Articles
PELATIHAN PENINGKATAN DAYA TRANSFER PENGETAHUAN MELALUI LITERASI KOMPUTER PADA PESANTREN EL JASMEEN DI KEL. BANJARARUM KEC. SINGOSARI KAB. MALANG
Sonhaji Sonhaji;
Lidia Andiani;
Mohammad Syadeli;
Muslichah Muslichah;
Uke Prayoga;
Anang Amir Kusnanto;
Sunarto Sunarto;
Djoko Sugiono;
Siwi Dyah Ratnasari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2021
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33795/jabdimas.v8i1.109
This article aims to show that educators' transfer power to students can be increased through educators' computer literacy. The development of science and technology has gained momentum by discovering and developing the internet and its supporting facilities. The development commonly known as information and communication technology provides effectiveness for life activities, especially in education. Due to an increase in the use of ICT in education and educational institutions, computer literacy is a must for educators and education personnel to carry out their duties. This article seeks to reveal the increase in the transfer of educators' knowledge and the effectiveness of the teaching staff's duties from community service activities in Islamic boarding schools. The community service activities that have been carried out to the educators and education personnel show an increase in the capacity of teaching materials provided to students and the capacity for student’s acceptance. Besides, the increase in computer literacy promotes effectiveness and easiness for the educators in fulfilling the tasks as part of their responsibility.
PENERAPAN BUERGER ALLEN EXERCISE DALAM PENINGKATAN PERFUSI EKSTREMITAS BAWAH PADA NY. S DENGAN DM TIPE 2 DI RSD K.R.M.T. WONGSONEGORO SEMARANG
Amrulloh, Ilham Barry;
Sonhaji, Sonhaji
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36089/nu.v14i3.1377
Latar Belakang : Diabetes Militus adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Neuropati merupakan komplikasi kronik DM yang paling umum ditemui. Indikator untuk mendeteksi gangguan perfusi darah pada kaki yakni melalui pengukuran ankle brachial index (ABI) dengan membandingkan tekanan darah pada daerah kaki dan lengan. Buergerrallen exercise merupakan latihan gabungan untuk insufisiensi arteri tungkai bawah dengan menggunakan perubahan dan muscle pump yang terdiri dari dorsofleksi dan plantarfleksi melalui gerakan aktif dari pergelangan kaki untuk kelancaran otot pembuluh darah. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui Penerapan Buerger Allen Exercise Dalam Peningkatan Perfusi Ekstremitas Bawah Pada Ny. S Dengan DM di RSD K.R.M.T. Wongsonegoro Kota Semarang. Metode Penelitian : Metode penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif dengan menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien DM dengan Buerger Allen Exercise untuk Peningkatan Perfusi Ekstremitas Bawah Pada Ny.S RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, dengan menggunakan pre-test dan post-test. Penelitian dilakukan pada 28 Februari-11 Maret 2023. Hasil Penelitian: Setelah dilakukan Buerger Allen Exercise selama 3 pertemuan didapatkan mengalami peningkatan nilai ABI sebanyak 0.06-0.09 dari jumlah Nilai ABI sebelum diberikan tindakan. Kesimpulan : Buerger Allen Exercise dapat meningkatan Perfusi Ekstremitas Bawah pada DM dengan masalah perfusi perifer tidak efektif.
PENGARUH MIROR THERAPY TERHADAP KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIC DI RSD KRMT WONGSONEGORO SEMARANG
Sayekti, Sri;
Sonhaji, Sonhaji
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36089/nu.v15i2.2110
Latar Belakang : Stroke merupakan suatu kondisi yang terjadi defisit neurologis yang terjadi ketika sebagian sel sel yang berada pada otak mengalami kematian akibat gangguan aliran darah karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah yang ada di otak. Kekuatan otot merupakan jumlah ketegangan atau resistensi terhadap gerakan pada otot untuk membantu menahan tubuh tetap tegak ketika duduk atau berdiri. Latihan dengan miror therapy merupakan bentuk rehabilitasi / latihan yang mengandalkan dan melatih pembayangan / imajinasi motorik pasien, dimana cermin akan memberikan stimulasi visual kepada otak (saraf motorik serebral yaitu ipsilateral atau kontralateral untuk pergerakan anggota tubuh yang hemiparesis) melalui observasi dari pergerakan tubuh yang akan cenderung ditiru seperti cermin oleh bagian tubuh yang mengalami gangguan. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh miror therapy terhadap peran keluarga dalam penyembuhan pasien stroke non hemoragic di RSD KRMT Wongsonegoro Semarang. Metode Penelitian : menggunakan metode deskriptif kasus pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Subjek studi kasus berjumlah 2 pasien lansia pada pasien stroke non hemoragic dengan miror therapy terhadap kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragic RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Hasil Penelitian: Setelah dilakukan miror therapy selama 3 hari didapatkan hasil peningkatan kekuatan otot rata-rata 3,33. Kesimpulan : miror therapy dapat meningkatan kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragic.
