Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Kualitas Air Terhadap Sumber Daya Ikan di Sungai Seklenting, Kabupaten Demak Putra, Muchamad Iqbal Widiansyah; Afiati, Norma; Purnomo, Pujiono Wahyu
Jurnal Pasir Laut Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2025.69495

Abstract

Sungai Seklenting terletak di Kecamatan Wedung, Demak merupakan salah satu sungai yang dimanfaatkan oleh berbagai aktivitas manusia seperti pertanian, pertambakan, pemukiman, dan hutan mangrove. Aktivitas tersebut menyebabkan pembuangan limbah domestik dan organik masuk ke dalam perairan yang berpengaruh terhadap kemunduran kualitas air yang dapat mempengaruhi kehidupan organisme akuatik di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kondisi kualitas air di Sungai Seklenting terhadap keragaman dan kelimpahan organisme akuatiknya. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitas air menggunakan variabel temperatur, kecerahan, pH, DO, BOD, nitrat, total fosfat, klorofil-a, nitrit, dan ammonia yang diukur pada 4 stasiun selama 2 periode, yaitu bulan Mei dan Juli 2024. Perhitungan Indeks Pencemaran menunjukkan bahwa status mutu air Sungai Seklenting termasuk kategori tercemar sedang dengan nilai 8,78 pada bulan Mei 2024 dan 8,8 pada bulan Juli 2024. Perhitungan Trophic Level Index menunjukkan bahwa status kesuburan perairan Sungai Seklenting termasuk kategori eutrofik dengan nilai 4,57 pada bulan Mei 2024 dan 4,69 pada bulan Juli 2024. Analisis potensi sumber daya ikan di Sungai Seklenting berdasarkan keragaman dan kelimpahan hasil tangkapan nelayan yaitu, pada bulan Mei 2024 sebanyak 598 ekor, bulan Juli 2024 sebanyak 586 ekor. Variabel kualitas air mempengaruhi jumlah hasil tangkapan di Sungai Seklenting. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah perlunya edukasi kepada masyarakat terhadap pengelolaan kualitas air untuk meminimalisir pencemaran serta monitoring secara rutin, agar keanekaragaman biota akan tetap terjaga.
PERTUMBUHAN, MORTALITAS DAN LAJU EKSPLOITASI IKAN HIU KEJEN (Scoliodon laticaudus) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TAWANG, KABUPATEN KENDAL Ahnan, Muhammad Firhan Maftuh; Afiati, Norma; Saputra, Suradi Wijaya
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 31, No 2 (2025): (Juni 2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.31.2.2025.%p

Abstract

Ikan hiu kejen (Scoliodon laticaudus) merupakan hasil tangkapan sampingan perikanan di perairan Kendal yang memiliki nilai ekonomis penting. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pertumbuhan dan tingkat eksploitasi ikan hiu kejen yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tawang, Kendal. Metode penelitian yang digunakan yaitu random sampling. Pengambilan spesimen dilakukan sebanyak tiga kali dari bulan Agustus-Oktober 2023. Analisis data yaitu pertumbuhan, rekruitmen, laju mortalitas dan tingkat eksploitasi. Penelitian dilakukan terhadap 144 spesimen ikan hiu kejen jantan dan 137 spesimen betina yang memiliki kisaran panjang 23-57 cm. Ukuran dominan yang tertangkap berada pada selang kelas 38-42 cm. Puncak rekruitmen terjadi pada bulan September yaitu 20,25% (jantan) dan 17,37% (betina). Pola pertumbuhan adalah alometrik negatif dengan koefisisen jantan dan betina adalah 0,55 dan 0,88. Laju mortalitas total (Z) dan mortalitas penangkapan (F), dan mortalitas alami (M) pada ikan jantan berturut-turut adalah 1,66%/tahun; 0,62%/tahun; dan 1,04%/tahun , ikan betina berturut-turut adalah 1,69%/tahun; 0,28%/tahun; dan 1,41%/tahun. Tingkat eksploitasi (E) ikan hiu kejen jantan sebesar 0,37%/tahun dan ikan betina sebesar 0,16%/tahun .
Kadar Silika (SiO2) terhadap Kelimpahan Diatom Bentik di Sungai Jamblang Kabupaten Cirebon Haque, Maharani Zahiratun; Afiati, Norma; Jati, Oktavianto Eko
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 12 No. 1 (2024): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i1.9192

