Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Perlakuan Akuntansi Aset Tetap Berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintahan Pernyataan Nomor 07 Pada Politeknik Negeri Bengkalis Dari, Ulan; Mubarak, Husni
Jurnal IAKP: Jurnal Inovasi Akuntansi Keuangan & Perpajakan Vol. 4, No. 2, Desember 2023
Publisher : Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/iakp.v4i2.3524

Abstract

The purpose of this study is to find out how the classification, recognition, measurement, depreciation, revocation and ownership, as well as disclosure of fixed assets based on PSAP No. 07 at Bengkalis State Polytechnic. Data collection techniques are observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that most of the fixed asset accounting stages have carried out asset accounting treatment in accordance with PSAP 07 of 2010 which includes classification, recognition, measurement, depreciation, termination and accounting as well as accounting. However, there are still several obstacles in the classification, depreciation and the disclosure of fixed assets at the Bengkalis State Polytechnic so that it has not been carried out properly according to PSAP 07 of 2010.Keywords: Fixed Assets, PSAP No.07
Memperkuat Keseimbangan Antara Hak Dan Kewajiban Negara Dan Warga Negara Melalui Pendidikan Kewarganegaraan Dari, Ulan; putri , Luna Erika; Rikiawan, Rikiawan; Sari , Nadia Widyana; Adha , Zulandi; Sari , Rahma Marlia
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 1 (2024): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran tentang pemenuhan dan pelaksanaan kewajiban warga negara terhadap negara. Karena masih banyak warga negara yang hanya menuntut haknya sebagai warga negara saja tanpa melaksanakan kewajibannya, misalnya dalam hal membayar pajak. Masih banyak warga negara yang belum taat membayar pajak tetapi mereka menuntut hak- haknya sebagai warga negara. Hal tersebut terjadi karena masalah pemenuhan hak oleh negara belum direalisasikan dengan baik, sehingga warga negara tidak melaksanakan kewajiban dengan tanggung jawab. Untuk tercapainya hak dan kewajiban warga negara, kedua hal tersebut harus seimbang dalam pemenuhan setiap hak dan kewajiban
Analisis Persepsi Mahasiswa PPKn UNIMED Tentang Asas Kemaslahatan Pada Program Makan Bergizi Gratis Dalam Tinjauan Hukum Islam Manalu, Agnes E; Hummaira, Nabila Devia; Eva Nia, Angela; Chahyani, Ayu Tri; Ambarita, Hanaya Manuela; Pakpahan, Pawer Erwin; Munthe, Rima Volyna; Mahrani, Silvia; Ginting, Solavide; Banjarnahor, Tebi Tafianta; Dari, Ulan; Sihotang, Yulia Fanissah; Iqbal, M
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 5 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i5.2374

Abstract

Penelitian ini mengkaji Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kebijakan publik pemerintah Indonesia dalam perspektif hukum Islam. Fokus utama penelitian adalah menilai sejauh mana program ini memenuhi prinsip kemaslahatan (al-mashlahah) yang menjadi inti maqāṣid al-syarī‘ah, yaitu menjaga agama (ḥifẓ al-dīn), jiwa (ḥifẓ al-nafs), akal (ḥifẓ al-‘aql), keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan harta (ḥifẓ al-māl). Pendekatan kualitatif digunakan dengan analisis literatur dan wawancara terhadap mahasiswa PPKn UNIMED. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MBG memberikan manfaat signifikan berupa pemenuhan gizi anak sekolah, pencegahan stunting, dan peningkatan konsentrasi belajar, sehingga selaras dengan maqāṣid al-syarī‘ah terutama dalam aspek ḥifẓ al-nafs dan ḥifẓ al-‘aql. Namun, tantangan seperti transparansi anggaran, kualitas makanan yang halal-thayyib, dan pemerataan distribusi menjadi faktor kritis yang dapat menurunkan nilai kemaslahatan. Mahasiswa menilai bahwa meskipun terdapat potensi kendala teknis, substansi program tetap membawa kemanfaatan besar. Penelitian ini merekomendasikan pengawasan ketat, audit terbuka, serta keterlibatan ahli gizi dan lembaga sertifikasi halal untuk memastikan keberlanjutan dan kesesuaian program dengan prinsip kemaslahatan Islam.
Edukasi pencegahan kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil Rilyani, Rilyani; Prayoga, Andes; Avifah, Avifah; Ramadhan, Defri Wan; Agnesta, Desvia Ratin; Astuti, Evi; Erwan, Fragesta; Andani, Meri; Amartya, Salsa Ananstasya; Setiawan, Shandi; Usman, Irindy Inayah; Dari, Ulan; Nasta, Beatrick Rosali; Aulia, Devita; Utami, Julia Tri; Sari, Putri Melinda
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i12.2586

