Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pelatihan Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial: Transformasi Pendidikan di Sekolah Dasar Lampung Barat Julia Anis Handayani; Candra Tri Utami; Tia Citra Bayuni; Aan Yuliyanto
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 03 (2026): ISSUE FEBRUARI
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut guru sekolah dasar untuk mampu mengintegrasikan koding dan kecerdasan artifisial (KKA) dalam pembelajaran guna mendukung keterampilan abad ke-21, khususnya berpikir komputasional. Namun, masih banyak guru yang memandang KKA sebagai materi yang kompleks dan bergantung pada ketersediaan teknologi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan guru dalam menerapkan pembelajaran KKA yang adaptif di berbagai kondisi sekolah. Pelatihan diikuti oleh 29 guru sekolah dasar di Lampung Barat yang dilaksanakan melalui metode blended learning dengan pendekatan IN–ON–IN yang meliputi pembekalan, implementasi dengan pendampingan, serta refleksi dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru serta perubahan persepsi bahwa KKA dapat diterapkan melalui tiga pendekatan, yaitu plugged, unplugged, dan internet-based, sehingga tetap relevan bagi sekolah dengan maupun tanpa akses internet memadai. Selain itu, guru memahami bahwa KKA berperan dalam melatih siswa berpikir komputasional, logis, dan sistematis sebagai dasar pemecahan masalah. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi pedagogis guru serta mendorong pembelajaran yang inovatif dan inklusif.
Sikap Dan Minat Guru Sekolah Dasar Terhadap Inovasi Pembelajaran Berbasis STEAM di Era Digital Nurkholifah, Alda; Oktaviany, Ellsa; Rahmawati, Rika; Nurholisoh, Siti; Utami, Candra Tri; Handayani, Julia Anis; Bayuni, Tia Citra
Jurnal Sains Natural Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/jsn.v4i1.947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sikap dan minat guru Sekolah Dasar terhadap inovasi pembelajaran berbasis STEAM di era digital. Fokus penelitian diarahkan pada empat aspek, yaitu sikap dan minat terhadap STEAM, keyakinan dan perspektif terhadap STEAM, motivasi dalam mengimplementasikan STEAM, serta hambatan dan keraguan terhadap penerapan STEAM. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan skala Likert 1-4 yang disebarkan kepada 110 guru Sekolah Dasar yang tersebar di Provinsi Jawa Barat. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa persentase dan distribusi frekuensi untuk menggambarkan kecenderungan sikap dan minat guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki sikap dan keyakinan yang sangat positif terhadap pembelajaran berbasis STEAM. Seluruh responden berada pada kategori setuju dan sangat setuju terhadap penerapan STEAM, yang menunjukkan bahwa pendekatan ini dipandang relevan dan bernilai dalam mendukung pengembangan keterampilan abad 21. Selain itu, tingkat hambatan dan sikap negatif terhadap STEAM tergolong rendah. Namun demikian, minat guru dalam mengimplementasikan STEAM secara optimal masih dipengaruhi oleh pemahaman konseptual, keterampilan pembelajaran berbasis proyek, ketersediaan sarana digital, serta dukungan sekolah. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa guru telah siap secara sikap dan motivasi untuk menerima pembelajaran STEAM, tetapi masih memerlukan penguatan kompetensi dan pendampingan berkelanjutan agar implementasinya berjalan efektif di era digital.
Tingkat Pemahaman Guru Mengenai Konsep Dasar STEAM Di Sekolah Dasar Aprindhiya, Bunga; Rosdiana, Nazwa; Rahmawati, Novi; Bayuni, Tia Citra
Jurnal Sains Natural Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/jsn.v4i1.950

