Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

OPTIMASI FORMULA LIPOSOM EKSTRAK ETANOL KULIT MARKISA UNGU (Passiflora edulis Sims) DENGAN METODE DESAIN FAKTORIAL Chandra, Devina; Suryani, Monica; Tandiono, Steven; Pasaribu, Yusuf Gunawan
Jurnal Farmanesia Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v10i1.4586

Abstract

Penghantaran obat mempengaruhi efek obat dalam tubuh menuju organ target, oleh karena itu diperlukan suatu sistem penghantaran obat seperti liposom. Pada pembuatan sediaan liposom membutuhkan optimasi formula pada lecithin dan kolesterol yang merupakan komponen utama pembuatan liposom. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui formula liposom yang optimal dengan variasi lecithin dan kolesterol yang mempunyai efek paling bagus. Penelitian diawali dengan penyiapan dan identifikasi kulit markisa ungu, dilanjutkan dengan memformulasikan menjadi sediaan liposom, serta uji evaluasi mutu liposom. Hasil organoleptik menunjukkan kombinasi lecithin dan kolesterol bentuk cair dengan warna coklat pada F1(4000:40 mg) dan berwarna coklat muda pada F2 (4000:80 mg), F3 (7000:40 mg), dan F4 (7000:80 mg). Uji mutu liposom ekstrak kulit markisa ungu memiliki persentase efisiensi penjerapan yaitu 87,24, 80,45, 87,65, dan 80,74%; nilai ukuran partikel yaitu 733,31; 476,78; 157,03; dan 229,91 nm; nilai viskositas yaitu 1,67; 3,30; 3,79; dan 11,46 cPs; nilai daya sebar yaitu 8,83; 9,46; 8,43; dan 7,93 cm; nilai pH yaitu 5,53; 5,83; 5,56; dan 5,86. Kesimpulan pada penelitian ini didapatkan formula yang optimal pada sediaan liposom ekstrak kulit markisa ungu dengan perbandingan lecithin 7000 mg dan kolesterol 40 mg; serta F3 memiliki efek paling bagus mendekati prediksi mutu formula liposom yang optimal.
FORMULASI SEDIAAN HAND SANITIZER GEL DARI EKSTRAK ETANOL GOJI BERRY (Lycium barbarum L.) Chandra, Devina; Suryani, Monica; Tandiono, Steven; Wahyuni, Sri
Jurnal Farmanesia Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v9i2.4607

Abstract

Hand sanitizer merupakan produk pembersih tangan yang banyak digunakan masyarakat, karena cara pemakaiannya yang praktis. Penelitian inimencari alternatif untuk mengurangi penggunaan alkohol dengan cara memakai bahan alam yang lebih aman seperti ekstrak etanol goji berry (Lycium barbarum L.), karena goji berry memiliki kandungan flavonoid yang sangat tinggi sehingga dapat membunuh dan menghambat pertumbuhan  kuman. Tujuaan penelitian ini untuk mengetahui ekstrak etanol goji berry dapat dijadikan sebagai sediaan hand sanitizer gel yang memenuhi mutu fitokimia. Metode yang dilakukandalam penelitiaan ini meliputi, pembuatan ekstrak etanol goji berry dengan etanol 96%, yang selanjutnya diformulasikan menjadi sediaan hand sanitizer gel dengan konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 20%, dan dilakukan evaluasi mutu sediaan tersebut. Hasil dari pengujiaan evaluasi yang dilakukan terhadap kelima sediaan, yaitu uji organoleptis menunjukkan semakin tinggi konsentrasinya maka warna sediaan akan semakin pekat, bentuk semi padat dan aromanya berbau khas. Uji homogenitas ditunjukkan dengan tidak adanya butiran kasar pada sediaan. Uji daya sebar untuk F0 (6,23), F1(6,33), F2 (6,16), F3 (6,33), dan F4 (6,53) cm. Uji pH sediaan yang diperoleh F0 (6,5), F1 (5,9), F2 (5,1), F3 (4,2), dan F4 (4,0). Uji viskositas menunjukkan sediaan F0 (10.400), F1 (6.000), F2 (7.600), F3 (5.600), dan F4 (4.000) cPs, semua sediaan memenuhi persyaratan sesuai SNI. Uji iritasi menunjukkan semua sediaan memberikan hasil negative. Warna, bau, dan bentuk sediaan gel yang lebih disukai venalis adalah F2 dengan konsentrasi 10%, tetapi sediaan yang memenuhi standar untuk sediaan hand sanitizer gel adalah F1 dengan konsentrasi 5%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol goji berry dapat diformulasikan sebagai hand sanitizer gel dan memenuhi persyaratan evaluasi dan mutu fitokimia.
FORMULASI SEDIAAN BODY LOTION DARI EKSTRAK ETANOL BROKOLI (Brasica oleracea L. var.italica) SEBAGAI PELEMBAB KULIT Suryani, Monica; Chandra, Devina; Annisazikra, Cut
Jurnal Farmanesia Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v11i1.5565

