Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

GIBERELIN (GA3) MENDUKUNG KETAHANAN KECAMBAH PADI VARIETAS PULU MANDOTI EMAS TERHADAP CEKAMAN SALINITAS Meriem, Selis; Armita, Devi; Ridha, Ariati A.; Masriany, Masriany
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i1.5665

Abstract

Perluasan lahan yang terdampak salinitas saat ini menghambat ekstensifikasi budidaya pertanian khususnya padi sebagai makanan pokok Indonesia. Untuk mencegah dampak kerusakan akibat cekaman salinitas, penelitian bertujuan untuk menguji pengaruh giberelin (GA3) terhadap karakter morfologi kecambah padi (Oryza sativa L.) varietas lokal Pulu Mandoti Emas (PME). Penelitian ini menggunakan tiga taraf perlakuan yaitu giberelin (0, 8, 16, dan 24 ppm), lama perendaman (12 dan 24 jam), dan NaCl (0, 1000 ppm, dan 2000 ppm). Perkecambahan dilakukan menggunakan metode UKDD (Uji Kertas Digulung Didirikan). Pengamatan karakter morfologi diukur pada 14 HST. Hasil uji menunjukkan adanya pengaruh tunggal faktor GA3 dan NaCl yang signifikan. Perlakuan dengan pemberian 8 ppm GA3 meningkatkan panjang akar dan daun. 16 ppm GA3 tunggal meningkatkan berat tajuk dan berat total. 24 ppm GA3 menunjukkan berat akar dan rasio A/T tertinggi. Cekaman NaCl hanya menurunkan panjang daun kecambah. Akan tetapi panjang akar, berat tajuk, rasio A/T dan berat total tertinggi ditunjukkan pada perlakuan salinitas. Faktor perlakuan menunjukkan adanya interaksi yang nyata terhadap parameter pengamatan. Penambahan GA3 dalam kondisi cekaman NaCl pada berbagai konsentrasi membuktikan adanya peningkatan pertumbuhan panjang akar, panjang daun, berat akar, berat tajuk, rasio A/T, dan berat total yang lebih baik. Penambahan GA3 sangat penting diaplikasikan sebagai regulator pertumbuhan kecambah padi dalam kondisi cekaman salin.
Identification of DNA Barcodes from rbcL Chloroplast DNA in Katokkon Chili (Capsicum annuum var. chinense) Origin of Tana Toraja, South Sulawesi Cut Muthiadin; Arma Arma; Isna Rasdianah Aziz; Masriany Masriany; Hajrah Hajrah
Journal of Multidisciplinary Applied Natural Science Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Multidisciplinary Applied Natural Science
Publisher : Pandawa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47352/jmans.2774-3047.216

Abstract

Katokkon chili (Capsicum annuum var. chinense) is a type of chili which are commonly found in Tana Toraja. It has a distinctive aroma, high spiciness, and a potential economic value but has not been widely identified and explored, thus, it is necessary to carry out molecular identification using DNA barcodes from chloroplast DNA. The aim of this study was to determine genetic variation and the results of constructing a phylogenetic tree from DNA sequences katokkon chili (C. annuum var. chinense) using the rbcL marker. This study used 6 samples of katokkon chilies (C. annuum var. chinense) and 3 outgroup samples (C. frutescens, C. chinense and C. baccatum). The stages of the research included total DNA isolation, qualitative and quantitative tests, PCR amplification using rbcL primers, and sequencing. Data analysis used is sequence alignment, phylogenetic, genetic distance matrix, haplotypes and phylogeography. The results showed genetic variation with 7 polymorphisms consisting of 4 singleton sites at the nucleotide base sequences of 6th, 525, 715 and 737, and 3 parsimony informative sites at the nucleotide base sequences 370, 616 and 902 and the haplotype distribution is divided into 4 haplotypes namely Hap_1 (A1, A2, A3, B1, B2 and B3), Hap_2 (C1), Hap_3 (C2), and Hap_3 (C3). The phylogenetic tree construction formed two clades, namely clade I consist of six samples of katokkon chilies (C. annuum var. chinense) and clade II consisting of three outgroup samples. Mark the highest bootstrap is 96 and the lowest bootstrap value is 29. Genetic distance matrix values are in the range of 0.000–0.005.
Identifikasi jenis liken potensial sebagai bioindikator udara di Kampus II UIN Alauddin Makassar Makmur, Kurnia; Masriany, Masriany; Qalbi, Melisa Nur
Teknosains Vol 18 No 2 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v18i2.46715

