Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Wawasan Tradisi Melalui Peran Niniak Mamak Dalam Adat Masyarakat Yuliantoro Yuliantoro; Dewi Liesnoor Setyowati; Thriwaty Arsal; Apik Budi Santoso
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berangkat dari sikap prihatin melihat semakin pudarnya nilai-nilai tradisi daerah disebabkan tergerusnya zaman yang semakin modern tetapi generasi yang ada tidak lagi berpijak dari nilai-nilai adat yang ada untuk mengatur kehidupannya. Dari alasan ini bagaimana peran unsur adat untuk dijadikan solitaladan masyarakat dalam berbuat dan bertindak. Metode mengunakan pendekatan kualitatif, dalam pengumpulan data melalui observasi dan wawancara serta kajian literasi referensi jurnal dan buku yang membahas peran niniak mamak dalam adat masyarakat. Tujuan adalah mengulas dan mengetahui lebih jauh apa itu peran niniak mamak dalam adat istiadat masyarakat. Hasilnya dimana niniak mamak mempunyai peran berdasarkan tugas dan tanggung jawab atas anak kemenakannya yang memilik peran sebagai tempat berunding bagi anak kemenakannya dan pemerintah kanogerian sehingga tradisi terus terjaga dan diwariskan secara baik. Tradisi peran niniak mamak, salah satunya merupakan tugas dalam acara pernikahan contoh doa kepada dua mempelai agar dapat nilai berkah dari doa niniak mamak untuk kebaikkan dalam hubungan pernikahan kedepannya, hal ini dilakukan secara turun temurun dalam tradisi masyarakat Kuantan Singingi.
PENDAMPINGAN PETERNAK AYAM PETELUR RUMAHAN BERBASIS PROBIOTIK HERBAL UNTUK KETAHANAN PANGAN Setyowati, Dewi Liesnoor; Hardati, Puji; Arsal, Thriwaty; Rudyatmi, Ely; Nafisah, Durrotun
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 6, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v6i4.12381

Abstract

Abstrak: Kelompok usaha peternak ayam petelur rumahan di Desa Kragan Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten masih melakukan usaha secara tradisional apa adanya. Permasalahan yang ada pada kelompok peternak ayam rumahan ini produksi telur secara kuantitas, kualitas, diversifikasi produk, manajemen usaha, serta pemasaran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan solusi terkait permasalahan tersebut. Solusinya antara lain penataan lingkungan kandang peternak ayam petelur, peningkatan produksi dan kualitas ayam petelur melalui inovasi probiotik herbal, peningkatan masa produktif ayam petelur melalui inovasi probiotik herbal, penguatan kelembagaan kelompok, peningkatan nilai tambah produk melalui pengemasan, dan membentuk jaringan pemasaran telur probiotik. Secara umum metode pemberdayaan dan penerapan Iptek kepada kelompok peternak ayam petelur dilakukan dengan cara, antara lain penguatan lingkungan kandang peternak; ceramah tentang sanitasi lingkungan, inovasi teknologi probiotik herbal. manajemen, dan pemasaran; demonstrasi, praktik penerapan inovasi iptks secara langsung, pendampingan dan studi banding. Sebagai pelaksana adalah dosen dengan keahlian multidisiplin yang mendukung dari bidang geografi, lingkungan, dan biologi, dibantu oleh mahasiswa dari prodi geografi, biologi dan lingkungan, serta tenaga ahli sebagai narasumber yang diambil dari pihak luar sesuai kepakarannya. Target luaran kegiatan ini adalah peningkatan level keberdayaan mitra dan peningkatan produksi serta pemasaran; berlangsungnya kelompok usaha peternak ayam petelur rumahan di Desa Kranggan yang semakin kuat dan berkembang.Abstract: The business group of home-laying hen farmers in Kragan Village, Polanharjo District, Klaten Regency still does business traditionally as it is. The problems that exist in this group of home chicken farmers are egg production in quantity, quality, product diversification, business management, and marketing. This community service activity provides solutions to these problems. The solutions include structuring the cage environment of laying hen farmers, increasing the production and quality of laying hens through herbal probiotic innovation, increasing the productive period of laying hens through herbal probiotic innovation, strengthening group institutions, increasing product added value through packaging, and forming a probiotic egg marketing network. In general, the method of empowerment and application of science and technology to groups of laying hen farmers is carried out by, among others, strengthening the farmer's cage environment; lectures on environmental sanitation, and herbal probiotic technology innovation. management, and marketing; Demonstration, the practice of implementing IPTKS innovation directly, mentoring, and comparative studies. Implementers are lecturers with multidisciplinary expertise that support from the fields of geography, environment, and biology, assisted by students from geography, biology, and environmental study programs, as well as experts as resource persons taken from outside parties according to their expertise. The output target of this activity is to increase the level of partner empowerment and increase production and marketing; The business group of home-laying hen farmers in Kranggan Village is getting stronger and growing.
Local wisdom values of merti desa: resource for learning social studies in Boja Village, Kendal Agriawan, Gilang; Masrukhi, Masrukhi; Arsal, Thriwaty
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 12 No 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v12i2.63568