Abstract

Jamblang River is a concern because it has a very turbid water color due to natural stone mining activities processed by the natural stone industry. One of the natural stones produced at the location of the Jamblang river is andesite rock which has a constituent component is silica. Silica is the second most abundant element in the Earth's crust after oxygen. Silica usually comes from minerals and rocks that dissolve in water. In fresh water, quartz silica is less soluble than amorphous silica. Enrichment of nutrients with silica favors the growth of diatoms, since diatoms need silica for cell wall biogenesis. The amount of silica present in water is not immediately absorbed by diatoms. The sampling method used is the purposive sampling method. The sampling locations set are 4 locations. The most interesting location is location 2 because there are 38 natural stone industries scattered around the location. There is also a simple linear regression statistical test on SPSS which shows the influence of silica levels on the abundance of benthic diatoms in the Jamblang river. The value of Sig. 0.000 shows that there is an influence of silica on plankton abundance in water because the value is < 0.05. The lowest silica content obtained at location 2 is also supported by the least abundance of diatoms found. The low abundance of diatoms is thought to be caused by high TSS numbers, low observed brightness, and low DO numbers.
Osmoregulation performance, condition factor, and gonad maturity of tilapia (Oreochromis niloticus) in Cengklik reservoir, Boyolali Aryansyah, Akbar; Anggoro, Sutrisno; Afiati, Norma
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 10: No. 1 (April, 2023)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v1i2.9356

Abstract

Osmoregulation is a physiological adjustment mechanism of fish to environmental conditions. Fish growth performance will reduce when a large amount of energy is redirected for the osmoregulation process. The purpose of this study was to determine the osmotic work level (OWL), osmoregulation pattern, condition factor (K), gonad maturity stages (GMS) and analyze the relationship between OWL with condition factor and GMS of tilapia collected from three floating net cages in Cengklik reservoir, Boyolali. Samples were collected during March - April 2022 followed by some allometric measurements and regression analyses. The OWL of tilapia at the three cages ranged from 4 - 10 mOsm/L H2O; they performed a hyperosmotic osmoregulation pattern. The condition factor of male and female tilapia were1,86±0,21 and 1,89±0,18. GMS of both male and female tilapia was dominated by GMS IV with a fecundity of 9408±2092.54 eggs. OWL did not reveal a significant effect on condition factors or on the GMS of tilapia (p>0.05). Pearson correlation test showed a weak relationship between OWL with condition factors (r = 0,204) and tilapia GMS (r = -0,001). Therefore, tilapia uses less energy in osmotic work to produce good growth performance because it has more energy for growth, as indicated by the high condition factor (K>1) and domination by fish with GMS IV level of mature gonads.Keywords: Condition Factor; Gonad Maturity; Fish Cages; Oreochromis niloticus; Osmoregulation
Biophysical characteristics of coastal habitat at Geleang island Karimunjawa National Park as a nesting area hawksbill turtle (Eretmochelys imbricata, Linnaeus 1766) Anggieta, Yayank Dita; Afiati, Norma; Widyorini, Niniek
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 11: No. 1 (April, 2024)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v11i1.9360

Abstract

The hawksbill turtle (E. imbricata) are internationally Critically Endangered as determined by the IUCN. For this reason, action is needed to preserve the sea turtle in the future. The purpose of this study was to determine the bio-physical characteristics of the beach (beach width and slope; pH, temperature, grain size and sand moisture; nest size; nest distance from high tide; beach vegetation and predators) where hawksbill turtles (E. imbricata) lay their eggs on Geleang Island, Karimunjawa National Park. Concerning conservation, the number, condition, egg removal techniques and egg maintenance found on Geleang Island from January to February 2022 were also described. The research was conducted from January to April 2022 using the observation method which includes field observation and primary data collection. The results showed that Geleang Island has a narrow beach width with a gentle slope. The pH of the sand ranges from 6.5 - 7, the average sand temperature variable is around 28ËšC. Sand humidity has a value range of 82% - 90%. Sand grain analysis on Geleang Island, the results of the most retained sediment were found to be on test sieves with a diameter of 250 µm so that it was classified as a type of medium sand. The dominant vegetations are sea pine (Casuarina equisetifolia) and gabusan (Scaevola taccada). No predators of hatchlings were found on Geleang Island. The amount of hawksbill turtle eggs found on Geleang Island from January to February 2022 amounted to 1.981 eggs.Keywords: Characteristic of coastal habitat; hawksbill hatchlings
ESTIMASI STOK KARBON DI PADANG LAMUN PULAU NYAMUK DAN PULAU KEMUJAN, BALAI TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA, JEPARA Febrianto, Sigit; Afiati, Norma; Aji, Fajar Bayu
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v12i3.31505