Abstract

Tanaman Brokoli (Brassica oleracea l.var.italica) merupakan salah satu tanaman yang memiliki kesamaan dengan keluarga kubis kubisan lainnya. Brokoli mengandung air,protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, zat besi, vitamin (A,C,E tiamin, riboflamin, nikotinamid), beta karoten, glutation. Brokoli mengandung senyawa sianohidroksibutena (CBH) dan sulforafan yang merangsang pembentukan glutatin. Body Lotion merupakan sediaan kosmetika berbentuk emulsi cair yang digunakan pada daerah tangan dan tubuh dengan tujuan melembabkan dan melembutkan kulit. Mengandung senyawa flavonoid dan glucorophanin alami Brokoli (Brasica oleracea L. var.italica) dapat berkhasiat sebagai antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh. Ekstrak brokoli diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan entanol 96%. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk formula terbaik dari sediaan Body Lotion Ekstrak Brokoli. Bahan aktif  diambil dari ekstrak brokoli, dilakukan formulasi dengan konsentrasi yaitu 3%, 5%, dan 7%. Dilakukan evaluasi sediaan untuk mendapatkan formula yang terbaik meliputi pengamatan Uji Homogenitas, Uji pH, Uji Daya Sebar, Uji Organoleptis, Uji iritasi, Uji kesukaan dan Uji Viskositas.  Hasil dari penelitian menunjukan formula yang terbaik dari sediaan Body Lotion Ekstrak Brokoli konsentrasi 7% adalah F3 berbentuk kental; hijau kecoklatan, pH 7,90; daya sebar 6,9 cm; tidak iritasi; stabil pada suhu ruangan, dan homogen.
FORMULASI SEDIAAN SABUN CAIR EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens) SEBAGAI ANTIJAMUR TERHADAP JAMUR Candida albicans Thaib, Cut Masyithah; Chandra, Devina; Anggraini, May
Jurnal Farmanesia Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v11i2.5799

Abstract

Latar belakang: Keanerakaman tanaman obat dindonesia menjadi potensi besar dalam bidang kesehatan dan industri farmasi salah satunya tanaman obat sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.), termasuk tanaman perdu yang tersebar luas di negara Asia. Tanaman ini memiliki kandungan senyawa flavonoid, sterol tak jenuh, triterpenoid, polifenol, saponin, steroid, asam klorogenat, asam kafeat, asam vanilat, asam para kumarat, asam para hidroksi benzoate, dan minyak atsiri (Uthia, et al., 2020). Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak etanol daun sambung nyawa dan minyak zaitun dapat di formulasikan menjaadi sabun cair yang memenuhi standar dan memiliki aktifitas antijamuri terhadap bakteri  Candida albicans. Metode: ini merupakan penelitian eksperimental, dengan mengekstraksi menggunakan pelarut etanol  dan dibuat sediaan sabun cair dengan konsentrasi 2%, 4%, dan 6%. Sediaan dievaliasi  pH, viskositas, dan daya busa. Kemudian diuji Aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Hasil: Hasil evaluasi sediaan sesuai dengan SNI. Uji aktivitas antijamur sabun mandi cair ekstrak daun sambung nyawa terhadap jamur Candida albicans pada konsentrasi 2% menunjukkan diameter zona hambat 13,23 mm, konsentrasi 4% zona hambat 14,36 mm, konsentrasi 6% zona hambat 19,43 mm. Ekstrak daun sambung nyawa dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan sabun mandi cair yang memenuhi kriteria SNI serta memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur Candida albicans Kesimpulan: Ekstrak etanol daun sambung nyawa (Gynura procumbens) dapat diformulasikan sebagai sediaan sabun mandi cair.Sediaan sabun mandi cair ekstrak etanol daun sambung nyawa(Gynura procumbens) memenuhi persyaratan evaluasi sediaan yang ditentukan. Sabun mandi cair ekstrak etanol daun sambung nyawa (Gynura procumbens) memiliki efektivitas antijamur Candida albicans. Dimana pada sediaan sabun mandi cair ekstrak etanol daun sambung nyawa yang memiliki aktivitas antijamur yang paling kuat pada Formulasi F3 ( konsentrasi 6%) zona hambat rata-rata sebesar 19,43 mm, mendekati kategori "kuat".
FORMULASI SEDIAAN PERONA PIPI (BLUSH ON) BENTUK STICK EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MELINJO MERAH (GNETUM GNEMON L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Suryani, Monica; Chandra, Devina; Tandiono, Steven; Ariani, Ananda
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.47708