Abstract

Liken merupakan tumbuhan yang berasal dari simbiosis antara cendawan dengan alga yang memiliki fungsi penting bagi lingkungan. Peranannya sebagai bioindikator untuk mengidentifikasi adanya polutan yang berada di udara. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keadaan lingkungan di area kampus II UIN Alauddin Makassar dengan menggunakan liken sebagai bioindikator. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, identifikasi, analisis data keanekaragaman serta analisis PCA (Principal Component Analysis) dan CCA (Cannonical Correlation Analysis). Hasil penelitian menunjukkan liken ditemukan sebanyak 28 spesies di Kampus II UIN Alauddin Makassar dengan tingkat keragaman sedang yaitu 2,59, tingkat keseragaman stabil yaitu 0,77 dan tingkat dominansi tergolong rendah yaitu 0,11. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan beberapa jenis liken yang potensial dijadikan sebagai bioindikator udara yakni Parmelia saxatillis, Lecanora thysanophora, Graphis sp.1, Physconia isiidigera dan Parmelia sp.2.
Identifikasi dan pola distribusi lalat buah (Bactrocera spp.) di Green House Biologi UIN Alauddin Makassar Pangngan, Sofi Bella Sari; Andini M, Sri; Nurannisa, Nurannisa; Masriany, Masriany; Amrullah, Syarif Hidayat
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 5 No 1 (2025): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v5i1.54718

Abstract

Lalat buah (Bactrocera spp.) merupakan hama utama pada tanaman hortikultura yang dapat menyebabkan kerugian ekonomi signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies dan pola distribusi lalat buah di Green House Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar. Metode pengamatan menggunakan perangkap atraktan berbahan metil eugenol pada tiga plot pengamatan. Sebanyak 531 ekor lalat buah terperangkap selama penelitian, yang terdiri dari dua spesies utama, yaitu Bactrocera carambolae dan Bactrocera umbrosa. Distribusi populasi dihitung menggunakan indeks Morisita, yang menunjukkan pola distribusi merata (Id < 1). Hasil penelitian ini memberikan informasi penting mengenai distribusi populasi hama untuk mendukung pengendalian berbasis prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
Bioprospecting of Lactobacillus sp. Starter Culture from Colostrum Breast Milk for Probiotic Milk Production from Soybeans Rahmah, Mufti Hatur; Masriany, Masriany; Ramlah, Ramlah; Isdaryanti, Isdaryanti
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 9, No 2: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus July 2023
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v9i2.4427

Abstract

Lactobacillus sp. is a bacterium that naturally exists in various environments, including in breast milk colostrum. This bacterium belongs to a group of lactic acid bacteria that produce lactic acid as the main product of sugar fermentation so that it has probiotic properties that also play a role in the fermentation process. This study aims to produce probiotic milk using Lactobacillus sp isolates from breast milk colostrum  with soybean (Glycine max (L.) Merril.) as the base material and then test the total lactic acid content, pH value, reducing sugar and the number of lactic acid bacteria. The production of soybean fermented milk is based on the analysis of total lactic acid content by acid-base titration method with 0.1 N NaOH standard solution, pH value by using universal pH meter, reducing sugar test by spectrophotometric method of Nelson-Somogyi and the number of lactic acid bacteria by using Glucose Yeast Pepton Agar (GYPA) medium added with CaCO3 then calculated by using Standard Plate Count (SPC) method with TPC value (Total Plate Number) is 2.3. 1012 colonies/ml, 2.5.1012 colonies/ml, 4.5.1014 colonies/ml, 4.1.1014 colonies/ml. From the results of the study it is known that Lactobacillus sp isolates from breast milk colostrum fluid can ferment soybean milk (Glycine max (L.) Merril.)
Deteksi titik kritis kehalalan produk UMKM es dawet di Kota Makassar Fuadi, Ni'ma Ainul; Wahab, Andi Rizki Berliana Zahra; Wamaulana, Farlinda; Sukmawaty, Eka; Masriany, Masriany; Muthiadin, Cut
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 1 No 3 (2021): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.876 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v1i3.23477

