Peningkatan jumlah lulusan perguruan tinggi tidak selalu diiringi oleh peningkatan kemampuan seseorang dalam mengelola kegiatan kewirausahaan, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu memperkuat kompetensi manajerial mahasiswa. Kondisi ini mencerminkan kebutuhan akan metode pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mendorong kreativitas, kepercayaan diri, serta kesiapan menghadapi dinamika dunia usaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL), self totem, dan kreativitas terhadap manajemen entrepreneurship mahasiswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan melibatkan 100 mahasiswa sebagai sampel menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah melalui uji asumsi klasik, meliputi uji normalitas, multikolinearitas, homokedastisitas, dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PjBL dan self totem berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap manajemen entrepreneurship mahasiswa. Koefisien determinasi juga mengindikasikan bahwa variabel bebas memberikan kontribusi substansial dalam menjelaskan variasi kemampuan manajemen entrepreneurship. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi pembelajaran berbasis proyek dan penguatan karakter personal dalam meningkatkan kualitas pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi.