Claim Missing Document
Check
Articles

NIAT UNTUK MENGAMBIL SERTIFIKASI AKUNTAN DENGAN PENGUJIAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOR DAN TEORI MOTIVASI I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi; Putu Yudha Asteria Putri; Cok Istri Ratna Sari Dewi
Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 3 No 2: Desember 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jia.v3i2.16639

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sikap, norma subektif, kontrol perilaku persepsian, pemahaman, motivasi karir, motivasi ekonomi, dan motivasi prestasi terhadap niat mahasiswa untuk mengambil sertifikasi akuntan profesional ACCA, CA dan CPA. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa S1 program studi Akuntansi Universitas di Bali yang berjumlah 10.624 mahasiswa akuntansi dengan sampel sejumlah 100 mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik dan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa sikap, norma subektif, pemahaman, motivasi karir, dan motivasi prestasiberpengaruh terhadap niat mahasiswa untuk mengambil sertifikasi akuntan profesional ACCA, CA dan CPA. Sedangkan kontrol perilaku persepsian dan motivasi ekonomi tidak berpengaruh terhadap niat mahasiswa untuk mengambil sertifikasi akuntan profesional ACCA, CA dan CPA.Kata Kunci: Theory of Planned Behavior, Teori Motivasi, Sertifikasi Akuntan ProfesionalABSTRACTThis study aims to analyze the influence of attitudes, subjective norms, perceived behavioral control, understanding, career motivation, economic motivation, and achievement motivation on students' intentions to take the ACCA, CA and CPA professional accountant certification. The population in this study were all undergraduate students of the University of Bali Accounting study program totaling 10,624 accounting students. In this study the authors narrowed the population to the number of students by 10,624 by calculating the sample size which was done using the Slovin technique, so that the sample in this study were 100 students. The data analysis technique used in this research is descriptive statistical analysis, classical assumption test and hypothesis testing using multiple regression analysis. The results of this study prove that attitudes, subjective norms, understanding, career motivation, and achievement motivation affect student intentions to take the ACCA, CA and CPA professional accountant certification. While perceived behavior control and economic motivation do not affect students' intention to take ACCA, CA and CPA professional accountant certification.Keywords: Theory of Planned Behavior, Motivation Theory, Professional Accountant Certification
PKM KERAJINAN KERAMIK ANEKA PRODUK OLAHAN TANAH LIAT SIKU BALI HANDYCRAFT DI BALI I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi; Putu Yudha Asteria Putri; I Gde Agung Wira Pertama
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Abdi Masyarakat November 2020
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v4i1.1338

Abstract

ABSTRACTCraft is an object of human art that is related to hand skills. Besides having aesthetic value,the shape of the craft has economic value. One of the handicrafts in Bali is ceramics. Theseceramics are usually used as souvenirs for tourists who come to Bali. The target audienceof this community service program is the "Siku Bali Handycraft" located in KeramasVillage, Blahbatuh District, Gianyar Regency, Bali Province. Siku Bali Handycraft is apartner owned by I Wayan Catur as well as a maker / craftsman of ceramic crafts. Mr. IWayan Catur began to pioneer his work in 2009. He gained this expertise from generationto generation among his extended family. Ceramic crafts produced include incense holders,candle holders, oil kilns, flower vases, bottles for tea and coffee. The basic contribution ofthis program is to increase production capacity, increase marketing through online,improve the quality of human resources, increase turnover and company assets.Keywords: Ceramic Crafts, Clay, AssistanceABSTRAKKerajinan merupakan suatu benda hasil karya seni manusia yang berkaitan denganketerampilan tangan. Selain memiliki nilai estetis bentuk benda kerajinan tersebut memiliki nilai ekonomi. Salah satu kerajinan yang ada di Bali adalah kerajinan keramik.Kerajinan keramik ini biasanya digunakan sebagai oleh-oleh (souvenir) bagi wisatawanyang datang ke Bali. Khalayak sasaran dari program pengabdian masyarakan ini adalah“Siku Bali Handycraft” yang terletak di Desa Keramas Kecamatan Blahbatuh KabupatenGianyar Provinsi Bali. Siku Bali Handycraft merupakan mitra yang dimiliki oleh I WayanCatur sekaligus sebagai pembuat/ pengrajin kerajinan keramik. Bapak I Wayan Catur mulaimerintis karyanya pada tahun 2009. Beliau mendapatkan keahlian ini secara turun temurundiantara keluarga besarnya. Kerajinan keramik yang dihasilkan diantaranya tempat dupa,tempat lilin, tempat pembakaran minyak, vas bunga, botol untuk tempat teh dan kopi.Kontribusi dasar dari program ini adalah meningkatkan kapasitas produksi, peningkatanpemasaran melalui online, peningkatan kualitas SDM, peningkatan omset dan assetperusahaan. Kata Kunci: Kerajinan Keramik, Tanah Liat, Pendampingan 
PKM KERAJINAN “BALI GOOD” PATUNG LIMBAH PANTAI DI DESA BLAHBATUH KABUPATEN GIANYAR Putu Yudha Asteria Putri; I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi; I Gede Nyoman Carlos W Mada
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Abdi Masyarakat November 2020
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v4i1.1339

