Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGUATAN KELEMBAGAAN DAN SDM BUMBES, MELALUI PELATIHAN ASPEK HUKUM, EKONOMI DAN ADMINISTRASI DI DESA PADANG KUAS KECAMATAN SUKA RAJA KABUPATEN SELUMA PROVINSI BENGKULU Yohanes Susanto; Supawanhar Supawanhar; Marsidi Marsidi; Yusmaniarti Yusmaniarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 5 No. 3 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BUMDES merupakan badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya berasal dari desa. Berharap modal yang tidak terpakai nantinya dapat digunakan untuk menambah pendapatan awal desa, yang akan membantu menciptakan lapangan kerja atau meningkatkan pelayanan masyarakat yang baik. Akar penyebab banyak kegagalan BUMD dalam implementasi dan operasionalnya tidak berhasil karena faktor SDM yang tidak berat dalam implementasinya. Langkah kegiatan amal yang akan dilakukan adalah pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kelembagaan BUMDes dan SDM, serta pelatihan aspek hukum, ekonomi dan administrasi di Desa Padang Kuas Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Padang Kuas Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu dapat disimpulkan bahwa: a) Dalam jangka panjang pengabdian ini memperkuat masyarakat dengan penguatan kelembagaan dan SDM BUMDes melalui pelatihan aspek hukum, keuangan dan administrasi di Desa Padang Kuas Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Pembenahan pengelolaan BUMDes membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang benar-benar memahami seluk beluk pengelolaan dan mampu memasarkan produk yang dikelola BUMDes. b) Mesin desa sebagai sasaran program terbantu dan mereka bangga dengan kinerja PKM. Dalam hal ini, para kepala BUMDes mengharapkan bantuan tambahan terkait industri kreatif yang dapat meningkatkan pendapatan asli kota. c) Mesin desa sebagai sasaran program perlu bantuan tambahan untuk meningkatkan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMD) dan agar nantinya menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan secara tepat dan benar sesuai dengan prinsip-prinsip keuangan yang berlaku umum, d) diperlukan. BUMDes Dalam Pendampingan Pengelolaan PKM ini untuk meningkatkan proses pengelolaan program BUMDes serta pengelolaan badan hukum, pengelolaan administrasi dan jawaban keuangan untuk pertanggungjawaban. Kata Kunci: Penguatan, Kelembagaan, BUMDes
TRANSFORMASI PELAYANAN PUBLIK BERBASIS DIGITAL MELALUI APLIKASI SENTUH TANAHKU DI KANTOR PERTANAHAN KOTA BENGKULU Supawanhar Supawanhar; Ditasman Ditasman; Amrullah Amrullah; Juwita Nur Rizkika
Journal of Governance and Public Administration Vol. 3 No. 3 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v3i3.3467

