Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga Untuk Kesehatan Masyarakat Tusshaleha, Lelie Amalia; Bimma H, Dedent Eka; Rahmat, Syamsul; Umboro, Recta Olivia; Ramdaniah, Putri; Yuliana, Depi; Apriani, Laili
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v1i2.413

Abstract

Tanaman obat keluarga merupakan tanaman yang secara sengaja ditanam manusia maupun tumbuh secara liar yang dapat dijadikan sebagai obat dalam rangka pemenuhan obat di kalangan masyarakat. Salah satu pilihan masyarakat untuk ditanam di lahan pekarangan dengan pertimbangan karena dapat dimanfaatkan untuk kesehatan adalah TOGA. Salah satu fungsi TOGA adalah sebagai sarana untuk mendekatkan tanaman obat kepada upaya- upaya kesehatan masyarakat meliputi upaya preventif (pencegahan), upaya promotif (meningkatkan atau menjaga kesehatan) dan upaya kuratif (penyembuhan penyakit). Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang tanaman obat yang ada di sekitar. Metode yang digunakan yaitu dengan penyampaian informasi ke individu secara langsung dengan door to door disertai pemeriksaan tekanan darah. Dari hasil sosialisasi yang telah dilakukan diperoleh bahwa masyarakat sudah memanfaatkan tanaman obat yang ada disekitar untuk mengobati penyakit mereka seperti mengonsumsi mentimun, jahe, seledri, jeruk nipis, jambu biji dan beberapa tanaman lainnya namun masyarakat masih belum mengetahui dengan baik tentang cara pengolahan tanaman obat tersebut dengan benar.
Identification of Secondary Metabolite Compounds from Melandean (Bridelian micrantha) Leaf Extract Bayani, Faizul; Kurniasari, Baiq Anting; Hamdani, Ade Sukma; Yuliana, Depi; Wahyuni, Ida; Mujaddid, Jamilul
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol. 11 No. 6 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v11i6.9879

Abstract

The Melandean plant or Bridelia micrantha (Hochst.) Baill is traditionally used by the community to treat various human diseases, such as poisoning, paralysis, digestive diseases, diabetes, syphilis, and other diseases. Bridelia micrantha is believed to have active chemical compounds in the form of secondary metabolites which are useful for treatment. This active chemical compound is contained in the roots, leaves, seeds, skin, stems, and fruit. Bridelia micrantha leaves were used as samples in this study to analyze the secondary metabolite compounds contained therein. Leaf extraction was carried out using 80% methanol solvent through a maceration process. Analysis was carried out qualitatively using the phytochemical screening test method and quantitatively using the thin layer chromatography test method. Based on the results of the phytochemical screening test carried out, it is known that Bridelia micrantha is positive for containing active compounds in the form of flavonoids, tannins, saponins, and alkaloids. The results of the thin layer chromatography (TLC) test showed that flavonoid compounds were found with an Rf value of 0.437, tannin compounds with an Rf value of 0.312, saponin compounds with an Rf value of 0.625, and alkaloid compounds with Rf values of 0.125, 0.187, 0.312 and 0.5.
Antioxidant Activity Analysis of Ethanol Extract from Melandean Leaves (Bridelia micrantha) Using the DPPH Assay Bayani, Faizul; Rahayu, Lale Budi Hutami; Rahayu, Supiani; Huaida, Nurul; Yuliana, Depi; Hulyadi, Hulyadi; Gargazi, Gargazi
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol. 12 No. 6 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v12i6.13855

