Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pelatihan Kegiatan Montase terhadap Perkembangan Bahasa dan Kreativitas Anak Usia Dini bagi Guru PAUD di TK Dharma Bhakti Surabaya Asmara, Berda; Fitriyah, Fifi Khoirul; Syaikhon, Muhammad; Saputri, Tiyas; Saleh, Nanang Rokhman
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024763

Abstract

Tujuan dari Pengabdian Masyarakat adalah merupakan kewajiban sebagai seorang dosen selain Penelitian dan Pendidikan (pengajaran). Pelaksanaan pembelajaran di Lembaga PAUD sangat diperlukan melalui permainan dan media yang menyenangkan serta sesuai dengan usia anak. Oleh sebab itu kegiatan montase memiliki tujuan untuk meningkatkan kreatifitas dalam berfikir dengan menghasilkan karya yang baik sesuai dengan tingkat pencapaian perkembangannya. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memunculkan ide kreatif dan inovatif serta bermaksud untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak, sosial emosional, dan kognitif. Kegiatan montase yang dilakukan merupakan suatu bagian model pembelajaran kreatif yang dilakukan oleh guru guna memberikan stimulus kepada anak. Berdasarkan keadaan di lapangan seperti di atas maka kami mengadakan kegiatan berupa pengabdian masyarakat. Pengabdian Masyarakat yang akan dilakukan adalah pelatihan kegiatan montase pada guru PAUD untuk meningkatkan kreativitas dan perkembangan Bahasa pada anak usia dini. Pelaksanaan akan dilakukan di TK Dharma Bhakti Surabaya dengan alasan FKIP UNUSA pada tahun-tahun sebelumnya telah menjalin kerjasama (MoU) dengan lembaga tersebut melalui Tri Dharma. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kreativitas pendidik dan anak usia dini serta menambah semangat dan antuasias pada anak didikAbstract: The purpose of Community Service is a duty as a lecturer in addition to Research and Education (teaching). The implementation of learning in Early Childhood Education Institutions is very necessary through enjoyable games and media that are age-appropriate for children. Therefore, montage activities aim to enhance creativity in thinking by producing quality work in line with their developmental milestones. These activities are designed to foster creative and innovative ideas and intend to develop children's language, social-emotional, and cognitive abilities. The montage activities conducted are part of a creative learning model implemented by teachers to provide stimuli to children. Based on the field conditions as mentioned, we have organized a community service activity. The Community Service to be conducted involves training Early Childhood Education teachers in montage activities to enhance creativity and language development in young children. The implementation will take place at TK Dharma Bhakti Surabaya, chosen because FKIP UNUSA has previously established cooperation (MoU) with this institution through the Tri Dharma. This activity is carried out with the goal of increasing the creativity of educators and young children, as well as boosting the enthusiasm and interest of the students.
PELATIHAN IMPLEMENTASI NILAI MODERASI BERAGAMA PADA AUD MELALUI PAI DI YAYASAN TAAM ADINDA Syaikhon, Muhammad; Djuwari, Djuwari; Asmara, Berda; Fitriyah, Fifi Khoirul; Saleh, Nanang Rokhman; Hardiningrum, Andini
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.36951