Abstract

Pelayanan publik di era digital menuntut adanya inovasi yang mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kemudahan akses bagi masyarakat. Salah satu upaya transformasi digital tersebut diwujudkan melalui penerapan aplikasi Sentuh Tanahku oleh Kantor Pertanahan Kota Bengkulu sebagai bentuk inovasi pelayanan publik di bidang pertanahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi pelayanan publik melalui penerapan aplikasi Sentuh Tanahku di Kantor Pertanahan Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Sentuh Tanahku memberikan kemudahan, efisiensi, dan transparansi dalam pelayanan pertanahan, sejalan dengan lima atribut difusi inovasi menurut Rogers, yaitu keuntungan relatif, kesesuaian, kerumitan, kemungkinan dicoba, dan kemudahan diamati. Keberhasilan inovasi ini didukung oleh regulasi pemerintah, kesiapan sumber daya manusia, dan penerimaan masyarakat terhadap layanan digital, sedangkan hambatannya meliputi kendala teknis, literasi digital rendah, serta kurangnya sosialisasi. Secara keseluruhan, inovasi pelayanan publik berbasis aplikasi ini mampu meningkatkan kualitas layanan pertanahan dan menjadi langkah strategis menuju transformasi digital pemerintahan yang efektif dan akuntabel. Namun, untuk mencapai optimalisasi yang lebih luas, diperlukan penguatan sosialisasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta perluasan akses teknologi agar manfaat inovasi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat
MODEL SERVICE QUALITY DALAM MENGUKUR KEPUASAN PENGGUNA APLIKASI MOBILE JKN PADA RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KOTA BENGKULU Supawanhar Supawanhar; Rudi Hartono; Sudriyanti Sudriyanti; Cindy Dwi Ananda
Journal of Governance and Public Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v3i1.3539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien peserta BPJS Kesehatan dalam penggunaan aplikasi Mobile JKN, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendukung penggunaannya. Aplikasi Mobile JKN merupakan inovasi yang dikembangkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan dan informasi administrasi secara digital dan untuk membantu kemudahan masyarakat pada Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu, Kualitas pelayanan dipandang sebagai tingkat keunggulan yang diharapkan dan kemampuan penyelenggara layanan dalam memenuhi harapan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien BPJS dalam penggunaan aplikasi JKN untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat dengan mengidentifikasi harapan dan kenyataan pasien. Metode penelitian dalam analisis kepuasan penggunaan aplikasi Mobile JKN pada pasien peserta BPJS dilakukan dengan menanyakan beberapa pertanyaan berdasarkan SERVICE QUALITY dengan lima dimensi yakni dimensi Tangibles, dimensi Daya Tanggap, dimensi Jaminan, dimensi Empati, dan Reliabilitas. Dengan bentuk Fisik kepada 10 informan untuk menganalisis kepuasan dalam penggunaan aplikasi Mobile JKN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan merasa puas terhadap penggunaan aplikasi Mobile JKN. Kepuasan tersebut muncul karena aplikasi ini dinilai memberikan kemudahan dalam proses administrasi, pencarian informasi, perubahan data pribadi, serta memiliki fitur yang mudah diakses dan bermanfaat. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, antara lain gangguan jaringan (sinyal) yang menyebabkan aplikasi sulit diakses, serta kendala pada pasien lanjut usia yang tidak memiliki handphone atau kurang memahami cara penggunaan aplikasi. Adapun faktor pendukung dalam penggunaan aplikasi Mobile JKN antara lain keamanan data pasien, fitur aplikasi yang lengkap dan bermanfaat, dukungan dari pemerintah, serta kemudahan dalam pengoperasian aplikasi.
PENINGKATAN PENGETAHUAN ENTREPRENEUR BAGI TAKMIR MASJID DALAM MENDUKUNG KEMANDIRIAN EKONOMI BERBASIS MASJID DI MASJID AL MUTTAQIN PAGAR DEWA KOTA BENGKULU Supawanhar Supawanhar; Ditasman Ditasman; Amrullah Amrullah
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i4.4403

Abstract

Masjid memiliki peran strategis sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, termasuk dalam pengembangan ekonomi berbasis komunitas. Namun, Takmir Masjid Al Muttaqin Kelurahan Pagar Dewa Kota Bengkulu masih menghadapi keterbatasan pengetahuan mengenai entrepreneurship, identifikasi peluang usaha, penyusunan business plan, dan pengembangan program ekonomi produktif berbasis masjid. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kewirausahaan Takmir Masjid melalui pelatihan dan pendampingan. Mitra kegiatan terdiri atas dua mitra, yaitu Takmir Masjid Al Muttaqin dan RT 42 Kelurahan Pagar Dewa Kota Bengkulu. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan (April 2026) menggunakan pendekatan Participatory Training and Mentoring melalui tahapan observasi dan analisis kebutuhan, pelatihan entrepreneurship berbasis masjid, workshop penyusunan business plan, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta pada berbagai indikator, yaitu pemahaman konsep entrepreneurship dari 45% menjadi 88%, kemampuan mengidentifikasi peluang usaha dari 40% menjadi 85%, kemampuan menyusun business plan dari 30% menjadi 82%, pemahaman ekonomi berbasis masjid dari 48% menjadi 90%, serta motivasi berwirausaha dari 60% menjadi 95%. Pendekatan partisipatif terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri peserta sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan Takmir Masjid dalam merancang program ekonomi produktif. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa tersusunnya rancangan program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid sebagai langkah awal menuju kemandirian ekonomi masjid dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.