Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Strategi Pelaksanaan: Terapi Menghardik pada Pasien Skizofrenia dengan Masalah Halusinasi Penglihatan Mulyani, Maya Sulistiawati Sri; Apriliyani, Ita
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3537

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan kronis ketika pengidapnya mengalami halusinasi, delusi, kekacauan dalam berfikir, dan perubahan sikap. Halusinasi adalah gangguan presepsi yang menyebabkan seorang melihat, mendengar, atau mencium sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Penerapan implementasi dalam keperawatan jiwa dengan teknik menghardik dapat menghilangkan halusinasi. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mendeskripsikan tentang pengelolaan gangguan persepsi sensori : halusinasi penglihatan dengan teknik menghardik untuk menghilangkan halusinasi pada pasien skizofrenia. Metode : metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2024 dengan data yang di peroleh dari wawancara, observasi, studi dokumentasi rekam medik dan proses asuhan keperawatan 3X24 jam Instrumen yang digunakan adalah format pengkajian keperawatan Jiwa dan menggunakan alat pemeriksaan fisik beserta dokumentasi rekam medik. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil: hasil penelitian menunjukkan implementasi dengan teknik menghardik halusinasi yang dilakukan selama 3X24 jam menunjukkan pasien dapat mengenal halusinasi dan menerapkan cara menghardik. Kesimpulan : Strategi menghardik halusinasi efektif digunakan pada pasien skizofrenia dengan masalah halusinasi.
Efektivitas Terapi Spiritual Dzikir untuk Mengurangi Perilaku Kekerasan pada Pasien Skizofrenia A'yuni, Qurrotul; Septiantoro, Rian; Apriliyani, Ita
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3541

Abstract

Perilaku kekerasan merupakan gangguan kesehatan mental yang bisa disebabkan adanya gangguan konsep diri. Penderita gangguan jiwa dengan perilaku kekerasan sangat kerap menunjukkan perilaku yang agresif sehingga perawat mempunyai peran penting dalam memberikan asuhan keperawatan bagi pasien dan mencegah dampak negatif untuk pasien maupun orang lain. Perilaku kekerasan yang terjadi pada pasien perlu penanganan yang cepat dan tepat, selain penanganan pengendalian perilaku juga harus mempertimbangkan lingkungan untuk pasien ketika mencoba mengurangi, mengendalikan, bahkan menghilangkan perilaku kekerasan. Salah satu tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah penerapan strategi pelaksanaan (SP) terapi dzikir sebagai bagian SP 4:spiritual. Studi kasus ini bertujuan mengetahui hasil penerapan terapi dzikir dalam mengatasi perilaku kekerasan pada pasien Skizofrenia di ruang Sadewa RSUD Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain studi kasus deskriptif. Subjek studi kasus yang digunakan yaitu klien dengan Perilaku Kekerasan di RSUD Banyumas. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil evaluasi setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari pasien terlihat agresif menurun, emosi stabil, dan mempertahankan kontak mata. Pasien mengatakan rasa marah berkurang, menjadi lebih tenang dan rileks. Kesimpulan penelitian ini adalah terapi dzikir efektif untuk diterapkan pada pasien gangguan jiwa dengan perilaku kekerasan karena dapat membuat pasien merasa lebih tenang dan lebih rileks.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Vulva Hygiene terhadap Keterampilan Melakukan Vulva Hygiene pada Santri Putri Novianasari, Eka; Haniyah, Siti; Apriliyani, Ita
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.3544

