Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Edukasi Pentingnya Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan Gizi Seimbang Pada Remaja Putri di SMP 5 Cikarang Utara Tahun 2024 Putri, Riska Subhianti; Kadang, Yulta; Padaallah, Ananda Patuh; Rahayu, Previarsi; Nupratiwi, Yulidian
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.420

Abstract

Stunting pada remaja putri menjadi isu penting yang mempengaruhi kesehatan dan perkembangan mereka. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental, yang melibatkan 42 responden yang terdiri dari siswa-siswi SMP 5 Cikarang Utara. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan remaja putri tentang konsumsi TTD, zat besi, vitamin C, dan gizi seimbang sebelum dan setelah edukasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan perilaku konsumsi gizi seimbang serta zat besi setelah diberikan edukasi. Sebelum edukasi, mayoritas siswa memiliki pengetahuan yang kurang mengenai pentingnya gizi seimbang dan konsumsi TTD, namun setelah edukasi, terdapat peningkatan yang signifikan pada kategori pengetahuan baik dan cukup. Selain itu, setelah edukasi, konsumsi zat besi dan vitamin C juga mengalami peningkatan. Sebanyak 67% responden mengonsumsi zat besi dalam jumlah yang cukup, dan 83% mengonsumsi vitamin C yang cukup pada post-test, menunjukkan adanya perubahan positif dalam pola makan mereka setelah mendapatkan informasi tentang pentingnya kedua nutrisi tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai pentingnya konsumsi TTD dan gizi seimbang dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku gizi yang lebih sehat di kalangan remaja putri, serta menjadi langkah preventif dalam mencegah stunting.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES TIPE 2 DI RS. DJAJAKUSUMAH SUKATANI Kadang, Yulta; Atikah, Nisrina; Ahmad, Farid
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.38958

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Prevalensi DM tipe 2 yang tinggi menuntut perhatian khusus dalam pengelolaannya, terutama terkait kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 di RS Djajakusumah Sukatani. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 54 pasien yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Kuesioner Hill-Bone yang telah dimodifikasi untuk menilai kepatuhan minum obat, dan analisis dilakukan dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 35 orang (64,8%) tidak patuh dalam minum obat, yang berkontribusi terhadap 35 orang (64,8%) mengalami hiperglikemia. Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti ada hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dan kadar gula darah. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa rendahnya tingkat kepatuhan minum obat berpengaruh negatif terhadap kontrol kadar gula darah, yang dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti retinopati, nefropati, dan penyakit jantung. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang lebih baik serta dukungan sosial untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Intervensi yang komprehensif sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan Diabetes Mellitus tipe 2, serta mencegah komplikasi yang lebih serius di masa depan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi tenaga kesehatan dalam merancang program yang lebih efektif untuk meningkatkan kepatuhan pasien.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Audiovisual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Penanganan Demam Pada Anak Usia 0-2 Tahun Dengan Metode Tepid Water Sponge Kuloh, Abdul Basri; Jamaludin, Raihan; Kadang, Yulta
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v7i2.253

Abstract

Fever is an increase in body temperature above the normal range due to infection or inflammation. Non-pharmacological treatments to reduce fever in children are sometimes often forgotten by parents, in this case mothers, one of which is tepid water sponge. Lack of knowledge of mothers related to non-pharmacological management of fever in children results in improper management, resulting in less than optimal healing process. The purpose of this study was to determine the effect of health education through audiovisual on the level of maternal knowledge about fever management in children 0-2 years using tepid water sponge at Puskesmas Tambelang, Bekasi Regency. This research method uses Quasi-experimental designs (one group pretest-posttest). The sample in this study amounted to 94 mothers who had children aged 0-2 years at the Tambelang Health Center, Bekasi Regency. Samples were taken using cluster random sampling technique. Data collection using a questionnaire sheet on knowledge of handling fever using tepid water spong. Data analysis using the Wilcoxon test. The results of the statistical test showed that there was an effect of health education through audiovisual on the level of maternal knowledge (sig.0.000 <0.05). The conclusion is that there is an effect of health education through audiovisual on the level of knowledge of mothers about handling fever in children aged 0-2 years using tepid water sponge at the Tambelang Health Center, Bekasi Regency. Suggestions are expected to increase the implementation of health education to mothers who have children, related to handling fever in children using tepid water sponge.
Pengembangan Konten Edukasi dan Monitoring Self-Care Berbasis Aplikasi Smartphone Pasien Diabetes Mellitus: Studi Delphy Irnawan, Sri Marnianti; Kadang, Yulta; Kadar, Kusrini; Sjattar, Elly Lilianty
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 4 (2025): Agustus 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i4.1914

