasi tidur dan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Cempaka Putih Banjarmasin.Metode: Desain cross-sectional dengan purposive sampling, melibatkan 68 lansia hipertensi. Data dikumpulkan melalui observasi dan alat pengukur tekanan darah. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman.Hasil: Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara durasi tidur dan tekanan darah (koefisien korelasi = -0,018, p-value = 0,887).Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan signifikan antara durasi tidur dan tekanan darah. Oleh karena itu, disarankan agar responden tetap memperhatikan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kesehatan jantung dan tekanan darah, seperti pola makan yang sehat, aktivitas fisik yang teratur, serta manajemen stres.
Pengaruh Video Edukasi terhadap Sikap dan Kontrol Diri tentang Seks Bebas Bulkis, Siti; Nito, Paul Joae Brett; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Ariani, Malisa
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 1 (2025): Determinants of Health
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i1.11143

Abstract

Perilaku remaja yang beresiko dimulai dari berpegangan tangan, berkencan intim, bercumbu, hingga akhirnya melakukan kontak seksual, dan berujung pada perilaku seks bebas. Faktor yang dapat mempengaruhi perilaku seks pranikah diantaranya yaitu pengetahuan dan sikap. Kurangnya pengetahuan remaja terhadap seks pranikah dapat membentuk sikap dan kontrol diri yang kurang baik terhadap seks bebas akan mengarah ke remaja yang memiliki sikap kurang baik. Pendidikan seks melalui media video adalah salah satu cara untuk meningkatkan sikap dan kontrol diri. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh video edukasi terhadap sikap dan kontrol diri remaja tentang seks bebas. Metode penelitian ini menggunakan Pre-Experimental dengan One Grup PreTest-PostTest Design. Jumlah sampel sebanyak 87 orang dengan teknik Quota sampling. Instrumen Penelitian menggunakan kuesioner sikap dan kontrol diri, dan dilakukan Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil yang diperoleh p-value sebesar 0,000 (p < 0,05) yang artinya terdapat pengaruh video edukasi terhadap sikap dan kontrol diri remaja tentang seks bebas . Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pendidikan seks menggunakan media video efektif digunakan untuk meningkatkan sikap dan kontrol diri remaja tentang seks bebas sehingga dapat meningkatkan kesadaran remaja terhadap bahaya seks bebas dan dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kehamilan remaja, penyakit menular seksual, serta dampak psikologis dan sosial.
The Relationship Between Illness Perception and Religiosity on Medication Adherence Among Type 2 Diabetes Mellitus Patients at Puskesmas Lampihong Helenisa, Helenisa; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Cynthia Eka F. T, Cynthia Eka F. T; Tasalim, Rian
INDOGENIUS Vol 4 No 2 (2025): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v4i2.565

Abstract

Background & Objective: Adherence to medication is a key factor in controlling Diabetes Mellitus; however, challenges in patient compliance are still frequently encountered. Illness perception and religiosity have been shown to have a significant impact on adherence levels. Preliminary data from Lampihong Health Center indicate an increase in DM cases, yet medication adherence remains low, highlighting the need for an in-depth study of the influencing factors. This study aims to analyze the relationship between illness perception and religiosity and their impact on medication adherence among patients with type 2 diabetes mellitus receiving treatment at the Lampihong Health Center. Methods: This study employs a cross-sectional design with a descriptive correlational approach. A total of 30 type 2 DM patients were selected using an accidental sampling technique. Data were collected using the Illness Perception Questionnaire, Religious Involvement Questionnaire, and the Morisky Medication Adherence Scale. Pearson correlation tests were used for data analysis. Results: A significant relationship was found between illness perception and religiosity with medication adherence (p < 0.05). Patients with positive illness perceptions and higher religiosity levels tend to have better medication adherence. Conclusion: A positive illness perception and high religiosity can enhance medication adherence in type 2 DM patients. These findings provide a basis for developing interventions that consider psychosocial and spiritual aspects in the management of DM at the local level.
Hubungan Usia Dan Dukungan Petugas Kesehatan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus Pada Puskesmas Awayan Umairah, Umairah; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Irawan, Angga
Sains Medisina Vol 3 No 4 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i4.694

