Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KONDISI TERUMBU KARANG DENGAN STRUKTUR KOMUNITAS IKAN KARANG DI PULAU KARIMUNJAWA DAN PULAU KEMUJAN, JEPARA, JAWA TENGAH Muhammad Arkan Zaky Rahman; Norma Afiati; Pujiono Wahyu Purnomo
Jurnal Pasir Laut Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2021.36473

Abstract

Pulau Karimunjawa dan Pulau Kemujan merupakan Kawasan dalam Taman Nasional Karimunjawa (TNKJ) yang memiliki ekosistem terumbu karang berupa reef flat dan reef slope. Kedua pulau ini seringkali dikunjungi wisatawan, sehingga aktivitas tersebut diperkirakan mempengaruhi kualitas perairannya. Penurunan kualitas perairan menyebabkan perubahan struktur komunitas biota, dalam studi ini ikan karang dan terumbu karang. Berdasarkan alur pemikiran tersebut, maka dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui keanekaragaman, kelimpahan serta hubungan ikan karang dan terumbu karang pada daerah reef flat dan reed slope. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2020 di perairan Pulau Karimunjawa (Tanjung Gelam dan Legon Lele) dan Pulau Kemujan (Pulau Sintok dan Batulawang), Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pengamatan terumbu karang dilakukan dengan menggunakan metode UPT (Underwater Photo Transect) kemudian data diolah menggunakan aplikasi CPCE (Coral Point Count with Excel). Pengamatan ikan karang dilakukan menggunakan metode UVC (Underwater Visual Census). Hasil menunjukkan bahwa kelimpahan karang hidup di lokasi penelitian termasuk kategori sedang hingga sangat baik (24%-77,89%). Indeks keanekaragaman tertinggi terumbu karang ditemukan di Pulau Sintok (2,322) dan terendah di Legon Lele (1,815). Indeks keanekaagaman dan kelimpahan ikan karang tertinggi ditemukan di Pulau Sintok (H’ = 3,254 dan 500 ind/150m2) dengan dominasi famili Pomacentridae, sedangkan terendah ditemukan di Tanjung Gelam (H’ = 2,372 dan 123 ind/150m2). Kelimpahan ikan karang dipengaruhi oleh kondisi terumbu karang sebesar 95,83% (R2 = 0,9583). Semakin baik kondisi terumbu karang, maka semakin tinggi kelimpahan ikannya. Hasil uji anova menunjukkan nilai F hitung = 54,498 dengan tingkat signifikasi sebesar 0,0034 (α<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa data signifikan dan hipotesis diterima.
Status Mutu Air Musim Penghujan Sungai Bah Bolon Segmen Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara Simangunsong, Erica; Afiati, Norma; Haeruddin, Haeruddin
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 2 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i2.31653

Abstract

Sungai Bah Bolon merupakan sungai terbesar di Kota Pematangsiantar. Sepanjang aliran sungai terdapat berbagai kegiatan seperti: aktivitas domestik dan industri, yang menyebabkan penurunan kualitas perairan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi kualitas air sungai melalui pengujian konsentrasi parameter fisika dan kimia yang dibandingkan dengan baku mutu air menurut Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta status pencemaran Sungai Bah Bolon berdasarkan Indeks Pencemaran (IP). Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2021 di Sungai Bah Bolon, Pematangsiantar. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 titik lokasi yaitu titik A, titik B dan titik C dengan 3 kali pengulangan. Variabel yang diuji secara in-situ meliputi pH, debit dan temperatur air, secara ex-situ meliputi: TSS, DO, COD, BOD dan fosfat serta melakukan analisis di Laboratorium PT. Radar Akurasi Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisaran konsentrasi peubah mutu air suhu adalah 24,3 – 27,2 ºC; pH 7,45 – 7,9; DO 6,19 – 7,24 mg/L; TSS 72 – 91 mg/L; COD 37,88 – 51,13 mg/L; BOD 2,14 – 3,82 mg/L dan fosfat 0,13 – 0,17 mg/L. Variabel kualitas air TSS, COD, dan BOD telah melebihi baku mutu Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Kelas II. Rasio BOD/COD yang diperoleh yaitu 0,04 – 0,09 mengindikasikan bahwa bahan pencemar bersifat non-biodegradable. Hasil perhitungan Indeks Pencemaran  Menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 menunjukkan bahwa Sungai Bah Bolon Segmen Pematangsiantar termasuk dalam kategori sungai tercemar ringan dengan nilai indeks pencemaran antara 1,55 – 1,96.
Mikroplastik pada Terumbu Karang di Pulau Panjang Jepara Nurhuda, Izza Siti; Purnomo, Pujiono Wahyu; Afiati, Norma; Jati, Oktavianto Eko; Ayuningrum, Diah
Jurnal Pasir Laut Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2023.52658

