Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Edukasi Pencegahan dan Skrining Osteoporosis Melalui Strategi Peer Coaching Kader Kesehatan Posyandu Lansia Achmad, Anisyah; Winarsih, Sri; Huwae, Thomas Erwin C.J
TRI DHARMA MANDIRI: Diseminasi dan Hilirisasi Riset kepada Masyarakat (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : JTRIDHARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2023.003.02.93

Abstract

Osteoporosis adalah kerapuhan tulang yang disebabkan oleh penurunan kandungan matriks tulang karena rendahnya asupan kalsium dan vitamin D. Osteoporosis disebabkan oleh multifaktorial seperti jenis kelamin, umur, Indeks Massa Tubuh (IMT), menopause, nutrisi, dan olahraga. Kondisi osteoporosis dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan deteksi dini kejadian osteoporosis serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa binaan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya yaitu Desa Kendalpayak Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan konseling secara tatap muka menggunakan kuesioner, leaflet, dan poster. Skrining osteoporosis diukur menggunakan Quantitative Ultrasound Bone Densitometry (QUS). Hasil yang didapatkan yaitu sebanyak 94 orang perempuan dan 19 orang laki-laki. Usia 40–45 tahun sebanyak 12 orang, 46–60 tahun sebanyak 43 orang, dan sebanyak 54 orang berusia > 60 tahun. Kategori IMT kurang, normal, berlebih, dan obesitas berturut-turut adalah 4,4%; 45,1%; 30,1%; 20,4%. Status menopause ≤ 10 tahun sebanyak 21 orang, 10–20 tahun sebanyak 28 orang, sedangkan sebanyak 45 orang belum menopause. Hasil pendataan pola olahraga dari ringan, sedang, dan berat secara berturut-turut adalah 68,1%; 27,4%; 4,4%. Berdasarkan pemeriksaan QUS untuk kekuatan tulang menunjukkan hasil normal sebanyak 32 orang, osteopenia sebanyak 47 orang, dan osteoporosis sebanyak 7 orang. Selisih pengukuran kualitas hidup sebelum dan setelah edukasi menggunakan kuesioner EQ-5D menunjukkan terdapat peningkatan pada dimensi mobility (11,5%), self-care (0,8%), dan anxiety/depression (9,9%). Namun, terjadi penurunan pada dimensi usual activities (1,1%) dan pain/discomfort (1,09%). Kesimpulan kegiatan ini adalah edukasi dengan strategi peer coaching kader kesehatan posyandu lansia dapat meningkatkan kualitas hidup dalam aktivitas sehari-hari masyarakat Desa Kendalpayak Kabupaten Malang.
Alih Teknologi Pola Makan yang Sehat Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Penduduk di Bangkalan Madura Achmad, Anisyah
TRI DHARMA MANDIRI: Diseminasi dan Hilirisasi Riset kepada Masyarakat (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : JTRIDHARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2024.004.02.68

Abstract

Bangkalan terletak di pesisir pantai Pulau Madura dengan nelayan sebagai pekerjaan sebagian besar penduduknya. Hidup di pesisir pantai dengan udara cenderung panas dan hasil tangkapan ikan yang diasinkan dapat memengaruhi penurunan kualitas hidup karena faktor natrium. Hal ini dapat menurunkan kualitas tulang. Tujuan dilakukannya kegiatan ini untuk meningkatkan ilmu pengetahuan tentang pola makan yang sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA). Pengumpulan data demografi, pola hidup, dan asupan natrium menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dengan wawancara. Sementara itu, edukasi dilakukan menggunakan media power point, poster, dan leaflet. Relevansi nilai standar asupan natrium berdasarkan pada Permenkes tentang Angka Kecukupan Gizi tahun 2019. Berdasarkan hasil pengumpulan data diperoleh 13 orang laki-laki dan 29 orang perempuan sebagai partisipan. Persentase Indeks Massa Tubuh obesitas adalah 71,43%. Partisipan tidak merokok sebanyak 85,71% dan sudah menopause 75,86%. Persentase terbesar asupan natrium di bawah standar Permenkes adalah 9,52% (46–55 tahun) sedangkan persentase terbesar di atas nilai standar adalah 16,67% (56–65 tahun). Hasil asupan makanan dengan kandungan natrium adalah tergolong tinggi sedangkan kandungan kalsium dan vitamin D adalah tergolong rendah. Hasil kuesioner kualitas hidup EQ5D5L dengan dimensi nyeri (ketidaknyamanan) memberikan hasil bahwa 50% penduduk merasakan nyeri. Kesimpulan kegiatan adalah edukasi pola makan yang sehat untuk peningkatan kualitas hidup sangat dibutuhkan terutama untuk mengurangi asupan natrium serta meningkatkan asupan kalsium dan vitamin D dalam rangka mempertahankan kekuatan tulang.
Edukasi Pencegahan dan Skrining Osteoporosis Melalui Strategi Peer Coaching Kader Kesehatan Posyandu Lansia Achmad, Anisyah; Winarsih, Sri; Huwae, Thomas Erwin C.J
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2023.003.02.93

