Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR RISIKO YANG BERKAITAN DENGAN KEJADIAN KANKER PAYUDARA DI RSUD PROF. DR MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Jatmiko, Heli; Sekar Siwi, Adiratna; Apriliyani, Ita
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 16 No 1 (2025): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v16i1.2730

Abstract

Breast cancer is a malignancy that originates from the glandular cells, glandular ducts and supporting tissues of the breast, excluding the skin of the breast. Cancer can start to grow in the mammary glands, milk ducts, fatty tissue or connective tissue in the breast. According to the Every year more than 185,000 women are diagnosed with breast cancer. There are risk factors for breast cancer, including age, family history, obesity, smoking and previous history of breast cancer. This type of research is descriptive analytic using case control design. The population in this study were breast cancer patients at Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital in June–August 2023 which recorded 101 patients diagnosed with breast cancer. The sample in this study amounted to 50 in the case group and 50 samples in the control group with a total of 100 samples. Data analysis in this study was univariate and bivariate performed by calculating the magnitude of risk factors (Odd Ratio / OR). The results showed that age is a risk factor for breast cancer (OR 6.7), family history is a risk factor for breast cancer (OR 1.5), obesity is a risk factor for breast cancer (OR 6.6), smoking is not a risk factor for breast cancer (OR 1) and a previous history of breast cancer is a risk factor for breast cancer (OR 12.3).
Penerapan Terapi Butterfly Hug untuk Mengelola Kecemasan Ujian pada Remaja di SMP Negeri 9 Purwokerto Wardhani, Debora Betty Dwi; Sundari, Ririn Isma; Apriliyani, Ita
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 5 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i5.635

Abstract

Introduction: Adolescence is marked by physical and emotional changes that can increase the risk of anxiety disorders. The butterfly hug is a non-pharmacological relaxation technique to help control anxiety. Objective: This study aims to evaluate the effectiveness of butterfly hug therapy in reducing anxiety levels among 9th-grade students at SMP N 9 Purwokerto. Method: This activity was conducted at SMP N 9 Purwokerto on March 20, April 9, and April 17, 2025, targeting adolescents aged 12–18 years selected purposively based on mild to moderate anxiety levels measured by the Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) and parental consent. The intervention applied the Butterfly Hug technique, consisting of crossing the arms on the chest and alternately tapping the shoulders combined with mindful breathing. The implementation included preparation (coordination with school and parents, preparation of educational materials), education (providing information on anxiety and demonstration of the Butterfly Hug), intervention sessions (guided individual and group practice), and evaluation (pre- and post-intervention ZSAS, observation, and feedback). Data were analyzed descriptively to assess changes in anxiety levels. Ethical principles were maintained, including informed consent, confidentiality, and voluntary participation. Result: The results show that the majority of respondents were 15 years old (51.4%) and male (51.4%). After the intervention, 31 students (88.6%) experienced a decrease in anxiety to the point of no anxiety, while 4 students (11.4%) decreased from moderate anxiety to mild anxiety. Conclusion: Butterfly hug therapy effectively reduces students' anxiety levels when facing exams.
Implementasi Terapi Guided Imagery sebagai Upaya Mengurangi Stres Remaja Menjelang Ujian Sekolah Salshabila, Jenar Ayu; Apriliyani, Ita; Triana, Noor Yunida
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 5 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i5.647