Abstract

Ekosistem terumbu karang di Pulau Panjang Jepara menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan baik dalam kota maupun dari luar kota. Kegiatan pengunjung yang datang ke pulau ini mempengaruhi kondisi terumbu karang yang ada akibat meningkatnya pembuangan sampah termasuk plastik. Plastik tersebut terdegradasi dalam waktu lama menjadi mikroplastik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2022. Metode penelitian mengacu kepada studi survey pada daerah reef flat pulau. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 2 kali pengulangan di setiap lokasi pengambilan dengan pengambilan sampel karang, sampel air dan sampel sedimen. Sampel yang didapatkan dilakukan ekstraksi mikroplastik, kemudian dilakukan analisis mikroplastik menggunakan mikroskop, selanjutnya dilakukan identifikasi mikroplastik dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis mikroplastik yang ditemukan pada karang, air dan sedimen adalah jenis fiber, fragmen, film dan pellet. Kelimpahan mikroplastik tertinggi pada karang dengan 1,35 partikel/gr dan terendah dengan 0,42 partikel/gr. Kelimpahan mikroplastik tertinggi pada air dengan 0,35 partikel/mL dan terendah dengan 0,05 partikel/mL. Kelimpahan mikroplastik tertinggi pada sedimen dengan 0,38 partikel/gr dan terendah dengan 0,17 partikel/gr.
Analisis Kualitas Air dan Upaya Pengendalian Pencemaran Sungai Bogowonto, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah Atami, Sekar Putri; Afiati, Norma; Haeruddin, Haeruddin
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 2 (2024): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.63395

Abstract

Sungai Bogowonto merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Bogowonto melewati 3 Kabupaten di Jawa Tengah yaitu Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Purworejo. Pencemaran adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Status Pencemaran dengan variabel TSS, pH, DO, BOD, COD, Nitrat, T-fosfat dan Faecal coliform menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) serta mengetahui strategi pengendalian pencemaran Sungai Bogowonto dengan analisis SWOT. Lokasi penelitian terdiri dari 3 stasiun dengan 2 kali pengulangan pada bulan September dan Oktober 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Bogowonto memiliki status pencemaran yaitu cemar ringan dengan nilai IP tertinggi 4,90. Strategi yang mampu dilakukan untuk mengendalikan pencemaran Sungai Bogowonto adalah memaksimalkan upaya peningkatan kualitas air dengan memanfaatkan vegetasi dan biota yang ada di kawasan Sungai Bogowonto, peningkatan peran pemerintah dalam upaya Pengendalian Pencemaran Sungai Bogowonto, contohnya melakukan sosialisasi tentang pencemaran lingkungan terutama pencemaran air sungai, meningkatan peran masyarakat dalam upaya Pengendalian Sungai Bogowonto contohnya melalui komunitas masyarakat yang mengelola Sungai Bogowonto.
INVENTARISASI, STATUS KONSERVASI DAN ANALISIS PERTUMBUHAN IKAN HIU DAN PARI YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI KLIDANG LOR, BATANG, JAWA TENGAH Iswanto, M. Fajar Fajar; Afiati, Norma; Saputra, Suradi Wijaya
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 30, No 2 (2024): (Juni) 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.30.2.2024.87-98