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia, sehingga produk halal menjadi syarat produk makanan atau minuman yang dapat meningkatkan nilai jual yang lebih tinggi dibanding dengan produk yang belum memiliki sertifikasi halal. Sementara keamanan pangan di Indonesia khususnya di daerah Makassar masih tergolong rendah salah satu usaha UMKM yaitu es dawet. Es dawet merupakan salah satu minuman yang banyak diminati di Makassar. Jenis produk olahan tersebut berbahan dasar air dan tepung beras. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kontaminasi dan penentuan titik kritis kehalalan pada proses produksi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi,wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian tersebut menunjukan bahwa bahan baku pembuatan es dawet di Makassar tidak memiliki titik kritis. Hal ini mengindikasikan bahwa bahan baku es dawet telah terjamin kehalalannya.
Identifikasi morfologi penyakit tanaman cabai (Capsicum sp.) yang disebabkan oleh patogen dan serangan hama lingkup kampus UIN Alauddin Makassar Inaya, Nur; Meriem, Selis; Masriany, Masriany
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 2 No 1 (2022): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.899 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v2i1.27092

Abstract

Cabai merupakan salah satu tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena mempunyai nilai pemasaran yang tinggi dari segi konsumsi dan ekonomi. Di Indonesia, cabai menjadi salah satu komoditi sayuran yang banyak dibutuhkan masyarakat, dan setiap hari kebutuhan masyarakat akan cabai terus mengalami peningkatan. Akan tetapi, produksi cabai di Indonesia masih belum dapat memenuhi kebutuhan cabai nasional. Salah satu penyebab menurunnya produksi cabai di Indonesia adalah adanya gangguan penyakit dan serangan hama yang menyerang tanaman saat penyemaian sampai panen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakter morfologi penyakit pada tanaman cabai (Capsicum sp.) lingkup kampus UIN Alauddin Makassar. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2021 – 06 Januari 2022 dengan menggunakan metode deskriptif (descriptive research) yaitu mengamati secara langsung bentuk morfologi penyakit pada tanaman cabai yang disebabkan oleh patogen dan serangan hama. Hasil yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan studi hasil penelitian. Adapun jenis penyakit yang diduga menyerang tanaman cabai yaitu bercak daun Cercospora, busuk buah antraknosa dan serangan hama Thrips.
Pemberian ekstrak lada hitam (Piper nigrum L.) untuk menekan laju pertumbuhan kontaminan pada kultur in vitro tanaman kentang (Solanum tuberosum) Hasrawati, Hasrawati; Masriany, Masriany; Hafsan, Hafsan; Nur, Fatmawaty
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 2 No 1 (2022): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.417 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v2i1.28630

