Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Penggunaan Kosmetik Pencerah Wajah Pada Wanita Kelurahan Belimbing Rt.12 Kabupaten Tabalong Lubis, Lidya Ivana Larissa; Melviani, Melviani; Malahayati, Siti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk kosmetik pencerah wajah banyak digemari oleh kalangan wanita. Mereka tergiur menggunakan produk kosmetik pencerah wajah agar kulit wajah terlihat cerah dan halus. Penggunaan kosmetik pencerah wajah memiliki manfaat positif ataupun manfaat negatif. Manfaat positif dapat menghasilkan kulit wajah yang sehat sedangkan manfaat negatif akan menghasilkan kulit wajah yang tidak sehat, untuk menghindari manfaat negatif tersebut maka perlunya peran perilaku yang baik dalam penggunaan kosmetik pencerah wajah. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan kosmetik pencerah wajah pada wanita Kelurahan Belimbing RT.12 Kabupaten Tabalong. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 106 responden. Analisis bivariat menggunakan uji statistik non-parametrik dengan uji korelasi yaitu uji Chi-Square dan uji spearman rank (rho). Hasil penelitian yang didapatkan yaitu variabel yang berhubungan dengan perilaku penggunaan kosmetik pencerah wajah pada wanita adalah pengetahuan p value 0,000, informasi p value 0,003, dan usia p value 0,003. Terdapat hubungan antara faktor pengetahuan, informasi dan usia terhadap perilaku penggunaan kosmetik pencerah wajah pada wanita Kelurahan Belimbing RT.12 Kabupaten Tabalong.
Pemberdayaan Kader Posyandu Bina Sejahtera dalam Pencegahan dan Pengendalian Stunting melalui pendekatan kesehatan Ibu dan Anak di Kelurahan Sungai Lulut Salmarini, Desilestia Dwi; Noval, Noval; Malahayati, Siti; Mayna, Mayna; Ramadhan, Puteri Wulan; Auliyani, Nurul; Fitriah, Sita; Yuniarti, Ainun
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023606

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem caused by a lack of nutrition in the long term, resulting in impaired growth in children. Stunting is also one of the causes of stunted children's height, so that it is lower than children of their age. The prevalence of stunting under-fives in South Kalimantan province based on data from the survey on the nutritional status of Indonesia in 2022 is 24.6% and in the city of Banjarmasin it is 22.4%. It is necessary to empower Posyandu Bina Sejahtera Cadres in the Prevention and Control of Stunting through a maternal and child health approach in Sungai Lulut Village. Some of the activities include increasing the knowledge and skills of cadres through education and training, providing anthropometric kit grants to support Posyandu activities, evaluating the performance of cadres related to education and service to the community by cadres. Activities can be carried out smoothly so that there is an increase in the knowledge of both cadres and the community, the performance of cadres in conducting education and posyandu services is included in the very good category, there is an increase in the quality of implementation of posyandu activities so that it also raises awareness and motivation of the community in participating in posyandu. It is hoped that the activity will continue to create stunting care cadres who can indirectly contribute to efforts to prevent stunting in toddlers. Abstrak: Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. Prevalensi balita stunting provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan data hasil survei status gizi Indonesia tahun 2022 sebesar 24,6% dan pada kota Banjarmasin sebesar 22,4%. Perlu dilakukan kegiatan Pemberdayaan Kader Posyandu Bina Sejahtera dalam Pencegahan dan Pengendalian Stunting melalui pendekatan kesehatan Ibu dan Anak di Kelurahan Sungai Lulut. Beberapa kegiatan diantaranya Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader melalui Pendidikan dan pelatihan, pemberian hibah antropometri kit sebagai penunjang kegiatan posyandu, penilaian performa kader terkait edukasi dan pelayanan kepada masyarakat oleh kader. Kegiatan dapat dilaksanakan dengan lancar sehingga terjadi peningkatan pengetahuan baik kader maupun masyarakat, performa kader dalam melakukan edukasi dan pelayanan posyandu termasuk dalam kategori sangat baik, terjadi peningkatan kualitas pelaksanaan kegiatan posyandu sehingga juga menimbulkan kesadaran dan motivasi masyarakat dalam mengikuti posyandu. Kegiatan diharapkan terus berlanjut sehingga tercipta kader peduli stunting yang secara tidak langsung dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan terjadinya stunting pada balita.
Formulasi dan Uji Stabilitas Sediaan Face Mist Anti Jerawat Ekstrak Bunga Melati (Jasminum Sambac L): Formulation and stability test of anti-acne face mist preparations of jasmine flower extract (Jasminum sambac L) Aspia, Noor; Malahayati, Siti; Oktaviannoor, Husda
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7231