Abstract

Analisis konservasi dan pertumbuhan alometri pada ikan hiu dan ikan pari menjadi kunci dalam merancang langkah-langkah perlindungan yang tepat guna memastikan keberlanjutan spesies ini di lingkungan mereka. Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah individu, spesies, status konservasi dan pertumbuhan ikan hiu dan ikan pari hasil tangkapan. Koleksi data dilaksanakan setiap bulan dari bulan Agustus hingga Oktober 2023 di Pelabuhan Perikanan Pantai Klidang Lor, Batang menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil identifikasi dan status konservasi menurut IUCN menunjukkan bahwa terdapat 6 jenis ikan hiu dan ikan pari yaitu Chiloscyllium plagiosum (n=59,  near threathened), Chiloscyllium punctatum (n=16,  near threathened), Stegostoma fasciatum (n=1,  endangered), Hemipristis elongata (n=3) (vulnerable), Rhynchobatus springeri (n=85) (critically endangered) dan Rhina ancylostoma (n=1,  critically endangered). Distribusi frekuensi panjang spesimen R. springeri dan C. plagiosum masing-masing berkisar antara 62-241 cm dan 14-85 cm. Pertumbuhan alometrik R. springeri dan C. plagiosum mengikuti persamaan Y= 0,0018X2,753 (r = 0,98). untuk R. springeri dan Y= 0,5309X1,265 (r= 0,87) untuk C. plagiosum. Pertumbuhan R. springeri dan C. plagiosum bersifat alometrik negatif. Perbandingan kelamin jantan dan betina yang didapatkan R. springeri (1:1,07) dan C. plagiosum (1:0,96). Sekitar 80% R. springeri jantan yang terdata masih muda dan berada pada tingkat kematangan klasper NC (Non-Calcification) dan NFC (Non-Full Calcification). Sekitar 67% C. plagiosum jantan yang terdata sudah matang gonad dan berada pada tingkat kematangan klasper FC (Full Calcification). Angka korelasi panjang total terhadap panjang klasper jantan pada R. springeri (r=0,859) dan C. plagiosum (r= 0,774) menunjukkan bahwa pada keduanya pertambahan panjang total seiring dengan bertambah panjangnya klasper.
Tingkat Sensitivitas Ekosistem Terumbu Karang oleh Buangan Limbah Tambak Udang (Litopenaeus vannamei) di Pesisir Pantai Legon Boyo, Karimunjawa Nugroho, David; Afiati, Norma; Purnomo, Pujiono Wahyu; Ayuningrum, Diah; Jati, Oktavianto Eko
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 2 (2024): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.65553

Abstract

Ekosistem karang dan pesisir Pulau Karimunjawa berpotensi terdampak akibat buangan limbah budidaya udang (Litopenaeus vannamei). Setidaknya telah tercatat sejak 2017 hingga Maret 2023 terdapat 33 titik lokasi, terdiri dari 238 petak tambak dengan total luasan sekitar 42 hektare. Penelitian ini bertujuan menghitung tingkat sensitivitas terumbu karang dan mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan budidaya tambak udang terhadap ekosistem karang di Pantai Legon Boyo, Kepulauan Karimunjawa. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif meliputi: teknik pengumpulan data karang menggunakan metode underwater photo transect (UPT), teknik purposive sampling untuk pengumpulan data kualitas perairan dan teknik pengolahan data citra satelit. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer yang dimaksud adalah data ekosistem terumbu karang dan kualitas perairan di lokasi penelitian. Data sekunder meliputi status perlindungan kawasan, kelimpahan ikan dan data kualitas perairan. Sumber data sekunder diperoleh dari hasil penelitian terdahulu yang sesuai dengan topik bahasan dalam penelitian serta publikasi dari instansi terkait. Parameter dalam memperkirakan tingkat sensitivitas karang (S) antara lain: persentase tutupan, tipe pertumbuhan terumbu karang, kerapatan karang, kelandaian, status perlindungan, keberadaan spesies dilindungi dan kelimpahan ikan. Pengolahan data terumbu karang menggunakan software CPCe. Hasil perhitungan tingkat sensitivitas karang sebesar 3,14 yang mengindikasikan status sensitivitas tingkat sedang serta dampak kegiatan limbah buangan budidaya belum berdampak langsung terhadap ekosistem terumbu karang.
Discovery of Marine Macrozoobenthos Fossils in the River of Wonocolo Geosite, Indonesia Rahmawati, Laily Agustina; Afiati, Norma; Putranto, Thomas Triadi
Indonesian Journal of Geography Vol 56, No 3 (2024): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijg.94716

