Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERILAKU PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TANPA RESEP DI APOTEK X DI KOTA PAYAKUMBUH SUMATERA BARAT Yulia, Mega; Parsono, Ruddy; Armal, Khairil
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v4i3.264

Abstract

Antibiotic are organic compounds produced by various species of microorganisms and are toxic to other species of microorganisms. Irrational use of antibiotic can lead to resistance. The problem of resistance in addition to having an impact on morbidity and morality also has a very high economic and social impact. Research has been done on the behavior of using antibiotic without a prescription at pharmacy x in Payakumbuh City. The purpose of this study was to determine the use of antibiotic without a doctor's prescription at pharmacy X in Payakumbuh City. This research is non-experimental with data analyzed included the level of awareness of the use of antibiotic. The study used a descriptive method with random or accidental sampling with data collection using a questionnaire with 100 samples from 5296 populations. The results showed that the most widely used antibiotics were amoxicillin (46%); the type of disease that most patients treated with antibiotics was toothache (33%); the most sources of information about antibiotics came from friends or family (35%); the reason most people use antibiotics without a doctor's prescription is that previous treatment has a satisfactory effect (36%) and the level of patient awareness of the use of antibiotics is still in the sufficient category (42%).
Manajemen Sumber Daya Manusia di Instalasi Rawat Inap dan Rawat Jalan Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi Husnawati, Husnawati; Armal, Khairil; Nurhakim, Ikhwanul Khairi; Evanda, ⁠Egi; Simamora, Ezra Maresa Br.; Dewica, Putri; Pratiwi, Amanda Putri; Lestari, Cindy Ayu; Meditha, Larasati Dinda; Wibowo, Selvi Aulia; Khodijah, Siti; Anola, yahmi; Rahmasari, Cindy Novia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8050

Abstract

Pengelolaan tenaga kefarmasian yang tepat menjadi faktor kunci dalam menjamin mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Kompleksitas pelayanan farmasi, baik pada unit rawat inap maupun rawat jalan, menuntut adanya keseimbangan antara jumlah tenaga dengan beban kerja yang ada. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan sumber daya manusia (SDM) tenaga kefarmasian berdasarkan beban kerja aktual pada instalasi farmasi rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder berupa jumlah pasien, jenis pelayanan, serta aktivitas kefarmasian. Analisis dilakukan menggunakan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN) dan dibandingkan dengan metode rasio sesuai standar pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga kefarmasian pada unit rawat inap telah terpenuhi secara optimal, baik untuk apoteker maupun tenaga teknis kefarmasian, sehingga beban kerja dapat terdistribusi secara merata. Sebaliknya, pada unit rawat jalan ditemukan adanya kekurangan tenaga, terutama apoteker, yang menyebabkan tingginya beban kerja dan berpotensi menurunkan kualitas pelayanan. Pembahasan menunjukkan bahwa perbedaan karakteristik pelayanan antara rawat inap dan rawat jalan mempengaruhi kebutuhan tenaga. Rawat jalan memiliki beban kerja yang lebih tinggi dan fluktuatif, sehingga membutuhkan jumlah tenaga yang lebih besar. Kesimpulannya, perencanaan SDM berbasis beban kerja sangat penting untuk mencapai keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga, khususnya pada unit rawat jalan yang memerlukan penambahan tenaga guna meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.