Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Sosialisasi Pengenalan Sejarah Kebudayaan Banten Melalui Motif Batik Cikadu Pada Mata Kuliah Reading Comprehension Eneng Liah Khoiriyah; Iim Khairunnisa; Dede Imtihanudin; Minhatul Ma'arif; Usep Sapul Mustakim; Eka Dewi Fithrotunnnisa; Idris Supriadi
Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol. 5 No. 2 (2022): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/dedikasi.v5i2.9273

Abstract

Penelitian PKM ini bertujuan untuk memberikan Sosialisasi Pendampingan Sejarah Kebudayaan Banten Mata Kuliah Reading Comprehension Materi Story Telling yang hampir punah. Kami juga mencoba merevitalisasikan sejarah kebudayaan banten melalui story telling dengan harapan mahasiswa mampu bercerita sejarah kebudayaan banten. karena story telling adalah proses penyampaian cerita secara komunikative. Mahasiswa dituntut untuk memahami cerita tersebut. Salah satu fungsi story telling adalah Mengasah kemampuan berbicara dan mendengarkan dalam Bahasa Inggris dan juga Memungkinkan siswa mempelajari budaya dan sejarah. Bayak mahasiswa yang minim pengetahuan tentang Sejarah Kebudayaan Banten oleh karena itu Kami mengadakan PKM Kolaborasi dengan berbagai mahasiswa dan dosen. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah kualitatif Deskriptif. Metode kualitatif adalah salah satu metode yang diperuntukan untuk memahami, menguraikan, dan bahkan menjelaskan fenomena social. Hasil yang di dapatkan dalam PKM ini adalah Mahasiswa sangat tertarik dan senang dalam kegiatan tersebut karena ini merupakan bahan untuk membuat sebuah cerita khususnya story telling Sejarah Kebudayaan Banten.
Sosialisasi Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik kepada pengguna Bahasa Gaul Kalangan Mahasiswa di Kampus STKIP Syekh Manshur Pandeglang Eneng Liah Khoiriyah; Fira Amanda; Dede Imtihanudin; Idris Supriadi; Iim Khaerunnisa; Asep Saefullah Kamali; Badri Munawar; Minhatul Ma'arif
ABDIMAS EKODIKSOSIORA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ekonomi, Pendidikan, dan Sosial Humaniora (e-ISSN: 2809-3917) Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.557 KB) | DOI: 10.37859/abdimasekodiksosiora.v2i1.3305

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengsosialisasikan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik kepada pengguna Bahasa Gaul kalangan mahasiswa STKIP Syekh Manshur Pandeglang serta dapat melestarikan Bahasa nasional yaitu Bahasa indonesia. Metode Pengabdian ini adalah menggunakan metode kualitatif. Adapun Subjek atau sasaran dari sosialisasi pengabdian ini berjumlah 25 mahasiswa dari mahasiswa semester 7 di kampus STKIP Syekh Manshur Pandeglang. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan kuesioner yang dilakukan secara daring melalui form terkait aspek yang ingin dikaji untuk menganalisis penggunaan bahasa gaul dikalangan mahasiswa. Hasil pengabdian ini menggambarkan bahwa 64% mahasiswa telah menggunakan bahasa gaul untuk percakapan sehari-hari dan menggunakan bahasa gaul mampu membangun suasana akrab dalam dampak positif. Namun Berdasarkan analisis data setelah dilakukan sosialisasi penggunaan Bahasa Indonesia yang baik serta tujuan dalam sosialisai tersebut dapat disimpulkan bahwa terdiri 25 Mahasiswa merasa tertarik dan ingin menggunakan Bahasa Indonesia yang baik sehari-hari. Hal ini dapat dilihat dari hasil questioner mahasiswa tersebut 16 orang mendapatkan 90%, 1 orang mendapatkan 80%, 1 orang 100%, 4 orang 95%, 3 orang 85%. sedangkan dampak negatifnya adalah penggunaan bahasa indonesia mulai tergeser dengan adanya bahasa gaul. Harapan dari pengabdian ini agar mahasiswa lebih menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sehingga bahasa Indonesia akan terus dilestarikan.
Pelatihan Jarimatika Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 4 Citeureup M. Asep Syihabul Millah; Rihatul Jannah; Linda Linda; Minhatul Ma'arif; Ira Asyura; Asep Saefullah Kamali
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2023): November : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v3i4.1764

