Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JPMI

Meningkatkan Kemampuan Basic Grammar (Personal Pronoun) Menggunakan Metode menciptakan Lirik Lagu Rosidah Alawiyah; Wiya Suktiningsih; Nur Alfilail; Wiwik Wida Farwati; Sahdan Saputra
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat IPTEKS Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Rajawali media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to enhance English grammar learning among high school students by utilizing songs as an educational tool. The study addresses the issues of low motivation and the challenges students face in learning English grammar, often attributed to monotonous and non-contextual teaching methods. Conducted at SMAN 1 Gerung, West Lombok Regency, this community service activity involved a team of lecturers from Bumigora University. The methodology comprised planning, implementation, and evaluation phases. During the implementation stage, learning materials were presented using PowerPoint, followed by creating song lyrics from the studied sentences. Evaluations revealed improved student understanding of basic grammar, a more enjoyable learning environment, and increased motivation. These findings suggest that incorporating songs into grammar instruction can enhance learning effectiveness and boost student motivation.
Pendidikan Inklusif: Menyediakan Akses Pendidikan yang Merata bagi Semua Bidari Andaru Widhi; Rosidah Alawiyah; Panji Tanashur
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat IPTEKS Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Rajawali media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan inklusif adalah fondasi utama bagi kesetaraan akses pendidikan berkualitas bagi setiap individu, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus. Artikel ini menyoroti esensi, tantangan, dan langkah-langkah menuju pendidikan inklusif yang efektif. Lebih dari sekadar memasukkan siswa ke kelas reguler, pendidikan inklusif menciptakan lingkungan yang mendukung setiap individu dalam proses belajar-mengajar. Tantangan yang dihadapi termasuk keterbatasan akses fisik dan sumber daya, kurangnya kesadaran dan pelatihan pendidik, serta stigma terhadap kebutuhan khusus. Untuk mencapai masa depan inklusif, langkah-langkah konkret diperlukan seperti peningkatan akses fisik dan sumber daya, pelatihan terus-menerus bagi pendidik, serta kampanye kesadaran untuk menerima keberagaman. Artikel ini menerapkan metode Participation Action Research (PAR) dalam sosialisasi pendidikan, melibatkan diskusi dan tindakan nyata untuk meningkatkan mutu pendidikan. Partisipasi ibu-ibu dalam forum diskusi di Kabupaten Lombok Utara, terutama di desa Lokok Beru, menunjukkan antusiasme mereka terhadap kemajuan pendidikan. Ini menggambarkan kesadaran mereka akan pentingnya pendidikan yang layak untuk anak-anak mereka. Kegiatan ini menegaskan bahwa metode PAR dan partisipasi aktif mendukung keberhasilan sosialisasi pendidikan inklusif serta menunjukkan kesungguhan ibu-ibu dalam memajukan pendidikan di daerah mereka, memberi harapan bagi masa depan inklusif yang lebih baik.
Kesetaraan Gender Dalam Pendidikan: Peran Proyek Pengabdian Masyarakat Dalam Menciptakan Kesempatan Yang Adil Panji Tanashur; Bidari Andaru Widhi; Titik Ceriyani Miswaty; Rosidah Alawiyah; Helna Wardhana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat IPTEKS Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Rajawali media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan memegang peranan penting dalam membentuk karakter individu dan menjamin standar pendidikan yang berkualitas. Kesetaraan gender dalam pendidikan menjadi hal esensial yang perlu diperjuangkan sebagai bagian dari hak asasi manusia global. Meskipun pendidikan dianggap sebagai fondasi pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan, data menunjukkan ketidaksetaraan akses dan hasil pendidikan di Kabupaten Lombok Utara, terutama bagi perempuan yang menghadapi diskriminasi, keterbatasan akses, dan stereotip gender yang mempersempit pilihan mereka. Tidak hanya perempuan, tetapi laki-laki pun seringkali merasa terjebak dalam harapan stereotip masyarakat yang mengarahkan mereka pada bidang "maskulin". Kesetaraan gender dalam pendidikan tak hanya soal hak asasi, namun juga memengaruhi secara signifikan kemajuan sosial, ekonomi, dan politik. Studi kasus di Lombok Utara menegaskan ketimpangan gender dalam akses pendidikan, terutama bagi perempuan. Maka, upaya sosialisasi pentingnya kesetaraan gender dalam pendidikan di masyarakat menjadi krusial untuk memperjuangkan kemajuan yang merata. Mengerti peran pendidikan dalam meraih kesetaraan gender memungkinkan partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang adil tanpa memandang gender. Kesetaraan gender bukan hanya hak asasi, tetapi investasi penting untuk masa depan yang lebih inklusif dan adil bagi semua.