Abstract

Intoleransi merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di Indonesia, terutama di Kabupaten Gresik. Lembaga pendidikan bisa menjadi solusi efektif untuk menanamkan nilai-nilai moderasi yang dapat mengurangi sikap intoleransi, terutama jika dimulai sejak pendidikan anak usia dini. Taman Asuh Anak Muslim (TAAM) Adinda, yang berlokasi di Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Gresik, adalah salah satu lembaga pendidikan anak usia dini yang mencakup KB, RA, TPA, dan TPQ. Namun, tantangan yang dihadapi oleh TAAM Adinda adalah kurangnya pemahaman di kalangan pendidik dan orang tua mengenai implementasi nilai moderasi beragama pada anak usia dini melalui Pendidikan agama islam. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai implementasi nilai moderasi beragama di kalangan anak usia dini di TAAM Adinda melalui Pendidikan agama islam. Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung selama empat bulan. Metode yang digunakan melibatkan pengumpulan pendidik dan orang tua untuk diberikan penyuluhan tentang implementasi nilai moderasi beragama pada anak usia dini melalui Pendidikan agama islam. Penyuluhan dilakukan melalui ceramah dan sesi tanya jawab. Untuk mengukur tingkat pengetahuan responden, dilakukan pre-test berupa kuisioner sebelum penyuluhan, dan post-test setelahnya untuk membandingkan peningkatan pengetahuan. Hasil dari kegiatan ini akan berupa jurnal nasional/prosiding nasional dan laporan mengenai peningkatan pengetahuan, pemahaman, serta kesadaran responden. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa mayoritas pendidik dan orang tua di TAAM Adinda memiliki pengetahuan yang rendah sebelum penyuluhan, namun hampir semua peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan setelahnya.
EMPOWERMENT OF EARLY CHILDHOOD EDUCATORS IN PASURUAN REGENCY IN FORMING AN ATTITUDE OF TOLERANCE IN EARLY CHILDHOOD Syaikhon, Muhammad; Rokhman Saleh, Nanang; Djuwari , Djuwari; Machmudah, Machmudah; Asmara, Berda; Rihlah , Jauharotur
Community Service Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v7i2.807

Abstract

One of the major social issues currently faced in Indonesia, particularly in Pasuruan Regency, is intolerance. Educational institutions play a strategic role in instilling values of tolerance to reduce intolerant attitudes, especially from early childhood education. However, early childhood education institutions in Pasuruan Regency face challenges related to educators’ limited understanding of how to foster tolerant attitudes among young children. This community service activity aimed to enhance the knowledge and understanding of early childhood educators regarding the formation of tolerant attitudes in early childhood learners. The program was conducted over four months and involved early childhood educators in Pasuruan Regency, totalling 50 participants. The method employed was educational counseling delivered through lectures and question-and-answer sessions. Participants’ knowledge levels were measured using a pre-test questionnaire prior to the counseling session and a post-test afterward to assess knowledge improvement. The results indicated that only 10 participants (20%) demonstrated adequate knowledge in the pre-test, while post-test results showed a significant increase, with 40 participants (80%) demonstrating improved understanding. In conclusion, educational counseling activities for early childhood educators in Pasuruan Regency effectively increased their knowledge in fostering tolerant attitudes among early childhood learners.
Bullying and its impact on social-emotional development in early childhood: A study in Surabaya, Indonesia Almaziyah, Almaziyah; Fitriyah, Fifi Khoirul; Asmara, Berda; Rihlah, Jauharotur; Putri, Rachma Aliefia
Jurnal Pendidikan Anak Vol 7 No 2 (2025): Child Education Journal August
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/cej.v7i2.8063

Abstract

Bullying in early childhood is a serious issue that negatively affects children’s social and emotional development. At this stage, children may act either as perpetrators or victims, both of which can influence character formation, emotional regulation, the ability to build social relationships, and the development of prosocial behavior. This study aims to examine the relationship between bullying behavior and social-emotional development in early childhood. A quantitative approach with a correlational method was employed. The sample consisted of 398 early childhood students from one early childhood education institution, selected through a total sampling technique. The research instrument used was a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using descriptive statistics, Spearman’s correlation test, cross-tabulation, and ordinal logistic regression. The findings indicate that most children fall into the low category of bullying and the moderate-to-high category of social-emotional development. Spearman’s correlation test revealed a significant positive relationship between bullying and social-emotional development (p = 0.001; r = 0.177). Furthermore, ordinal logistic regression analysis showed that social-emotional development significantly affects the level of bullying (p = 0.007; parameter estimate = 2.818). These results suggest that bullying behavior is significantly associated with the social-emotional development of early childhood students.