Abstract

Introduction: Adolescence is an important developmental phase that is prone to identity crises, emotional instability, and pressure from social and academic environments. Academic stres is one of the main problems that affects mental health, academic achievement, and the quality of life of adolescents. One effective method of coping with stres is guided imagery therapy. Objective: The purpose of this activity is to identify and reduce stres levels among adolescents. Method: The methods used were lectures, discussions, guided imagery therapy demonstrations, pre-tests, and post-tests. The media used were PowerPoint, booklets, LCD, and projectors. The target was ninth-grade students in class C at SMP Negeri 9 Purwokerto. The therapy was conducted three times a week for 10–15 minutes. Result: The results of the study proved effective in reducing students' academic stres. The pre-test results showed that the majority of students experienced moderate stres (82.9%), while the post-test showed a decrease to the mild stres category (68.6%). The average stres score decreased from 44.34% to 36.02%. Statistical analysis using a paired t-test showed a significant difference between pre-test and post-test scores (p < 0.001), confirming the effectiveness of guided imagery therapy in reducing academic stres. Conclusion: Guided imagery has been proven to provide relaxation, reduce academic stres, and can be practiced independently by students.
Hubungan Body Shaming Dengan Kepercayaan Diri Pada Remaja di SMP N 2 Kebasen Kabupaten Banyumas Prasetya, Denni; Apriliyani, Ita; Sundari, Ririn Isma
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 9.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Body shaming adalah tindakan mendiskriminasi dan merendahkan seseorang berdasarkan penampilan fisiknya. Kepercayaan diri dapat diartikan sebagai keyakinan seseorang terhadap aspek kelebihan yang dimilikinya yang memberinya keyakinan bahwa dia memiliki kemampuan untuk mencapai berbagai tujuan hidupnya. Remaja adalah masa transisi dari anak-anak sekitar 5-11 tahun menuju remaja sekitar 12-20 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body shaming dengan kepercayaan diri pada remaja di SMP N 2 Kebasen Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional yang menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 154 siswa kelas 8 dengan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah body shaming yang dikembangkan oleh (Sari, 2020) yang terdiri dari 26 item pertanyaan dan kuesioner kepercayaan diri yang dikembangkan oleh (Masrifah, 2020) yang terdiri dari 23 item pertanyaan. Data dianalisis menggunakan uji statistisk univariat untuk memperoleh data distribusi frekuensi dari karakteristik usia, jenis kelamin, variabel body shaming dan kepercayaan diri. Serta menggunakan analisis bivariate dengan teknik Spearman Rank untuk menganalisis hubungan antara body shaming dan kepercayaan diri. Hasil diperoleh responden sebagian besar berusia <14 tahun yaitu sebanyak 114(74%), jenis kelamin perempuan sebanyak 85(55,2%), body shaming kateori rendah 73(47,4%), kepercayaan diri tinggi 70(45,5%). Uji Spearman Rank didapatkan ada hubungan body shaming dengan kepercayaan diri pada remaja di SMP N 2 Kebasen Kabupaten Banyumas dengan hasil ρ value sebesar 0,000 (<0,05).
Hubungan Gaya Hidup Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Mellitus Peserta Prolanis Di Puskesmas Wanadadi I Menanda, Hesti Lutifah; Kurniawan, Wasis Eko; Apriliyani, Ita
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 9.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya hidup merupakan cara seseorang menggambarkan kehidupan mereka (aktivitas), yang mencakup makanan, pekerjaan, hobi, olahraga, dan aktivitas sosial, yang berasal dari pengalaman pribadi ataupun masalah sosial. Menurut perkiraan jumlah orang dengan diabetes melitus di Banjarnegara pada tahun 2019, ada sekitar 13.763 orang yang menerima perawatan kesehatan standar, sedangkan hanya 12.526 (91,01%) belum mencapai standar yang ditetapkan di SPM yaitu 100%,. Kadar Glukosa darah merupakan jumlah glukosa yang ada di dalam darah. Glukosa berasal dari makanan yang kita makan yang terurai dan disimpan dalam tubuh. Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit menahun yang ditandai dengan kadar glukosa darah melebihi normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien Diabetes Mellitus peserta prolanis di Puskesmas Wanadadi I. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan total sampling, jumlah sampel 44 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner gaya hidup. Teknik analisis data menggunakan Uji Chi Square. Hasil analisis univariat jenis kelamin perempuan sebanyak 38 responden (86.4%), dan sebagian besar tidak bekerja sebanyak 12 responden (27,3%) dan mayoritas berada pada usia > 60 tahun sebanyak 27 respoden (61.4%) gaya hidup dalam kategori tinggi sebanyak 32 responden (72,7%), Gula Darah dalam kategori Diabetes sebanyak 27 responden (61,4%). Analisis bivariat Uji Chi Square dengan nilai p = 0.002. Berdasarkan nilai tersebut karena nilai p < 0.05 dapat diambil kesimpulan bahwa “Ada Hubungan Gaya Hidup Dengan Kadar Gula Darah”.
Penerapan Terapi Musik Untuk Menurunkan Kecemasan Pada Lansia Di RS Aiwakai Ikeda En Okinawa Jepang Herlisah, Mei; Apriliyani, Ita; Rahmawati, Arni Nur
