Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengembangan Instumen Persepsi Pasien Kanker Dengan Kemoterapi Terhadap Perilaku Caring Perawat: Pilot Studi Yulta Kadang; Kusrini Kadar; Ariyanti Saleh
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.807 KB) | DOI: 10.52774/jkfn.v4i2.79

Abstract

Latar Belakang: Perawat memiliki peran yang penting dalam memberikan informasi yang meliputi pengetahuan tentang kemoterapi dan mampu menjelaskan apa yang akan terjadi selama pasien menerima kemoterapi, termasuk kemungkinan efek samping dan penanganannya. Salah satu ukuran yang dapat digunakan untuk mengukur perilaku caring perawat adalah kuesioner. Pengembangan kuesioner mempertimbangkan struktur dan isi kuesioner dan saran dari para ahli. Penelitian lain juga menginformasikan bahwa uji coba sering dilakukan untuk menguji kelayakan teknik, metode, kuesioner, wawancara dan bagaimana metode tersebut berfungsi bersama dalam konteks tertentu. Tujuan: Untuk menguji instrumen (kuesioner) yang telah dikembangkan oleh peneliti, sebelum dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional, dimana instrumen yang akan diuji didistribusikan kepada 30 pasien kanker yang menjalani kemoterapi di RS Stella Maris Makassar. Pemilihan sampel menggunakan metode nonprobability sampling, dengan teknik purposive sampling. Hasil: Temuan penelitian berdasarkan hasil pilot study, mayoritas responden memahami butir-butir pernyataan yang terdapat dalam instrumen (kuesioner). Namun pada kolom saran/komentar yang disediakan, beberapa responden berkomentar bahwa ada 6 item pernyataan yang maknanya tidak dipahami oleh responden saat mengisi instrumen. Berdasarkan komentar dari responden dan dengan mempertimbangkan rekomendasi dari beberapa panel ahli metode Delphi pada langkah kedua, peneliti memutuskan untuk mengubah item pernyataan yang menggunakan kalimat negatif menjadi kalimat positif. Kesimpulan: Hasil akhir instrumen setelah direvisi berjumlah 27 item pernyataan. Tidak ada item pernyataan yang ditambahkan atau dikurangi. Namun peneliti merevisi 6 item pernyataan sebelumnya yang negatif, sehingga hasil akhir dari uji coba ini adalah keseluruhan item pernyataan pada instrumen ini adalah item pernyataan yang bermakna positif.
Pengalaman Pasien Covid-19 Dengan Isolasi Mandiri Di Wilayah Kerja Puskesmas Mabelopura Kota Palu Via Fitriani; Yulta Kadang; Nur Febrianti; Surianto
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.821 KB) | DOI: 10.52774/jkfn.v5i2.97

Abstract

Sindrom Pernafasan Akut Parah 2 (SAR-CoV-2) atau novel coronavirus 2 (COVID-19) adalah penyakit pernapasan yang ditemukan pada Desember 2019 dan telah menyebar dengan cepat ke seluru dunia. Pada September 2021, terdapat 416 kasus infeksi COVID-19 di Puskesmas Mabelopura Kota Palu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman pasien yang terinfeksi COVID-19 selama isolasi mandiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak 10 partisipan yang diambil menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam atau in-depth interview dengan pertanyaan semi terstruktur dan menggunakan instrument pedoman wawancara yaitu: alat perekam/recorder dan buku catatan analisis. Analisis data menggunakan tematik analisis. Hasil penelitian ini telah mengidentifikasi 5 tema yaitu: (1) respon pasien selama menjalani isolasi mandiri, (2) tanda dan gejala yang dirasakan pasien selama isolasi mandiri, (3) bentuk stigmatisasi selama isolasi mandiri, (4) bentuk dukungan selama isolasi mandiri, dan (5) mekanisme koping selama isolasi mandiri. Pengalaman partisipan yang pernah terinfeksi covid-19 yang berupa respon awal saat partisipan terinfeksi, keluarga dan orang sekitar, serta tanda dan gejala yang dirasakan partisipan hingga bentuk stigma dan dukungan yang dirasakan serta keseharian partisipan menjalani isolasi mandiri dirumah terangkum dalam penelitian ini.  
Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Diabetes Melitus di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Birobuli Kota Palu : The Relationship Between Diet and Physical Activity with the Incidence of Diabetes Mellitus in the UPTD Work Area of the Birobuli Health Center, Palu City Lorita Doru; Rosita; Yulta Kadang; Hayati Kalla
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i2.3298