Abstract

Following the journey of mathematics at the elementary school level, students often hear complaints when they have to explore concepts such as addition, subtraction, multiplication, and division. In such a dilemma, the need for innovation becomes even more pressing, as a way to carve out a vibrant next generation. The author sees that in learning mathematics, grade 3 students at SD Negeri 4 Citeureup lack enthusiasm for mathematics because this subject is often considered difficult. Overall, the process of implementing community service with a focus on education uses the jarimatics method to increase enthusiasm or motivation in studying mathematics for Citeureup 4 public elementary school students. The results of community service activities include the following: (a) achievement of the target number of participants. (b) the accuracy and skill of students working on multiplication problems. (c) achievement of activity objectives. After a series of training activities were carried out, finally we provided feedback questions from students. Do they feel happy and more motivated in learning mathematics? They all agree that they are happy and feel more motivated. To increase students' interest and motivation in learning mathematics, teachers should use good and effective methods to move and motivate students to be active in learning mathematics.
Pelatihan Metode Repetitive Learning Dalam Mengembangkan Kecerdasan Kognitif Anak Usia Dini Hestiyanah Hestiyanah; Rihatul Jannah; Minhatul Ma’arif; Badri Munawar; Reni Suwenti
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2023): November : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v3i4.1776

Abstract

Education is a very important level for every individual, especially at the golden age, early childhood education is the first education for children before they enter a higher level of education such as elementary school. To prepare things and various intelligences possessed by children, especially cognitive intelligence, effective and interesting learning methods are held, one method that is suitable for early childhood learning is the repetitive or repetition method. This method is applied to early childhood in Citeureup Village, precisely in the Sumurjaya Village, for early childhood to be provisioned when they enter elementary school education. The purpose of applying this repetitive method is so that pre-school children in the Sumur Jaya village are more mature and ready to go to elementary school. The research method used in this research is qualitative. The result after this research was carried out, there was a significant change in the introduction of learning for early childhood
Pendampingan Belajar Bahasa Inggris (Basic English) Pada Anak Usia Sekolah Dasar Silva Azahra; Rihatul Jannah; Eneng Liah Khoiriyah; Eka Dewi Fithrotunisa; Minhatul Ma'arif
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2023): November : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v3i4.1779

Abstract

Assistance in learning English for elementary school-age children is an important process in developing their langua2ge skills. This mentoring program is designed to introduce children to English in a fun and effective way. This includes the use of a variety of learning methods appropriate to the developmental level of the children. This English learning assistance for primary school age children aims to create a positive and fun learning environment, stimulate children's interest in English, and help them develop communication skills that will be useful throughout their lives. The method used is learning chili singing. This learning assistance is carried out 3 times in 1 week from 19.00 to completion. Based on the padaevaluation and observation results, there is an increase in student learning motivation and students' understanding of English.
MOTIF BANDRONG LISUNG PADA BATIK CIKADU DITINJAU DARI KAJIAN SEMANTIK INKUISITIF Fauzi, Rizal; Saputra, Desma Yuliadi; Ma’arif, Minhatul; Khoiriyah, Eneng Liah
Teks: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 3, No 2 (2023): TEKS: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research adopts a qualitative descriptive design to explain and depict the characteristics of the Bandrong Lisung motif in Batik Cikadu. Using a descriptive approach, the research explores the meanings of the motif without strict limitations and employs qualitative methods to understand the visual language and meanings within the motif, focusing on the semantic script and cognitive aspects. The Bandrong Lisung motif in Batik Cikadu serves as a visualization of the gratitude of the Pandeglang community towards the rice harvesting activities. As a representation of rural life, this motif honors the role of agriculture in local culture, symbolizing gratitude for abundant harvests with profound spiritual and social significance.The analysis of movements in the Banderong Lesung Dance reveals symbolism in each gesture, creating a portrayal of rural life and expressing the cultural richness of agrarian society. Facial expressions and body movements provide emotional dimensions and cognitive language that connect the audience to everyday life. The aesthetic elements of the Banderong Lesung Dance, including color, motifs, and costumes, convey symbolic meanings associated with nature and agriculture. Accessories such as cloth and head ornaments play a crucial role in the semantic script, conveying deep cultural messages. The Banderong Lesung Dance creates a distinctive atmosphere through its musical style, rhythm, and tempo, enriching the audience's experience. The analysis of space and backgrounds highlights the importance of visual elements in the performance context, deepening the cultural meaning of the dance. As a local heritage, the Banderong Lesung Dance is not merely a dance but a form of preserving values and cultural identity. This analysis illustrates how the Pandeglang community preserves the authenticity of this dance as an inseparable part of their cultural heritage, making it more than just a performance art but a living legacy connecting them to their cultural roots.
Evaluasi CIPP pada Pembelajaran Seni Anak Usia Dini Ma’arif, Minhatul; Kamali, Asep Saefullah; Jannah, Rihatul
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i1.6323