Abstract

Background: Pregnant women need adequate nutrition to stay healthy. This is achieved by increasing and varying the food they consume, but avoiding excessive portion sizes or restricting their diet, as this can harm the fetus. Chronic Energy Deficiency (CED) is a condition in which a pregnant woman experiences a prolonged (yearly or chronic) lack of food, resulting in health problems such as an inability to meet increased nutritional needs during pregnancy. Pregnant women with CED have a higher risk of giving birth with low birth weight (LBW) compared to pregnant women without CED. Purpose: To provide education to increase pregnant women's knowledge about how to prevent and manage CED. Method: This activity was conducted on November 29, 2024, at 9:30 a.m. Western Indonesian Time (WIB) at the Simpur Community Health Center (Puskesmas) in Bandar Lampung. A total of 24 pregnant women and mothers with toddlers attended the activity to serve as respondents. The goal of this activity was health education to increase pregnant women's knowledge regarding the prevention of chronic energy deficiency during pregnancy. Respondent knowledge was measured using a questionnaire administered before the educational activity (pre-test) and after the educational activity (post-test). Evaluation was conducted by asking respondents questions about the explanation and observing changes in their knowledge levels based on the questionnaire results between before and after the educational activity. Results: Data obtained showed that the level of knowledge of respondents before the educational activity was 4 (16.7%) in the good category, 12 (50.0%) in the adequate category, and 8 (33.3%) in the poor category. Meanwhile, the level of knowledge after the educational activity was 16 (66.7%) in the good category, 8 (33.3%) in the adequate category, and no respondents had poor knowledge. Conclusion: This educational activity successfully increased the knowledge and awareness of pregnant women regarding the importance of preventing and managing chronic energy deficiency (CED). Increased knowledge among pregnant women will minimize the risk of CED, thereby improving the health and nutritional quality of pregnant women, which will contribute to achieving the national goal of reducing stunting and maternal mortality. Suggestion: Community Health Centers (Puskesmas) are expected to improve and optimize the implementation of education on the prevention of chronic energy deficiency (CED) for pregnant women in a structured, sustainable, and individual-based manner. Program support that involves the family as a support system for pregnant women is needed to improve adherence to nutritional recommendations. Keywords: Chronic energy deficiency; Health education; Pregnant women; Prevention Pendahuluan: Ibu hamil memerlukan nutrisi agar tetap sehat. Ini dilakukan dengan menggunakan perbanyak dan variasikan makanan yang dikonsumsinya, namun jangan menambah ukuran porsinya dan juga membatasi pola makan karena dapat membahayakan janin dalam kandungan. Defisiensi Energi Kronis adalah suatu keadaan dimana seorang ibu hamil mengalami kekurangan makanan dalam jangka waktu yang lama (menahun atau menahun), sehingga menimbulkan gangguan kesehatan seperti tidak mampu memenuhi peningkatan kebutuhan gizi selama kehamilan. Ibu hamil yang menderita KEK memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan dengan berat badan lebih rendah (BBLR) dibandingkan ibu hamil tanpa KEK. Tujuan: Memberikan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai cara pencegahan dan penanganan KEK. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 29 November 2024 pada pukul 09.30 WIB di Wilayah Kerja Puskesmas Simpur Bandar Lampung. Sebanyak 24 ibu hamil dan ibu yang memiliki balita menghadiri kegiatan untuk menjadi responden. Sasaran dalam kegiatan ini adalah pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan kejadian kekurangan energi kronik selama menjalani kehamilan. Pengukuran pengetahuan responden menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan setelah kegiatan edukasi (post-test). Evaluasi dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kembali mengenai isi penjelasan kepada responden dan melihat perubahan tingkat pengetahuan berdasarkan hasil kuesioner antara sebelum kegiatan edukasi dan setelah kegiatan edukasi. Hasil: Mendapatkan data bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum kegiatan edukasi adalah sebanyak 4 (16.7%) dalam kategori baik, sebanyak 12 (50.0%) dalam kategori cukup, dan sebanyak 8 (33.3%) dalam kategori kurang. Sedangkan tingkat pengetahuan setelah kegiatan edukasi menjadi sebanyak 16 (66.7%) dalam kategori baik, sebanyak 8 (33.3%) dalam kategori cukup, dan tidak ada responden yang memiliki pengetahuan kategori kurang. Simpulan: Kegiatan edukasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya pencegahan dan penanganan gangguan kurang energi kronik (KEK). Peningkatan pengetahuan ibu hamil akan meminimalkan risiko KEK sehingga peningkatan derajat kesehatan dan kualitas gizi ibu hamil akan berkontribusi dalam pencapaian tujuan nasional yaitu menurunkan angka stunting dan angka kematian ibu. Saran: Diharapkan agar Puskesmas dapat meningkatkan dan mengoptimalkan pelaksanaan edukasi pencegahan kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil secara terstruktur, berkesinambungan, dan berbasis kebutuhan individu. Diperlukan dukungan program yang melibatkan keluarga sebagai sistem pendukung ibu hamil guna meningkatkan kepatuhan terhadap anjuran gizi.
Deep Approach to Learning through Constructivism: Enhancing Science Process Skills and Scientific Attitudes for SDG 4 Quality Education in Physics Susilawati, Anggi; Dari, Ulan; Sabaruddin
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 2 (2026): In Progress
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i2.13750

Abstract

Science learning in the modern era demands innovative teaching strategies that focus not only on conceptual mastery but also on developing students' science process skills and scientific attitudes. This study analyzes the effectiveness of a deep approach to learning—characterized by higher-order thinking and constructivist strategies—on these competencies in physics education. A quasi-experimental Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design was employed, involving two groups of 200 students each: the experimental group received the deep learning intervention, while the control group used conventional methods. Data from written tests, observations, and attitude questionnaires were analyzed using ANCOVA to control for pretest differences between non-equivalent groups. Results showed significant improvements in the experimental group. Science process skills advanced across all indicators (observation: mean 78.12; classification: 77.45; prediction: 75.90; measurement: 76.30; concluding: 77.80; communicating: 78.50), with overall posttest mean of 76.97 (SD=7.35; t=2.95; p=0.006 <0.05) versus control's 69.37 (SD=8.12). Scientific attitudes also improved (curiosity: 77.20; openness to evidence: 76.80; objectivity: 75.90; critical thinking: 76.50; collaboration: 77.00), yielding mean 76.09 (SD=6.84; t=2.04; p=0.047 <0.05) against control's 75.00 (SD=7.20). The constructivist-based deep approach to learning effectively fosters essential scientific competencies, providing practical recommendations for meaningful physics instruction in Indonesia