Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENYULUHAN KANDUNGAN KAFEIN BUBUK KOPI YANG DIPEROLEH DARI SIDIKALANG Supartiningsih, Supartiningsih; Maimunah, Siti; Chandra, Devina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sidikalang merupakan salah satu penghasil kopi di Indonesia. Tanaman kopi jenis arabica yang terdapat di Kota Sidikalang ada dua jenis yaitu dengan batang tinggi dan batang rendah. Kopi memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti menstimulasi susunan syaraf pusat, dengan efek menghilangkan rasa letih, mengantuk dan juga meningkatkan daya konsentrasi. Namun pada penggunaan kafein secara berlebihan dapat menimbulkan debar jantung, gangguan lambung dan tangan gemetar. Kadar kafein dalam kopi yang beredar di pasaran berbeda-beda, karena adanya campuran bahan lainnya. Untuk itu, badan standarisasi nasional (BSN) telah menetapkan standar untuk kadar kafein dalam bubuk kopi yaitu 0,455%-2% b/b (SNI 01- 3542-2004), sehingga jika ada kopi yang mengandung kadar kafein yang tinggi perlu dilakukan dekafeinasi, untuk menekan aktivitas kafein di dalam tubuh. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan informasi kadar kafein dari bubuk kopi yang berasal dari kota Sidikalang. Hasil kegiatan pelaksanaan program pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan kandungan kafein kopi yang diperoleh dari kota Sidikalang, memiliki kadar kafein memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia yang aman untuk dikonsumsi dan berkhasiat dalam meningkatkan kesehatan. Kesimpulan bahwa penyuluhan terlaksana sesuai pelaksanaan dan rencana, mendapat sambutan yang baik dari para guru dan siswa SMA N 17 MEDAN. Masyarakat sekitar mendapatkan informasi serta pengetahuan dan menerapkan informasi tersebut bagi keluarga.
EDUKASI KEPADA MASYARAKAT JL. KAPTEN MUSLIM MEDAN HELVETIA PENTINGNYA VITAMIN C UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS DIMASA PANDEMI COVID-19 Suryani, Monica; Chandra, Devina; Fitri, Raissa
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Sebagian besar orang yang tertular COVID-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa penanganan khusus. Namun, sebagian orang akan mengalami sakit parah dan memerlukan bantuan medis. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat pentingnya vitamin C untuk meningkatkan imunitas dimasa pandemic Covid-19 saat ini. Hasil kegiatan pelaksanaan program pengabdian masyarakat dalam bentuk memberikan edukasi dan sosialisasi pentingnya vitamin C untuk meningkatkan imunitas dimasa pandemic Covid-19. Kesimpulan kegiatan ini membawa dampak dan pengaruh yang baik terhadap pengetahuan masyarakat untuk menyadari bahaya Covid-19 dan pentingnya menjaga kesehatan dengan mengonsumsi vitamin C agar meningkatkan imunitas. Sosialisasi terlaksana sesuai pelaksanaan dan rencana, mendapat sambutan yang baik oleh masyarakat Jl. Kapten Muslim, Kelurahan Medan Helvetia.
Pengetahuan Dagusibu Untuk Siswa SD 056024 Balai Gajah Chandra, Devina; Fitri, Raissa
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan yang baru dapat timbul dari kurangnya pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat. Minimnya pengetahuan tentang obat di masyarakat dimulai dengan pemberian pengetahuan sejak dini pada siswa sekolah dasar karena mereka yang nantinya akan menjadi remaja dan mengurangi penyalahgunaan obat di masyarakat seperti yang saat ini banyak sekali terjadi pada siswa sekolah menengah atas ataupun mahasiswa. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk pengenalan tentang obat sejak dini tentang obat kepada siswa Sekolah Dasar. Peningkatkan pengetahuan masyarakat akan obat, sehingga tim Dosen Universitas Sari Mutiara melakukan edukasi mengenai Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang (DAGUSIBU). Metode kegiatan ini melibatkan anak-anak sekolah di SD Negeri 056024 Balai Gajah adalah ceramah, pembagian leaflet, dan tanya jawab. Ceramah yang disajikan dalam bentuk presentasi power point, pembagian leaflet dalam bentuk brosur dilanjutkan dengan sesi diskusi atau tanya jawab tentang DAGUSIBU. Hasil dari kegiatan ini adalah SD Negeri 056024 Balai Gajah mendapatkan edukasi terkait DAGUSIBU (dapatkan, gunakan, simpan, dan buang).