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Untuk mendukung pengelolaannya, diperlukan media edukasi dan monitoring yang efektif. Inovasi berupa aplikasi digital menjadi solusi untuk menyediakan informasi dan pemantauan jarak jauh yang mudah diakses kapan saja. Penelitian ini bertujuan menghasilkan konten yang akan digunakan dalam aplikasi smartphone sebagai media edukasi dan monitoring self-care pasien DM. Metode penelitian menggunakan classic Delphi dan online Delphi dalam 3 ronde yang melibatkan 11 ahli yaitu perawat, dokter spesialis endokrin, dokter spesialis gizi klinik, peneliti, dan edukator di bidang diabetes. Hasil Delphi Ronde 1 didapatkan dari 7 menu utama dan 42 tema, 6 tema dikeluarkan, 3 judul tema direvisi, 2 tema dimodifikasi, 1 menu baru dan 7 tema baru. Pada Ronde 2 dari 12 tema yang diajukan kembali, sebanyak 11 tema mencapai konsensus >70%. Ronde 3 menghasilkan 8 menu utama dan 43 tema. Kesimpulan hasil delphi menunjukkan konten yang dibuat sudah melalui proses konsesus oleh para ahli dan siap digunakan dalam aplikasi sebagai media edukasi dan monitoring self-care pasien DM.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DENGAN TINGKAT STRES MAHASISWA YANG SEDANG MENGERJAKAN TUGAS AKHIR DI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN Juarsih, Juarsih; Salsabila, Jihan; Padaallah, Ananda Patuh; Kadang, Yulta
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45261

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir sering mengalami stres saat mengerjakan tugas akhir. Berbagai faktor internal maupun eksternal mampu mempengaruhi tingkat stres, salah satunya ialah dukungan sosial orang tua. Dalam hal menekan tingkat stres akademik mahasiswa, salah satu yang berperan penting yaitu dukungan sosial orang tua. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui pendekatan deskriptif korelasi serta desain cross-sectional. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen DASS-21. Pemilihan sampel dilakukan dengan probability sampling sehingga terpilih sebanyak 70 mahasiswa tahun terakhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman sebagai sampel. Hasil penelitian menandakan adanya hubungan yang signifikan terkait dukungan sosial orang tua dan tingkat stres mahasiswa dengan nilai p-value 0,001, di mana mahasiswa dengan dukungan sosial tinggi memiliki risiko lebih kecil mengalami stres berat (PR 0,480, CI 0,306–0,753) dan hubungan berada pada kategori sedang (CC 0,382). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres pada mahasiswa yang tengah menyelesaikan tugas akhir, berada pada kategori sedang dengan arah hubungan berbanding terbalik. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa lebih terbuka kepada orang tua agar mendapatkan dukungan sosial yang cukup.
Pemberdayaan Skill Pramuwerdha Melalui Pelatihan Terapi Kognitif untuk Optimalisasi Fungsi Kognitif Lansia di SPGL Karawang Rahayu, Previarsi; Kadang, Yulta; Sartika, Aprilina; Elizabeth, Beatrix; Sartika, Mila
Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli - Desember
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/connection.v5i2.12667