Abstract

The increasing global prevalence of oxidative stress-related diseases such as cardiovascular disease, diabetes, and neurodegenerative disorders underscores the importance of developing effective antioxidant strategies. In this study, samples of ethanol extract from Bridelia micrantha (Melandean) leaves were used which were then evaluated using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) test, a method that is widely known for assessing free radical scavenging activity. The ethanol extract sample was obtained through maceration with a yield of 15.84%. Based on the DPPH test, it shows that the extract has dose-dependent inhibition of DPPH radicals, with a maximum inhibition of 66.13% at a concentration of 25 ppm. The IC50 value, calculated from regression analysis, confirmed the antioxidant potential of the extract, although it was less effective than that of vitamin C, which was used as a positive control. These findings suggest that Bridelia micrantha leaves, rich in phytochemicals such as flavonoids, tannins, and saponins, have the potential as a source of natural antioxidants for managing oxidative stress-related health conditions.
Local Wisdom in Herbal Medicine Processing: The Role of Health Practitioners in Maintaining Tradition and Innovation Bayani, Faizul; Hulyadi, Hulyadi; Yuliana, Depi; Listantia, Nora; Hamdani, Ade Sukma
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v13i2.15218

Abstract

This study explores the role of local wisdom in traditional herbal medicine processing among the Sasak community in Lombok, Indonesia. The focus is on the extraction techniques used by traditional healers (belian), especially their selection of specific woods for the heating process to preserve the stability of bioactive compounds. Using a qualitative descriptive method, data were collected through interviews, observations, and documentation involving experienced traditional practitioners. The findings show that belian possess inherited empirical knowledge that integrates technical, ecological, and spiritual considerations. This includes selecting herbal plants based on environmental quality, using sustainable harvesting methods, and applying low-heat boiling techniques to prevent degradation of sensitive compounds such as flavonoids and alkaloids. Additionally, spiritual rituals and intuitive practices accompany the preparation process, reflecting a holistic healing philosophy. The study reveals that these traditional methods align with modern principles of sustainable and effective herbal extraction. The integration of traditional knowledge with scientific understanding presents an opportunity to develop culturally rooted, low-cost, and environmentally friendly healthcare solutions. The preservation and documentation of this local wisdom are essential for future generations and the advancement of ethnopharmacological science.
Pengolahan Rempah dan Minuman Tradisional bagi PKK dan Kader Posyandu Desa Bengkaung Tahun 2025 Bayani, Faizul; Hulyadi, Hulyadi; Muhali, Muhali; Yuliana, Depi; Hamdani, Ade Sukma; Pomeistia, Meilynda; Gargazi, Gargazi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/bw99gy69

Abstract

Pemanfaatan rempah dan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk minuman tradisional berpotensi memperkuat ketahanan kesehatan keluarga dan membuka peluang usaha rumah tangga. Namun, pengolahan di tingkat rumah tangga/UMKM masih menghadapi kendala dalam hal higienitas, keamanan pangan, dan kewirausahaan. Desa Bengkaung di Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, yang kaya rempah dan TOGA, memiliki PKK dan kader Posyandu yang berperan penting dalam kesehatan masyarakat, namun belum memiliki keterampilan dalam mengolah minuman tradisional yang sehat dan aman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas PKK dan kader Posyandu untuk memproduksi minuman tradisional berbasis rempah lokal yang higienis serta menumbuhkan orientasi usaha mikro. Pendekatan yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan paradigma Participatory Action Research (PAR), mencakup analisis kebutuhan, penyusunan modul higiene-sanitasi dan prinsip HACCP sederhana, serta pelatihan kewirausahaan dasar. Evaluasi dilakukan melalui pre-post test, observasi praktik, dan penilaian organoleptik produk. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta terkait manfaat rempah dan keamanan pangan, serta keterampilan teknis pengolahan dan pengemasan, yang mendorong inisiatif untuk mengembangkan minuman tradisional sebagai usaha mikro berbasis komunitas. Processing of Traditional Spices and Beverages for the PKK and Posyandu Cadres of Bengkaung Village in 2025  Abstract The utilization of spices and family medicinal plants (TOGA) for traditional beverages has the potential to strengthen family health resilience and open opportunities for household businesses. However, processing at the household/SME level still faces challenges in hygiene, food safety, and entrepreneurship. Bengkaung Village in Batulayar District, West Lombok Regency, rich in spices and TOGA, has PKK and Posyandu cadres who play an important role in public health, but they lack skills in processing healthy and safe traditional beverages. This community service activity aims to enhance the capacity of PKK and Posyandu cadres to produce hygienic traditional beverages based on local spices and foster a microenterprise orientation. The approach used is participatory training with a Participatory Action Research (PAR) paradigm, including needs analysis, the development of hygiene-sanitation modules, and simple HACCP principles, as well as basic entrepreneurship training. Evaluation was carried out through pre-post tests, practice observations, and organoleptic product assessments. The results show an increase in participants' knowledge regarding the benefits of spices and food safety, as well as technical skills in processing and packaging, which encourage the initiative to develop traditional beverages as a community-based microenterprise.
Identifikasi Drug Related Problems (DRPs) pada Terapi Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di RSUD Tripat Yuliana, Depi; Rahayu, Supiani; Rahmat, Syamsul; Ramdaniah, Putri; Eka Bimmaharyanto, Dedent; Tusshaleha, Lelie Amalia; Jupriadi, Lalu; Haerudin, Haerudin
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1087

