Claim Missing Document
Check
Articles

INOVASI DIGITAL: PENINGKATAN LITERASI DIGITAL KREATIF BAGI SEKA TERUNA TERUNI DI DESA SELAT KABUPATEN BADUNG Fina Carla Rettobjaanusantara, Vitalia; A Ngurah Bagus Aristayudha, A; Made Widnyani, Ni; Diana Wulandari, Putu; Yogistana Ananda Dika, Putu; Luh Trisna Cariza Dewi, Ni
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 6 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i6.2201-2208

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut generasi muda untuk memiliki literasi digital yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga kreatif dan produktif. Literasi digital menjadi keterampilan esensial bagi generasi muda dalam menghadapi era digital. Namun, masih banyak pemuda di pedesaan yang memiliki keterbatasan dalam memahami dan memanfaatkan teknologi secara produktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital kreatif bagi Seka Teruna Teruni di Desa Selat melalui pelatihan berbasis inovasi digital. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif dengan pelatihan langsung, diskusi interaktif, serta praktik pembuatan konten digital yang relevan dengan kearifan lokal. Peserta diberikan wawasan mengenai keamanan digital, strategi pemasaran digital, serta teknik produksi konten kreatif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan teknologi digital secara inovatif dan bertanggung jawab untuk keperluan edukatif, kewirausahaan, dan pelestarian budaya. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan generasi muda di Desa Selat mampu menjadi inovator digital yang berdaya saing dan berkontribusi positif dalam masyarakatt, serta mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam ekosistem digital secara lebih produktif.
Transformasi Digital: Meningkatkan Pemasaran Hasil Pertanian Melalui Media Sosial Aristayudha, A A Ngurah Bagus; Richadinata, Kadek Riyan Putra; Indraswari, Ni Putu Fani Dian
UNBI Mengabdi Vol. 6 No. 1 (2025): UNBI Mengabdi Januari
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v6i1.399

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan pemasaran digital bagi anggota Kelompok Agropertiwi di Desa Ubung Kaja. Dalam kondisi awal, anggota kelompok menghadapi kesulitan dalam memanfaatkan media sosial dan pemasaran digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas, mengakibatkan penurunan penjualan hasil pertanian. Program ini mencakup pelatihan penggunaan media sosial, pengelolaan konten, serta penggunaan alat analisis untuk strategi pemasaran digital. Hasilnya menunjukkan bahwa 80% peserta menjadi lebih familiar dengan media sosial dan mampu mengelola konten, sementara 70% dapat menggunakan alat analisis untuk mengevaluasi strategi pemasaran mereka. Meskipun demikian, tantangan terbesar adalah resistensi terhadap teknologi baru di kalangan anggota yang lebih tua, yang memerlukan pendekatan pelatihan yang lebih intensif dan berkelanjutan. Program ini berpotensi mendukung keberlanjutan ekonomi hijau dan perluasan akses pasar bagi kelompok tani.   This community service program aims to improve digital literacy and digital marketing skills for members of the Agropertiwi Group in Ubung Kaja Village. In the initial condition, group members faced difficulties in utilizing social media and digital marketing to reach a wider market, resulting in a decrease in sales of agricultural products. The program included training in the use of social media, content management, as well as the use of analytical tools for digital marketing strategies. The results showed that 80% of participants became more familiar with social media and were able to manage content, while 70% were able to use analytics tools to evaluate their marketing strategies. Nonetheless, the biggest challenge is the resistance to new technology among older members, which requires a more intensive and sustainable training approach. This program has the potential to support green economy sustainability and expanded market access for farmer groups.