Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGARUH PENYEMPITAN JALAN DAN PARKIR BADAN JALAN TERHADAP KARAKTERISTIK ARUS LALU LINTAS Dewi, Kemmala; Krisdiyanto, Aris; Yasak, Imam; Rafferti.K, Archi
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i1.1293

Abstract

Lasem merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Rembang yang merupakan kota pusaka dengan banyaknya peninggalan bersejarah dan kawasan batik tulis serta kegiatan yang meliputi perdagangan, pendidikan dan kegiatan keagamaan karena banyak pesantren yang ada di Lasem. Salah satu jalan yang akan dikaji adalah Jalan Provinsi Lasem-Sale depan Masjid Jami’ Baiturrahman Lasem yang diklasifikasikan sebagai jalan kolektor sekunder. Ruas jalan ini merupakan ruas jalan yang padat dan terdapat kegiatan perdagangan di sisi kanan dan sisi kiri jalan tersebut .Terdapat juga ruko yang berjejeran, sehingga banyak terjadi kegiatan on street parking dan juga adanya penataan kawasan pusaka . Jalan ini di revitalisasi dan di perlebar pedestrian/trotoarnya sehingga ruas jalan menyempit. Dari berbagai data dan seruvei lapangan pengaruh penyempitan jalan dan On stret parking (parkir di badan jalan) tersebut memengaruhi karakteristik jalan yang menyebabkan terajadinya kepadatan dan kemacetan dilokasi jalan Provinsi Lasem-Sale. Pedoman yang digunakan adalah pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI) dan model Greenshield dengan variable nya adalah: data volume lalulintas; kecepatan arus bebas kendaraan; kapasitas jalan. Hasil analisa menyimpulkan bahwa on street parking mempengaruhi kinerja ruas Jalan Provinsi Lasem-Sale pada jam tertentu, yaitu disaat jam kerja dan dan jam perdagangan dimulai. Penurunan kinerja ruas jalan terjadi pada jam puncak kemacetan, yaitu di pagi hari pada pukul 06.45-10.15, dimana arus mendekati tidak stabil, Kecepatan lalu lintas sekitar 7-10 km/jam dan volume lalu lintas mendekati 178 smp/jam.
STUDI PERBANDINGAN FLEXIBEL PAVEMENT ANTARA METODE AASHTO DENGAN METODE BINA MARGA 2017 Krisdiyanto, Aris
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v2i7.3205

Abstract

Jalan Bts. Kab. Magelang – Kaliangkrik Bts. Kab Wonosobo (DAK) adalah jalan provinsi dengan konstruksi perkerasan lentur yang menghubungkan dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Magelang dan Kabupaten Wonosobo, dengan panjang jalan 5.040 meter, lebar badan jalan 7 meter dan bahu jalan 1 meter dengan 2/2 UD. Dari uraian diatas, maka ruas jalan Bts. Kab. Magelang – Kaliangkrik Bts. Kab Wonosobo (DAK) dilakukan analisa perbandingan perencanaan dengan dua metode perkerasan lentur yaitu dengan metode Bina Marga 2017 dan AASHTO 1993 sepanjang 5.040 km, perencanaan tersebut meliputi perbandingan perhitungan tebal lapisan perkerasan lentur dan rencana anggaran biaya. Setelah melakukan analisa perbandingan perencanaan, diharapkan dapat menjadi solusi dalam penggunaan metode perhitungan.
Peningkatan Kompetensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tukang Bangunan Kelurahan Sadeng Dengan Pendekatan Partisipatif Nana Patria, Agustinus Sungsang; Dewi, Kemmala; Krisdiyanto, Aris; Lombardoaji Sidiq, Alif; Almoris Baene, Master; Fajrotul Bahiroh, Inna
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 7 No. 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i4.3472

