Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Nerspedia

Pengaruh Terapi Bermain Puzzle Terhadap Perilaku Kooperatif Anak Usia Prasekolah (3-6 Tahun) Yang Menjalani Hospotalisasi Astri Maulida; Devi Rahmayanti; Dhian Ririn Lestari
Nerspedia Vol. 3 No. 2 (2021): Nerspedia
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitalisasi pada anak prasekolah menimbulkan respon emosi negative dimana anak menjadi rewel, menangis, menolak dan menyerang serta tidak mau bekerja sama saat tindakan keperawatan. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan perilaku kooperatif anak prasekolah selama hospitalisasi dapat dengan pemberian tindakan berupa puzzle sebagai terapi. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi bermain puzzle terhadap perilaku kooperatif anak usia prasekolah dengan rentang usia 3 sampai 6 tahun. yang menjalani hospitalisasi di RSD Idaman Banjarbaru. Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperiment dengan rancangan one group pretest posttest. 
Pengaruh Ceramah Interaktif Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Deteksi Dini Tumbuh Kembang Husnul Khatimah; Eka Santi; Dhian Ririn Lestari
Nerspedia Vol. 3 No. 2 (2021): Nerspedia
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan dan sikap ibu diperlukan untuk melakukan deteksi dini tumbuh kembang pada anak. Pemberian metode ceramah interaktif diharapkan mampu merubah pengetahuan dan sikap yang masih rendah tentang DDTK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ceramah interaktif terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang DDTK di wilayah kerja Puskesmas Salam Babaris Kabupaten Tapin. Penelitian ini menggunakan desain quasy exsperimental dengan rancangan pretest-posttest equivalent control group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Responden berjumlah 34 ibu yang memiliki anak berusia 0-72 bulan yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 17 ibu kelompok intervensi dan 17 ibu kelompok kontrol.
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA USIA DEWASA DI DESA SAPALA KECAMATAN PAMINGGIR KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Nor’alia; Dhian Ririn Lestari; Kurnia Rachmawati
Nerspedia Vol. 2 No. 1 (2020): Nerspedia
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya hidup merupakan perilaku yang berkaitan dengan upaya seseorang untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan. Gaya hidup yang tidak sehat merupakan faktor risiko timbulnya hipertensi pada seseorang di usia dewasa. Gaya hidup yang berhubungan dengan kejadian hipertensi antara lain aktivitas fisik, kebiasaan makan, kebiasaan merokok, dan stress. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa di Desa Sapala Kecamatan Paminggir Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian survei analitik dengan rancangan penelitian case control dan desain retrospektif. Responden berjumlah 78 orang dengan kelompok kasus 39 orang dan kelompok kontrol 39 orang. Instrumen yang digunakan adalah tensimeter jarum dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square. Gaya hidup yang berhubungan kejadian hipertensi adalah pola makan (p-value=0,000), aktivitas fisik (p-value=0,01), dan stress (p-value=0,01). Gaya hidup yang tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah merokok (p-value=0,28). Konsumsi lemak yang tinggi dalam pola makan, aktivitas yang sedang, dan stres penentu dari tingginya tekanan darah pada usia dewasa. Konsumsi lemak tinggi dapat meningkatkan risiko aterosklerosis yang mengakibatkan terhambatnya aliran darah. Seseorang yang pasif dalam beraktivitas maka jantung akan berdetak lebih cepat dan otot jantung harus bekerja lebih saat berkontraksi. Saat seseorang merasa tertekan/stress maka tubuhnya akan melepaskan hormon epinefrin dan adrenalin yang meningkatkan tekanan darah secara berkala.
HUBUNGAN SUMBER AKSES INFORMASI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA KLIEN PRE OPERASI KATARAK DI RUMAH SAKIT MATA SMEC BALIKPAPAN Ledy Ovel Anggreny; Dhian Ririn Lestari; Rismia Agustina
Nerspedia Vol. 2 No. 1 (2020): Nerspedia
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katarak merupakan penyebab pertama kebutaan dan tindakan pembedahan diperlukan untuk mencegah hal itu. Respon kecemasan akan muncul pada pasien yang akan melakukan tindakan pembedahan. Sehingga sumber akses informasi pre operasi katarak dibutuhkan oleh pasien dalam memperoleh informasi. Pasien yang terpapar informasi tentang penyakitnya dengan jelas maka akan tenang dalam menghadapi proses pre operasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan sumber akses informasi terhadap tingkat kecemasan pada klien pre operasi katarak di rumah sakit mata SMEC Balikpapan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 103 pasien yang baru pertama kali operasi katarak di rumah sakit mata SMEC Balikpapan dari Agustus hingga September 2018. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) dan kuesioner sumber akses informasi. Analisis menggunakan uji kendall’s tau dengan α=0.05. Skor minimal sumber akses informasi adalah 4 dan skor maksimal adalah 24 yang berarti sumber akses informasi klien masih kurang. Tingkat kecemasan ringan 36.9%, sedang 16.5%, berat 2.9%, panik 0%, tidak ada kecemasan 43.7%. Hasil menunjukkan terdapat hubungan sumber akses informasi terhadap tingkat kecemasan dengan p value 0.000 dan arah hubungan negatif. Tersedianya berbagai sumber akses informasi bagi klien diperlukan untuk mengurangi kecemasan pada klien sebelum operasi.