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT FAKULTAS FARMASI DAN ILMU KESEHATAN USM-INDONESIA DALAM MEMANFAATAN DAUN ALPUKAT (Persea americana Mille) MENJADI SHAMPO ANTIKETOMBE DAN ANTIJAMUR Chandra, Devina; Silitonga, Evawani Martalena; Tarigan, Frida Lina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shampo merupakan salah satu bentuk produk perawatan rambut yang paling umum digunakan untuk membersihkan rambut dan kulit kepala dari kotoran maupun minyak yang menempel. Daun alpukat mengandung senyawa flavonoid, tanin dan kuinon. Tanin, sebagai zat pewarna akan menimbulkan warna cokelat atau kecokelatan. Kandungan daun alpukat antara lain saponin, alkaloid, flavonoid, polifenol, quersetin yang bersifat antiradang dan antibakteri. Tujuan penyuluhan ini untuk memberikan informasi dalam memanfaatkan daun alpukat menjadi shampo antiketombe dan antijamur. Hasil pelaksanaan ini pada masyarakat dalam bentuk informasi dan edukasi memanfaatkan daun alpukat menjadi shampo yang penggunaanya lebih sederhana.
Penyuluhan akan Pengolahan Chamomile menjadi Teh Kantong Kemasan sebagai Antioksidan Chandra, Devina; Ritonga, Ahmad Hafizullah; Manik, Tumpak Rudi Aman
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penduduk Indonesia kurang meminati teh herbal karena kurangnya pengetahuan terutama tentang khasiatnya, cara pengolahan yang tepat, adanya aroma dan rasa pahit atau hambar (tidak berasa) yang biasa muncul dari teh herbal serta kemasan yang kurang praktis dan menarik. Chamomile, mempunyai manfaat untuk mengurangi rasa cemas dan mengatasi insomnia, kandungan flavonoid pada chamomile juga berperan sebagai antioksidan yang dapat mengurangi risiko terkena beberapa penyakit, seperti penyakit kardiovaskular, kanker, dan lainnya. Kegiatan Pengabdiaan kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan penyuluhan kepada masyarakat terkait pengolahan teh celup kemasan dari tanaman herbal Chamomile yang memiliki cita rasa aroma yang nikmat sebagai antioksidan alami. Pada kegiatan Pengabdiaan kepada Masyarakat ini dilakukan dengan metode yaitu penyuluhan akan pengolahan chamomile menjadi teh kantong kemasan sebagai antioksidan dalam bentuk pemberikan informasi dan edukasi menggunakan power point. Setelah melaksakan kegiatan pelatihan ini, masyarakat memahami cara melakukan pengolahan chamomile menjadi teh kantong kemasan yang dapat digunakan sebagai antioksidan alami.
PENYULUHAN MANFAAT BUAH MELON ORANYE (Cucumis Melo L.) YANG MENGANDUNG VITAMIN C SEBAGAI MASKER UNTUK MENCEGAH PENUAAN DINI Chandra, Devina; Purba, Sondang; Marbu, Eva Diansari
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah melon oranye merupakan buah yang memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Vitamin C pada buah melon berfungsi sebagai antioksidan. Senyawa antioksidan dapat digunakan untuk menangkal radikal bebas yang merusak jaringan kulit dan dapat menyebabkan penuaan dini. Masker merupakan salah satu jenis kosmetik perawatan yang cukup terkenal dan banyak digunakan. Manfaat masker adalah untuk mengangkat sel kulit mati, mengencangkan kulit,menghaluskan kulit, mencerahkan kulit dan meningkatkan metabolisme sel kulit. Hasil kegiatan Pelaksanaan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan manfaat buah melon oranye (Cucumis melo L.) yang mengandung vitamin C sebagai masker untuk mencegah penuaan dini. Buah melon oranye (Cucumis melo L.) dapat digunakan sebagai masker alami karena memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan untuk mencegah radikal bebas yang menyebabkan penuaan dini.
PENYULUHAN PENGGUNAAN KOSMETIK SEDIAAN NANOKRIM DAUN KATUK (Sauropus androgynus L. Merr.) UNTUK MELEMBABKAN KULIT Chandra, Devina; Suharyanisa; Aman Manik, Tumpak Rudi
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kosmetik merupakan bahan atau sediaan yang digunakan pada tubuh manusia untuk melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik, salah satunya memelihara kesehatan kulit untuk selalu menjaga kelembaban kulit. Nanokrim merupakan sediaan semisolid dengan bentuk sediaan nanokrim juga lebih mudah digunakan dan penyebaran pada kulit juga mudah, serta nyaman. Katuk (Sauropus androgynus) merupakan tumbuhan sayuran yang banyak dijumpai. Daun katuk memiliki senyawa metabolit sekunder seperti steroid, polifenol, flavonoid berfungsi sebagai antioksidan alami, selain itu daun katuk dapat digunakan sebagai pelembab kulit, vitamin A, B, dan vitamin C yang sangat tinggi yang dapat membentuk kolagen. Tujuan penyuluhan ini untuk memberikan pemanfaatan daun katuk sebagai sediaan Nanokrim. Hasil pelaksanaan ini pada masyrakat dalam bentuk informasi dan edukasi pemanfaatan daun katuk sebagai sediaan Nanokrim. Setelah melaksakan kegiatan pelatihan ini, masyarakat lebih mengetahui bahwa Daun katuk yang selama ini hanya dijadikan sebagai sayur-sayuran ternyata sangat bagus buat kecantikan salah satunya sebagai pelembab kulit.
PENETAPAN KADAR KAFEIN DARI BUBUK KOPI YANG DIPEROLEH DARI KOTA SIDIKALANG SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV Maimunah, Siti; Supartiningsih, Supartiningsih; Chandra, Devina
Jurnal Farmanesia Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v8i1.2782