PENERAPAN PIJAT KAKI TERHADAP EDEMA KAKI PADA PASIEN LANSIA DENGAN CONGESTIVE HEART FAILURE DI RSD KRMT WONGSONEGORO SEMARANG
Listiyaningsih, Agus;
Sonhaji, Sonhaji
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36089/nu.v15i2.2111
Latar Belakang : Gagal jantung kongestif atau Congestive Heart Failure (CHF) merupakan kondisi dimana jantung memompa darah tidak adekuat sehingga kebutuhan tubuh seperti nutrisi dan oksigen tidak terpenuhi secara menyeluruh. Terjadinya gagal jantung diawali dengan adanya kerusakan pada jantung atau miokardium, diikuti penurunan curah jantung. Bila kebutuhan metabolisme tidak terpenuhi, maka jantung akan memberikan respon mekanisme kompensasi untuk mempertahankan fungsi jantung agar tetap dapat memompa darah secara adekuat. Edema kaki didefinisikan sebagai akumulasi cairan di kaki dan tungkai yang di akibatkan oleh ekspansi volume interstisial atau peningkatan volume ekstraseluler dan akan menyebabkan penurunan fungsi kesehatan dan kualitas hidup (HR-QOL), ketidaknyamanan, perubahan postur tubuh, menurunkan mobilitas dan meningkatkan resiko jatuh, gangguan sensasi di kaki dan dengan dilakukan pijat kaki dapat menurunkan edema kaki. Pijat kaki merupakan gerakan sederhana yang berirama memijat kulit bagian telapak kaki untuk menstimulasi aliran getah bening ke sistem sirkulasi darah, dengan serangkaian eknik, metode dan alat pijat Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh penerapan pijat kaki terhadap edema kaki pada pasien lansia dengan congestive heart failure di RSD KRMT Wongsonegoro Semarang. Metode Penelitian: menggunakan metode deskriptif kasus pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Subjek studi kasus berjumlah 2 pasien lansia pada pasien congestive heart failure dengan dilakukan pijat kaki terhadap edema kaki pada pasien congestive heart failure RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Hasil Penelitian: Setelah dilakukan pijat kaki selama 3 hari didapatkan hasil penurunan edema kaki rata-rata 1,6 – 2,3. Kesimpulan : pijat kaki dapat menurunkan edema kaki pada pasien congestive heart failure.