Abstract

Sadeng Village, Gunungpati, is still facing challenges in implementing Occupational Safety and Health (K3) among builders. Lack of understanding and awareness of the importance of K3 causes risky work practices and has the potential to cause work accidents. This Community Service Program (PPM) aims to increase the competency of builders in implementing K3 principles. The method used is an integrated and participatory approach, including outreach and direct visits to projects and laboratories. The results of activities show increased compliance with K3 principles. It is hoped that this program can be the first step to building a safe and healthy work culture among builders in Sadeng Village, as well as encouraging sustainable implementation of K3 in the future. Keywords: Occupational Safety and Health; K3; Construction Workers; Laboratory; Community Service Abstrak: Kelurahan Sadeng, Gunungpati, masih menghadapi tantangan dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di kalangan tukang bangunan. Kurangnya pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya K3 menyebabkan praktik kerja yang berisiko dan berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja. Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tukang bangunan dalam menerapkan prinsip-prinsip K3. Metode yang digunakan adalah pendekatan terpadu dan partisipatif, meliputi sosialisasi dan kunjungan langsung ke proyek dan laboratorium. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip K3. Diharapkan, program ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun budaya kerja yang aman dan sehat di kalangan tukang bangunan di Kelurahan Sadeng, serta mendorong penerapan K3 yang berkelanjutan di masa mendatang.Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja; K3; Pekerja Konstruksi; Laboratorium; Pengabdian Masyarakat
Analisa Perbandingan Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Metode AASHTO 1993 Dan Tebal Perkerasan Lentur Metode Bina Marga 2017 Aris Krisdiyanto; Kemmala Dewi; Moh .Arif Wijayanto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jts.v15i1.34

Abstract

Metode perhitungan merupakan salah satu faktor dalam mendesain tebal perkerasan lentur jalan baru. Ada beberapa metode mendesain tebal perkerasan lentur jalan, namun untuk penelitian ini digunakan dua metode mendesain tebal perkerasan lentur yaitu metode yang disediakan oleh American Association of State Highway Traffic Officials (AASHTO) dan metode untuk Indonesia sendiri ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jendral Bina Marga. Kedua metode tersebut memiliki parameter-parameter data yang sama yaitu beban lalu lintas, CBR tanah dasar, R, ZR, S0, IP0, IPt, ΔPsi, koefisien drainase dan material lapis perkerasan. Akan tetapi kedua metode ini memiliki perbedaan dalam teknis perhitungan tebal perkerasan lentur jalan. Hasil yang didapat berupa perbedaan tebal perkerasan lentur dimana metode AASHTO 1993 mendapatkan nilai tebal perkerasan yaitu: lapis permukaan (Laston MS 590) 5 cm, lapis pondasi atas (Agregat Kelas A) 15 cm, lapis pondasi bawah (Sirtu Kelas B) 15 cm. Sedangkan untuk metode Bina Marga 2017 mendapatkan nilai tebal perkerasan yaitu: AC-WC 5 cm, AC-BC 6 cm, AC Base 16 cm, CTB 15 cm dan lapis pondasi Agregat Kelas A 15 cm. Dengan hasil tebal perkerasan lentur yang berbeda, didapatkan juga perbedaan biaya Rencana Anggaran Biaya, dimana metode AASHTO 1993 mengeluarkan biaya sebesar Rp 23.796.382.000,00 sedangkan metode Bina Marga 2017 mengeluarkan biaya sebesar Rp 51.289.817.000,00. Selisih dari kedua metode tersebut adalah Rp 27.493.435.000,00.
Pengaruh Inovasi Material Ramah Lingkungan terhadap Kualitas Bangunan di Indonesia dalam Perspektif Undang-Undang Jasa Konstruksi Krisdiyanto, Aris
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 11 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, November 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i11.4829

Abstract

Innovation in environmentally friendly materials has become a crucial aspect of Indonesia’s construction industry, particularly within the context of Law No. 2 of 2017 on Construction Services, which emphasizes sustainability and building quality. This study aims to analyze the impact of implementing eco-friendly materials on building quality in Indonesia by considering structural aspects, energy efficiency, and compliance with construction service regulations. The research method combines a survey of 150 construction professionals with laboratory testing of three innovative materials: green concrete, recycled steel, and natural fiber panels. The results show that the use of environmentally friendly materials increases energy efficiency by up to 30% and structural quality by 15%. Green concrete exhibits 15% higher compressive strength, recycled steel demonstrates corrosion resistance of up to 92%, and natural fiber panels provide thermal efficiency of 80%. A total of 78% of respondents support the use of innovative materials, although 60% still consider cost and availability constraints. This study confirms that the application of eco-friendly materials aligns with the provisions of the Construction Services Law, thereby requiring policy support to optimize production costs and strengthen supply chains for broader implementation, particularly in rural areas.