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 9.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Kecemasan merupakan masalah yang umum terjadi pada lansia, disertai dengan gejala insomnia, perubahan perilaku, dan masalah kardiovaskular. Kecemasan tersebut terkadang diabaikan karena dianggap menjadi suatu masalah yang normal, sebagai bagian dari proses penuaan. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui serta memberikan informasi mengenai terapi musik klasik yang dapat dijadikan sebagai metode dalam menurunkan kecemasan pada lansia. Metode : Studi kasus pada penelitian ini menggunakan metode pendekatan keperawatan seperti pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Intervensi yang diberikan kepada pasien berupa terapi musik klasik untuk menurunkan kecemasan. Hasil Penelitian : Pemberian terapi musik klasik untuk menurunkan kecemaan pada TN. M, dilakukan selama 3 hari pada tanggal 15 - 17 Juni 2024. Evaluasi akhir atas implementasi terapi musik klasik didapatkan hasil bahwa kecemasan pasien berkurang, ditandai dengan skor geriatry anxiety scale menjadi 37 (kecemasan ringan). Kesimpulan : Terapi musik klasik dapat menurunkan tingkat kecemasan pada lansia
Gambaran Kualitas Tidur Pada Lansia Hipertensi Di Posyandu Lansia Desa Kemawi Kabupaten Banyumas Rahmadani, Arzalia Dwi; Safitri, Maya; Apriliyani, Ita
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 10.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah berada di atas normal. Penderita hipertensi sering terjadi pada usia yang rentan, terutama pada lansia. Pada lansia sering mengalami gejala nokturia yang beresiko mengalami gangguan hipertensi yang dapat mengganggu tidur dan mempengaruhi kualitas tidur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas tidur pada lansia penderita hipertensi di Posyandu Lansia Desa Kemawi. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia penderita hipertensi di Posyandu Lansia Desa Kemawi yang berjumlah 184 lansia dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 65 lansia. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel secara consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Pittsburg Sleep Quality Index (PQSI) dan dianalisis dengan menggunakan skor total, jika skor < 5 adalah baik dan skor > 5 adalah buruk. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa 80% responden memiliki kualitas tidur yang buruk di Posyandu Lansia Desa Kemawi Kabupaten Banyumas. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar lansia berusia 60-74 tahun sebanyak 60% dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 72% dengan hipertensi level 1 dan hipertensi level 2 berimbang sebanyak 41% dan sebanyak 80% lansia mengalami kualitas tidur yang buruk.
Gambaran Perilaku Bullying Pada Anak Sekolah Dasar Di Sdn 1 Dan 2 Banjaranyar Kabupaten Banyumas Sartika, Soniyati Dewi; Sundari, Ririn Isma; Apriliyani, Ita
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 10.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan perilaku agresif yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis serta sosial anak. Terdapat empat jenis bullying, yakni bullying fisik, bullying verbal, dan mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku bullying pada anak sekolah dasar di SDN 1 dan SDN 2 Banjaranyar Kabupaten Banyumas. Desain penelitiannya adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling, sampel penelitian ini adalah siswa dan siswi SD kelas 4-5 di SDN 1 dan 2 Banjaranyar Kabupaten Banyumas tahun 2024 sebanyak 134 siswa. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa statistic menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitain menunjukan sebagian responden adalah berusia 11 tahun (37,6%) dan sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (52,6%). Sebagian besar perilaku bullying adalah rendah (88,0%), sebagian besar perilaku bullying fisik adalah rendah (85,7%), sebagian besar perilaku bullying verbal adalah rendah (79,7%) dan paling banyak juga bullying verbal adalah sedang (20,3%), dan sebagian besar perilaku cyber bullying adalah kategori rendah (97,7%).
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi S1 Keperawatan Di Universitas Harapan Bangsa Amalia, Aninda Novra; Haniyah, Siti; Apriliyani, Ita
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 10.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The menstrual cycle is the menstrual cycle that occurs in women every month, starting from the first day of menstruation to the first day of menstruation in the following month. Risk factors for menstrual cycle disorders are physical activity, stress levels, body mass index (BMI) and anemia. The purpose of this study was to determine the factors associated with the menstrual cycle in undergraduate nursing students at Harapan Bangsa University. The design of this study was cross-sectional. The sample technique used was total sampling with a total sample size of 85 respondents. The variables studied were stress level, physical activity, and Body Mass Index (BMI). Data analysis used univariate and bivariate analysis with spearmank ranks correlation statistical test. Data were collected by filling out the International Physical Activity Questionnaire- Short Form (IPAQ-SF) questionnaire to measure physical activity levels, Depression Anxiety Stress Scales (DASS 42) to measure stress levels and height and weight to calculate Body Mass Index (BMI). The results of this study showed that there was no relationship between stress level and menstrual cycle with p-value 0.299 (>0.05), no relationship between physical activity and menstrual cycle with p-value 0.954 (>0.05), and no relationship between Body Mass Index (BMI) and menstrual cycle with p-value 0.722 (>0.05). The conclusion of this study is that stress level, physical activity and Body Mass Index (BMI) are not associated with menstrual cycle.
Efektifitas Terapi Okupasi terhadap Pasien dengan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Gandi, Febrianti Sonia; Apriliyani, Ita
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.1.2025.153-158