Abstract

Diabet mellitus ialah kendala kesehatan berbentuk berkas pertanda yang diakibatkan oleh kenaikan kandungan gula (glukosa) darah dampak resistensi insulin. Diabet pula diketahui selaku Mother of Disease sebab ialah benih dari penyakit- penyakit yang lain semacam darah tinggi, penyakit jantung dan pembuluh darah, stroke, kandas ginjal, serta kebutaan. Riset ini bermaksud buat menganalisa ikatan pola makan serta kegiatan raga dengan peristiwa diabet mellitus di Area Kegiatan UPTD Puskesmas Birobuli Kota Martil Provinsi Sulawesi Tengah. Tipe Riset yang dicoba ini merupakan kuantitatif dengan konsep riset deskriftif hubungan ialah riset dengah tujuan penting buat Memandang Ikatan Pola Makan Serta Kegiatan Raga Dengan Peristiwa Diabet Mellitus. Dengan memakai pendekatan cross sectional, populasi pada riset ini merupakan semua responden yang terletak di area kegiatan puskesmas birobuli kota martil. Riset ini memakai analisa univariat serta bivariat memakai percobaan Chi Square. Ilustrasi pada riset ini berjumlah 47 responden yang mempunyai umur 17- 65 tahun yang didapat dengan nonprobability sampling. Hasil riset membuktikan ikatan pola makan dengan peristiwa diabet mellitus berdasarkan hasil Chi Square di peroleh nilai P value (0,005) <0,05, sedangkan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes mellitus berdasarkan hasil Chi Square di peroleh nilai P value (0,002) < = 0,05. Disimpulkan bahwa ada hubungan pola makan dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian diabetes mellitus di wilayah Kerja UPTD Puskesmas Birobuli Kota Palu maka disarankan untuk puskesmas lebih meningkatkan informasi serta meningkatkan upaya penerapan penanganan serta pencegahan pada kejadian diabetes mellitus.
Pengaruh Health Education Terhadap Perilaku Pencegahan Stunting Pada Ibu Baduta Di UPTD Puskesmas Sangurara Kota Palu Delvina Putri Bahrudin; Nur Febrianti; Yulta Kadang; Surianto
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v6i1.98

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi utama di Indonesia. Banyak ibu tidak menyadari stunting, suatu kondisi di mana tinggi dan berat badan tidak sesuai dengan usia. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku pencegahan stunting ibu di UPTD Puskesmas Sangurara Kota Palu. Penelitian ini dilaksanakan di UPTD Puskesmas Sangurara Kota Palu dari tanggal 6 April sampai dengan 20 April 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi Baduta dan jumlah sampel adalah 15 untuk kelompok eksperimen yang diberikan terapi, dengan menggunakan sampling insidental. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Dengan desain one-group pre-test - post-test dan desain penelitian pra-eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan perilaku pencegahan stunting lemah sebelum mendapatkan health education, dengan nilai rata-rata 95,93 ± 13,951, dan perilaku pencegahan stunting baik setelah mendapatkan health education, dengan nilai rata-rata 129,53 ± 10,802. Uji t berpasangan menghasilkan p-value 0,000 (p-value <0,05), menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan perilaku pencegahan stunting pada ibu sebelum dan sesudah menerima health education. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa health education berpengaruh terhadap perilaku pencegahan stunting pada ibu balita di UPTD Puskesmas Sangurara Kota Palu. Sehingga, lebih meningkatkan pelayan dan penyuluhan terkait penyakit stunting agar pengetahuan ibu dalam pencegahan stunting bertambah.
Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi Terhadap Kemampuan Interaksi Dan Sosialisasi Pada Pasien Jiwa Yang Mengalami Isolasi Sosial Di RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah Andi Asrizal Ningrawan; Yulta Kadang; Meylani A’nabawati3
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 3 (2023): GJMI - SEPTEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i3.45