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi dan fungsi insulin. Jika tidak terkontrol, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius. Diabetes Mellitus tipe 2 menjadi kasus yang paling banyak ditemukan, terutama akibat pola hidup tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Secara global, jumlah penderita Diabetes Mellitus terus meningkat, termasuk di Indonesia, yang menempati peringkat ke-5 dunia dengan 19,5 juta kasus pada 2021. Di Kalimantan Selatan, prevalensi penyakit ini cukup tinggi, termasuk di Kabupaten Balangan, yang mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tujuan untuk mengetahui hubungan usia dan dukungan petugas kesehatan terhadap kepatuhan minum obat pasien Diabetes Melitus pada Puskesmas Awayan. Jenis penelitian ini adalah metode analitik korelasi dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien teridentifikasi Diabetes Melitus pada bulan November Tahun 2024 dengan jumlah 30 orang. Teknik sampel accidental sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan. Pengambilan data menggunakan kuesioner MARS. Analisis data teridiri Chi Square dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat pada pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Awayan tidak dipengaruhi oleh usia. Uji statistik chi-square menunjukkan p-value 0,738, yang menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara usia dan kepatuhan minum obat. Namun, dukungan petugas kesehatan berhubungan signifikan dengan kepatuhan minum obat. Uji statistik chi-square menunjukkan p-value 0,000, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan petugas kesehatan dan kepatuhan minum obat.
Hubungan Pelaksanaan Sistem Rujukan BPJS dengan Tingkat Kepuasaan Keluarga pada Pasien P3 Febriana, Eka; Riduansyah, Muhammad; Manto, Onieqie Ayu Dhea
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.7144

Abstract

Sistem rujukan antar pelayanan kesehatan yang berbeda tingkatan dapat dilakukan dari tingkat pelayanan yang lebih rendah ke tingkat pelayanan yang lebih tinggi. Pasien merasa puas apabila pelayanan yang diberikan sesuai dengan harapannya bahkan lebih dari diharapkannya. Mengetahui hubungan pelaksanaan sistem rujukan BPJS dengan tingkat kepuasaan keluarga pada pasien P3 di IGD UPT RSUD X. Jenis penelitian Cross sectional pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di IGD tanggal 16-28 Juni 2025. Sample adalah keluarga pasien triase P3 yang jumlah 36 dengan accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen cheklis pasien BPJS dan kuesioner kepuasaan yang diadopsi dari survey pasien RSUD X di Unit Pelayanan IGD. Analisis menggunakan uji kolerasi Sperman rank. Sistem Rujukan pada P3 yang tertinggi yaitu puskesmas sebanyak 32 responden (88,9%), Tingkat kepuasaan menunjukkan hasil Tingkat Kepuasaan Keluarga pada Pasien P3 yang tertinggi yaitu puas sebanyak 23 responden (63,9%) dan tidak puas 13 responden (36,1%). Uji spearman rank antara Sistem Rujukan BPJS dengan Tingkat Kepuasaan Keluarga pada Pasien P3 di IGD UPT RSUD X, didpatkan signifikan 0,004 < 0, sehingga Ha di terima H0 di tolak berarti ada hubungan kearah yang positif dengan nilai 0,470 menunjukkan hubungan cukup tinggi. Sistem rujukan yang baik akan meningkatkan kepuasaan keluarga dalam penggunaan faskes pada pasien P3 di IGD UPT RSUD X.
Program Sosis Education (Sosial Sex) dan Janar (Jauhi Narkoba) Hongky, Hongky; Adity, Muhammad Fresdy; Muliani, Sri; Tisi, Wanda Ceisara Monica Hinut; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Fetriyah, Umi Hanik; Rahman, Subhannur; Irawan, Angga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v1i2.419

Abstract

Masa remaja menjadi salah satu tahapan penting dalam kehidupan manusia. Secara psikologis, remaja masih belum stabil sehingga sering melakukan segala sesuatu dengan dasar coba-coba. Pendidikan seks di kalangan remaja masih sangat tabu untuk dibahas, begitu pula dengan bahaya narkoba. Akibatnya, remaja tidak memiliki informasi yang cukup mengenai kedua hal tersebut. Hal ini kemudian berdampak pada munculnya keinginan remaja untuk mencoba dan dapat membahayakan generasi penerus bangsa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai seksualitas dan bahaya narkoba, terutama pada remaja. Kegiatan ini kemudian dilakukan dengan member penyuluhan yang disertai dengan diskusi interaktif. Antusiasme peserta dalam kegiatan ini cukup baik, hal ini menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan serupa masih sangat perlu untuk dilakukan.
Gambaran Persepsi Penyakit Penderita DM Tipe 2 di Puskesmas Rista, Rista; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning; Manto, Onieqie Ayu Dhea
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4510

