Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pemanfaatan dan Pendampingan Metode Pemberian Tugas Terhadap Keterampilan Motorik Halus Anak Usia Dini (AUD) bagi Guru PAUD di TK Kreatif Cendekia Surabaya Asmara, Berda; Shari, Destita; Rulyansah, Afib
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024762

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini fokus pada peningkatan keterampilan motorik halus anak usia dini (AUD) di TK Kreatif Cendekia, Surabaya, melalui pelatihan metode pemberian tugas bagi tujuh guru PAUD. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran yang mendukung perkembangan motorik halus AUD. Melalui serangkaian workshop, diskusi interaktif, dan sesi praktik, guru-guru dibekali dengan teori dan praktik pengajaran inovatif yang berorientasi pada pengalaman belajar anak. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan guru mengintegrasikan metode baru ke dalam kurikulum dan pembelajaran sehari-hari, yang tercermin dalam keterlibatan yang lebih tinggi dan perkembangan keterampilan motorik halus pada anak-anak. Kesuksesan ini juga menggarisbawahi pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi guru PAUD untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Program ini tidak hanya memberikan kontribusi pada pengembangan profesional guru tetapi juga menyoroti pentingnya kerjasama antar lembaga pendidikan dalam mendukung inisiatif pendidikan anak usia dini.Abstract: This community service program focuses on enhancing the fine motor skills of early childhood (EC) students at Kreatif Cendekia Kindergarten in Surabaya, through training methods for task delivery for seven early childhood education (ECE) teachers. The training is designed to improve teachers' understanding and skills in developing learning activities that support the fine motor development of EC students. Through a series of workshops, interactive discussions, and practice sessions, teachers are equipped with both theory and practice of innovative teaching oriented towards the children's learning experience. The training results show a significant improvement in teachers' ability to integrate new methods into the curriculum and daily learning, reflected in higher engagement and development of fine motor skills in children. This success also underscores the importance of ongoing training for ECE teachers to enhance the quality of early childhood education. This program not only contributes to the professional development of teachers but also highlights the importance of collaboration between educational institutions in supporting early childhood education initiatives.
Kegiatan Montase sebagai alat evaluasi perkembangan motorik halus dan kreativitas anak: Pemberdayaan Guru TK Dharma Bakti Surabaya Asmara, Berda; Rulyansah, Afib; Aquariza, Novi Rahmania; Syaikhon, Muhammad; Shari, Destita; Fajrina, Luthfiah Nur; Sakdiyah, Halimatus
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024838

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Guru TK Dharma Bakti Surabaya dalam menggunakan kegiatan montase sebagai alat evaluasi perkembangan motorik halus dan kreativitas anak. Metode yang digunakan meliputi pelatihan selama empat minggu yang mencakup pengenalan konsep montase, praktik pembuatan montase, dan evaluasi hasil kegiatan montase. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan guru setelah pelatihan, dengan skor rata-rata post-test meningkat dari 60 menjadi 85. Selain itu, kegiatan montase terbukti efektif dalam mengevaluasi perkembangan motorik halus dan kreativitas anak, di mana 70% anak menunjukkan peningkatan dalam kemampuan motorik halus dan 63,33% dalam kreativitas. Guru-guru melaporkan peningkatan motivasi dan antusiasme anak dalam mengikuti kegiatan montase. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan dan penerapan montase sebagai alat evaluasi berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi perkembangan anak usia dini di TK Dharma Bakti Surabaya. Disarankan untuk melanjutkan program pelatihan serupa di sekolah-sekolah lain dan melakukan evaluasi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan dampak positif.Abstract. This community service activity aims to empower the teachers of TK Dharma Bakti Surabaya in using collage activities (montase) as an evaluation tool for fine motor skills and children's creativity development. The method used includes a four-week training program covering the introduction of the collage concept, hands-on collage making, and evaluation of the collage activities' outcomes. The results showed a significant increase in teachers' knowledge and skills after the training, with the average post-test score rising from 60 to 85. Additionally, the collage activities proved effective in assessing the development of fine motor skills and creativity, with 70% of children showing improvement in fine motor skills and 63.33% in creativity. Teachers reported increased motivation and enthusiasm among children in participating in the collage activities. The conclusion of this activity is that the training and implementation of collage as an evaluation tool successfully enhanced the quality of learning and provided sustainable benefits for early childhood development at TK Dharma Bakti Surabaya. It is recommended to continue similar training programs in other schools and conduct long-term evaluations to ensure the sustainability of the positive impacts.  
Pelatihan Kegiatan Montase terhadap Perkembangan Bahasa dan Kreativitas Anak Usia Dini bagi Guru PAUD di TK Dharma Bhakti Surabaya Asmara, Berda; Fitriyah, Fifi Khoirul; Syaikhon, Muhammad; Saputri, Tiyas; Saleh, Nanang Rokhman
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024763