Abstract

Isolasi sosial adalah ketika individu tidak memiliki kemampuan dalam membentuk sebuah hubungan yang terbuka, dekat serta hangat dengan orang lain. Salah satu penatalaksanaan isolasi sosial adalah Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi aktivitas kelompok sosialisasi terhadap kemampuan interaksi dan sosialisasi pada pasien jiwa yang mengalami isolasi sosial di RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan pendekatan Pre-Experimental Design yang menggunakan rancangan One Group Pre Test and Post Test. Sampel penelitian ini berjumlah 15 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan pemilihan sampel menggunakan Sampel Jenuh. Pengambilan data menggunakan lembar observasi yang dianalisis menggunakan uji Wilcoxon pada variabel kemampuan interaksi diperoleh nilai p = 0,001 < p-0,05 pada variabel kemampuan sosialisasi diperoleh nila p = 0,000 < p-0,05 yang berarti ada pengaruh terapi aktivitas kelompok sosialisasi terhadap kemampuan interaksi dan sosialisasi pada pasien jiwa yang mengalami isolasi sosial di RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sumber informasi dan referensi dalam menerapkan intervensi keperawatan untuk meningkatkan kemampuan interaksi dan sosialisasi pada pasien jiwa yang mengalami isolasi sosial.
Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok Orientasi Realita Terhadap Kemampuan Mengontrol Halusinasi Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Di RSUD Madani M.syahril; Yulta Kadang; Agnes Erlita Distriani Patade
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 3 (2023): GJMI - SEPTEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i3.52

Abstract

Halusinasi merupakan ketidakmampuan seseorang yang membuat menjadi sulit untuk membedakan keadaan nyata dan tidak nyata secara akurat. Halusinasi pendengaran adalah gangguan stimulus dimanah seseorang mendengar suara berbicara, mengejek, tertawa, mengancam bahkan menyuruh untuk melakukan sesuatu yang berbahaya seperti bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh terapi aktivitas kelompok orientasi realita terhadap kemampuan mengontrol halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran di RSUD madani. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian merupakan rancangan penelitian Quasi Experiment dengan menggunakan pendekatan One Group pre-test dan post-test. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 17 orang dengan tahnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisa bivariat terdapat kedua variabel dengan Uji-t berpasangan (t dependen) didapatkan hasil nilai p=0,001 <alpha (0,005). Penelitian ini dapat disimpulkan terdapat pengaruh terapi aktivitas kelompok orientasi realita terhadap kemampuan mengontrol halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran di RSUD madani. Terapi aktivitas kelompok orientasi realita memberikan hasil yang lebih besar terhadap perubahan pasien, meningkatkan perilaku adaptif serta mengurangi perilaku maladaptif
Pengaruh Edukasi Nutrisi Terhadap Tingkat Pengetahuan Pengelolaan Diet Nutrisi Pasien Chronic Kidney Disiase Yang Menjalani Hemodialisa Di RSUD UNDATA Provinsi Sulawesi Tengah Intan Angelina Dombo; Djuwartini; Yulta Kadang
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 3 (2023): GJMI - SEPTEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i3.57

Abstract

Salah satu terapi terhadap penderita gagal ginjal kronik yaitu hemodialisis. Hemodialisis bertujuan untuk mengeliminasi sisa-sisa produk metabolisme atau protein didalam tubuh. Tindakan ini juga dapat menyebabkan komplikasi, diantaranya yaitu mempengaruhi status gizi pasien. Beberapa pasien mengalami kesulitan dalam pengelolaan asupan nutrisi, namun mereka tidak mendapatkan pemahaman tentang bagaimana strategi yang dapat membantu dalam pengelolaan diet nutrisi sehingga strategi yang perlu dilakukan adalah pemberian edukasi nutrisi pada pasien hemodialisa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh edukasi nutrisi terhadap tingkat pengetahuan pengelolaan diet nutrisi pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan desain Pre-experimen yang menggunakan rancangan One Grop Pre Test and Post Test Design. Sampel penelitian berjumlah 18 responden yang diambil menggunakan teknik Purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang di analisis dengan uji non-parametric wilcoxon  diperoleh nilai p=0,000 (p ≤ 0,05). Menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi nutrisi terhadap tingkat pengetahuan pengelolaan diet nutrisi pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Diharapkan penelitian ini bisa menjadi sumber informasi dalam meningkatkan upaya pelayanan kesehatan dengan melakukan pemberian edukasi nutrisi, khususnya pada pasien hemodialisa.
Hubungan Kondisi Komorbid Dan Lama Menjalani Hemodialisis Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Di RSUD Anutapura Palu Silfana; Siti Yartin; Yulta Kadang
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 3 (2023): GJMI - SEPTEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i3.72