Abstract

Pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) merupakan pendekatan yang menekankan keterpaduan antar disiplin ilmu untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan pemecahan masalah pada siswa. Namun, di Indonesia masih banyak sekolah dasar yang belum menerapkan pembelajaran STEAM karena pemahaman guru terhadap konsep ini masih terbatas dan rendah, terutama disebabkan oleh kurangnya pelatihan profesional yang memadai, keterbatasan sumber daya pendidikan seperti bahan ajar dan teknologi, serta minimnya akses terhadap program pengembangan guru yang spesifik untuk STEAM. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan cara pengumpulan data menggunakan instrumen yang berbasis pada skala Likert. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa mayoritas guru memberikan respon positif terhadap pembelajaran STEAM, karena dianggap menarik, menyenangkan, dan mampu meningkatkan minat belajar siswa. Namun demikian, banyak guru yang belum memahami secara mendalam mengenai konsep, tujuan, dan cara menggabungkan elemen sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika dalam proses belajar mengajar. Temuan kuantitatif yang signifikan menunjukkan bahwa 65% guru memiliki pemahaman konseptual yang baik (misalnya, 33% sangat setuju dan 67% setuju pada indikator pemahaman STEAM sebagai penggabungan lima disiplin ilmu; 87% sangat setuju dan 13% setuju pada indikator pemahaman tujuan utama STEAM; serta 73% sangat setuju dan 27% setuju pada indikator pemahaman hubungan antara sains dan teknologi), tetapi hanya 40% yang dapat secara praktis mengintegrasikan aspek seni, dengan tantangan terbesar adalah kesulitan dalam mengaitkan elemen seni dengan matematika (misalnya, 55% responden melaporkan kurangnya contoh kegiatan integratif, dan 73% sangat setuju serta 27% setuju pada indikator kebingungan dalam penerapan aspek seni). Oleh karena itu, pengembangan pengetahuan serta pemahaman para pendidik menjadi sangat penting agar metode pembelajaran STEAM dapat diterapkan lebih efektif di sekolah dasar dan memberikan hasil yang unggul bagi proses pendidikan siswa.
Analisis Kuantitatif Implementasi Pembelajaran STEAM di Sekolah Dasar Keswani, Anjeni Fatiha Galuh; Agustin, Helen Bela; Qothrunnada, Widya; Bayuni, Tia Citra
Jurnal Sains Natural Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/jsn.v4i2.948

Abstract

Pembelajaran STEAM adalah cara belajar yang membantu peserta didik berpikir dan menyelesaikan masalah. Dalam proses belajar, metode ini menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan di masa depan. Karena dunia semakin berkembang dan membutuhkan inovasi, pendekatan ini sangat penting. Namun, di Indonesia, khususnya di sekolah dasar, masih sedikit sekolah yang menerapkan pembelajaran STEAM ini. Hal ini karena belum semua guru memahami secara mendalam model pembelajaran ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 27 guru sekolah dasar. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri atas 20 pernyataan menggunakan skala Likert empat tingkat dan disebarkan secara daring melalui Google Form. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, dan statistik deskriptif dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan dinyatakan valid dengan nilai r-hitung lebih besar daripada r-tabel (0,380) dan instrumen memiliki reliabilitas yang sangat tinggi dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,927. Implementasi pembelajaran STEAM di sekolah dasar berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 50,04 serta respon positif dari guru dan siswa. Guru menunjukkan kesiapan dan pemahaman yang memadai dalam menerapkan pembelajaran STEAM, didukung oleh peran kepala sekolah dan kolaborasi antar guru. Meskipun demikian, pada aspek fasilitas sekolah masih ditemukan beberapa keterbatasan serta belum meratanya penerapan pembelajaran, sehingga diperlukan peningkatan dan pemerataan fasilitas untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran STEAM secara optimal dan berkelanjutan
Workshop On Integration of Digital Technology In Deep Learning Models For Elementary School Teachers: Lokakarya Integrasi Teknologi Digital Dalam Model-Model Pembelajaran Mendalam Untuk Guru Sekolah Dasar Yuliyanto, Aan; Bayuni, Tia Citra; Fitriani, Fitriani; Handayani, Julia Anis; Utami, Candra Tri; Amiri, Winda Oktavia; Hani, Zakiyah Khairina; Muabad, Raihan Al; Hidayat, Irwan
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v6i2.5068