Abstract

Wonocolo Geosite is a geoheritage known for the existence of the Kawengan Anticlinal Trap, which is the only one in the world, causing oil to be found in shallow locations. This condition has allowed for traditional mining since the Dutch colonial era and continues today. Geological history states that the anticlinal structure was formed when the Indo-Australian plate collided with the Eurasian plate, resulting in folds and uplift of the seafloor above the surface. However, there has not been much research supporting the truth of the theory. Therefore, evidence is needed to support the uniqueness of the Wonocolo Geosite. The fossil collection method was carried out simultaneously with the collection of substrates at the upstream, middle, and downstream riverbeds using 20 cm diameter PVC pipes at a depth of 10 cm.This study found marine macrozoobenthos fossils during substrate sampling in the upstream, middle, and downstream river beds using a PVC pipe with a diameter of 20 cm at a depth of 10 cm.  The samples were then identified in the laboratory, revealing fossils from the deep sea. The fossils found include Azooxanthellate (Cnidaria), which lives at depths of up to 2000 m; Dentaliida (Mollusca) which lives at depths of 500-7000 m and Foraminifera which also live in the deep sea. This phenomenon is unusual, considering that the fossils were found in a river far from the sea at an altitude of 250 MASL. Therefore, the discovery of marine macrozoobenthos fossils at the bottom of the Wonocolo River strengthens the theory of the formation of the Wonocolo Formation from a raised seabed which is also an important asset supporting the Wonocolo Geoheritage.
Penilaian Kualitas Air Sungai Samin Kabupaten Sukoharjo Berdasarkan Kandungan Logam Cr, Cu dan Pb Sedimen Purnami, Adelia; Afiati, Norma; Purnomo, Pujiono Wahyu
Akuatiklestari Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i2.5266

Abstract

Logam seperti Pb, Cr dan Cu merupakan pencemar yang bersifat toksik dan menurunkan kualitas perairan. Sungai Samin merupakan sungai yang mengalir melewati Kabupaten Karanganyar dan Sukoharjo, membawa berbagai macam limbah domestik dan industri pembuatan alkohol yang berpotensi peningkatan logam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kandungan logam dan potensi cemaran logam pada sedimen berdasarkan faktor kontaminasi, indeks beban pencemaran dan indeks geoakumulasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari dan Maret 2022 menggunakan metode survey. Analisis logam Pb, Cr dan Cu menggunakan alat Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam Cr, Cu dan Pb pada bulan Februari berkisar antara 3,90-4,68 mg/kg dan 14,11-30,10 mg/kg; 26,07-34,71 mg/kg sedangkan konsentrasi logam Cr, Cu dan Pb bulan Maret mendapatkan angka 61,75-455,3 mg/kg; 11,03-13,16 mg/kg dan 9,99-11,87 mg/kg. Indeks pencemaran gabungan pada bulan Februari menunjukkan segmen Sungai Samin di Kota Sukoharjo belum tercemar logam Cr, Cu dan Pb. Namun, tingkat kontaminasi dan indeks geoakumulasi bulan Maret logam Cr mengindikasikan adanya input antropogenik. Tinggi rendah kadar logam dalam sedimen karena jenis sedimen, jumlah limbah dan pengaruh air hujan. Tingkat kontaminasi logam Cu terindikasi rendah (CF<1) dan logam Pb terdapat dua kategori yakni rendah (CF<1) dan sedang (1<CF<2), tetapi indeks geoakumulasi logam Pb dan Cu tidak tercemar (Igeo<0). Berdasarkan Indeks beban pencemaran menunjukkan sedimen belum tercemar logam Cr, Cu dan Pb (PLI<1).
Analisis Pola Pemanfaatan Ruang dan Implikasinya terhadap Pencemaran Sungai Babalan, Kabupaten Demak Chiesa, Francesco Te; Purnomo, Pujiono Wahyu; Afiati, Norma
Jurnal Pasir Laut Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2025.69482