Abstract

Persepsi penyakit merupakan salah satu faktor penentu dalam membentuk kepatuhan pasien terhadap prosedur kesehatan pada penyakit kronis. Pasien Diabetes Mellitus diharuskan rutin mengkonsumsi obat sesuai anjuran petugas kesehatan. Hal ini memerlukan kepatuhan yang konsisten, sehingga diperlukan adanya identifikasi persepsi penyakit diantara pasien Diabetes Mellitus. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui gambaran persepsi penyakit penderita DM tipe 2 di UPT Puskesmas Bereng Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain observasional deskriptif. Sampel berjumlah 53 penderita DM tipe 2 di Puskesmas Bereng yang diambil menggunakan Accidental Sampling. Data penelitia dikumpukan menggunakan kuesioner identitas responden dan persepsi penyakit penderita DM tipe 2 yaitu The Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ). Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat. Sebagian besar penderita DM tipe 2 berusia 56-65 tahun sebanyak 27 orang (50,9%). Sebagian besar penderita DM tipe 2 berjenis kelamin perempuan sebanyak 37 orang (69,8%). Sebagian besar penderita DM tipe 2 sudah menderita penyakit DM tipe 2 selama ≥3 tahun sebanyak 38 orang (71,7%). Sebagian besar persepsi penyakit penderita DM tipe 2 dengan persepsi penyakit negatif sebanyak 46 orang (86,8%). Sebagian besar persepsi penyakit penderita DM tipe 2 di UPT Puskesmas Bereng dengan persepsi penyakit negatif dan sebagian kecil lainnya persepsi positif. Pihak Puskesmas diharapkan memberikan edukasi 5 pilar Diabetes Mellitus kepada pasien DM tipe 2 sebagai upaya pembentukan persepsi penyakit yang baik sehingga dapat berpengaruh pada kecerdasan emosional pada pasien DM tipe 2 agar ke arah yang positif.
H HUBUNGAN PERILAKU PERAWATAN KAKI TERHADAP KEJADIAN ULKUS KAKI DIABETIK Manto, Onieqie Ayu Dhea; Nestriani, Ni Wayan Elsi Nestriani; Latifah, Latifah
Journal of Nursing Invention Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v4i1.300

Abstract

Background: One of the chronic complications of type 2 diabetes mellitus is diabetic foot ulcers. The incidence of foot ulcers in Indonesia is quite high, reaching 7%-24% and is a problem that has not been resolved properly. The efforts to prevent and reduce the incidence of diabetic foot ulcers are by foot care behavior. Objective: To determine the relationship between foot care behavior towards the incidence of diabetic foot ulcers at Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin Hospital. Method: : Quantitative method with cross sectional design. The population in this study amounted to 203 people. The sample was 20% of the population, which is 41 respondents. The sampling technique in this study is using purposive sampling. Result: Spearman Rank correlation test results with = 0,05. The results of the analysis of the relationship between foot care behavior and the incidence of ulcers showed p=0.000 and a correlation coefficient is -0.589. Conclusion: There is a strong unidirectional relationship between foot care behavior towards the incidence of Diabetic Foot Ulcers at Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Hospital. Keywords: diabetic foot ulcer, foot care
Ayo SADARI: Kegiatan Sosialisasi Bagi Generasi Z Untuk Deteksi Dini Kanker Payudara Ariani, Malisa; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Hj. Latifah; Nito, Paul Joae Brett; Wulandari, Desi; Sari, Dewi Puspita; Nastasya, Difa; Safitri, Dwi Yani; Renata, Elin; Salsabhilla, Ericca Dwi; Rusali, Fahria; Jannah, Fathul; Fatmawati; Latifah, Hayatun; Humairoh; Yusfanita, Intan Audi; Aisyah, Intan Nur; Sarinda; Azizah, Sofhia Aulia Putri
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 4 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i4.821

Abstract

Pendahuluan:Permasalahan kanker payudara merupakan masalah yang sering dialami wanita, ditandai dengan benjolan abnorman di area payudara yang dapat berkembang menjadi tumor. Salah satu cara mengatasi kanker payudara adalah dengan melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) yang dapat dilakukan dengan mudah dan bertujuan untuk mengetahui apakah ada benjolan yang mencurigakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan meningkatatkan kesadaran remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan payudara, serta membekali pengetahuan siswi tentang cara melakukan SADARI dengan benar agar mampu mendeteksi perubahan atau tanda awal kanker payudara. Metode: Kegiatan dilaksanakan dengan metode penyuluhan dan demonstrasi dengan melibatkan siswa/i di SMAN 4 Banjarmasin. Edukasi mencakup pengertian kanker payudara dan pentingnya deteksi dini, kemudian dilakukan demonstrasi langsung cara melakukan SADARI dengan menggunakan peraga anatomi. Pre-test dan post-test diberikaan untuk mengetahui pengetahuan siswa. Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan dalam menangani bahaya kanker payudara dan cara menanganinya. Simpulan: Sosialisasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan siswa/i SMAN 4 Banjarmasin mengenai pentingnya pemeriksaan payudara sendiri guna deteksi dini kanker payu dara. Kegiatan ini juga menumbuhkan sikap tangguang jawab dan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker payudara bagi remaja.