Abstract

Halusinasi merupakan gangguan persepsi yang mengakibatkan individu mendengar, melihat, mencium ataupun merasakan suatu hal yang sebenarnya tidak ada. Halusinasi bisa dialami pada salah satu atau kelima pancaindera manusia. Pasien dengan halusinasi memperoleh respon terkait lingkungan mereka tanpa adanya obyek rangsangan yang nyata.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Terapi Okupasi Dengan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi di Rsud DR Soerojo Magelang. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif terhadap satu pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi. Peneliti menerapkan purposive sampling melalui kriteria diantaranya: Pasien dengan gangguan halusinasi, pasien sudah kooperatif dan kesedian untuk berperan pada penelitian ini. Penelitian ini diterapkan pada 11-13 Maret 2025 di RSUD DR Soerojo Magelang dengan mengambil satu sampling pasien gangguan persepsi sensori: halusinasi. Instrument penelitian ini diterapkan melalui observasi, wawancara dan melatih melakukan terapi Okupasi. Intervensi dilakukan selama 3 hari. Hasil evalusi setelah diberikan terapi okupasi selama 3 hari didapatkan gejala halusinasi berupa berbicara sendiri dan mendengar suara Perempuan sudah tidak dirasakan lagi. Konsentrasi membaik, focus meningkat dan orientasi tempat membaik. Berdasarkan hasil pengamatan selama 3 hari, terapi okupasi efektiv agar bisa mengatasi gangguan persepsi sensori: halusinasi karena melatih focus pasien terhadap aktivitas sehri-hari dan dapat mengotrol gejala halusinasi.