Abstract

Sungai Babalan yang terletak di Kabupaten Demak merupakan salah satu sumber daya perairan yang dikelilingi oleh berbagai pemanfaatan lahan seperti pemukiman, pertambakan, dan hutan mangrove. Pemanfaatan lahan tersebut menyebabkan masuknya limbah domestik dan organik ke dalam badan air dan berpotensi terhadap menurunnya kualitas air sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pola pemanfaatan ruang di daerah sempadan Sungai Babalan terhadap kualitas air dan beban pencemarannya. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitas air dengan variabel TSS, BOD, COD, nitrat, dan fosfat yang diukur pada 5 stasiun pengamatan selama 2 periode, yaitu bulan Mei dan Juli 2024. Hasil analisis multivariate menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang berpengaruh signifikan terhadap pencemaran TSS, BOD, dan COD, dengan nilai α < 0,05. Nilai beban pencemaran Sungai Babalan selama 2 kali pengulangan yaitu TSS sebesar 23741,18 kg/hari dan 24688,08 kg/hari, BOD sebesar 4396,95 kg/hari dan 9307,93 kg/hari, COD sebesar 10260,64 kg/hari dan 10722,78 kg/hari, nitrat sebesar 12,97 kg/hari dan 16,96 kg/hari, fosfat sebesar 14,05 kg/hari dan 20,36 kg/hari. Beban pencemaran TSS, BOD dan COD sudah melampaui kapasitas asimilasinya, sedangkan beban pencemaran nitrat dan fosfat masih berada di bawah kapasitas asimilasinya. Status mutu air Sungai Babalan termasuk dalam kategori tercemar sedang dengan nilai Indeks Pencemaran sebesar 5,08 pada Mei 2024 dan 5,13 pada Juli 2024. Saran yang diberikan dari penelitian ini adalah perlu menata pemanfaatan lahan sempadan Sungai Babalan terkait pemukiman dan pertambakan dengan tetap melestarikan mangrove, yang didasarkan pada daya dukung ekosistem berupa beban pencemaran dan kapasitas asimilasi.
Dampak Kualitas Air Terhadap Sumber Daya Ikan di Sungai Seklenting, Kabupaten Demak Putra, Muchamad Iqbal Widiansyah; Afiati, Norma; Purnomo, Pujiono Wahyu
Jurnal Pasir Laut Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2025.69495