Abstract

Coffee has many health benefits, such as stimulating the central nervous system, with the effect of relieving fatigue, drowsiness, and also in creasing concentration power. How ever, excessiveuse of caffeine can cause heart palpitations, stomachdi sorders, and shaking hands. Caffeine levels in coffee circulating in the market vary, dueto a mixtureofotheringredients. For this reason, the National Standardization Agency (BSN) has set a standard for caffeine content in coffeepowder, whichis 0.455%-2% w/w (SNI 01-3542-2004), so that if there is coffee containing high levels of caffeine, it needs to be decaffeinated. tosuppresstheactivityofcaffeine in thebody. The purpose of this study was to determine the caffeine content of Arabica coffee powder and Robusta coffee. The samples determined were 2 types of arabica coffee powder, namely those obtained from high stems and low stems, and 1 robusta coffee powder. Sampling was carried out purposively, and as says were determined using ultraviolet spectrophotometry after extraction using chloroform. The results showed that the caffeine content of high-stem Arabica coffee powder was 1.675% (16.75mg/g), low-stemmed 0.546% (5.462 mg/g), and 0.818% (8.18mg/g) of Robusta coffeegrounds. In conclusion, the caffeine levels of the three samples determinedmet the requirements of the Indonesian National Standard.
KARAKTERISASI DAN SKRINING FITOKIMIA SERTA ANALISIS FLAVONOID DARI BUAH MENGKUDU (Morindacitrifolia L) SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Sitorus, Panal; Suharyanisa, Suharyanisa; Chandra, Devina; Nurbaya, Siti; Sitanggang, Berton
Jurnal Farmanesia Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v8i2.2793

Abstract

Noni fruit (Morindacitrifolia L.) is a medicinal plant that is well known by the people in Indonesia. Noni is efficacious as an immune enhancer, normalizes blood pressure, anti-cancer, analgesic, diabetes mellitus, heart disease, stroke, antimicrobial. To know the characteristics of simplicia and the class of compounds from the noni fruit as well as to analyze the flavonoid compounds contained in the noni fruit using the thin layer chromatography method. The flavonoid compounds were extracted by maceration using ethanol solvent and then the ethanol extract was tested by thin-layer chromatography using 1% HCl mobile phase and spotting with 1 N H2SO4 reagent and methanol pa (1: 1% v/v). Result of simplicia characterization of fruit Noni, obtained 1.32% water content, 38.41 % water soluble extract content, 16.7% ethanol soluble extract content, 6.09% total ash content, and 0.45 acid insoluble ash content. %. Noni fruit simplicia contains chemical compounds of alkaloids, tannins, flavonoids, triterpenoids/steroids, anthraquinones, saponins with phytochemical screening tests. The value of Rf from the analysis of noni fruit flavonoid compounds using the Thin Layer Chromatography method with 3 repetitions is 0.75; 0.68 and 0.62. This indicates the presence of flavonoid compounds in the noni fruit.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN KULTUR SEL CHO (Chinase Hamster Ovarium) PADA PEMBUATAN OBAT TRASTUZUMAB DI PT. BIO FARMA Silitonga, Maringan; Chandra, Devina; Fitri, Raissa; Nanda, Farahlina
Jurnal Farmanesia Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v9i1.3431

Abstract

This study examines what factors can affect the growth of CHO cell cultures which are often used in biological and medical research and commercially in the production of therapeutic proteins. The purpose of this study was to determine whether CHO cells were able to grow and reproduce with the process flow and manufacturing method of drug preparations in accordance with the requirements of the applicable legislation. The workings of this research are divided into two stages, namely the microbiological stage and the biotechnology stage. The microbiological stage begins with making a working culture, then purification is carried out for culture rejuvenation, harvesting, cell culture breakdown, and purification of target cells. At the biotechnology stage, protein measurements were carried out, Optical Density 600 observations, polyacrylamide gel SDS electrophoresis, and gel electrophoresis staining.