Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Differences of room temperature vulcanized silicone and dimensional accuracy towards silicone PVS light body impression: Study experimental Kambolong, Sitti Annisa; Masyhudi, Masyhudi; Sulistiani, Dewi Arsih; Asfirizal, Verry; Irsal, Imran; Sukotjo, Cortino
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 9, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v9i2.62117

Abstract

ABSTRAKIntroduction: Dental impressions are materials used to accurately replicate. Silicon Room Temperature Vulcanized (RTV) impression material is known to have good ultimate tensile strength and flexibility. Polyvinyl siloxane light body impression (low viscosity) which has the same viscosity as RTV material. Dimensional accuracy is used to see the accuracy of the impression material. Objective to investigate the optimal ratio of base, catalyst, and filler for RTV silicone to achieve the setting time and working time. To investigate is a difference between treatments using fillers and not using fillers. To investigate the difference in dimensional accuracy between the two materials. Methods: This research is pure experimental researches with randomized post-test only control group design. The control group was PVS light body silicone and the treatment group was RTV silicone. RTV silicones were categorized into 6 treatment groups. The treatments were increasing the amount of catalyst and adding talc filler. Each treatment group had 4 replications. Based on data analysis, there was no difference in the average. Results: The results showed that RTV silicone had significant difference with p < 0.05. At the ratio of RTV treatment groups without fillers by using fillers had a real difference with p < 0.05. In terms of dimensional accuracy, RTV silicone and silicone with light body impression viscosity did not have significant difference with p > 0.05. Conclusion: The optimal ratio for RTV silicon is 10:2 with the addition of 10 grams of talc filler. In the treatment using filler and without filler, having original fabrics with faster results was found in the filler treatment group. There is no significant difference in dimensional accuracy between RTV silicone and silicone with light body impression viscosity, so that both materials have the same accuracy.KEY WORDS: Room temperature vulcanized (RTV) silicone, light body impression, dimensional accuracyPerbandingan silikon room temperature vulcanized   dan akurasi dimensi terhadap silikon PVS light body impression dalam kedokteran gigi : studi eksperimentalABSTRAKPendahuluan: cetakan gigi adalah bahan yang digunakan untuk membuat replika atau tiruan yang akurat. Bahan cetak Silicon Room Temperature Vulcanized (RTV) diketahui memiliki ultimate tensile strength serta kelenturan yang baik. Bahan polyvinyl siloxane (PVS) light body (viskositas rendah) yang memiliki viskositas sama dengan bahan RTV. Akurasi dimensi digunakan untuk melihat keakuratan bahan cetak. Metode: Penelitian ini bermetode eksperimental murni dengan desain penelitian Randomized post-test only control group design. Kelompok kontrol adalah Silikon PVS light body dan kelompok perlakuan adalah Silikon RTV. Silikon RTV dikelompokkan menjadi 6 kelompok perlakuan, dengan perlakuan menaikkan jumlah katalis dan penambahan filler talc. Setiap kelompok perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali. Akurasi dimensi dari silikon RTV dilakukan pengecoran, dan diukur menggunakan dental caliper. Pengulangan dilakukan sebanyak 4 kali. Berdasarkan analisis data didapatkan tidak terdapat perbedaan rata-rata. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa silikon RTV dengan PVS light body memiliki perbedaan yang nyata dengan nilai p<0.05. Pada akurasi dimensi antara kedua bahan silikon RTV dengan silikon PVS berviskositas light body impression, tidak memiliki perbedaan yang nyata dengan nilai p>0.05. Simpulan: RTV didapatkan rasio perbandingan yang paling optimal adalah katalis dan base (2:10) dengan penambahan filler talc sebanyak 10 gram. Pada akurasi dimensi silikon RTV dengan silikon berviskositas light body impression tidak memiliki perbedaan yang nyata/signifikan, sehingga kedua bahan memiliki keakuratan yang sama.KATA KUNCI: Silikon room temperature vulcanized (RTV), light body impression, akurasi dimensi 
Perbedaan Status Kebersihan Mulut (OHI-S) pada Masyarakat Pengguna Air Void Batu Bara dan Air PDAM di Kecamatan Samarinda Utara Azizah, Azka Nuril; Asfirizal, Verry; Masyhudi, Masyhudi
Mulawarman Dental Journal Vol 5, No 2 (2025): MOLAR September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/MOLAR.v5i2.12703