Abstract

Blue carbon adalah karbon yang diserap dan disimpan di ekosistem pesisir dalam bentuk biomassa. Padang lamun memiliki fungsi utama sebagai penyimpan karbon biru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase karbon organik biomassa dan di sedimen lamun, serta total stok karbon di sebagian BTN Karimunjawa. Kerapatan dan tutupan lamun diakses melalui transek kuadran dan analisis kandungan karbon organik dilakukan dengan metode Loss on Ignition (LoI). Kandungan karbon organik rata-rata tertinggi di ketiga stasiun berada di Pulau Nyamuk (Stasiun 1) dengan persentase dari biomassa-bawah sebesar 33,13%, biomassa atas-sedimen 29,19% dan pada sedimen masing-masing sebesar 2,75% dan 2,82%. Berat karbon biomassa bawah lebih besar daripada biomassa atas kecuali pada genus Halophila. Berat karbon sedimen memiliki persentase kontribusi tertinggi terhadap total stok karbon di padang lamun yaitu 97,92-98,49%. Stok karbon tertinggi juga berada di Pulau Nyamuk (Stasiun 1) yaitu sebesar 13248,29 ton C/ha. Pantai Pokemon Pulau Kemujan (Stasiun 2) dengan luas padang lamun 7,68 ha menambat total stok karbon paling tinggi, yakni 83003,14 ton C.
Co-Authors . Sumarno Abdul Ghofar Adam Putrarama Suyatno Adriyani Samad Agus Sabdono Ahnan, Muhammad Firhan Maftuh Aji, Fajar Bayu Ali Djunaedi Anggieta, Yayank Dita Anhar Solichin Arif Rahman Arya Ksatria Fernanda Hendrawan Aryansyah, Akbar Atami, Sekar Putri Azis Nur Bambang Bambang Sulardiono Bob Suroso Chiesa, Francesco Te David Nugroho Diah Ayuningrum, Diah Dian Ayu Sapta Nur Utami Dicky Harwanto Djoko Suprapto Fadya Rachmi Puteri Fahmy Barik Farizan Adiya Pratama, Farizan Adiya Febrianto, Sigit Haeruddin Haeruddin Haque, Maharani Zahiratun Helfiana Tiuriska Perangin-angin Heni Susiati Indro Sumantri Indro Sumantri Irwani Irwani Iswanto, M. Fajar Fajar Johannes Hutabarat Khasani, Andro Kholilah, Nenik Lulu Adilla Latifah, Lulu Adilla Lusiana Rahayu Widiastuti Martha Wahyuningrum Mauritz L. Tobing Max Rudolf Muskananfola Max Rudolf Muskananfola Max Rudolf Muskananfola Megawati Arsita Putri Misbakul Munir Muhammad Arkan Zaky Rahman Mulkan Nuzapril Niniek Widyorini Novrizal Soni Riswandha, Novrizal Soni Nur Rochman Nurhuda, Izza Siti nurul latifah Ocky Karna Radjasa Oktavianto Eko Jati Prakoso, Teguh Budi Prijadi Soedarsono Pujiono Wahyu Purnomo Pujiono Wahyu Purnomo Pujiono Wahyu Purnomo, Pujiono Wahyu Purnami, Adelia Puspita, Like Viantika Jala Putra, Muchamad Iqbal Widiansyah Rachmawan, Dicky Setya Rahma, Dwi Aprilia Rahmawati, Laily Agustina Ramadhan, Faishal Retno Hartati Ria Purnama Dewi Sa’diyah, Halimatus Santi, Denita Irma Savitri Taurusiana Setiani, Heny Simangunsong, Erica Siti Rudiyanti Subagiyo Subagiyo Sumarno Sumarno Suradi Wijaya Saputra Surya Dwi Vrananta Sutrisno Anggoro Thomas Triadi Putranto, Thomas Triadi Tonny Bachtiar Ulfah Rismawati, Ulfah Yarianto Sugeng Budi Susilo Yuliana, Eka Yulfa