Abstract

The Merti Desa tradition is local wisdom carried out by the people of Boja Village. Behind the implementation of the Merti Desa tradition are values and deep meanings for the community. However, in this modern era, more and more people need to learn the values contained in the Merti Desa. The purpose of this study is to examine the values of local wisdom of the Merti Desa tradition and analyze the application of the Merti Desa tradition and the obstacles that arise in the application of the Merti Desa tradition as a source of social studies learning. This study used qualitative methods. Data were collected using interviews and data analysis using interactive models. The results showed that there are values in the Merti Desa tradition, namely religious, mutual aid, and cultural values. The strategy teachers use in its application is through learning media in the form of photos and videos and direct observation in the field. The obstacles that arise are more technical in the form of limited time in delivering material, mastery of the material, and limitations of facilities and infrastructure.
Inheritance Cultural Values of Local Wisdom Obong Ritual to the Young Generation in Kendal Regency Arafah, Siti; Atmaja, Hamdan Tri; Arsal, Thriwaty
JESS (Journal of Educational Social Studies) Vol 12 No 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jess.v12i2.74273

Abstract

The obong ritual is a means of honoring the spirits of the ancestors of the deceased Kalang people. This study aims to analyze the inheritance of cultural values and the perspective of the Kalang people in responding to the implementation of the obong ritual. The research method uses a qualitative approach. Data were taken by in-depth interviews, documentation, and observation. The research was conducted in Tratemulyo Village, Weleri District, Kendal Regency. The results showed that the provision of knowledge was carried out through stories conveyed by parents to their children. The content of the story conveyed contains the importance and meaning contained in the obong ritual for the life of the Kalang community. The inheritance of obong ritual values is carried out by parents as part of efforts to preserve cultural values in the next generation. The inheritance of this value is done to teach the next generation about good and bad or right and wrong, in the hope that the next generation will do it well and right. The views of the Kalang people towards the obong ritual vary, namely as a ritual that must be done and only as a cultural activity.
PROBLEMS FACED BY FISHERMEN IN DISTRIBUTING FISH CATCHES IN BATANG REGENCY Salam, Galih Abdu; Arsal, Thriwaty
Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial Vol. 10 No. 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsds.v10i2.17326

Abstract

Indonesia as a maritime country with great marine potential should be able to provide welfare for the fishing community. However, in reality, most fishermen in Indonesia, including in Mangunsari Village, still live in poverty. This research aims to identify and analyze the problematic distribution of fish catches in Mangunsari Village. The research questions focused on infrastructure, technology, and market access constraints faced by fishermen. This research uses qualitative methods with in-depth interviews and participatory observation to explore the problems faced by fishermen. The research findings show that poor infrastructure, limited storage and preservation technology, and limited market access are the main obstacles in fish distribution. In addition, the influx of investors building the Batang Integrated Industrial Estate (KITB) and the construction of a toll road that led to flash floods also worsened the situation, forcing fishermen into debt to make ends meet. Ineffective government policies and low community participation in utilizing aid also exacerbated the condition. The findings are expected to serve as a basis for formulating more effective strategies to improve the welfare of fishing communities in Mangunsari Village.
Penerapan Pola Asuh Authoritative Sebagai Upaya Pencegahan Kenakalan Remaja Di Desa Warukaranganyar Rahayu, Tyas Wilantari; Arsal, Thriwaty
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 7 No 3 (2024)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v7i3.3301

Abstract

Teenagers often experience upheaval within themselves so that they fall into juvenile delinquency. Parents need to define the type of parenting that suits the characteristics of adolescents. Determining the appropriate parenting style can have an impact on preventing juvenile delinquency. The application of authoritative (democratic) parenting is a form of effort by parents in Warukarangnyar village as a form of preventing juvenile delinquency against children. The objective of this research is to examine applying authoritative parenting in families to children as an effort to prevent juvenile delinquency in Warukaranganyar village. This research applies a type of descriptive qualitative approach to make appropriate interpretations of findings in the field. Data collection techniques are sourced from observational data, interviews, and documentation. Parental samples were taken by purposive sampling of 7 people. The results of the study showed of authoritative parenting applied by parents in Warukaranganyar village through the application of rules, recognition of children, maintaining smooth communication and giving rewards and punishments. Meanwhile, the obstacles that occur in implementing authoritative parenting in Warukaranganyar village include internal and external obstacles.
Fanatisme Pada Anime Terhadap Pergeseran Perilaku Konservasi Budaya Lokal Di Kota Semarang Artha, Prima Audria; Arsal, Thriwaty
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 1 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v7i1.1870