Abstract

Praktik pendampingan lansia di Satuan Pelayanan Griya Lansia (SPGL) Karawang sehari harinya dilakukan oleh tenaga pendamping atau caregiver yang secara langsung bertugas membantu pemenuhan kebutuhan dasar, emosional, dan sosial lansia dalam kehidupan sehari-hari yang dikenal dengan Pramuwerdha. Peran pramuwerdha menjadi penting dalam mendukung pelaksanaan intervensi terapi kognitif. Namun dengan keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pramuwerdha dalam memberikan terapi kognitif, seringkali menjadi kendala dalam penerapan kegiatan stimulatif bagi lansia. Berdasarkan kondisi yang ada di SPGL Karawang, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan kegiatan ini dapar meningkatkan keterampilan pramuwerdha dalam memberikan terapi kognitif melalui senam otak dan memosy training bagi lansia di SPGL Karawang. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan pihak layanan, validasi pemahaman pramuwerdha mengenai tata laksana, Pemberian materi, pelatihan keterampilan, monitoring dan evaluasi program. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil tes awal dan tes akhir peserta dengan Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan pramuwerdha dalam memberikan intervensi, serta meningkatkan rasa percaya diri dan sikap terampil dalam mendampingi lansia. Pelatihan pelaksanaan terapi kognitif ini memberikan dampak positif bagi Pramuwerdha sebagai tenaga pendamping yang menjadi garda terdepan dan berikutnya juga akan dirasakan oleh lansia. Ke depannya, diharapkan Satuan Pelayanan Griya Lansia dapat terus mengembangkan kegiatan serupa sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas hidup lansia melalui intervensi terapi kognitif yang sistematis dan terukur.
Analisis Korelasi Tingkat Depresi dan Self-care Management Dengan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisa Juwita, Lita; Lestiana, Mirawati; Kadang, Yulta; Ismoyowati, Tri Wahyuni
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 5 (2025): Oktober 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i5.2162

Abstract

Gagal ginjal kronis menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka kematian,di abad ke-21. Sebagian penderita GGK tidak mampu menjalani kegiatan kesehariannya, termasuk bekerja, sehingga berdampak negatif terhadap aspek mental, fisik, sosial, serta kondisi ekonomi. Penelitian ini bertujuan mengkaji keterkaitan antara tingkat depresi dan kemampuan self-care management dengan kualitas hidup pasien hemodialisis di RSSM Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional, dengan desain cross sectional study. penarikan sampel dengan teknik purposive sampling dengan 73 sampel. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner BDI II, Self Care Management, KDQOL SFᵗᵐ-36 yang sudah valid - reliabel dan dianalisis menggunakan uji gamma. Penelitian menunjukkan dari 73 responden didapatkan hasil tingkat depresi p value = 0,000; r = -0,972, self care management p value = 0,000; r = 0,958 terdapat keterkaitan antara tingkat depresi dan kemampuan self-care management dengan kualitas hidup pasien hemodialisis di RSSM Cibinong. Hubungan tingkat depresi dan kualitas hidup menunjukkan korelasi kuat ke arah negatif, artinya semakin tinggi depresi yang dialami pasien, maka semakin menurun kualitas hidupnya. Sebaliknya, self-care management memiliki korelasi kuat ke arah positif terhadap kualitas hidup, sehingga semakin baik pengelolaan perawatan diri pasien, semakin meningkat kualitas hidup yang di rasakan.
Pendampingan Kader melalui Implementasi Tahapan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular di Desa Sukamantri Kadang, Yulta; Kadewi, Ami; Rahayu, Previarsi; Patuh, Ananda; Putri, Riska Subhianti
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.461