Abstract

Latar Belakang: Kebersihan mulut dapat diketahui berdasarkan OHI-S (Oral Hygiene Index Simplified). Status kebersihan mulut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu perilaku, pengetahuan, pola makan, merokok, jenis kelamin dan lingkungan. Sumber air merupakan salah satu faktor dari lingkungan yang dapat mempengaruhi kebersihan mulut. Air void terbentuk akibat dampak buruk dari penambangan batu bara dengan metode open cut mining, dimana hal tersebut berpotensi menghasilkan air asam pasca tambang. Terdapat parameter kimiawi pada air yang berperan dalam status kebersihan mulut yaitu, kandungan tingkat (pH) keasaman dan kandungan kalsium pada air yang digunakan sebagai air baku, termasuk untuk menyikat gigi. Tujuan: mengetahui perbedaan status kebersihan mulut berdasarkan indeks OHI-S antara masyarakat pengguna air void batu bara dan masyarakat pengguna air PDAM sebagai sumber air untuk sikat gigi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional deskriptif. Teknik pengambilan sampel penelitian dilakukan secara non probability sampling dengan sampel 70 responden. Hasil: indeks OHI-S pada masyarakat pengguna air void batu bara adalah 2,4 dan pengguna air PDAM adalah 1,4. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna, indeks OHI-S pada masyarakat pengguna air void batu bara lebih tinggi dibandingkan masyarakat pengguna air PDAM.
Pengaruh Penyuluhan Online Menggunakan Media Video Terhadap Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut di SMP Negeri 7 Muara Badak Maulida, Eva Titania; Astuti, Lilies Anggarwati; Danial, Danial; Paramita, Swandari; Asfirizal, Verry
Mulawarman Dental Journal Vol 5, No 2 (2025): MOLAR September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/MOLAR.v5i2.22706

Abstract

Pendahuluan: Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi perhatian, dikarenakan anak usia sekolah 13-15 tahun memiliki tingkat plak yang tinggi mengarah menjadi karies dan penyakit periodontal. Sementara anak-anak pada usia tersebut berperilaku benar ketika menyikat gigi sangat rendah. WHO merekomendasikan pelajar remaja sebagai kelompok usia yang tepat untuk diperkenalkan dan dipromosikan mengenai perilaku pemeliharaan kebersihan gigi mulut. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan online dengan media video terhadap perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Metode: Penelitian eksperimental semu dengan desain one group pretest and posttest, sebanyak 49 pelajar SMP Negeri 7 Muara Badak menjadi subjek penelitian. Data pada riset ini yakni data primer yang didapatkan melalui hasil kuesioner pretest dan lembar checklist posttest yang diisi oleh responden selama 21 hari. Hasil: Sebelum penyuluhan online menggunakan media video 21 responden termasuk kedalam perilaku kategori kurang (42,9%) dan 28 responden termasuk kedalam perilaku kategori baik (57,1%) setelah dilakukan penyuluhan online media video. Hasil pengujian Wilcoxon menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Penyuluhan online menggunakan media video memiliki pengaruh terhadap perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut di SMP Negeri 7 Muara Badak.
Hubungan Merokok dengan Kejadian Stomatitis Aftosa Rekuren pada Mahasiswa di Fakultas Kesehatan Universitas Mulawarman Rakhmah, Selvia; Asfirizal, Verry; Kende, Silfra `Yunus
Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM) Vol.5 No.1 Juli (2023) : Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM)
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkmm.v5i1.10695

Abstract

Stomatitis aftosa rekuren (SAR) adalah penyakit yang ditandai dengan adanya ulser di mukosa rongga mulut yang rekuren (berulang) terbatas pada mukosa mulut pasien tanpa adanya gangguan sistemik lain. SAR biasanya bermanifestasi untuk pertama kali di masa kanak-kanak atau remaja. Etiologi yang tepat dari SAR masih tidak jelas tetapi diyakini bahwa ada beberapa faktor yang mungkin terlibat dalam perkembangannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan merokok dengan kejadian stomatitis aftosa rekuren (SAR) pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Mulawarman. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dan total sampel sebanyak 96 mahasiswa di Fakultas Kesehatan Universitas Mulawarman. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan pengujian statistik chi-square. Hasil penelitian uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok dengan kejadian SAR. Mahasiswa yang merokok cenderung mengalami SAR 2,056 atau 2 kali lipat dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak merokok.Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara merokok dengan kejadian stomatitis aftosa rekuren pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Mulawarman.
The Effect of Screen Time on Dental Caries in Adolescents: A Narrative Review Silitonga, Hesty Erika; Pakki, Irfansyah Baharuddin; Asfirizal, Verry; Azmiardi, Akhmad
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 2 No. 2 (2025): The 4th MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Dental caries is a chronic disease with a high prevalence among adolescents. With the advancement of technology, screen time has become a a daily activity. Excessive screen time can lead to encourage a sedentary lifestyle, which may impact oral health. Objective : This review aims to synthesize scientific evidence from various studies to explain how prolonged screen time contributes to caries risk in adolescents. Research Methods/ Implementation Methods : This narrative review synthesizes relevant research articles to gain a comprehensive understanding of the relationship between screen time and dental caries. Articles were searched through major electronic databases, including PubMed, Google Scholar, and ScienceDirect, focusing on publications from 2016 to 2025. Articles included in the review discussed screen time habits among adolescents, the impact of screen time on dental caries or oral health, were written in Indonesian or English. Results : A literature review of 30 articles reported a positive association between high screen time and increased caries risk in adolescents. Behavioral changes were the main mediators of this association. Many studies described two primary mechanisms: prolonged screen time significantly increased cariogenic dietary habits while using devices and excessive screen time reduces oral hygiene practices. Conclusion/Lesson Learned : Excessive screen time acts as a significant behavioral risk factor for dental caries in adolescents because it can trigger unhealthy dietary patterns and reduce oral hygiene practices. Counseling, reducing screen time, education on tooth brushing, healthy eating, and fluoride using can reduce the risk of dental caries.