Abstract

Osteoporosis adalah kerapuhan tulang yang disebabkan oleh penurunan kandungan matriks tulang karena rendahnya asupan kalsium dan vitamin D. Osteoporosis disebabkan oleh multifaktorial seperti jenis kelamin, umur, Indeks Massa Tubuh (IMT), menopause, nutrisi, dan olahraga. Kondisi osteoporosis dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan deteksi dini kejadian osteoporosis serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa binaan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya yaitu Desa Kendalpayak Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan konseling secara tatap muka menggunakan kuesioner, leaflet, dan poster. Skrining osteoporosis diukur menggunakan Quantitative Ultrasound Bone Densitometry (QUS). Hasil yang didapatkan yaitu sebanyak 94 orang perempuan dan 19 orang laki-laki. Usia 40-45 tahun sebanyak 12 orang, 46-60 tahun sebanyak 43 orang, dan sebanyak 54 orang berusia > 60 tahun. Kategori IMT kurang, normal, berlebih, dan obesitas berturut-turut adalah 4,4%; 45,1%; 30,1%; 20,4%. Status menopause ≤ 10 tahun sebanyak 21 orang, 10-20 tahun sebanyak 28 orang, sedangkan sebanyak 45 orang belum menopause. Hasil pendataan pola olahraga dari ringan, sedang, dan berat secara berturut-turut adalah 68,1%; 27,4%; 4,4%. Berdasarkan pemeriksaan QUS untuk kekuatan tulang menunjukkan hasil normal sebanyak 32 orang, osteopenia sebanyak 47 orang, dan osteoporosis sebanyak 7 orang. Selisih pengukuran kualitas hidup sebelum dan setelah edukasi menggunakan kuesioner EQ-5D menunjukkan terdapat peningkatan pada dimensi mobility (11,5%), self-care (0,8%), dan anxiety/depression (9,9%). Namun, terjadi penurunan pada dimensi usual activities (1,1%) dan pain/discomfort (1,09%). Kesimpulan kegiatan ini adalah edukasi dengan strategi peer coaching kader kesehatan posyandu lansia dapat meningkatkan kualitas hidup dalam aktivitas sehari-hari masyarakat Desa Kendalpayak Kabupaten Malang.
Upaya Peningkatan Pelayanan Posyandu Lansia Melalui Edukasi dan Pelatihan Senam Osteoporosis Achmad, Anisyah; Huwae, Thomas Erwin C. J.; Yunita, Ema Pristi; Harti, Leny Budi
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2022.002.01.52

Abstract

Osteoporosis adalah ketidakmampuan tubuh dalam mengatur kandungan mineral tulang yang disebabkan oleh penurunan absorpsi kalsium dan vitamin D. Hal ini dapat menyebabkan tulang mudah patah sehingga menurunkan kualitas hidup. Tujuan diadakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk pola hidup sehat melalui senam osteoporosis pada kader posyandu lansia dan masyarakat lansia Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang tentang osteoporosis. Metode kegiatan dilakukan secara penyuluhan dan pelatihan senam osteoporosis langsung oleh instruktur di Balai Desa Sumbersekar. Peserta diberikan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan terkait osteoporosis (pre- dan post-test) serta kuesioner untuk menilai sikap senam osteoporosis. Hasil yang didapatkan yaitu peserta terbanyak adalah perempuan dengan umur 51-55 tahun sebanyak 9 orang (kelompok kader) dan 61-65 tahun sebanyak 10 orang (kelompok lansia). Hasil rata-rata nilai pre-post test tingkat pengetahuan kader dan lansia berturut-turut sebagai berikut 34,48; 59,31; 18,97; dan 25,19 sedangkan kuesioner sikap senam osteoporosis untuk kader dan lansia adalah baik sekali. Kesimpulannya adalah edukasi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sasaran. Sementara itu, pelatihan senam osteoporosis dapat dijadikan sebagai wadah upaya preventif dan promotif osteoporosis.
Alih Teknologi Pola Makan yang Sehat Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Penduduk di Bangkalan Madura Achmad, Anisyah
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2024.004.02.68

Abstract

Bangkalan terletak di pesisir pantai Pulau Madura dengan nelayan sebagai pekerjaan sebagian besar penduduknya. Hidup di pesisir pantai dengan udara cenderung panas dan hasil tangkapan ikan yang diasinkan dapat memengaruhi penurunan kualitas hidup karena faktor natrium. Hal ini dapat menurunkan kualitas tulang. Tujuan dilakukannya kegiatan ini untuk meningkatkan ilmu pengetahuan tentang pola makan yang sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA). Pengumpulan data demografi, pola hidup, dan asupan natrium menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dengan wawancara. Sementara itu, edukasi dilakukan menggunakan media power point, poster, dan leaflet. Relevansi nilai standar asupan natrium berdasarkan pada Permenkes tentang Angka Kecukupan Gizi tahun 2019. Berdasarkan hasil pengumpulan data diperoleh 13 orang laki-laki dan 29 orang perempuan sebagai partisipan. Persentase Indeks Massa Tubuh obesitas adalah 71,43%. Partisipan tidak merokok sebanyak 85,71% dan sudah menopause 75,86%. Persentase terbesar asupan natrium di bawah standar Permenkes adalah 9,52% (46-55 tahun) sedangkan persentase terbesar di atas nilai standar adalah 16,67% (56-65 tahun). Hasil asupan makanan dengan kandungan natrium adalah tergolong tinggi sedangkan kandungan kalsium dan vitamin D adalah tergolong rendah. Hasil kuesioner kualitas hidup EQ5D5L dengan dimensi nyeri (ketidaknyamanan) memberikan hasil bahwa 50% penduduk merasakan nyeri. Kesimpulan kegiatan adalah edukasi pola makan yang sehat untuk peningkatan kualitas hidup sangat dibutuhkan terutama untuk mengurangi asupan natrium serta meningkatkan asupan kalsium dan vitamin D dalam rangka mempertahankan kekuatan tulang.