Abstract

Salah satu fenomena serius dalam bidang kesehatan selama beberapa dekade yang tetap menjadi fokus perhatian utama dunia baik di negara maju maupun berkembang adalah Penyakit tidak menular (PTM). Metode yang digunakan adalah pendampingan kader oleh tim pengabdian kepada masyarakat yang sebelumnya telah diberikan pelatihan pengetahuan dan keterampilan tentang penyakit tidak menular (PTM). Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan pengetahuan, yaitu mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu 32 orang (71.1%). Sedangkan hasil skrining adanya risiko kejadian PTM yang dibuktikan dengan hasil pengukuran IMT, 15 orang (33.3%) dengan IMT berlebih dan 6 orang (13.3%) dengan IMT obesitas, hasil pengukuran lingkar perut mayoritas responden memiliki lingkar perut berlebih, yaitu 35 orang (77.8%), hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami hipertensi, yaitu 27 orang (60%) serta mengalami peningkatan gula darah yaitu 6 orang (13.3%). Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan pendampingan kader PTM dalam melakukan pencegahan dan deteksi dini faktor risiko PTM ini memberikan manfaat signifikan, baik itu untuk kader posbindu PTM maupun masyarakat sebagai peserta Posbindu PTM di desa Sukamantri, dimana terjadinya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader PTM yang dibuktikan dengan kemampuan kader dalam memberikan edukasi kesehatan PTM dan melakukan skrining faktor risiko PTM penyakit tidak menular (PTM) serta peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang PTM sehingga dapat memperbaiki pola hidup lebih sehat
Evaluation Of The Application Of Nursing Management Related To Nursing Human Resource Planning At The Banggai Hospital Ishak, La Ode Ismail; Kadang, Yulta; Yartin, Siti
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.19469

Abstract

Human Resources of Health (HRH), especially in nursing is one of the influencing factors of health services implementation. The HRH needs planning have purposes to ensure that the quality, placement, and availability of medical staff are in accordance to standardization. The aim of the research was to evaluate the implementation of nursing management related to Nursing Human Resources planning at Banggai General Hospital. This is qualitative research with a phenomenological approach. The method of data collection is by in-depth interviews using semi-structured interview guidelines toward 6 informants consisting of the Head of Administration and Staffing, Head of Nursing and Midwifery, Assistant Head of Nursing and Midwifery, ICU in charge, ER in charge, and VIP in charge. The sampling method used is Non Probability with purposive sampling technique. Data analysis was done by using the thematic analysis method. The results of the research found 7 themes, such as nurse recruitment policies, the competence of planning staff, managing data and information, mechanisms for achieving the nurses’ needs, methods and calculations applied, nurse staffing patterns, and follow-up planning needs. The conclusion mentioned that the implementation of nursing management related to nursing human resource planning at Banggai General Hospital has not been implemented properly. Suggestions Banggai General Hospital should coordinate immediately between departments in the implementation of nursing management in planning the achievement of nursing human resource needs.
Pelatihan Kader Posbindu: Upaya Peningkatan Pengetahuan Deteksi Dini PTM di Kecamatan Tambelang Kadang, Yulta; Rahayu, Previarsi; Kadewi, Ami
Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Januari Juni
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/connection.v6i1.12467

Abstract

Kematian, kecacatan tertinggi dan tantangan kesehatan masyarakat terbesar di dunia khususnya Indonesia masih dipimpin oleh Penyakit Tidak Menular. Kegiatan deteksi dini menjadi fokus utama pencegahan PTM dan salah satunya dapat dilaksanakan melalui pemberdayaan masyarakat melalui Posbindu PTM. Pelaksanaan Posbindu PTM ini dijalankan oleh tenaga kesehatan dan dibantu oleh kader. Pengetahuan dan keterampilan kader sangat penting untuk ditingkatkan sehingga kader dapat memberikan kontribusi lebih baik lagi dalam melakukan edukasi dan skrining faktor resiko PTM. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan deteksi dini faktor resiko PTM di Puskesmas Tambelang , Kabupaten Bekasi. Metode kegiatan ini terdiri dari 3 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi yang diikuti oleh 24 orang kader yang mewakili 7 desa. Hasil analisis menunjukkan pelatihan memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan kader tentang PTM serta keterampilan dalam mengukur Indeks Massa Tubuh (IMT), Lingkar Perut (LP), tekanan darah, dan gula darah sewaktu (p < 0,005). Kader Posbindu PTM merupakan ujung tombak yang menjadi penghubung dalam terlaksananya program-program Puskesmas khususnya pelaksanaan Posbindu PTM, oleh karena itu pentingnya dilakukan upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader agar dapat menjalankan perannya dengan optimal. Output kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader Posbindu PTM dan diharapkan kader Posbindu PTM dapat menjalankan perannya dengan baik khususnya dalam membantu melaksanakan program pencegahan dan pengendalian PTM.