Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemberdayaan relawan pajak dalam menumbuhkan kesadaran pajak bagi milenial Sari, Arista Fauzi Kartika; Abdul Afrillah Nur Sugeng; Febriyanti, Sintya Ayu; Saida, Surya; Inayah; Mufarohah, Risma; Komariyah, Rizkiyatul; Nur Z N, Maulidia; Faturrohma, Sari; Indriyani, Devi Fajar; Nadhiro', Hanifah Ainun
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v4i1.19250

Abstract

Indonesia. Pasalnya musibah pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk di Indonesia masih belum saja usai. Dampak dari pandemi Covid-19 memberikan pengaruh yang sangat besar di seluruh aspek kehidupan masyarakat, khususnya bidang perekonomian. Perekonomian masyarakat begitu terdampak dengan lesunya pertumbuhan ekonomi di masa pandemi ini. MoU antara DJP dan Kemenristekdikti, yakni MoU-21/MK.03/2014, 13/X/NK/2014 tanggal 17 Oktober 2014 tujuan dari nota kesepahaman adalah meningkatkan kesadaran pajak melalui pendidikan. Telah mengeluarkan banyak program sebagai upaya membangkitkan kesadaran Wajib Pajak, salah satunya adalah program inklusi Pendidikan Perpajakan di tingkat Perguruan Tinggi dalam tahap awal ini, Tax Center Universitas Islam Malang melakukan koordinasi dengan Kanwil DJP Jatim III terkait program Relawan Pajak, jumlah Relawan Pajak yang dibutuhkan, dan lokasi asistensi. Setelah mendapatkan informasi yang cukup Tax Center melakukan publikasi melalui social media kepada mahasiswa Universitas Islam Malang yang sudah menempuh mata kuliah perpajakan pada tanggal 30 November s.d 05 Desember 2021.tahap rekrutmen dibagi menjadi tiga tahap yaitu: Seleksi Administrasi, Tes Tulis, & Wawancara. yang kedua adalah tahap pelatihan, Dan yang terakhir adalah tahapan praktik lapangan.
Menyatukan Perbedaan: Peran Dialog Antarbudaya dalam Memperkuat Identitas Kolektif di Era Globalisasi Sugi Asadi; Inayah
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 3 No. 6 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Desember 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v3i6.1630

Abstract

Globalisasi telah mendorong semakin intensnya interaksi antarbudaya, yang sekaligus menghadirkan tantangan baru dalam mempertahankan identitas kolektif suatu komunitas. Di tengah arus global yang serba cepat, perbedaan budaya dapat menimbulkan gesekan, kesalahpahaman, dan potensi fragmentasi sosial. Artikel ini membahas pentingnya dialog antarbudaya sebagai strategi untuk menyatukan perbedaan dan memperkuat identitas kolektif. Dialog antarbudaya tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi lintas kelompok, tetapi juga sebagai medium untuk saling memahami nilai, norma, dan praktik budaya yang berbeda. Melalui studi literatur dan analisis kasus, penelitian ini menunjukkan bahwa dialog yang efektif dapat menumbuhkan empati, membangun rasa saling menghargai, dan memperkuat solidaritas sosial. Hasil penelitian menegaskan bahwa identitas kolektif bukanlah suatu konstruksi statis, melainkan terbentuk melalui proses interaksi yang inklusif dan reflektif. Dengan demikian, dialog antarbudaya menjadi instrumen penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan resilient di era globalisasi.
Analisis Kandungan Pemanis Sintesis Pada Jajanan Kue Di Kota Makassar Inayah; Sahani, Wahyuni; Musdalipah
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 23 No 2 (2023): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulo.v23i2.98