Penerapan Kegiatan Minum Obat Terjadwal Menggunakan Alarm Smartphone dan Caregiver Dalam Mengatasi Halusinasi Penglihatan Yanto Rahman; Dhian Ririn Lestari
Nerspedia Vol. 3 No. 2 (2021): Nerspedia
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Halusinasi merupakan suatu gangguan jiwa yang berdampak pada hilangnya kontrol diri hingga dapat membahayakan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Smartphone dan caregiver dapat menjadi sistem pendukung yang penting dalam mengingatkan pasien untuk minum obat secara rutin dan terjadwal sehingga pasien dapat mengontrol halusinasinya. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penerapan kegiatan minum obat terjadwal menggunakan alarm smartphone dan caregiver terhadap halusinasi penglihatan pasien. Metode: Merupakan studi kasus dengan pemberian asuhan keperawatan melalui intervensi selama 6 hari berturut-turut, kemudian dilakukan evaluasi dan penilaian kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi. Hasil dan Pembahasan: Setelah diberikan tindakan keperawatan menunjukkan hasil penurunan tanda gejala halusinasi dari segi isi, frekuensi, durasi dan situasi kemunculan. Adanya peningkatan kemampuan pasien secara kognitif pasien mampu menyebutkan prinsip 6 benar, manfaat dan dampak putus obat serta cara berobat. Secara afektif pasien merasa senang atas penurunan tanda gejala halusinasi dan secara psikomotorik pasien mampu mengontrol halusinasi dengan melaksanakan kegiatan minum obat terjadwal menggunakan alarm smartphone dari terbimbing oleh caregiver menjadi mandiri. Kesimpulan: Penerapan kegiatan minum obat terjadwal menggunakan alarm smartphone dan caregiver merupakan langkah efektif dalam  mengontrol halusinasi pada pasien .
Penerapan Guided Imagery Pada Klien dengan Ansietas Pasca Banjir Nela Yuliya Dewi; Dhian Ririn Lestari
Nerspedia Vol. 3 No. 2 (2021): Nerspedia
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Banjir yang terjadi umumnya dapat menimbulkan beberapa dampak diantaranya psikis seseorang terhadap peristiwa traumatic korban dapat mengalami traumatic dan ansietas. Ansietas merupakan respon tubuh terhadap peristiwa yang terjadi, dimana respons tubuh tersebut lebih bersifat negative sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi klien.  Tujuan: Penerapan Guided imagery dalam asuhan keperawatan pada Tn. A dengan ansietas pasca banjir di desa Penggalaman Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Barat Metode: Observasional deskritif desain penelitian studi kasus. Hasil dan Pembahasan: guided imagery efektif diberikan pada klien dengan ansietas pasca banjir. Sebelum diberikan terapi guided imagery dilakukan pengukuran tingkat ansietas dengan menggunakan kuesioner Hamilton Rating Scale For Anxiety (HARS) pada hari kesatu didapatkan skor 6 (Ansietas Ringan) pada hari keenam didapatkan hasi nilai skor menjadi 4 (Tidak ada Ansietas). Kesimpulan: Guided Imagery efektif untuk menurunkan Ansietas pasca banjir. Diharapkan intervensi ini dapat dijadikan sebagai bahan dalam memberikan intervensi mandiri pada klien dengan Ansietas pasca banjir sebagai implementasi non farmakologi yang dilakukan perawat
Pemberian Terapi Dzikir Dalam Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Ny. M dengan Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran Sarmila Nadia; Dhian Ririn Lestari
Nerspedia Vol. 3 No. 2 (2021): Nerspedia
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Halusinasi adalah keadaan dimana klien mengalami perubahan sensori persepsi, merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaaan atau penghiduan. Terapi dzikir bertujuan memusatkan perhatian (khusyu’), lebih menyibukkan diri, dan menurunkan tingkat stress, sehingga memberikan dampak positif. Tujuan: Mengetahui bagaimana Pemberian Terapi Dzikir Dalam Asuhan Keperawatan Jiwa Dengan Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran Metode: Observasional deskritif desain penelitian studi kasus. Klien memegang tasbih mengucap Astaghfirullah, Subhanallah, Walhamdulillah, Wa lailaha ilallah, Allahu Akbar, La hawla wa la quwwata illa billah” sebanyak 33x. Hasil dan Pembahasan: ada perubahan secara kognitif dan perilaku. Klien mengetahui tindakan yang harus dilakukan adalah berdzikir dan melakukannya untuk mengalihkan perhatian dari halusinasi. Kesimpulan: Halusinasi masih ada saat klien sendiri, tapi sudah mulai bisa mengontrolnya dengan melakukan dzikir, frekuensi halusinasinya masih sama sekitar 5-10 menit kadang muncul kadang hilang, respon klien sudah mulai tenang, karena berusaha berfokus kepada dzikir yang dilakukan.