Abstract

Blush on merupakan salah satu sediaan kosmetik dekoratif yang digunakan untuk mewarnai pipi dengan sentuhan artistik sehingga dapat memberikan warna dan kesan indah pada wajah. Melinjo (Gnetum gnemon L.) merupakan salah satu tanaman biji-bijian yang hampir seluruh bagian tanamannya mempunyai manfaat. Salah satu bagian dari tanaman melinjo yang sering dimanfaatkan yaitu bagian kulit buahnya. Kulit melinjo merah mengandung senyawa flavonoid yang dapat dimanfaat kan sebagai pewarna alami. Flavonoid dapat dimanfaatkan sebagai pewarna pada sediaan Blush on stick. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Formulasi sediaan blush on stick ini terdiri dari beberapa komponen diantaranya kaolin,zink oksida, isopropil miristat, lanolin, natrium metabisulfit, carnaubawax, oleum rosae, talkum dan ekstrak kulit melinjo merah dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Sediaan Blush on stick yang mengandung ekstrak kulit buah melinjo merah memenuhi persyaratan mutu sediaan seperti memiliki bau, warna dan tekstur yang disukai panelis, tekstur yang halus dan komponen yang homogen, stabil pada penyimpanan selama 28 hari dengan suhu ruang, memiliki pH (5,22–5,94) yang sesuai dengan standar pH kulit wajah (4,5-6), dan memiliki titik lebur (62,1°–67,0°C) yang sesuai dengan kriteria SNI 16-479-1998 (50°-70°C). Uji terhadap sukarelawan yaitu uji iritasi dan uji kesukaan (Hedonic test) didapati hasil bahwa formulasi blush on stick dengan ekstrak etanol kulit melinjo merah tidak menyebabkan iritasi dan dari 4 konsentrasi yang paling disukai sukarelawan yaitu F3 dengan konsentrasi 15%. Hal ini dikarenakan semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan maka semakin pekat pula warna yang dihasilkan.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN SELF EMULSIFYING DRUG DELIVERY SYSTEM EKSTRAK ETANOL DAUN LEUNCA (SOLANUM NIGRUM L.) DENGAN VARIASI MINYAK SURFAKTAN DAN KOSURFAKTAN Chandra, Devina; Tampubolon, Manuppak Irianto; Priltiu, Natanael Priltiu; Berutu, Nesli y.f
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.47710