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit yang disebabkan oleh bakteri yang mengakibatkan peradangan serta jerawat juga seringkali muncul akibat adanya kelebihan produksi minyak. Sediaan anti jerawat yang ada di pasaran mengandung bahan kimia sintesis dengan efek samping lebih besar dibandingkan dengan bahan herbal. Oleh sebab itu, diperlukan senyawa alternatif yang memiliki efek samping lebih kecil serta dapat mengobati jerawat, yaitu dengan menggunakan bahan-bahan alami dari tanaman atau tumbuhan, salah satunya tumbuhan yang memiliki aktivitas sebagai anti jerawat adalah tanaman bunga melati (Jasminum sambac L). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh stabilitas sediaan face mist ekstrak bunga melati sebagai anti jerawat. Metode penelitian ini menggunakan Quasy Experimental Design. Hasil penelitian menunjukkan sediaan face mist ekstrak bunga melati (Jasminum sambac L) dengan variasi konsentrasi gliserin menunjukkan memiliki perbedaan terhadap organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar semprot dan waktu kering. Simpulan dari ketiga formula tersebut dalam pembuatan sediaan face mist ekstrak bunga melati dengan variasi konsentrasi gliserin dari hasil semua siklus pada uji cycling test mendapatkan hasil evaluasi fisik dan kimia yang tidak stabil. Hasil statistik menunjukkan bahwa variasi konsentrasi gliserin memiliki pengaruh terhadap stabilitas fisik dan kimia.
Formulasi Nanoemulsi Ekstrak Bunga Melati (Jasmine sambac L.) dengan Teknik Self Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Sebagai Anti Jerawat: Nanoemulsion Formulation of Jasmine Flower Extract (Jaminum sambac L.) Using Self Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Technique as an Anti Acne Malahayati, Siti; Nastiti, Kunti; Audina, Mia; Noval, Noval
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7236

Abstract

Acne vulgaris atau jerawat merupakan masalah kulit berupa infeksi dan peradangan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Propionibacterium acne. Ekstrak bunga melati mampu menghambat pertumbuhan bakteri, namun pada sediaan krim tidak menunjukkan adanya daya hambat terhadap bakteri, sehingga perlu pengembangan formula dalam bentuk sediaan nanoteknologi yaitu nanoemulsi yang dibuat dalam sistem penghantaran obat Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas anti jerawat dan stabilitas sediaan, sehingga didapatkan formula yang optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan memformulasikan ekstrak bunga melati menjadi sebuah sediaan SNEDDS. Evaluasi yang dilakukan yaitu uji stabilitas, turbiditas, emulsification time, karakterisasi nanoemulsi, pH, dan uji aktivitas antibakteri. Hasil Penelitian diperoleh 5 formulasi yang memiliki stabilitas yang stabil, dilakukan evaluasi uji tubiditas F5 mendekati 100%, ukuran partikel paling kecil F8 dan paling besar F5, nilai zeta potensial F4 dan F8 memenuhi persyaratan, uji pH F1 memenuhi persyaratan, uji emulsification time dan uji indeks polidispersitas semua formulasi memenuhi persyaratan, serta formula yang memiliki daya hambat terbesar F5. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa formulasi 5 merupakan formulasi yang optimal dapat menghambat pertumbuhan bakteri P. acne.
Uji Stabilitas dan Efektivitas Formulasi Serum Gel Ekstrak Bunga Melati (Jasmine sambac (L)) Sebagai Anti Jerawat: Stability and Effectiveness Test of Serum Gel Formulation of Jasmine Flower Extract (Jasmine sambac (L)) as an Anti Acne Malahayati, Siti; Kurniawati, Darini; Novianty, Nadya; Noval, Noval
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7822