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum) yaitu tanaman pangan yang penting di dunia selain padi dan gandum. Salah satu kendala dalam peningkatan produksi kentang adalah ketersediaan benih yang bermutu yang jumlahnya terbatas dan belum memenuhi kebutuhan petani. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan benih kentang unggul bebas virus yang dihasilkan dari teknik kultur in vitro dalam bentuk planlet. Lada hitam (Piper ningrum L.)memiliki kandungan senyawa kimia berupa flavonoid yang memiliki kemampuan sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak lada hitam sebagai antibiotik alami dalam menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur pada kultur jaringan tanaman kentang. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan 5 perlakuan yaitu K0: Kontrol negatif (Media MS), K1: Media MS dan Novachlor (kontrol posistif), K2: Media MS dan ekstrak lada hitam 5 ml/l, K3: Media MS dan ekstrak lada hitam 10 ml/l dan K4: Media MS dan ekstrak lada hitam 15 ml/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak lada hitam yang memberikan pengaruh terbaik adalah ekstrak lada hitam 5 ml/l, yaitu mampu menekan pertumbuhan kontaminan jamur dan bakteri pada kultur in vitro tanaman kentang. Studi ini dapat menjadi informasi awal untuk menjadikan ekstrak lada hitam sebagai kandidat antibiotik untuk menekan kontaminan pada kultur tanaman secara in vitro.
Pengaruh pemberian pestisida nabati terhadap larva Tenebrio molitor (ulat hongkong) pada tanaman sawi (Brassica juncea) di BBPP Batangkaluku Provinsi Sulawesi Selatan Irmawati, Irmawati; Masriany, Masriany; Iqbal, Andi
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 3 No 1 (2023): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.099 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v3i1.30314

Abstract

Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tumbuh-tumbuhan dan berkhasiat mengendalikan serangan hama pada tanaman. Pestisida nabati memiliki kelebihan yaitu mengandung senyawa fenol, alkaloid, saponin, quinon, xanthone yang mudah terurai di alam sehingga tidak mengandung residu berbahaya bagi tanaman maupun pada lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pestisida nabati terhadap larva ulat hongkong (Tenebrio molitor) pada tanaman sawi (Brassica juncea). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan desain penelitian yaitu terdiri atas 3 jenis esktrak yaitu ekstrak daun pepaya, daun mimba, dan daun sirsak, serta kontrol (tanpa esktrak) dengan 3 ulangan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan pestisida nabati dari ketiga ekstrak tanaman berpengaruh terhadap mortalitas larva ulat hongkong pada tanaman sawi. Semua perlakuan memiliki persentase efikasi di atas 50 % dalam kurun waktu 24 jam setelah pengaplikasian (JSA), dengan ekstrak daun pepaya sebagai ekstrak terbaik dibandingkan ekstrak lainnya.
Pembuatan sediaan serum dari ekstrak Gama Melon Parfum (GMP) di Laboratorium Farmasi Universitas Gadjah Mada Masita, Masita; Masriany, Masriany; Sulaiman, ‪Teuku Nanda Saifulllah; Wibowo, Wiko Arif; Daryono, Budi Setiadi
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 4 No 1 (2024): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v4i1.34997

Abstract

Kosmetik menurut Food and Drug Administration merupakan produk yang digunakan pada kulit dengan tujuan untuk membersihkan, mempercantik, memperbaiki diri ataupun untuk meningkatkan daya tarik. Berdasarkan Peraturan Kepala BPOM nomor 18 tahun 2015 tentang persyaratan teknis bahan kosmetik, bahan kimia pada kosmetik dibedakan menjadi dua, yaitu bahan kimia berbahaya yang dilarang dan bahan kimia berbahaya yang diperbolehkan digunakan dengan pembatasan dalam penggunaannya pada produk kosmetik. Namun pada dasarnya, kosmetik tidak hanya terbuat dari bahan kimia melainkan dapat pula terbuat dari bahan alami seperti ekstrak buah yang dimanfaatkan. Salah satu tumbuhan yang dapat dijadikan bahan alami dalam pembuatan kosmetik yaitu buah melon. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif yang terfokus pada proses pembuatan sediaan serum dari ekstrak melon kultivar Gama Melon Parfum yang diperoleh melalui metode dekokta (pemanasan). Hasil yang diperoleh yaitu diketahui adanya batasan-batasan dalam pembuatan kosmetik terkhusus pada penambahan bahan dan perlakuan yang membantu keberhasilan pembuatan serum, seperti pengadukan campuran harus dilakukan secara konstan, jika tidak maka akan menimbulkan buih atau gelembung yang menyebabkan pH serum tidak stabil.