Abstract

Sungai Seklenting terletak di Kecamatan Wedung, Demak merupakan salah satu sungai yang dimanfaatkan oleh berbagai aktivitas manusia seperti pertanian, pertambakan, pemukiman, dan hutan mangrove. Aktivitas tersebut menyebabkan pembuangan limbah domestik dan organik masuk ke dalam perairan yang berpengaruh terhadap kemunduran kualitas air yang dapat mempengaruhi kehidupan organisme akuatik di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kondisi kualitas air di Sungai Seklenting terhadap keragaman dan kelimpahan organisme akuatiknya. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitas air menggunakan variabel temperatur, kecerahan, pH, DO, BOD, nitrat, total fosfat, klorofil-a, nitrit, dan ammonia yang diukur pada 4 stasiun selama 2 periode, yaitu bulan Mei dan Juli 2024. Perhitungan Indeks Pencemaran menunjukkan bahwa status mutu air Sungai Seklenting termasuk kategori tercemar sedang dengan nilai 8,78 pada bulan Mei 2024 dan 8,8 pada bulan Juli 2024. Perhitungan Trophic Level Index menunjukkan bahwa status kesuburan perairan Sungai Seklenting termasuk kategori eutrofik dengan nilai 4,57 pada bulan Mei 2024 dan 4,69 pada bulan Juli 2024. Analisis potensi sumber daya ikan di Sungai Seklenting berdasarkan keragaman dan kelimpahan hasil tangkapan nelayan yaitu, pada bulan Mei 2024 sebanyak 598 ekor, bulan Juli 2024 sebanyak 586 ekor. Variabel kualitas air mempengaruhi jumlah hasil tangkapan di Sungai Seklenting. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah perlunya edukasi kepada masyarakat terhadap pengelolaan kualitas air untuk meminimalisir pencemaran serta monitoring secara rutin, agar keanekaragaman biota akan tetap terjaga.
Co-Authors . Sumarno Abdul Ghofar Adam Putrarama Suyatno Adriyani Samad Agus Sabdono Ahnan, Muhammad Firhan Maftuh Aji, Fajar Bayu Ali Djunaedi Anggieta, Yayank Dita Anhar Solichin Arif Rahman Aryansyah, Akbar Atami, Sekar Putri Azis Nur Bambang Bambang Sulardiono Bob Suroso Chiesa, Francesco Te David Nugroho Dewi, Desca Estiyani Diah Ayuningrum, Diah Dian Ayu Sapta Nur Utami Dicky Harwanto Djoko Suprapto Fadya Rachmi Puteri Fahmy Barik Farizan Adiya Pratama, Farizan Adiya Febrianto, Sigit Haeruddin Haeruddin Haque, Maharani Zahiratun Helfiana Tiuriska Perangin-angin Hendrawan, Arya Ksatria Fernanda Heni Susiati Indro Sumantri Indro Sumantri Irwani Irwani Iswanto, M. Fajar Fajar Johannes Hutabarat Khasani, Andro Kholilah, Nenik Lulu Adilla Latifah, Lulu Adilla Lusiana Rahayu Widiastuti Martha Wahyuningrum Mauritz L. Tobing Max Rudolf Muskananfola Max Rudolf Muskananfola Max Rudolf Muskananfola Megawati Arsita Putri Misbakul Munir Muhammad Arkan Zaky Rahman Mulkan Nuzapril Niniek Widyorini Novrizal Soni Riswandha, Novrizal Soni Nur Rochman Nurhuda, Izza Siti nurul latifah Ocky Karna Radjasa Oktavianto Eko Jati Prakoso, Teguh Budi Prijadi Soedarsono Pujiono Wahyu Purnomo Pujiono Wahyu Purnomo Pujiono Wahyu Purnomo, Pujiono Wahyu Purnami, Adelia Puspita, Like Viantika Jala Putra, Muchamad Iqbal Widiansyah Rachmawan, Dicky Setya Rahma, Dwi Aprilia Rahmawati, Laily Agustina Ramadhan, Faishal Retno Hartati Ria Purnama Dewi Sa’diyah, Halimatus Santi, Denita Irma Savitri Taurusiana Setiani, Heny Simangunsong, Erica Siti Rudiyanti Subagiyo Subagiyo Sumarno Sumarno Suradi Wijaya Saputra Surya Dwi Vrananta Sutrisno Anggoro Thomas Triadi Putranto, Thomas Triadi Tonny Bachtiar Ulfah Rismawati, Ulfah Yarianto Sugeng Budi Susilo Yuliana, Eka Yulfa