Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Peran Komunitas JKP dalam Mendorong Kolaborasi dan Ekonomi Pedagang Permata di Surakarta Nurleli, Sulis Fathatun; Novita, Yayang; Ashari, Hasan
Share : Social Work Journal Vol 15, No 2 (2025): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v15i2.64728

Abstract

Kampung Jayengan di Kota Surakarta merupakan kawasan dengan karakter sosial-budaya dan ekonomi yang khas, terutama melalui aktivitas perdagangan dan kerajinan permata yang terorganisasi dalam Komunitas Jayengan Kampung Permata (JKP). Sejumlah penelitian terdahulu telah mengkaji Komunitas JKP dalam konteks pengembangan kawasan industri kreatif. Namun demikian, penelitian-penelitian tersebut masih menyisakan celah kajian, khususnya dalam memahami peran internal komunitas pedagang sebagai peran utama yang membangun kolaborasi, pertukaran informasi, serta meningkatkan ekonomi lokal dari dalam komunitas itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pembentukan, peran, dan kontribusi Komunitas JKP dalam memperkuat aktivitas ekonomi pedagang permata serta dampaknya terhadap masyarakat Kampung Jayengan di tengah tantangan globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di Kampung Jayengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 11 informan yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling, observasi lapangan, serta studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas JKP berperan signifikan dalam membangun kerja sama antar pedagang, memperlancar pertukaran informasi pasar dan kebutuhan konsumen, serta memperluas jaringan usaha baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Keberadaan komunitas ini juga berdampak pada masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan perputaran ekonomi lokal, serta penguatan kegiatan sosial dan budaya. Di sisi lain, JKP menghadapi tantangan berupa minimnya regenerasi pengrajin muda, ketertinggalan desain produk, dan keterbatasan teknologi produksi. Meski demikian, komunitas ini mengembangkan berbagai strategi adaptif, seperti pemanfaatan platform digital, kolaborasi lintas sektor, dan penguatan identitas produk lokal.
Analysis Analysis of Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Failures And Implications For Financial Sustainbility Ashari, Hasan; Supranata, Mardani; Yulistiani, Tiara
Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Mei : Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jupea.v6i2.6155

Abstract

This study aims to identify the factors causing the failure of rural banks (BPR) in Indonesia and formulate financial sustainability strategies. Using survey methods and descriptive analysis, it was found that BPR failures were caused by a combination of internal and external factors. Dominant internal factors include poor asset quality with a non-performing loan (NPL) ratio above the threshold, weak governance, ineffective internal supervision, limited core capital, weak risk and compliance management, low human resource competency, and unstable financial performance. External factors include poor public reputation, delays in digitalization, and difficulties in industry consolidation. Strategies include strengthening governance, meeting minimum core capital requirements, improving asset quality through prudent credit analysis, BPR digitalization, strengthening human resources through certification and training, and industry consolidation. This study contributes by linking the analysis of BPR failure factors with the concept of financial sustainability, thereby strengthening the stability and role of BPRs in promoting national financial inclusion.