Abstract

Daun leunca memiliki kandungan flavonoid yang berfungsi sebagai agen antiinflamasi, Sehingga dapat disesuaikan sebagai zat aktif dalam sediaan Self Emulsifying Drug Delivery System (SEDDS). Pemberian SEDDS secara oral akan membentuk emulsi minyak dalam air berukuran mikrometer. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi surfaktan (Span 80) dan kosurfaktan (PEG 400) terhadap karakteristik fisik dan stabilitas SEDDS yang mengandung ekstrak etanol daun leunca. Penelitian ini melibatkan formulasi SEDDS dengan variasi konsentrasi surfaktan dan kosurfaktan, diikuti evaluasi karakteristik fisik seperti ukuran partikel dan viskositas, serta uji stabilitas selama penyimpanan. Hasil organoleptik menunjukkan semua sediaan (F1-F10) berbentuk cair sedikit kental dengan bau khas minyak zaitun. Uji homogenitas menunjukkan seluruh sediaan homogen. Waktu emulsifikasi memiliki deviasi standar (SD) 4,42 detik. Observasi stabilitas menunjukkan formula tetap cair dan sedikit kental selama pengamatan, dengan warna konsisten. pH sediaan 3,5. Formula yang memenuhi kriteria viskositas adalah, F6 (83,33 ± 12,47 cPs),. Ukuran partikel terbaik pada Formula 6, yaitu 0,41774 μm. Penelitian ini menunjukkan variasi konsentrasi surfaktan dan kosurfaktan mempengaruhi karakteristik fisik dan stabilitas SEDDS mengandung ekstrak etanol daun leunca.
FORMULASI SEDIAAN GEL, KRIM, GEL-KRIM EKSTRAK BIJI KOPI (Coffea arabica L.) SEBAGAI ANTISELULIT Chandra, Devina; Fitria
JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda) Vol. 2 No. 2 (2019): JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.266 KB)

Abstract

Biji kopi (Coffea arabica L.) mengandung senyawa kafein yang berkhasiat sebagai antiselulit dengan mekanisme mengurangi lipogenesis serta meningkatkan lipolisis. Biji kopi diekstraksi dengan cara maserasi dengan pelarut etanol 70%, ekstrak etanol biji kopi diformulasikan menjadi sediaan gel, krim, dan gel-krim. Prinsip pembuatan gel dengan proses dispersi, dimana ekstrak biji kopi didispersikan kedalam gelling agent carbopol ultrez 20 yang dikembangkan dalam medium air murni; krim dengan proses emulsifikasi, dimana emulgator berfungsi sebagai penurun tegangan antar muka fase minyak sehingga dapat bercampur dengan fase air; dan gelkrim melalui proses emulsifikasi terbentuk basis krim dan ditambahkan gelling agent. Dalam penelitian ini, bertujuan untuk memformulasi tiga bentuk sediaan, yaitu gel, krim, dan gel-krim kemudian diuji mutu fisikokimia. Ketiga bentuk sediaan yang terbentuk dievaluasi menghasilkan warna coklat-kehitaman (gel) dan coklat-susu (krim dan gel-krim), tekstur lembut, homogen, tidak terjadi pemisahan; nilai yield value 336,53±7,30-509,25±9,99 dyne.cm-2; nilai spreadiability 5,22±0,08-5,93±0,01 g.cm.s-1 ukuran globul (krim dan gel-krim) 28,52±1,09-34,27±0,39 µm; memiliki tipe M/A; nilai viskositas 50549,00±336,61-65426,00±8817,52 cPs; memiliki sifat alir tiksotropik; nilai pH 4,64±0,06-6,05±0,17.
PENGUJIAN PENETRASI IN-VITRO SEDIAAN GEL, KRIM, GEL-KRIM EKSTRAK BIJI KOPI (Coffea arabica L.) SEBAGAI ANTISELULIT Chandra, Devina
JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda) Vol. 3 No. 1 (2019): JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.048 KB) | DOI: 10.52943/jifarmasi.v3i1.207