Abstract

Budaya lokal adalah warisan yang harus dijaga oleh seluruh masyarakat Indonesia, akan tetapi di era globalisasi kemajuan teknologi memudahkan budaya asing masuk dan memengaruhi masyarakat, salah satunya Budaya Jepang. Budaya Jepang menjadi terkenal melalui tayangan anime. Anime digemari oleh berbagai kalangan, bahkan telah dibentuk komunitas pecinta anime salah satunya Hocer Cosplay Semarang. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan fanatisme pada anime menyebabkan perubahan perilaku konservasi budaya lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif sehingga dapat dihasilkan penjelasan mendalam mengenai fanatisme anime yang memengaruhi perilaku konservasi budaya lokal. Hasil penelitian ini adalah pada tahap impuls, anggota Hocer Cosplay Semarang menganggap bahwa event cosplay adalah sarana untuk mewujudkan impian menjadi anime, di tahap persepsi mereka memaknai event cosplay dapat memberikan kepuasan karena hobi tersalurkan, di tahap manipulasi mereka memutuskan untuk ber-cosplay, dan tahap konsumasi mereka mulai ber-cosplay. Dalam kaitannya dengan budaya lokal, mereka cenderung menyukai budaya Jepang namun juga tidak melupakan budaya lokal.
Nikah Siri in Demographic Overview Arsal, Thriwaty
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 6 No. 2 (2012): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.09 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v6i2.6082

Abstract

Konsepsi dan pemaknaan nikah siri tetap eksis dari waktu ke waktu dan pada dasarnya bertujuan untuk "merahasiakan" pernikahan agar ada pihak-pihak tertentu yang tidak mengetahui terjadinya pernikahan tersebut. Pemaknaan nikah siri dari sisi konsep ajaran Islam, merupakan bentuk pernikahan yang secara substantif di dalamnya terdapat indikasi kekurangan syarat dan rukun perkawinan walaupun secara formal terpenuhi, sementara dari sisi terminologi sosiologis masyarakat Indonesia dalam kerangka normatif perundang-undangan perkawinan, dimaknai pada setiap pernikahan yang tidak dicatatkan oleh lembaga yang berwenang mengurusi pernikahan. Dinamakan siri karena dilangsungkan secara diam-diam, tertutup, rahasia atau sembunyi-sembunyi tanpa adanya publikasi. Munculnya fenomena nikah siri yang semakin marak dilakukan, dengan alasan tertentu tanpa wali perempuan, bahkan terkadang juga tanpa saksi dan tanpa sepengetahuan orang tua pihak perempuan. Pernikahan seperti ini tidak sah secara agama dan apalagi secara hukum Negara, walaupun pelaku nikah sebagian masyarakat menganggap bahwa pernikahan model seperti ini sudah sah berdasarkan pemahaman agama yang diyakini tanpa memikirkan segala resiko dan dampak yang ditimbulkan oleh nikah siri terutama bagi perempuan dan anak yang dihasilkan dari pernikahan siri. Kata kunci: nikah siri, hukum Islam, hukum Negara, kependudukan.
Transformasi Masyarakat Agraris Ke Industri (Studi Sosiologis Pada Petani di Dusun Ngdiwongso Desa Kabunan, Kecamatan Sukorejo) Surya, Alief Yusfian Adi; Arsal, Thriwaty
Jurnal DinamikA Vol 5, No 2 (2024): Jurnal DinamikA
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/dinamika.v5i2.105-123