Abstract

Abstrak The workshop aims to strengthen the competence of elementary school teacher in implementing in-depth learning through the integration of digital technology such as the Word wall platform, LearningApps and YouTube. This activity is a Community Service of Elementary School Teacher Education, Universitas Pelita Bangsa which involves elementary schools in the Wanajaya Cluster, Cibitung, Bekasi. Specifically, 27 teachers and 1 principal of SDN Wanajaya 3, and 4 students were involved in the training class on Integrating Digital Technology in Deep Learning Models. The workshop was carried out in three stages, the preparation stage where the community service team prepared the workshop offline by inviting several schools in Wanajaya to collaborate with the MoU and IA Cooperation. In the implementation stage, workshop participants participated in theoretical presentations and guided practice in using digital platforms to explore in-depth learning interactively, then evaluation was carried out via GForm. The evaluation results showed that 81% assessed that the presenter mastered the material very well, 82% assessed that the material was easy to understand, 83% assessed that the presenter actively involved the participants very well, 86% assessed that the material explanation strategy was very effective, and 88% assessed that the presenter stimulated participant discussion very well. The evaluation results showed that 81% assessed that the presenter mastered the material very well, 82% assessed that the material was easy to understand, 83% assessed that the presenter actively involved the participants very well, 86% assessed that the material explanation strategy was very effective, and 88% assessed that the presenter stimulated participant discussion very well. 86% of presenters were considered very good at managing time, 81% of presenters were considered very effective in using technology. 86% rated the speaker's attitude and interaction with participants as very good, 82% rated the material as relevant to the needs of elementary school teachers, 86% of participants were assessed as being able to provide real examples of classroom learning, 87% considered the workshop to be very useful, solution-oriented and innovative, 100% considered the in-depth learning workshop easy to follow and 55% of teachers found it easy to use YouTube, 35,7% Wordwall, 11% LearningApps, dan 8,5% Mentimeter. Thus, this in-depth learning workshop integrated with digital technology effectively improves teacher competency. Keywords: Workshop; Technology; Deep Learning; Elementary School Teachers Abstract This Workshop bertujuan menguatkan kompetensi Guru SD dalam implementasi pembelajaran mendalam melalui integrasi teknologi digital seperti platform Wordwall, LearningApps dan YouTube. Kegiatan ini merupakan Pengabdian Masyarakat PGSD Universitas Pelita Bangsa yang melibatkan SD di Gugus Wanajaya, Cibitung, Bekasi. Secara khusus yang mengikuti kelas pelatihan Integrasi Teknologi Digital dalam Model-model Pembelajaran Mendalam sebanyak 27 Guru dan 1 Kepala Sekolah SDN Wanajaya 3, dan 4 Mahasiswa yang dilibatkan. Workshop dilaksanakan melalui tiga tahapan, tahap persiapan tim pengabdian mempersiapkan workshop secara luring dengan mengajak kerjasama beberapa sekolah di Wanajaya dengan MoU dan IA Kerjasama. Tahap implementasi, peserta workshop mengikuti pemaparan teori dan praktik terbimbing dalam penggunaan platform digital untuk mengeksplorasi pembelajaran mendalam secara interaktif, kemudian pada evaluasi dilaksanakan via GForm. Hasil evaluasi 81% menilai pemateri menguasai materi sangat baik, 82% menilai materi mudah dipahami, 83% pemateri melibatkan secara aktif peserta sangat baik, 86% strategi penjelasan materi sangat efektif, 88% pemateri menstimulus diskusi peserta sangat baik. 86% pemateri dinilai sangat baik mengelola waktu, 81% Pemateri dinilai sangat efektif menggunakan teknologi. 86% menilai sikap dan interaksi pemateri terhadap peserta sangat baik, 82% menilai materi relevan dengan kebutuhan guru SD, 86% peserta dinilai mampu memberikan contoh nyata pembelajaran di kelas, 87% menilai Workshop yang dilaksanakan sangat bermanfaat, solutif dan inovatif, 100% menilai Workshop Pembelajaran Mendalam Mudah diikuti dan 55% Guru merasa mudah menggunakan YouTube, 35,7% Wordwall, 11% LearningApps, dan 8,5% Mentimeter. Dengan demikian workshop pembelajaran mendalam terintegrasi teknologi digital ini efektif meningkatkan kompetensi guru. Kata kunci: Workshop; Teknologi; Pembelajaran Mendalam; Guru Sekolah Dasar