Abstract

Tujuan dari Pengabdian Masyarakat adalah merupakan kewajiban sebagai seorang dosen selain Penelitian dan Pendidikan (pengajaran). Pelaksanaan pembelajaran di Lembaga PAUD sangat diperlukan melalui permainan dan media yang menyenangkan serta sesuai dengan usia anak. Oleh sebab itu kegiatan montase memiliki tujuan untuk meningkatkan kreatifitas dalam berfikir dengan menghasilkan karya yang baik sesuai dengan tingkat pencapaian perkembangannya. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memunculkan ide kreatif dan inovatif serta bermaksud untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak, sosial emosional, dan kognitif. Kegiatan montase yang dilakukan merupakan suatu bagian model pembelajaran kreatif yang dilakukan oleh guru guna memberikan stimulus kepada anak. Berdasarkan keadaan di lapangan seperti di atas maka kami mengadakan kegiatan berupa pengabdian masyarakat. Pengabdian Masyarakat yang akan dilakukan adalah pelatihan kegiatan montase pada guru PAUD untuk meningkatkan kreativitas dan perkembangan Bahasa pada anak usia dini. Pelaksanaan akan dilakukan di TK Dharma Bhakti Surabaya dengan alasan FKIP UNUSA pada tahun-tahun sebelumnya telah menjalin kerjasama (MoU) dengan lembaga tersebut melalui Tri Dharma. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kreativitas pendidik dan anak usia dini serta menambah semangat dan antuasias pada anak didikAbstract: The purpose of Community Service is a duty as a lecturer in addition to Research and Education (teaching). The implementation of learning in Early Childhood Education Institutions is very necessary through enjoyable games and media that are age-appropriate for children. Therefore, montage activities aim to enhance creativity in thinking by producing quality work in line with their developmental milestones. These activities are designed to foster creative and innovative ideas and intend to develop children's language, social-emotional, and cognitive abilities. The montage activities conducted are part of a creative learning model implemented by teachers to provide stimuli to children. Based on the field conditions as mentioned, we have organized a community service activity. The Community Service to be conducted involves training Early Childhood Education teachers in montage activities to enhance creativity and language development in young children. The implementation will take place at TK Dharma Bhakti Surabaya, chosen because FKIP UNUSA has previously established cooperation (MoU) with this institution through the Tri Dharma. This activity is carried out with the goal of increasing the creativity of educators and young children, as well as boosting the enthusiasm and interest of the students.
PELATIHAN IMPLEMENTASI NILAI MODERASI BERAGAMA PADA AUD MELALUI PAI DI YAYASAN TAAM ADINDA Syaikhon, Muhammad; Djuwari, Djuwari; Asmara, Berda; Fitriyah, Fifi Khoirul; Saleh, Nanang Rokhman; Hardiningrum, Andini
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.36951

Abstract

Intoleransi merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di Indonesia, terutama di Kabupaten Gresik. Lembaga pendidikan bisa menjadi solusi efektif untuk menanamkan nilai-nilai moderasi yang dapat mengurangi sikap intoleransi, terutama jika dimulai sejak pendidikan anak usia dini. Taman Asuh Anak Muslim (TAAM) Adinda, yang berlokasi di Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Gresik, adalah salah satu lembaga pendidikan anak usia dini yang mencakup KB, RA, TPA, dan TPQ. Namun, tantangan yang dihadapi oleh TAAM Adinda adalah kurangnya pemahaman di kalangan pendidik dan orang tua mengenai implementasi nilai moderasi beragama pada anak usia dini melalui Pendidikan agama islam. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai implementasi nilai moderasi beragama di kalangan anak usia dini di TAAM Adinda melalui Pendidikan agama islam. Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung selama empat bulan. Metode yang digunakan melibatkan pengumpulan pendidik dan orang tua untuk diberikan penyuluhan tentang implementasi nilai moderasi beragama pada anak usia dini melalui Pendidikan agama islam. Penyuluhan dilakukan melalui ceramah dan sesi tanya jawab. Untuk mengukur tingkat pengetahuan responden, dilakukan pre-test berupa kuisioner sebelum penyuluhan, dan post-test setelahnya untuk membandingkan peningkatan pengetahuan. Hasil dari kegiatan ini akan berupa jurnal nasional/prosiding nasional dan laporan mengenai peningkatan pengetahuan, pemahaman, serta kesadaran responden. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa mayoritas pendidik dan orang tua di TAAM Adinda memiliki pengetahuan yang rendah sebelum penyuluhan, namun hampir semua peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan setelahnya.
EMPOWERMENT OF EARLY CHILDHOOD EDUCATORS IN PASURUAN REGENCY IN FORMING AN ATTITUDE OF TOLERANCE IN EARLY CHILDHOOD Syaikhon, Muhammad; Rokhman Saleh, Nanang; Djuwari , Djuwari; Machmudah, Machmudah; Asmara, Berda; Rihlah , Jauharotur
Community Service Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v7i2.807

Abstract

One of the major social issues currently faced in Indonesia, particularly in Pasuruan Regency, is intolerance. Educational institutions play a strategic role in instilling values of tolerance to reduce intolerant attitudes, especially from early childhood education. However, early childhood education institutions in Pasuruan Regency face challenges related to educators’ limited understanding of how to foster tolerant attitudes among young children. This community service activity aimed to enhance the knowledge and understanding of early childhood educators regarding the formation of tolerant attitudes in early childhood learners. The program was conducted over four months and involved early childhood educators in Pasuruan Regency, totalling 50 participants. The method employed was educational counseling delivered through lectures and question-and-answer sessions. Participants’ knowledge levels were measured using a pre-test questionnaire prior to the counseling session and a post-test afterward to assess knowledge improvement. The results indicated that only 10 participants (20%) demonstrated adequate knowledge in the pre-test, while post-test results showed a significant increase, with 40 participants (80%) demonstrating improved understanding. In conclusion, educational counseling activities for early childhood educators in Pasuruan Regency effectively increased their knowledge in fostering tolerant attitudes among early childhood learners.