Abstract

Gagal ginjal terjadi ketika ginjal tidak dapat lagi membawa produk sisa metabolisme tubuh atau melakukan fungsi normalnya. Gagal ginjal adalah penyakit sistemik dan jalur stadium akhir yang umum dari berbagai penyakit urologis dan ginjal. Gagal ginjal bisa akut atau kronis. Kondisi komorbid merupakan penyakit yang menyertai pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisis yang dapat menurunkan kualitas hidup bahkan memperburuk keadaan pasien. Tujuan pada penelitian ini adalah diketahuinya Hubungan Kondisi Komorbid Dan Lama Menjalani Hemodisis Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Anutapura Palu. Jenis Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan observasional analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel nonprobability sampling yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 42 pasien. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kondisi komorbid, lama menjalani HD, dan kuesioner kualitas hidup. Hasil uji Fisher Exact Test di peroleh nilai p = 0.005. Simpulan pada penelitian ini ada hubungan bermakna (p = 0,000) kondisi komorbid dan lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pada pasien yang menjalani hemodialsis di RSUD Anutapura Palu. Saran bagi RSUD Anutapura Palu agar dapat mengoptimalkan penyuluhan diruangan hemodialisis di RSUD Anutapura Palu untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik.
Hubungan Self Care dengan Quality of Life Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Ruang Bedah dan Interna Rsud Undata Palu Provinsi Sulawesi Tengah Ilham Y Butudoka; Sisilia Rammang; Yulta Kadang
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.17049

Abstract

Diabetes Melitus adalah salah satu penyakit mematikan di dunia yang mana menyebabkan penurunan Quality of Life sehingga memerlukan perawatan yang tepat disebut Self Care. Self Care merupakan aktivitas dari individu dalam melakukan perawatan diri sendiri. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan Self Care dengan Quality of Life pasien Dabetes melitus tipe II. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan porpusive sampiling dengan jumlah sampel sebanyak 55 pasien. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Summary of Diabetes Self Care (SDSCA) dan Diabetes Quality of Life (DQOL). Hasil penelitian ini menggunakan uji Chi-Square, diperoleh nilai p = 0,000 (p =<0,005). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan Self Care dengan Quality of Life pasien Diabetes Melitus tipe II yang diharapkan dapat meningkatkan status kesehatan dan mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi dan pengetahuan tentang Self Care dengan meningkatkan Quality of Life penderita Diabeted Melitus dengan cara menjaga pola makan, olahraga dan melakukan aktivitas fisik yang teratur sehingga dapat menjalankan kehidupan secara normal.
The Relationship between Knowledge and Parents' Attitudes towards the Importance of Breakfast for Children Aged 5-12 Years in the Village of Watutau, Lore Peore District: Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Orang Tua Tentang Pentingnya Sarapan Pagi Pada Anak Usia 5-12 Tahun Di Desa Watutau Kecamatan Lore Peore Sisilia Megati; Ni Nyoman Udiani; Yulta kadang
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the "Relationship between Parents' Knowledge and Attitudes about the Importance of Breakfast for Children Aged 5-12 Years in Watutau Village, Lore Peore District." This type of research is quantitative research. The research method used is descriptive observational analytic research with a cross-sectional approach. The population in this study consists of all parents who have children aged 5-12 years, totaling 126 people. The sample size was calculated using the Slovin formula, resulting in a sample of 56 people. The sampling technique used was purposive sampling. The results of the Chi-square statistical test showed a value of p = 0.000 <p = 0.05, which means there is a relationship between parents' knowledge and attitudes about the importance of breakfast for children aged 5-12 years in Watutau Village, Lore Peore District. The conclusion that can be drawn from the results of this study is that there is a relationship between parents' knowledge and attitudes about the importance of breakfast for children aged 5-12 years in Watutau Village, Lore Peore District. It is hoped that the community can increase their knowledge about the importance of breakfast in Watutau Village, allowing healthcare providers to offer services and counseling on the importance of breakfast to parents and take various efforts to address the problem of malnutrition in school children.