Abstract

Acne vulgaris atau yang biasa disebut jerawat merupakan masalah kulit berupa infeksi dan peradangan pada unit pilosebasea. Salah satu alternatif terapi yang sudah terbukti efektif untuk mengatasi jerawat berdasarkan uji pra klinik adalah bunga melati putih. Ekstrak bunga melati putih (Jasminum sambac l.) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil stabilitas dan efektivitas formulasi sediaan serum gel ekstrak bunga melati sebagai anti jerawat. Metode yang digunakan dengan cara membuat konsentrasi ekstrak bunga melati yang berbeda-beda yaitu 12%, 13,5% dan 15% kemudian ketiga formula ini akan dilakukan uji efektivitas formula menggunakan nutrient agar dengan bakteri jerawat yaitu Propionibacterium acne, kemudian dilakukan uji stabilitas menggunakan metode stabilitas dipercepat dimana uji stabilitas dilakukan sebelum dan sesudah penyimpanan dengan suhu 40±20C dan RH 75% ± 5% menggunakan Climatic Chamber selama selama 30 hari dimana tiap sebelum dan sesudah penyimpanan dilakukan evaluasi yang meliputi uji pH, uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya lekat, uji daya sebar, uji viskositas. Hasil yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan metode Paired T-Test Hasil penelitian dari uji aktivitas antijerawat diperoleh hasil ekstrak bunga melati termasuk kategori antibakteri yang kuat. Hasil evaluasi pada semua formulasi memenuhi persyaratan uji pH, daya lekat, dan viskositas. Pada uji daya sebar formula 2 dan 3 memenuhi persyaratan, tetapi pada formula 1 tidak memenuhi persyaratan. Berdasarkan hasil penelitian formula 3 merupakan formula yang paling optimal dengan konsentrasi 15%.
Formulasi dan Stabilitas Sediaan Sabun Cair Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Sebagai Antiseptik: Formulation and Stability Test of Liquid Soap Preparation of Lime Peel Extract (Citrus Aurantifolia) as an Antiseptic Sari, Putri Indah; Malahayati, Siti; Kurniawati, Darini
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9007

Abstract

Antiseptik merupakan bahan atau zat yang mampu melindungi tubuh dari bakteri atau kuman yang menempel pada kulit. Oleh karena itu, diperlukan sediaan pembersih kulit serta dapat melindungi kulit dari paparan bakteri atau kuman yaitu sediaan sabun cair ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) memiliki kandungan senyawa flavonoid yang tinggi yang berfungsi sebagai antiseptik. Kelebihan dari sabun cair yaitu lebih higienis dan mudah dibawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang ideal dan stabilitas yang baik dari sediaan sabun ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Penelitian ini menggunakan metode Quasy Experimental Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji organoleptis menghasilkan sabun cair warna jingga, aroma khas jeruk dan tekstur cair. Uji homogenitas semua formula dinyatakan homogen. Uji pH pada semua formula memenuhi persyaratan 4,5-5,5. Uji viskositas pada semua formula memenuhi persyaratan 400-4000 cPs. Uji tinggi busa semua formula memenuhi persyaratan 7-22 cm. Uji bobot jenis semua formula memeuhi persyaratan 1,01-1,10 g/ml. Uji asam lemak bebas semua formula memenuhi persyaratan mekasimal 0,14%. Simpulan dari ketiga formulasi tersebut yaitu formula yang ideal dan stabil terdapat pada formula I berdasarkan hasil data statistik dan evaluasi fisikokimia.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etil Asetat Daun Maritam (Nephelium Ramboutan-ake Leenh) Terhadap Pertumbuhan Salmonella typhi: Antibacterial Activity Test Of Maritam Leaf Ethyl Acetate Extract (Nephelium Ramboutan-ake Leenh) Against Salmonella typhi Bacteria Rachman, Muhammad Rezki; Darsono, Putri Vidiasari; Malahayati, Siti
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9015

Abstract

Mengetahui efektivitas antibakteri ekstrak etil asetat daun maritam (Nephelium Ramboutan-ake Leenh) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella tyhpi.Jenis penelitian yang digunakan adalah True Experimental dengan desain penelitian Posttest-only Control Group. Skrining aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat daun maritam (Nephelium Ramboutan-ake Leenh) terhadap Salmonella typhi menggunakan metode difusi sumuran dan penentuan Konsentrasi Hambat Minimum dan Konsentrasi Bunuh Minimum menggunakan metode dilusi kemudian dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis Test dan Mann Whitney Test. Ekstrak etil asetat daun maritam (Nephelium Ramboutan-ake Leenh) menunjukan adanya aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi dengan diameter zona hambat sebesar 15,21 mm kategori Intermediate dan nilai KHM pada konsentrasi 75%. Hasil analisis statistik menunjukan terdapat perbedaan bermakna dengan p value 0,004 pada Kruskal-Wallis Test dan pada Man Whitney Test menunjukan p value 0,025. Ekstrak daun maritam (Nephelium Ramboutan-ake Leenh) tidak memiliki kemampuan daya bunuh terhadap Salmonella typhi.
N Nilai SPF (Sun Protection Factor) Dan Evaluasi Fisik Sediaan Hair Conditioner Ekstrak Etanol Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) Sebagai Sun Protection Bila, Widi Salsa; Audina, Mia; Rahmadani, Rahmadani; Malahayati, Siti
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.416