Abstract

Kue jajanan merupakan salah satu produk dengan rasa manis yang mudah ditemukan, salah satunya di Kota Makassar. Dalam proses pembuatannya produsen sering kali menggunakan pemanis sintesis untuk mengganti pemanis alami agar menekan biaya produksi. Pemanis buatan yang biasa digunakan adalah sakarin. Penggunaan sakarin dengan kadar yang rendah, dampak yang ditimbulkan tergolong kecil. Sebaliknya, apabila kadar yang dipakai tinggi, maka dampak yang ditimbulkan sudah tergolong besar seperti menyebabkan kanker kantung kemih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan pemanis sintesis sakarin pada jajanan kue di Kota Makassar. Data diperoleh melalui observasi dan pemeriksaan laboratorium sakarin dengan metode titrimetri. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 6 sampel kue dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan dari tiga sampel kue kukus yang diperiksa, terdapat satu sampel kue kukus yang mengandung sakarin yaitu kue cantik manis sebesar 169,64 Mg/kg. Sedangkan tiga sampel kue panggang yang diperiksa, semua sampel negatif mengandung sakarin. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat satu sampel yang mengandung sakarin yaitu kue cantik manis sebesar 169,64 Mg/kg. Diharapkan kepada masyarakat untuk lebih tahu mengenai ciri makanan yang mengandung pemanis sintesis agar dapat mengurangi komsumsi makanan yang mengandung pemanis sintesis karena semakin besar kadar pemanis yang dikonsumsi, semakin besar pula dampaknya bagi kesehatan.  Kata kunci : Pemanis sintesis, kue panggang, kue kukus
Reaktivasi Kelompok Perhutanan Sosial melalui Usaha Agroforestri di Desa Aniungan Kabupaten Balangan Mustafa, Muhammad Khaidir; Khairussalam; Bakhsar, Intan Septiana; Inayah; Azizah, Aulia; Wilastri, Dian; Putri, Paradise Setya; Ansari, Mochammad Iqbal; Al Ausyad, Muhammad Adi Syahbana; Rahmah; Herliyani
Hayak Bamara: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/hb.v3i2.708

Abstract

This community service program was implemented in Aniungan Village, Halong Subdistrict, Balangan Regency. Aniungan Village, which is the customary territory of the Dayak Halong people in the Meratus mountain range, has forests that are managed based on a zoning system and strong local wisdom norms. However, village forest management faces significant challenges in the form of stagnation and low institutional capacity of the Village Forest Management Institution (LPHD). The inactivity of this formal institution risks weakening community control and causing uncontrolled forest degradation. This community service program was implemented as a solution to revitalize the LPHD's function so that it can play a dual role in preserving the environment and improving community welfare, based on the principles of being active, participatory, and sustainable. The main methods used were the Participatory Approach and the live-in method, which served to build active collaboration and foster a sense of community ownership of the program. The solutions implemented included institutional strengthening through counseling and the provision of capital stimulus in the form of 1,000 productive tree seedlings. The summary of the results shows that the program successfully carried out comprehensive counseling on LPHD governance and Nusantara Agroforestry techniques. The program also distributed a total of 1,000 seedlings (Mahogany, Jengkol, Petai, Soursop, Avocado, Durian) to 51 recipients, followed by planting activities on community land. The main results of this intervention were an increase in collective knowledge and the re-creation of a spirit of solidarity among LPHD members and the community, which became the initial foundation for realizing organized land management. This community service concluded that the reactivation of the LPHD institution, synergized with local wisdom and the adoption of the agroforestry model, is a key strategy for achieving the sustainability of the Aniungan Village Forest.
Pengaruh Workload terhadap Psychological Wellbeing dengan Work Engagement sebagai Variabel Mediasi di PT XYZ Inayah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja (workload) terhadap kesejahteraan psikologis (psychological wellbeing) dengan keterikatan kerja (work engagement) sebagai variabel mediasi pada karyawan PT XYZ. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tuntutan kerja pada sektor pengelolaan limbah B3 yang menuntut kesiapan fisik dan psikologis karyawan dalam menjalankan pekerjaannya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 300 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari total populasi sebanyak 1.044 karyawan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa workload berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement dan psychological wellbeing. Selain itu, work engagement juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap psychological wellbeing dengan pengaruh yang sangat kuat. Hasil pengujian efek tidak langsung menunjukkan bahwa work engagement memediasi secara parsial hubungan antara workload dan psychological wellbeing, dengan pengaruh tidak langsung yang lebih besar dibandingkan pengaruh langsung. Temuan ini mengindikasikan bahwa beban kerja yang dipersepsikan sebagai tantangan kerja dapat meningkatkan keterikatan kerja karyawan, yang selanjutnya berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan teori Job Demands–Resources serta memberikan implikasi praktis bagi manajemen dalam mengelola beban kerja secara efektif dan meningkatkan keterikatan kerja guna menjaga kesejahteraan psikologis karyawan di lingkungan kerja dengan tuntutan tinggi.