Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Implementasi Senam Lansia Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji : Implementation Of Exercise For The Elderly On Blood Pressure Reduction In Elderly Hypertension Patients In The Working Area Of The Kamonji Community Health Center Bantiang, Andina; Rabiah; Edy Pakaya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9072

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah salah satu kondisi medis yang paling umum dialami oleh orang lanjut usia, dan itu berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung. Senam lansia adalah salah satu cara non-farmakologis untuk menurunkan tekanan darah. Tujuan : dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui bagaimana senam lansia mempengaruhi penurunan tekanan darah pada orang tua yang memiliki hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif, yang melibatkan pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Intervensi dilakukan dengan memberikan senam senior tiga kali dalam seminggu selama tiga puluh menit. Untuk mengumpulkan data, observasi, wawancara, dan pengukuran tekanan darah dengan sphygmomanometer digunakan. Hasil: Mengikuti program senam lansia secara teratur menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Setelah intervensi, tekanan darah yang awalnya 160/90 mmHg turun menjadi 140/80 mmHg, yang merupakan batas normal. Kesimpulan: Senam untuk lansia yang menderita hipertensi menurunkan tekanan darah secara efektif sebagai terapi non-obat. Ini juga dapat disarankan sebagai bagian dari intervensi keperawatan gerontik.
Penerapan Teori Komplementer Allium Sativum Untuk Mengurangi Nyeri Akut Pada Keluarga Ny.S Penderita Hipertensi Di Puskesmas Talise Kota Palu: Application Of Complementary Theory Of Allium Sativum To Reduce Acute Pain In The Family Of Mrs. S With Hypertension At Talise Public Health Center, Palu City Afiatun; Rabiah; Iriani , Indri
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9078

Abstract

Latar belakang Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah melebihi batas normal, yang mana sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, dan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih. Penyakit ini sering dikenal the silent killer karena banyak orang tidak menyadari mereka memiliki hipertensi sampai mereka memeriksa tekanan darah di tempat layanan kesehatan. Tujuan dari penjelasan ini adalah untuk menggambarkan bagaimana terapi menggunakan allium sativum dilaksanakan pada keluarga Ny. S yang mengalami hipertensi dengan diagnosis nyeri akut Di Wilayah Kerja Puskesmas Talise. Metode penelitian kasus ini digunakan untuk mengatasi hipertensi dan nyeri akut pada pasien Ny. S. Pendekatan penelitian ini bersifat deskriptif dan bertujuan untuk menerapkan terapi dengan Allium sativum (bawang putih) bagi pasien yang mengalami hipertensi dan nyeri akut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai hasil dari penerapan terapi tersebut terhadap keluhan nyeri yang dirasakan oleh pasien. Hasil penelitian dan pembahsan Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pengobatan dengan Allium sativum (bawang putih) dalam menurunkan rasa sakit akut pada pasien yang mengalami hipertensi di Puskesmas Talise Kota Palu. Pada hari pertama penelitian, pasien bernama Ny. S menunjukkan tingkat nyeri yang tinggi, yang tercatat 8 pada skala VAS (Visual Analog Scale). Setelah melakukan intervensi menggunakan ramuan bawang putih selama tiga hari berturut-turut, pada hari ketiga, level nyeri pasien menurun secara signifikan hingga mencapai 3. Penurunan ini mengindikasikan bahwa terapi non-obat Allium sativum bisa efektif dalam meredakan nyeri akut pada pasien dengan hipertensi. Kesimpulan Dari penggunaan terapi Allium sativum untuk mengurangi rasa sakit akut pada pasien Ny. S yang memiliki hipertensi di Puskesmas Talise Kota Palu, dapat ditarik kesimpulan bahwa terapi dengan seduhan bawang putih terbukti berhasil dalam meredakan nyeri akut yang Pasien Ny. S mengalami penurunan tingkat nyeri dari 8 menjadi 3 pada skala VAS. Hal ini menunjukkan bahwa terapi ini berperan positif dalam mengurangi nyeri akut akibat hipertensi. Saran untuk meningkatkan efektivitas terapi adalah agar tenaga kesehatan memaksimalkan penggunaan terapi komplementer, seperti Allium sativum, dalam merawat pasien hipertensi, terutama bagi mereka yang mengalami nyeri akut.
Penerapan Kompres Air Hangat Rebusan Cymbopogon Sebagai Terapi Non Farmakologi Untuk Mengurangi Nyeri Pada Lansia Tn. M Yang Menderita Rhematoid Arhtritis Studi Kasus Di Kelurahan Besusu Barat Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji Palu: Penerapan Kompres Air Hangat Dari Cymbopogon Citratus Sebagai Terapi Non Farmakologi Untuk Mengurangi Nyeri Pada Lanjut Usia Tn. M Yang Mengalami Rheumatoid Arthritis Studi Kasus di Kelurahan Besusu Barat Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji Palu Fitria M Sapondan; Rabiah; Rosita
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10315

Abstract

rtritis rheumatoid (RA) adalah penyakit autoimun jangka panjang yang ditandai oleh peradangan pada sendi, rasa sakit, dan kekakuan, yang biasanya menyerang orang lanjut usia. Angka kejadian RA di Sulawesi Tengah cukup signifikan, dengan tingkat prevalensi mencapai 7,37% pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keefektifan terapi kompres air hangat dari rebusan Cymbopogon citratus (Serai) dalam mengurangi tingkat nyeri pada pasien lanjut usia dengan RA. Metode studi kasus diterapkan pada seorang pasien pria berusia 66 tahun yang mengeluhkan nyeri pada lutut selama 5 bulan. Intervensi dilakukan dengan cara memberikan kompres air hangat dari rebusan Cymbopogon citratus selama 10 menit setiap hari selama tiga hari berturut-turut. Evaluasi yang dilakukan dengan menggunakan skala Numeric Rating Scale (NRS) menunjukkan penurunan nyeri dari skala 6 (ringan) menjadi skala 1 (ringan) setelah tiga hari perlakuan. Kesimpulan dari hasil ini menunjukkan bahwa kompres air hangat dari rebusan Cymbopogon citratus efektif sebagai terapi nonfarmakologi untuk meredakan nyeri pada pasien RA. Penelitian ini sejalan dengan hasil sebelumnya yang menegaskan bahwa kompres hangat membantu meningkatkan aliran darah, memberikan efek relaksasi, dan meredakan ketegangan otot.