Abstract

Hipertensi termasuk penyakit tidak menular dengan angka kejadian tinggi dan berperan besar dalam meningkatkan risiko kematian serta komplikasi kardiovaskular. Penggunaan obat antihipertensi secara terus-menerus dapat memicu terjadinya Drug Related Problems (DRPs) yang berpotensi menurunkan keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian DRPs pada pasien hipertensi dengan fokus pada interaksi obat dan ketidaksesuaian dosis. Penelitian ini merupakan studi non-eksperimental dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan secara retrospektif melalui penelusuran data rekam medis pasien rawat jalan pada periode Januari–Maret 2024. Sebanyak 81 pasien dipilih sebagai sampel menggunakan metode purposive sampling dengan pendekatan perhitungan Slovin. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar pasien, yaitu 57 orang (70%), mengalami DRPs. Interaksi obat menjadi temuan terbanyak dengan 56 pasien (69%) dan total 105 kejadian. Kasus dosis berlebih hanya ditemukan pada 1 pasien (1,2%), sementara tidak terdapat kasus dosis kurang. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa interaksi obat merupakan faktor dominan dalam kejadian DRPs pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, diperlukan peninjauan terapi yang lebih menyeluruh guna meningkatkan keamanan serta efektivitas penggunaan obat.
Pengaruh Waktu Pemberian Obat Amlodipin Pada Pagi Dengan Malam Hari Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kediri Tusshaleha, Lelie Amalia; Yuliana, Depi; Rahmat, Syamsul; Rahayu, Lale Budi Hutami; Sari, Parida Purnama
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1104

Abstract

Hipertensi memerlukan manajemen terapi tepat guna mencapai target tekanan darah yang stabil. Salah satu fokus optimasi terapi adalah kronoterapi mengenai penentuan waktu pemberian amlodipin 5 mg antara pagi atau malam hari. Penelitian ini membandingkan efektivitas kedua waktu pemberian tersebut melalui pendekatan kuantitatif komparatif pada 30 responden di Puskesmas Kediri. Responden dibagi menjadi dua kelompok intervensi yang diamati selama sepuluh hari dengan pemantauan tekanan darah rutin. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji non-parametrik Mann-Whitney U untuk melihat perbedaan efektivitas antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan secara statistik tidak terdapat perbedaan bermakna antara pemberian pagi maupun malam hari p=0,198 untuk sistolik dan p=0,279 untuk diastolik). Namun, nilai Mean Rank kelompok malam lebih rendah dibandingkan kelompok pagi, yang secara klinis mengindikasikan tren penurunan tekanan darah yang cenderung lebih besar. Sebagai kesimpulan, meskipun secara statistik setara, pemberian amlodipin pada malam hari menawarkan keunggulan klinis dalam mengontrol lonjakan tekanan darah pagi hari (morning surge) selaras dengan prinsip ritme sirkadian tubuh.