PENGARUH TERAPI PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI RSD KRMT WONGSONEGORO SEMARANG
Ernawati, Anik;
Sonhaji, Sonhaji
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36089/nu.v15i2.2112
Latar Belakang : Tekanan darah merupakan kekuatan yang diperlukan agar darah dapat mengalir didalam pembuluh darah dan beredar ke seluruh jaringan tubuh untuk mengangkut oksigen dan nutrisi dan sisa metabolisme. Peningkatan atau penurunan tekanan darah akan mempengaruhi homeostatsis di dalam tubuh. Pembuluh darah yang mengalami sumbatan, dapat mengakibatkan terganggunya sirkulasi sehingga kerja jantung semakin berat dan tekanan darah akan meningkat. Terapi Relaksasi Progressive Muscle Relaxation (PMR) merupakan suatu terapi relaksasi yang diberikan kepada klien dengan peregangkan otot-otot tertentu. Teknik relaksasi otot progresif memusatkan perhatian pada suatu aktivitas otot dengan mengidentifikasi otot yang tegang kemudian menurunkan ketegangan dengan melakukan teknik relaksasi untuk mendapatkan perasaan relaksasi.Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh progressive muscle relaxation terhadap tekanan darah pada pasien lansia dengan hipertensi di RSD KRMT Wongsonegoro Semarang. Metode Penelitian: menggunakan metode deskriptif kasus pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Subjek studi kasus berjumlah 2 pasien lansia pada pasien hipertensi dengan dilakukan terapi progressive muscle relaxation terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Hasil Penelitian: Setelah dilakukan terapi progressive muscle relaxation selama 3 hari didapatkan hasil penurunan dengan rata-rata tekanan darah sistolik 11,7 mmHg dan tekanan darah diastolik 8,3 mmHg. Kesimpulan : terapi progressive muscle relaxation dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hiperetensi.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP POLA TIDUR DENGAN PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DI RSD KRMT WONGSONEGORO
Rahayu, Iin Werdining;
Sonhaji, Sonhaji
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36089/nu.v15i2.2113
Latar Belakang: Kegagalan sistem kardiovaskuler atau yang umumnya dikenal dengan istilah gagal jantung adalah kondisi medis di mana jantung tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh sehingga jaringan tubuh membutuhkan oksigen dan nutrisi tidak terpenuhi dengan baik. Gagal jantung dapat dibagi menjadi gagal jantung kiri dan gagal jantung kanan. Penyebab gagal jantung digolongkan berdasarkan sisi dominan jantung yang mengalami kegagalan. Istirahat total dalam posisi semi fowler dapat mengurangi keluhan yang dialami pasien gagal jantung diantaranya, sesak nafas dan kesulitan tidur, pengaruh antara sudut posisi tidur terhadap kualitas tidur pasien gagal jantung. Relaksasi benson ini suatu metode nonfarmakologis yang melibatkan kemampuan pikiran yang dapat menyembuhkan sistem tubuh. Relaksasi benson dapat mengurangi respon yang berlebihan terkait respon fight or flight dan membuat individu menjadi merasa rileks. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh relaksasi benson terhadap pola tidur dengan pasien congestive heart failure di RSD KRMT Wongsonegoro Semarang. Metode Penelitian: menggunakan metode deskriptif kasus pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Subjek studi kasus berjumlah 2 pasien lansia pada pasien congestive heart failure dengan relaksasi benson terhadap kualitas tidur pasien congestive heart failure RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Hasil Penelitian: Setelah dilakukan relaksasi benson selama 3 hari didapatkan hasil peningkatan kualitas tidur rata-rata 4,5. Kesimpulan: relaksasi benson dapat meningkatan kualitas tidur pada pasien congestive heart failure.
PENGARUH FISIOTERAPI DADA TERHADAP PENGELUARAN SPUTUM PADA PASIEN ASMA BRONKHIAL DI RSD KRMT WONGSONEGORO SEMARANG
Indraswari, Yulita;
Sonhaji, Sonhaji
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36089/nu.v15i2.2114
Latar Belakang: Asma mengganggu jalan napas akibat adanya inflamasi dan pembengkakan dinding dalam saluran napas sehingga menjadi sangat sensitif terhadap masuknya benda asing yang menimbulkan reaksi berlebihan. Akibatnya saluran nafas menyempit dan jumlah udara yang masuk dalam paru-paru berkurang. Hal ini menyebabkan timbulnya napas berbunyi (wheezing), batuk-batuk, dada sesak, dan gangguan bernapas terutama pada malam hari dan dini hari. fisioterapi dada merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan untuk membersihkan paru-paru dari sekret. Penelitian ini dilakukan pada pasien dengan asma bronkhial. Sputum merupakan materi yang di ekspetorasi dari saluran nafas bawah oleh batuk, yang tercampur bersama ludah. fisioterapi dada dilakukan untuk membersihkan paru-paru dari sekret.Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh fisioterapi dada terhadap pengeluaran sputum dengan pasien asma bronkhial di RSD KRMT Wongsonegoro Semarang. Metode Penelitian: menggunakan metode deskriptif kasus pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Subjek studi kasus berjumlah 2 pasien lansia pada pasien asma bronkhial dengan fisioterapi dada pengeluaran sputum pasien asma bronkhial RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Hasil Penelitian: Setelah dilakukan fisioterapi dada selama 3 hari didapatkan hasil peningkatan pengeluaran sputum rata-rata + 5,5 ml. Kesimpulan: fisioterapi dada berpengaruh terhadap pengeluaran sputum pada pasien asma bronkhial
PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI RUANG FLAMBOYAN RST BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG
Kusumawati, Linda;
Sonhaji, Sonhaji
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36089/nu.v15i2.2188
Background: Hypertension or what is better known as high blood pressure is a condition where blood pressure is above the normal threshold. The first complaint that many blood pressure sufferers experience is headache, usually in the neck (nape). One of the non-pharmacological treatments that can be done for hypertension sufferers is progressive muscle relaxation to relax the mind and body parts such as muscles and return the condition from a tense state to a relaxed, normal and controlled state effect of providing progressive muscle relaxation techniques on reducing blood pressure and pain in hypertension sufferers. Method: a case descriptive method, a nursing process approach including assessment, nursing diagnosis, nursing intervention, implementation and evaluation. The case study subjects were 2 elderly patients in hypertensive patients at Tamtama Hospital Semarang.. Results: after progressive muscle relaxation for 3 days decreased systolic, diastolic and pain scale blood pressure, the average decrease in the client's blood pressure for systolic and diastolic pressure was 10 mmHg. Conclusion: progressive muscle relaxation on reducing blood pressure in hypertensive patients
PENGARUH TERAPI FOOT MASSAGE TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI RSD K.R.M.T WONGSONEGORO KOTA SEMARANG
Prastiwi, Fitria Hardiyanti;
Sonhaji, Sonhaji
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 2 (2024): JUNI
Publisher : NHM PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36089/nu.v15i2.2189
Background : The results of the 2018 Rikesdas data explain that the prevalence of hypertension is 34,1%, which is mostly suffered by the elderly group. Management of hypertension can be done in a non-pharmacological way, namely by applying foot massage therapy to lower blood pressure. Purpose : To determine the effect of applying foot massage therapy on blood pressure in elderly patients with hypertension at RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang in 2024. Results : Research results on client 1 and client 2 after foot massage therapy was carried out of 15 minutes in 3 visits. In client 1, before the foot massage therapy, his blood pressure was 178/149 mmHg, after the foot massage therapy, his blood pressure dropped to 164/121 mmHg. In client 2, before the foot massage therapy was carried out, his blood pressure was 182/122 mmHg, after the foot massage therapy was carried out, his blood pressure decreased to 169/109 mmHg. Conclusion : The application of foot massage therapy is effective in reducing blood pressure in elderly people with hypertension massage therapy can help provide relaxation stimulation so that it can lower blood pressure. Suggestion : It is hoped that the client’s family will be able to carry out foot massage therapy to help lower blood pressure in elderly people with hypertension on a regular basis to get satisfactory results.
THE EFFECT OF ALTERNATE NOSTRIL BREATHING EXERCISE THERAPY ON ELDERLY WITH HYPERTENSION AT RST BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG
Putri, Tiara Regina;
Sonhaji, Sonhaji
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36089/nu.v15i3.2210
Background: Management of hypertension is management that sufferers must undergo throughout their lives. Therefore, it is important to take a non-pharmacological therapeutic approach, one of which is using alternate nostril breathing exercise therapy. Aim: to determine the effect of alternate nostril breathing exercise therapy on elderly people with hypertension at RST Bhakti Wira Tamtama Semarang. Method: This type of research uses descriptive case studies. The subjects of this writing are elderly people with hypertension, with the focus of studying alternate nostril breathing exercise therapy in elderly people with hypertension to determine the effectiveness of therapy in improving health. The instruments used include the SOP for Alternate Nostril Breathing Exercise Therapy and a blood pressure measurement observation sheet. Data collection was carried out by interviews, observation and documentation. The process of analyzing and presenting data uses data collection techniques, data reduction, data presentation and conclusions. Results: The author took the problem of acute pain nursing, disturbed sleep patterns and ineffective health management because after conducting an assessment, subjective data was found that both respondents experienced signs of hypertension such as headaches and dizziness. The results of blood pressure measurements showed a decrease after implementing Alternate Nostril Breathing Exercise Therapy using SOPs, leaflets and blood pressure measurement observation sheets. The evaluation found that both respondents experienced a decrease in blood pressure and decreased symptoms of dizziness or headache after being given therapy for 3 days. Conclusion: So it is proven that there is a decrease in blood pressure after the Alternate Nostril Breathing Exercise Therapy intervention