Abstract

Remaja mengalami banyak perubahan dalam kehidupannya. Namun, dalam perjalanannya banyak sekali ditemui masalah-masalah kesehatan reproduksi yang muncul, terutama pada remaja putri. Vulva Hygiene yang kurang tepat dapat menjadi pemicu terjadinya keputihan terutama flour albus yang bersifat patologis. Vulva hygiene adalah tindakan keperawatan pada alat kelamin perempuan (kesehatan reproduksi) yaitu perawatan diri pada organ eksterna. Pengetahuan dan perawatan yang baik merupakan faktor penentu dalam menjaga kesehatan reproduksi. Pengetahuan yang kurang ini terjadi karena hampir seluruh remaja perempuan belum pernah mendapatkan informasi mengenai pencegahan keputihan patologis. Tujuan penelitian ini adalah ntuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap keterampilan melakukan vulva hygiene pada santri putri di Pondok Pesantren Aisyah Ajibarang. Metode penelitian ini adalah Pra Experimen dengan rancangan Pretest Postest One Group Desain. Penelitian Pra Experimen with Pretest Postest One Group Desain merupakan jenis penelitian yang tidak memiliki kelompok kontrol. Populasi penelitian ini sebanyak 55 santri. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan total sampling dan di didapatkan 41 orang santri sebagai responden. Dalam pelaksanaan peneliti memberikan pre-test. Selanjutnya penyampaian materi dilanjutkan menonton video, lalu memdemontrasikan praktik vulva hygiene, kemudian peneliti menilai kemampuan santri satu persatu dengan memberikan post test kepada responden. Hasil Uji Stastistik T-test menunjukkan bahwa nilai signifikan 0,00 dimana lebih kecil dari p value (0,00<0,05), artinya bahwa ada perbedaan rerata antara keterampilan sebelum dengan keterampilan sesudah sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap keterampilan melakukan Vulva Hygiene santri putri di Pondok Pesantren Aisyah Ajibarang.
Efektivitas Terapi Musik untuk Mengurangi Halusinasi Pendengaran pada Pasien Halusinasi Pendengaran Faozi, Trimo Hidayat; Pujianto, Undip; Wijayanti, Wili Indah; Apriliyani, Ita
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3641

Abstract

Halusinasi merupakan salah satu bentuk gangguan orientasi realitas yang ditandai dengan seseorang memberikan respon atau penilaian tanpa adanya stimulus yang diterima oleh indera, dan merupakan salah satu efek dari gangguan persepsi. Tujuan penelitian ini adalah memberikan asuhan keperawatan pada klien gangguan persepsi sensori pendengaran dengan terapi dzikir dan istigfar. Metode yang digunakan peneliti adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan penelitian studi kasus (case study) dengan pendekatan proses keperawatan pada salah satu pasien yang mengalami gangguan persepsi sensori. Proses pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan melihat rekam medis pasien. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data dan reduksi data. Hasil penelitian bahwa semua intervensi telah berhasil dilakukan dan masalah keperawatan teratasi yang ditunjukkan dengan pasien mampu mengontrol halusinasi pendengarannya dengan terapi Musik. Terapi musik yaitu pendekatan terapeutik yang menggunakan sifat-sifat musik yang meningkatkan suasana hati secara alami untuk membantu seseorang meningkatkan kesehatan mental. dengan tujuan untuk mengalihkan halusinasi pendengaran dengan mendengarkan serta menyanyikan sebuah musik seseorang mampu mengontrol halusinasi pendengarannya.
Hubungan Keaktifan Berorganisasi dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa Muktar, Zenitha; Apriliyani, Ita; Kurniawan, Wasis Eko
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3837

Abstract

Keaktifan organisasi merupakan tujuan yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang untuk memperoleh berbagai pengalaman sesuai dengan yang diharapkan, tujuan tersebut dapat dibagai dengan berbagai usaha kelompok tidak hanya individu sehingga seseorang yang aktif berorganisasi akan bekerja sama demi mencapai tujuan yang sama. Stress yaitu tekanan yang diakibatkan karena adanya ketidaksesuaian antara situasi yang diinginkan dengan harapan, dimana terdapat ketimpangan antara tuntutan dari lingkungan dengan kemampuan individu untuk memenuhinya, yang berpotensi membahayakan, mengancam, ataupun mengganggu individu. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan keaktifan berorganisasi dengan tingkat stress pada mahasiswa di Pondok Pesantren Darussalam Purwokerto. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner keaktifan berorganisasi dan kuesioner DASS-42. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 81 orang. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Darussalam Purwokerto pada bulan Juli 2023 – Juni 2024. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dan analisis data menggunakan uji Pearson Rank. Hasil penelitian dari analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara hubungan keaktifan berorganisasi dengan tingkat stress pada mahasiswa di Pondok Pesantren Darussalam P value = 0.85 (CC=0.021).
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan Mahasiswa Fakultas Kesehatan yang Sedang Menyusun Tugas Akhir Wijaya, Intan Puspa; Apriliyani, Ita; Siwi, Adiratna Sekar
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3999

