Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Gizi Siswa melalui Program REMAJA BISMART dengan Edukasi Gizi Seimbang dan Permainan NutriDart di SMP Muhammadiyah 9 Semarang: Vol. 2 No.1 (2025) : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MERDEKA MEMBANGUN NEGERI (ABDIMERKA) Imelda; Nabilla; Yohana; Nisrina; Harjantini, Utami; Dwi; Yessi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Merdeka Membangun Negeri Vol. 2 No. 1 (2025): Desember
Publisher : STIKES BANYUWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/abdimerka.v2i1.709

Abstract

Abstrak. Program REMAJA BISMART dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 9 Semarang untuk meningkatkan pengetahuan gizi dan kesadaran pentingnya gizi seimbang pada remaja. Kegiatan meliputi pengukuran antropometri, senam, edukasi gizi, dan permainan NutriDart. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan perbandingan nilai pre test-post test. Penilaian pre test-post test pengetahuan siswa didapatkan setelah pemberian edukasi gizi seimbang dan permainan edukatif NutriDart. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan siswa dari 53,57% menjadi 97,86%. Siswa juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan. Program ini efektif meningkatkan pengetahuan dan perilaku gizi seimbang pada remaja.
Optimalisasi Pencegahan Leptospirosis melalui Edukasi Kesehatan di Dusun Metes, Kalurahan Argorejo Puspitasari, Yuliana; Amini, Putri Qomariah; Andiani, Shinta Pasha; Pradani, Merita Rizki; Irawan, Kahfi Kurnia; Nabilla; Istiqomah, Siti Hani; Iswanto, Iswanto
JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): JUKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Maret 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jukemas.v3i1.1513

Abstract

Leptosirosis merupakan penyakit zoonosis yang ditulakan melalui kontak langsung dengan tanah atau air yang terkontaminasi oleh urine hewan yang terinfeksi. Angka kematian yang disebabkan oleh penyakit leptospirosis di Indonesia mencapai 2,5 – 16,45%. Dusun Metes memiliki karakteristik lingkungan dengan aktivitas pertanian yang cukup tinggi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan paparan masyarakat terhadap sumber infeksi leptospirosis, terutama pada musim penghujan ketika risiko genangan air meningkat. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, cara penularan, gejala, serta upaya pencegahan leptospirosis di Dusun Metes. Metode penyuluhan diberikan melalui pemaparan materi, pengerjaan kuesioner, dan diskusi interaktif. Materi penyuluhan mencakup pengertian leptospirosis, cara penularan, faktor risiko, gejala, serta upaya pencegahan penyakit leptospirosis. Hasil Kegiatan penyuluhan leptospirosis di RT 46 dan RT 48 Dusun Metes terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta terhadap penyakit leptospirosis baik cara penularan, faktor risiko, gejala, serta upaya pencegahan penyakit leptospirosis. Kesimpulannya penyuluhan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat, khususnya yang berprofesi sebagai petani, untuk lebih memahami risiko leptospirosis dan menerapkan upaya pencegahan dalam aktivitas sehari-hari.