Abstract

Perubahan ekonomi global telah mendorong masyarakat agraris di berbagai wilayah untuk beralih ke sektor industri untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya saing. Penelitian ini bertujuan memahami transformasi masyarakat agraris menjadi masyarakat industri di Dusun Ngadiwongso, Desa Kabunan, Kecamatan Sukorejo terkait proses, nilai, dan peran dari agama. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis digunakan untuk menggali data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industrialisasi membawa dampak positif yakni jaminan ekonomi, kesehatan, dan kesempatan kerja baru, namun industrialisasi juga menghadirkan tantangan seperti kehilangan lahan pertanian, polusi lingkungan, dan perubahan dalam struktur sosial. Agama berfungsi sebagai sumber kedamaian pribadi dan penguatan identitas spiritual, serta sebagai alat untuk memperkuat kohesi sosial dan komunikasi antarwarga, terutama melalui kegiatan keagamaan seperti tahlil dan bersih kubur yang masih dilakukan secara kolektif.
Nilai-Nilai Kearifan Lokal Rumah Bongkar Pasang Dari Desa Tanjung Batu Seberang Sebagai Sumber Pembelajaran IPS Rahman, Andri; Utomo, Cahyo Budi; Arsal, Thriwaty
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024): September-December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i3.2316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai kearifan lokal yang terkait dengan rumah bongkar pasang di Desa Tanjung Batu Seberang yang terletak di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupeten Ogan Ilir untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling, yaitu purposive sampling, sehingga diperoleh total empat informan utama dan lima informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikannya, dan menarik kesimpulan. Keabsahan data dinilai dengan uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Urgensi pemanfaatan rumah bongkar pasang dalam konteks pembelajaran IPS sangat signifikan, mengingat rumah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menyimpan nilai-nilai kearifan lokal yang kaya. Rumah bongkar pasang di Desa Tanjung Batu Seberang mencerminkan nilai ekonomi, estetika, dan intelektual yang dapat dijadikan sebagai alat untuk mengajarkan siswa tentang keberagaman budaya, keterampilan, dan ekonomi lokal. Model integrasi tematik yang diusulkan dalam penelitian ini memungkinkan penggabungan berbagai aspek nilai kearifan lokal ke dalam satu tema pembelajaran. Misalnya, tema "Potensi Ekonomi Lingkungan" dapat mencakup pelajaran tentang sejarah rumah bongkar pasang, teknik konstruksi, serta dampaknya terhadap ekonomi lokal. Dengan cara ini, pembelajaran IPS tidak hanya menjadi teoritis tetapi juga kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Melalui pendekatan ini, nilai-nilai kearifan lokal dari rumah bongkar pasang tidak hanya diajarkan sebagai informasi tambahan, tetapi sebagai bagian integral dari pendidikan yang membantu siswa memahami identitas budaya mereka serta mengapresiasi warisan yang ada di sekitar mereka.
Co-Authors Adang Syamsudin Sulaha, Adang Syamsudin Afif, Muhammad Ainul Agriawan, Gilang Agustien, Reesa Adib Tria Ahmad, Sakaria Aida Vitayala S. Hubeis Amin Pujiati Aminuyati Andi Irwan Benardi, Andi Irwan Anisatul Wardani, Anisatul Apik Budi Santoso Apik Budi Santoso Arafah, Siti Ardelia, Khalda Artha, Prima Audria Asma Luthfi Aulia Rahman Bambang Irawan Cahyo Budi Utomo Dewi Liesnoor Setyowati Dina Puspa Ringga Durrotun Nafisah Dwi Tika Sari, Dwi Tika Edy Trihatmoko Ekawati S. Wahyuni Eko Handoyo Elly Kismini Ely Rudyatmi, Ely Erni Suharini Erwinsya, Erwinsya Etty Soesilowati Fadly Husain Febrina Damayanti, Febrina Fulia Aji Gustaman, Fulia Aji Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Hamdan Tri Atmaja Hamdan Tri Atmaja Hartati Sulistyo Rini Iswara, Astuti Eka Stya Karamina, Sharfina Khaironi, Khaironi Khoirun Nisa, Irfiani Maulida Lestari, Lilis Eka Luqmanul Hakim, Muhammad Ahdi Lutfiana, Hilma Lutfiana, Hilma Mahmud Yunus MARIA BINTANG Martitah Martitah Masrukhi Masrukhi Moh. Solehatul Mustofa Muhammad Amin Muhammad Basri Nindia, Sefira Rizki Ayu Nugroho, Apriyanto Dani Nur Khayati Nurdianto Nurdianto, Nurdianto Nurmala Katrina Pandjaitan Nurwijayanti Oktarina, Lisa Dwi Oktarina, Lisa Dwi Pramistika, Triana Aprellia Puji Hardati Puji Hardati Purwadi Suhandini Rahayu, Tyas Wilantari Rahayuningsih, Suni Fitri Rahman, Andri Retnawati, Retnwati Retnawati, Retnwati Rini, Setiana Eka Rita Suswati Rizqiana, Anita S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Safitri, Dia Nita Ayuk Salam, Galih Abdu SATRIYAS ILYAS Sumartono Tono, Sumartono Surya, Alief Yusfian Adi Suyahmo Suyahmo Syaiful Amri Syuhada, Ardhi Noorkhan Tjaturahono Budi Sanjoto Totok Rochana Umar Hidayatullah, Umar Wasino Wasino Widyastiti, Ririh Wijaya, Revany Mahardika Yaliyani Arsyillah, Suci Yuliantoro Yuliantoro, Yuliantoro Yurizka Meivani, Yurizka Yusuf, Muhammad Syaifullah