Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Prediksi komputasi potensi bioaktivitas Sauropus androgynus dengan platform Way2drug Annisa, Andi Bunga Sari; Sukmawaty, Eka; Masriany, Masriany
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 4 No 1 (2024): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v4i1.45385

Abstract

Sauropus androgynus atau tanaman katuk merupakan salah satu tanaman obat yang dapat ditemukan dengan mudah di Sulawesi Selatan. Tanaman ini telah banyak digunakan oleh masyarakat terutama bagi kesehatan karena memiliki kandungan senyawa yang potensinya sangat besar dalam menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bioktivitas berbagai jenis senyawa yang terkandung pada tanaman katuk (S. androgynus) menggunakan pendekatan database melalui platform Way2drug. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Tahapan penelitian meliputi penentuan dan penggolongan jenis senyawa melalui situs website Kanaya serta Classyfire and Genome kemudian dilanjutkan dengan penyaringan potensi senyawa dengan menggunakan platform Way2drug. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu terdapat 3 senyawa yang terkandung di dalam tanaman daun katuk yaitu Liriodendrin, Kaempferol 3-gentiobioside-7-rhamnoside dan Corchoionoside C yang termasuk dalam golongan senyawa flavonoid. Berdasarkan penyaringan potensi senyawa bioktivitas tanaman tersebut, ditemukan 22 potensi yang meliputi agen terapeutik, anafilatoksin, antikanker, antikolestrol, antiinflamasi, antitumor, pelindung hati, antioksidan, antidiabetes, antivirus, detoksifikasi, antiinfeksi, antianemia, pelindung jantung, antiallergen, detoksifikasi racun, pencahar sembelit, antifungal, pemutih, antiradiasi, immunostimulan dan antidepresan. Oleh karena itu tanaman S. andrynus memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan di bidang kesehatan berbasis kearifan lokal masyarakat Sulawesi Selatan.
Botanical powdered plant of Piper nigrum as bioprotectant to stored rice on Sitophilus oryzae Meriem, Selis; Masriany, Masriany; Lestarini, Ayu; Hasyimuddin, Hasyimuddin; Makmur, Kurnia; Syahribulan, Syahribulan
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.62617

Abstract

The bioactive compounds from plant based have been raised to control a serious threat by stored-product pests as an established strategy to replace problems in insecticide residues. However, Piper nigrum cultivated in tropical Indonesia which is expected to be a potential bioinsecticide, remains poorly explored. This study aimed to examine the effect of different powdered plants of P. nigrum in each dose on the mortality and the repellency of Sitophilus oryzae in stored rice. Our study carried out a completely randomized design with two factors: (1) powder sources (stems, leaves, fruits) of P. nigrum and (2) their concentrations (2, 3, 4, and 5 g). A dual-choice bio-assay apparatus was designed to measure the treatments A high dose of 5g powdered fruits rapidly caused the highest mortality by 98.3% at 9-d exposure, followed by 4g of powdered fruits by 100% at 12-d. Powdered leaves of 4g and 5g showed a high rapidly repellent potency which were 56.7% and 58.8% after 12-d, respectively. Thereby, the increased doses of fruits and leaves powders of P. nigrum were likely the best innocuous alternative as a low-cost and eco-friendly bioinsecticide agents on S. oryzae.
Deteksi Simultan Kontaminasi DNA Babi dan Alkohol pada Produk Makanan Jepang menggunakan Spektroskopi FTIR, GC-MS dan Real Time-PCR Amin, Abdul Rauf Muhammad; Masriany, Masriany; Sukmawaty, Eka; Muthiadin, Cut; Masita, Masita; Kasfina, Ina; Sahin, Andini
Teknosains Vol 20 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i1.64648

Abstract

Makanan Jepang populer di Indonesia, memantik perhatian serius terkait isu kehalalan makanan terutama bagi konsumen muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi secara kualitatif kontaminasi senyawa alkohol dan DNA babi pada produk makanan Jepang yang dijual di beberapa resto Kota Makassar, menggunakan kombinasi metode Spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR) dan Real-Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Agustus 2023. Sampel makanan (Spicy Ramen, Salmon Mentai Rice, dan Yakiniku Don) diambil dari Restoran X di Makassar yang belum tersertifikasi halal. Analisis FTIR mengindikasikan keberadaan senyawa alkoholik pada semua sampel. Puncak serapan spesifik gugus O-H sekitar 3400-3500 cm-1 dan C-O sekitar 1000-1200 cm-1 yang mengonfirmasi adanya senyawa alkoholik terdeteksi kuat pada Spicy Ramen, Salmon Mentai Rice, dan Yakiniku Don. Sebagai contoh, puncak kunci teramati pada 3450 cm-1 dan 1078-1154 cm-1, menunjukkan adanya campuran tipe alkohol primer, sekunder, dan tersier. Hasil GC-MS mengindikasikan adanya kandungan senyawa alkohol pada ketiga jenis makanan yang diuji. Sebaliknya, RT-PCR menunjukkan hasil negatif secara konsisten, mengonfirmasi tidak adanya DNA babi pada ketiga sampel. Meskipun hasil pengujian kontaminasi DNA babi menunjukkan negatif, terdeteksinya senyawa etanol melalui FTIR dan GC-MS menunjukkan adanya potensi kontaminasi non-halal yang bukan berasal dari babi. Penelitian ini menekankan urgensi penerapan verifikasi ganda, baik melalui analisis kimia maupun molekuler, dalam proses sertifikasi halal. Hasil kajian merekomendasikan agar praktisi kuliner secara konsisten mematuhi standar bahan baku guna meminimalkan potensi kontaminasi senyawa alkohol, sehingga dapat meningkatkan validitas jaminan kehalalan dan memperkuat kepercayaan konsumen Muslim.