Abstract

Salah satu prasyarat yang ditetapkan bagi mahasiswa untuk mendapatkan gelar sesuai dengan program studi yang dipilihnya adalah penyelesaian skripsi atau Tugas Akhir. Dalam menyusun Tugas Akhir, individu mungkin akan menghadapi beberapa tantangan, termasuk adanya masalah terkait kecemasan. Pengurangan kecemasan di kalangan mahasiswa dapat dilakukan dengan dukungan keluarga, yang meliputi pemberian insentif dan perhatian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan yang dialami mahasiswa fakultas kesehatan dalam proses penyelesaian tugas akhir di Universitas Harapan Bangsa. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif, terutama dengan menggunakan metode Cross Sectional. Sampel penelitian terdiri dari 103 partisipan dan menggunakan metodologi pengambilan sampel yang komprehensif. Penelitian ini menggunakan kuesioner Perceived Social Support-Family Scale sebagai alat untuk menilai tingkat dukungan keluarga, sementara tingkat kecemasan dievaluasi dengan menggunakan Zung Self-Rating Anxiety Scale. Penilaian dilakukan melalui platform online yang dikenal sebagai Google Forms. Studi statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya korelasi yang terbatas antara tingkat dukungan keluarga dan tingkat kecemasan yang dilaporkan sendiri oleh para partisipan. Sebanyak 54 partisipan, yang merupakan 52,4% dari sampel, dikategorikan sebagai bagian dari kategori normal. Setelah itu, para peneliti melakukan analisis statistik Chi-Square, yang menghasilkan nilai P-value sebesar 0,000, yang menunjukkan signifikansi statistik pada tingkat signifikansi <0,05. Diartikan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa fakultas kesehatan yang sedang menyusun tugas akhir di Universitas Harapan Bangsa.
Gambaran Kejadian Komplikasi Nyeri Kepala Pada Pasien Pasca Anestesi Spinal di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Umum Tgk Chik Ditiro Sigli Kabupaten Pidie Aceh Mustafa, Mustafa; Suryani, Roro Lintang; Apriliyani, Ita
Viva Medika Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i2.869

Abstract

Post Dural Puncture Headache (PDPH) is the most common complication that occurs in spinal anesthesia techniques resulting from a tear in the dura mater which causes a leak in the Cerebrospinal Liquor (LCS). This study aims to describe the incidence of complications of headache in post-spinal anesthesia patients. This research method is a quantitative descriptive method with a cross-sectional study design. The population and sample of this study were all post-sectio caesarea patients with spinal anesthesia in the last 1 month of January 2022, namely 46 people using the total sampling technique. Data is taken directly from the subject as a source of information under study, namely the results of observations. The results showed that the majority of PDPH incidents were 18 respondents (39.1%) aged 30-39 years, most of them experienced PDPH with a mild pain scale of 12 respondents (37.5%), most of the respondents who experienced PDPH had BMI with the normal category as many as 16 respondents (34.8%), the majority of respondents who experienced PDPH with a quinckie needle size of 26 were 18 respondents (39.1%). This study concluded that most of the respondents who experienced PDPH were aged 30-39 years with normal BMI and a quinckie needle size of 26 at Tgk Chik Ditiro Sigli General Hospital, Pidie Aceh District.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Nilai Apgar Skor Neonatus Pada Ibu Sectio Caesarea dengan Anestesi Spinal di Rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya Aceh Mahyar, Mahyar; Setyawati, Matyarini Budi; Apriliyani, Ita
Viva Medika Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i2.918

Abstract

Sectio caesarea dengan anestesi spinal dapat menyebabkan penurunan tajam pada tekanan darah (perubahan hemodinamik) ibu yang akan mempengaruhi keadaan Ibu dan bayi khususnya rendahnya nilai skor APGAR sehingga berpotensi menjadi asfiksia pada bayi baru lahir. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan nilai APGAR skor neonatus pada ibu sectio caesarea dengan anastesi spinal di Rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya Aceh. Metode Penelitian ini adalah deskriptif korelasi yang bersifat cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 43 responden. Data diambil langsung dari subjek sebagai sumber informasi yang diteliti yaitu hasil observasi. Hasil penelitian bahwa tidak ada hubungan antara usia ibu dengan APGAR skor neonatus pada ibu sectio caesarea dengan anestesi spinal diperoleh nilai p-value 0,268 (p>0,05) ada hubungan antara tekanan darah ibu dengan APGAR skor neonatus pada ibu sectio caesarea dengan anestesi spinal diperoleh nilai p-value 0,000 (p<0,05), ada hubungan antara dosis obat anestesi dengan APGAR skor neonatus pada ibu sectio caesarea dengan anestesi spinal diperoleh nilai p-value 0,001 (p<0,05) dan ada hubungan antara interval waktu induksi hingga bayi lahir dengan APGAR skor neonatus pada ibu sectio caesarea dengan anestesi spinal diperoleh nilai p-value 0,049 (p<0,05). Oleh karena itu penata anestesi diharapkan dapat melakukan intervensi untuk mengurangi risiko asfiksia pada bayi baru lahir.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Waktu Pulih Sadar Pada Pasien Dewasa Pasca General Anestesi Di Rumah Sakit Islam Purwokerto Fitri, Rena; Susanto, Amin; Apriliyani, Ita
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 8 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11119931

Abstract

Latar Belakang: Indeks Massa Tubuh adalah alat untuk mengetahui seberapa sehat seseorang. Waktu pulih sadar setelah tindakan general anestesi dapat dipengaruhi oleh IMT seseorang. Hal ini karena IMT yang lebih tinggi memetabolisme lebih lambat, yang berarti obat anestesi sisa dikeluarkan lebih lama. Untuk mencegah komplikasi penyakit, penting untuk menghindari keterlambatan pemulihan sadar setelah general anestesi. Tujuan: Penelitian ini menyelidiki bagaimana indeks massa tubuh (IMT) berkorelasi dengan waktu pemulihan kesadaran pasien dewasa pasca general anestesi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Purposive sampling digunakan untuk mengumpulkan sampel, yaitu sebanyak 43 responden. Analisis data dengan menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa keterlambatan waktu pemulihan sadar yang paling banyak terdapat pada responden dengan IMT >25,0 sebanyak 9 responden (20,9%), dengan hasil uji spearman rank 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh dengan waktu pulih sadar pada pasien dewasa pasca general anestesi di Rumah Sakit Islam Purwokerto
Hubungan Burnout Dengan Perilaku Caring Perawat Di Rumah Sakit Tentara Wijayakusuma Purwokerto Wijaya, Lintang Indra; Susanti, Indri Heri; Apriliyani, Ita
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 9 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11178828

Abstract

dimana perawat harus melayani kebutuhan orang banyak. Burnout adalah sindrom yang berhubungan dengan pekerjaan yang ditandai dengan tingkat kelelahan yang berlebihan, sinisme, dan penurunan efek profesional. Burnout adalah salah satu penyebab perilaku caring perawat yang rendah. Perilaku caring yaitu memberikan perhatian yang lebih baik kepada seseorang. Pasien yang dirawat dengan caring maka pasien tersebut akan terasa aman, nyaman, selama perawatan di rumah sakit. Desain penelitian studi korelasi dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 52 perawat RST Wijayakusuma Purwokerto, menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data ditentukan dengan uji spearman-rank. Berdasarkan uji statistik spearman-rank didapatkan yaitu 0,000 < 0.05 dengan nilai koefisien korelasi -0.778. Dapat disimpulkan terdapat hubungan tingkat keeratan sedang dan tidak searah antara burnout dengan perilaku caring perawat.