Abstract

Permasalahan dalam pembelajaran seni pada anak usia dini bervariasi dan memerlukan pendekatan yang sensitif untuk memahami serta menyelesaikannya. Beberapa faktor terhambatnya perkembangan anak usia dini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman guru terhadap karakteristik perkembangan fisik, kognitif, sosial, dan emosional anak usia dini. Sehingga, kurikulum dan metode pengajaran tidak sesuai dengan kebutuhan dan minat anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pembelajaran seni pada anak usia dini pada Lembaga PAUD di  Kabupaten Pandeglang. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif model evaluasi Context, Input, Process, dan Product (CIPP). Data yang diperoleh didapat melalui wawancara dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran seni yang terintegrasi dengan tema-tema pembelajaran menunjukkan pendekatan holistik dan kreatif serta mampu memberikan kontribusi positif pada perkembangan peserta didik di berbagai bidang. Meskipun tantangan muncul dalam kemampuan mengajar seni guru-guru PAUD, upaya meningkatkan keterampilan melalui pelatihan dan kolaborasi antar guru diharapkan dapat meratakan pembelajaran seni di semua sekolah PAUD.
Eksplorasi Penggunaan Deep Learning dalam Pembelajaran Seni Anak Usia Dini: Studi pada Guru PAUD di Kabupaten Pandeglang Ma'arif, Minhatul
Cakrawala Pedagogik Vol 8 No 2 (2024): Cakrawala Pedagogik
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan Syekh Manshur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51499/cp.v8i2.695

Abstract

This research explores the potential and challenges of implementing deep learning in early childhood art education, focusing on the experiences and perspectives of PAUD (Early Childhood Education) teachers in Pandeglang Regency. The study aims to understand how deep learning can enhance art education by personalizing learning experiences to meet individual children's needs. A qualitative approach was employed, using in-depth interviews, classroom observations, and document analysis to gather data from selected PAUD teachers. The findings reveal that while teachers show enthusiasm for technological innovations, their understanding of deep learning is limited, and the application of such technology in teaching practices remains minimal. Major challenges include insufficient infrastructure, lack of teacher training, and concerns about reduced direct interaction in the classroom. Despite these barriers, the study indicates that deep learning has significant potential to create dynamic, personalized, and engaging art education experiences. Recommendations for improving the integration of technology in PAUD education include providing comprehensive teacher training, enhancing technological infrastructure, and fostering collaborations between government, educational institutions, and technology providers to ensure sustainable and effective educational transformation.
IMPLEMENTASI KURIKULUM PAUD BERBASIS ALAM : STUDI OBSERVASI TERHADAP KEGIATAN PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI DI LUAR RUANGAN Yunisa Rahmah; Asiah Asiah; Eneng Siti Junaeni; Minhatul Ma’arif
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Pendidikan anak usia dini di indonesia merupakan kerangka nasional yang dirancang untuk mendukung perkembangan holistik anak melalui kegiatan pembelajaran yang terpadu dan sesuai dengan tahapan usia anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis alam melalui kegiatan pembelajaran di sekolah alam. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya pengalaman langsung anak dengan lingkungan sekitar sebagai media belajar yang efektif. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi di sekolah alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah alam memanfaatkan lingkungan sekitar, seperti taman, sawah, dan sungai sebagai sarana belajar, di mana ketika sedang pembelajaran diluar, anak-anak diajak ke sawah yang memang ada didekat sekolah alam itu, dan anak-anak diajarkan untuk menanam padi, bermain di sungai, dan mengeksplorasi alam sekitar dengan tetap mengikuti standar prosedur keamanan. Selain itu, meskipun tema pembelajaran saat observasi berlangsung adalah manasik haji, sekolah tetap memanfaatkan lingkungan sekitar dengan membuat miniatur Ka’bah dari bahan-bahan yang ada dan memanfaatkan area terbuka sebagai lokasi praktik. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan motorik dan sosial anak, tetapi juga menanamkan nilai religius dan kepedulian terhadap lingkungan.
Integrasi Nilai-Nilai Ekologis Dalam Kurikulum Paud Berbasis Alam: Studi Observasi Pada Kegiatan Pembelajaran Anak Usia Dini Siti Mariah; Hermawati; Febi Puspita; Minhatul Ma’arif
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanaman nilai-nilai ekologis sejak usia dini merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai ekologis diintegrasikan dalam kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis alam, melalui studi observasi pada kegiatan pembelajaran anak usia dini. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui observasi langsung, dokumentasi, dan wawancara dengan pendidik di lembaga PAUD yang menerapkan konsep pembelajaran berbasis alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran seperti berkebun, eksplorasi alam, dan praktik daur ulang menjadi media efektif dalam membangun kesadaran lingkungan pada anak. Nilai-nilai seperti tanggung jawab, cinta alam, gotong royong, dan kesederhanaan ditanamkan secara kontekstual melalui interaksi langsung anak dengan lingkungan sekitarnya. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai ekologis dalam kurikulum PAUD berbasis alam tidak hanya memperkaya pengalaman belajar anak, tetapi juga membentuk karakter ekologis sejak dini. Rekomendasi ditujukan kepada pengembang kurikulum dan pendidik agar lebih mengarusutamakan pendidikan lingkungan dalam setiap aktivitas pembelajaran anak.