Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah ESAI

Is explicit grammar teaching unnecessary in F/SL acquisition? Ali Murtopo
Jurnal Ilmiah ESAI Vol 8 No 1 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/esai.v8i1.972

Abstract

 Metode pengajaran bahasa asing yang dikembangkan beberapa dasawarya terakhir  menempatkan tata bahasa pada posisi marjinal. Tata bahasa tidak lagi menempati posisi sentral seperti pada awal perkembangan metode pengajaran bahasa asing. Ada pandangan yang menyatakan bahwa tata bahasa hanya perlu diajarkan sesekali  dan bahkan ada paradigma yang menyatakan bahwa tata bahasa sama sekali tidak perlu lagi diajarkan secara eksplisit. Artinya, pembalajaran bahasa asing diyakini akan tetap berhasil dengan baik walaupun tanpa melibatkan pembelajaran tata bahasa. Sehingga tata bahasa tidak mendapat porsi pengajaran sama sekali. Paradigma tersebut mengejawantah dalam metode pengajaran seperti CLT atau TBLT dan mendapat dukungan luas dari para praktisi pengajaran bahasa asing. Meskipun demikian, paradigma tersebut perlu ditinjau ulang karena banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran tata bahasa memberikan hasil yang positif bagi penguasaan bahasa asing. Oleh karena itu, pengajaran tata bahasa tetap perlu dilaksanakan, namun harus dengan mengacu pada cara-cara pengajaran yang benar.Kata kunci: tata bahasa, eksplisit, implisit
Integrated approach of incidental and intentional conditions: inevitable for successful vocabulary acquisition Ali Murtopo
Jurnal Ilmiah ESAI Vol 7 No 1 (2013)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/esai.v7i1.997

Abstract

Pembelajaran kosa kata pada pembelajaran bahasa kedua atau asing selalu mendapat perhatian khusus dari para peneliti dan pengajar. Berbagai eksperimen telah dilakukan dalam upaya menemukan metode yang tepat untuk dapat mengajarkan kosa kata secara optimal. Sejauh ini, berbagai riset yang telah dilakukan secara garis besar dapat diklasifikasikan ke dalam dua arus utama: pendekatan intensional dan pendekatan insidental. Masing-masing pendekatan ini dinggap memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh pendekatan yang lainnya sehingga timbul keyakinan bahwa salah satu pendekatan perlu diprioritaskan di dalam proses pembelajaran ketimbang yang lainnya. Atas dasar pernyataan dari masing-masing kubu tersebut, artikel ini membahas ke dua pendekatan tersebut sekomprehensif mungkin untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Kajian artikel ini menggunakan hasil beberapa riset yang telah dilakukan mengenai ke dua pendekatan tersebut sebagai dasar pembahasan. Hasilnya, disimpulkan bahwa ke dua pendekatan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karena kelebihan dan kekurangan tersebut, masing-masing pendekatan tidak hanya perlu saling melengkapi, melainkan juga saling membutuhkan karena masing-masing tidak dapat mendukung pembelajaran kosa kata yang berhasil bila diterapkan secara sendiri-sendiri. Dengan demikian, diperlukan upaya untuk mengintegrasikan keduanya supaya mendapatkan hasil pembelajaran kosa kata yang optimal. Kata kunci: pendekatan intensional, pendekatan insidental, integrasi pendekatan