Abstract

Background: Hair is a characteristic appearance. Hair and scalp problems can occur due to exposure to sunlight in the form of ultraviolet (UV) rays. Hair conditioner made from natural ingredients which are rich in antioxidants can solve problems and protect hair from sun exposure. Rosella is one of the plants rich in anthocyanins as antioxidants which can stimulate hair growth by relaxing the muscles in the blood vessels in the hair follicles which facilitate a constant supply of blood with nutrients to the hair follicle cells. Objective: Observing and analyzing the effect of roselle flower ethanol extract with a concentration of 5%, 10%, 15% in hair conditioner preparations as sun protection on the evaluation of SPF (Sun Protection Factor) and physicochemical evaluations. Methods: This study used a one shot case study design. Hair conditioners are formulated with different concentrations of the active substance ethanol extract of rosella flowers, namely 5%, 10% and 15%. The evaluation included organoleptic, homogeneity, pH, viscosity, cream type and in vitro SPF activity test. Data were analyzed using one way ANOVA. Results: The results of the study showed that the variation of the active substance affected the differences in the results of the physical evaluation on the pH and viscosity test, as well as the SPF activity test. Based on the statistical results of one way ANOVA, the results obtained were <0.05, meaning that there was an effect of variations in the concentration of the active substance of the ethanol extract of rosella flowers on testing pH, viscosity and SPF activity on hair conditioner preparations. Conclusion: The results of the activity testing and phsycochemical  Evaluation in rosella flowers extraxt hair conditioner formulation showed significant differences in the results from the effect of variations in the active substance.  
E Evaluasi dan Uji Aktivitas Formulasi Sediaan Peel-Off Mask Anti Jerawat Ekstrak Batang Brotowali (Tinospora crispa L.) : Evaluasi dan Uji Aktivitas Formulasi Sediaan Peel-Off Mask Anti Jerawat Ekstrak Batang Brotowali (Tinospora crispa L.) Amelia, Norrahmi; Malahayati, Siti; Melviani, Melviani; Noval, Noval
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.419

Abstract

Background: Facial skin care for acne treatment is better formulated in topical form, this is due to the duration of the active substances that interact with the skin. One dosage form is a peel-off mask with active substances brotowali stems which contain flavanoids, tannins, alkaloids as antibacterial causes acne. Objective: Analyzing the effect of variations in the concentration of brotowali stem extract (Tinospora crispa L.) on physicochemical evaluation and antibacterial activity of optimal anti-acne peel-off mask preparation formulations Methods: The research method used is True Experimental with a posttest only control group design research design. Make peel-off mask formulations with variations in extract concentrations of 20%, 30%, and 40%. The evaluation then includes organoleptis, homogeneity, dispersion, adhesion, dry time, pH, viscosity, and antibacterial activity tests, statistically analyzed using One Way ANOVA Results: Qualify in the organoleptis test is formula II (30%) and III (40%), the dispersion test is formula I (20%) and II (30%) with a p-value of 0.022, the adhesion test of all formulations with a p-value of 0.014, the dry time test of all formulations with a p-value of 0.000, the pH test is formula I (20%) with a p-value of 0.000, the viscosity test is formula II (30%) with a p-value of 0.000. The diameter of the formula's third inhibitory zone against propionibacterium acnes was 8.61mm ± 0.19 respectively; 14.31mm ± 3.88, and 15.54mm ± 4.80 with a p-value of 0.012 Conclusion: Variations on concentration of brotowali stem extract have an influence on physicochemical evaluation and antibacterial activity, the most optimal formulation is formulation II (30%)
F Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Essence Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) Sebagai Anti Jerawat: Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Essence Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) Sebagai Anti Jerawat Dewi, Sinta; Malahayati, Siti; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.425

Abstract

Background: Piper betel leaf extract has antibacterial activity against P.acnes because it contains tannins, flavonoids, alkaloids, and terpenoid compounds. Objective: The purpose of this study is to formulate piper betel leaf extract in the form  of essence that meets the requirements of physical quality and has antibacterial activity against P.acnes. Methods:  This study uses true experimental method  and well diffusion method for antibacterial test. The essence preparation was  made with 3 different extract concentrations (concentrations of 5%, 10%, and 20%), then a physical evaluation was carried out and then the formulation was tested for antibacterial activity against P.acnes. The data obtained were statistically analyzed ANOVA with a significance value of 0.05. Results: The results showed that  the essence preparation  had a yellowish-brown to dark brown color, liquid form and characteristic smell of betel leaves with a pH of 5.4-5.5, homogeneous preparation, viscosity 324-463, dispersion power 9.74 mm-11.62mm, and in antibacterial activity tests showed the ability to inhibit the growth of P.acnes bacteria  by having inhibitory power that was categorized as strong. Conclusion: The results of the physical evaluation and the results of the antibacterial activity test for essence preparations had a significant effect on variations in extract concentrations because the p-value was <0.05. Based on the evaluation results, all formulas met the specifications, and the most optimal was formula II