Abstract

Biji kopi (Coffea arabica L.) mengandung senyawa kafein yang berkhasiat sebagai antiselulit dengan mekanisme mengurangi lipogenesis serta meningkatkan lipolisis. Biji kopi diekstraksi dengan cara maserasi dengan pelarut etanol 70%, ekstrak etanol biji kopi diformulasikan menjadi sediaan gel, krim, dan gel-krim. Prinsip pembuatan gel dengan proses dispersi, dimana ekstrak biji kopi didispersikan kedalam gelling agent carbopol ultrez 20 yang dikembangkan dalam medium air murni; krim dengan proses emulsifikasi, dimana emulgator berfungsi sebagai penurun tegangan antar muka fase minyak sehingga dapat bercampur dengan fase air; dan gelkrim melalui proses emulsifikasi terbentuk basis krim dan ditambahkan gelling agent. Dalam penelitian ini, bertujuan untuk memformulasi tiga bentuk sediaan, yaitu gel, krim, dan gel-krim kemudian diuji penetrasi in-vitro dengan menggunakan Sel Difusi Franz. Ketiga bentuk sediaan yang terbentuk memiliki pengaruh bentuk sediaan gel, krim, dan gel-krim pada uji penetrasi secara in vitro dengan metode Franz Diffusion Cell, yaitu jumlah kumulatif kafein terpenetrasi, persentase kafein terpenetrasi, dan fluks. Jumlah kumulatif kafein terpenetrasi sediaan gel, krim, dan gel-krim berturut-turut adalah 820,57; 575,33; dan 756,52 µg.cm-2. Fluks sediaan gel, krim, dan gel-krim berturut-turut adalah 102,57; 71,92; dan 94,57 µg.cm-2.jam-1.
PEMBUATAN LOTION PENGUSIR NYAMUK DENGAN MINYAK CYMBOPOGON CITRATUS DC. DAN MINYAK CYMBOPOGON NARDUS L. Suryani, Monica; Chandra, Devina; Fitri, Raissa; Nurbaya, Siti
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia hingga saat ini. Biasanya, orang memilih untuk menggunakan repellent cair atau bakar. Meski cukup efektif, obat nyamuk jenis ini berisiko karena mengandung bahan aktif Dietiltoluamida yang merupakan bahan kimia sintetik beracun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah minyak sereh wangi (Cymbopogon citratus DC.) dan minyak sereh wangi (Cymbopogon nardus L.) berfungsi sebagai pengusir nyamuk. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengujian dengan ±50 nyamuk yang dimasukkan ke dalam kotak uji dengan perlakuan Formulasi I (Minyak Upacara), Formulasi II (Minyak Upacara), dan Formulasi III (Minyak Sereh + Minyak Sereh). Pengujian diulang enam kali dengan waktu pengujian setiap 20 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata gigitan nyamuk pada Formula I adalah 1 kali. Formulasi II adalah 0,66 kali, dan Formulasi III adalah 0,5 kali. Kesimpulan dari penelitian ini adalah formulasi III kombinasi minyak sereh wangi (Cymbopogon citratus DC.) dan minyak sereh wangi (Cymbopogon nardus L.) memiliki aktivitas yang lebih baik sebagai penolak serangga.
Formulasi Sediaan Krim Ekstrak Akar Ginseng Amerika (Panax quinquefolius L.) Chandra, Devina; Fitri, Raissa; Priltius, Natanael; Zebua, Besti Eynzel
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ginsenoside dalam akar Ginseng Amerika (Panax quinquefolius L.) memiliki aktivitas antioksidan, yang penggunaannya lebih efektif dan efisien apabila diformulasikan menjadi sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol akar Ginseng Amerika dengan variasi konsentrasi ekstrak menjadi sediaan krim yang memiliki mutu fisikokimia. Metode penelitian ini diawali dengan melakukan penyererbukan simplisia akar Ginseng Amerika kemudian diekstraksi dengan metode meserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak kental. Formulasi sediaan krim ekstrak etanol akar Ginseng Amerika dengan konsentrasi 3, 5 dan 7% yang selanjutnya dilakukan pengujian mutu sediaan. Hasil pengujian organoleptik sediaan krim berwarna kuning muda, dengan bau khas akar ginseng, tekstur yang sangat lembut, homogen, tipe krim M/A,tidak menimbulkan iritasi dengan pH yang diperoleh 5,00-6,66, memiliki rentang daya sebar yang diperoleh 5,11-6,69cm, dan nilai viskositas dengan rentang yang diperoleh 4,300-6,900cPs. Hasil pengujian pH, daya sebar dan viskositas memenuhi persyaratan sesuai SNI. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa krim ekstrak akar Ginseng Amerika memenuhi mutu fisikokimia sediaaan krim.