Abstract

ABSTRACTThe management of "Bali Good Sculpture" has not been done well, in the sense that it is still doneconventionally. Financial bookkeeping is not yet owned so the owner / craftsman does not knowaccurately the magnitude of the profits and the amount of costs spent in the production and operationalprocesses. The marketing pattern of "Bali Good" Beach Waste Sculpture relies on information from itsblog but the information has never been updated. Surely this will have an impact on the informationconveyed on the blog not in accordance with current conventions, both regarding price information,products or correspondence that can be contacted. The showroom from "Bali Good Patung" still seemsquite narrow and uncomfortable for customers who want to see the display of the statue they have. Thebasic contribution of this program is to improve the quality of human resources, increase productioncapacity, marketing through the website, turnover and company assets.Keywords : PKM, Beach Waste Sculpture ABSTRAKPengelolaan “Bali Good Patung” belum dilakukan secara baik, masih dilakukan secara konvensional. Pembukuan keuangan belum dimiliki sehingga pemilik/pengrajin tidak mengetahui secaraakurat besaran keuntungan yang didapatkan dan besaran biaya yang dihabiskan dalam proses produksidan operasional. Tenaga kerja yang dimiliki oleh bapak I Made Darsana sebanyak 8 orang yang berasaldari orang-orang sekitar rumahnya. Pola pemasaran “Bali Good” Patung Limbah Pantai mengandalkaninformasi dari blog yang dimiliki tetapi informasinya tidak pernah di update oleh pemiliknya karenaketerbatasan kemampuan dan pemahaman dalam mengoperasikannya. Tentunya hal ini akan berdampakpada informasi yang disampaikan di blog tidak sesuai dengan konsidi kekinian, baik menyangkutinformasi harga, produk ataupun korespondensi yang bisa dihubungi. Showroom dari “Bali GoodPatung” masih terkesan cukup sempit dan kurang nyaman bagi pelanggan yang ingin melihat pajanganpatung yang dimilikiKhalayak sasaran dari program pengabdian masyarakan ini adalah “Bali GoodPatung” yang terletak di Desa Bedulu Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar Provinsi Bali.Kontribusi dasar dari program ini adalah meningkatkan kapasitas produksi, peningkatan pemasaranmelalui website, peningkatan kualitas SDM, peningkatan omset dan asset perusahaan. Kata Kunci : PKM, Patung Limbah Pantai
PKMS PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA BERBASIS EKONOMI KREATIF MELALUI USAHA PEMBUATAN KUE TRADISIONAL DI BANJAR BLAHTANAH SUKAWATI Putu Dian Pradnyanitasari; Putu Yudha Asteria Putri; Ida Ayu Agung Idawati
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Abdi Masyarakat (JAIM)
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v3i1.537

Abstract

Market snacks are foods that are usually bought from traditional markets. Until now the market snacks are still very popular for family snacks and served to guests. One type of market snacks that are well known from any times to the present is the sagon cake. In Bali the sagon cake which is commonly called "jaje sagon" is very popular, especially when it is approaching the feast day of "jage sagon" which is very popular in the market. This traditional cake made from coconut and sticky rice flour is the result of production from a home industry (IRT) business using simple equipment. The problems faced by partners include: 1) Do not have a bookkeeping or records related to income, expenses, production costs and profit and loss. 2) Do not have knowledge about management accounting practices related to the calculation of cost of production, cost of orders, capital budgeting and the performance of UMKM in conducting their business activities. 3) Do not understand corporate governance. 4) Don't have a marketing system like social media. 5) Unattractive product packaging and lack of product variation. The solutions offered for this problem are 1) Assisting in making simple financial books and reports. 2) Assist and provide management accounting training. 3) Provide training on the application of corporate governance, especially relating to the determination of production and marketing strategies. 4) Make social media to help in product marketing and provide assistance in its use. 5) Help make new packaging more attractive so that it can increase marketing and make alternative jaje sagon that is more varied from more contemporary flavors or forms.
PKM PENDAMPINGAN PEMBUATAN LAPORAN AKUNTANSI DAN MANAJEMEN KERAJINAN (KRISHNA) TOPENG DI DESA BLAHBATUH KABUPATEN GIANYAR I Gede Nyoman Carlos W. Mada; Putu Yudha Asteria Putri; I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2021
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v4i2.1878

Abstract

Bentuk pertunjukkan topeng di Bali sangat kaya dan beragam, ada tarian, teater, hingga performance atau gabungan dari ketiganya. Keberadaan topeng di Bali diperkiraan sudah ada sejak masa prasejarah. Topeng menjadi perangkat utama dalam tari topeng, kesenian dramatari tradisional khas Bali. Dalam tari topeng, setiap pementas atau penari tampil dengan busana khusus serta mengenakan topeng. Topeng yang dikenakan oleh seorang penari menunjukkan tokoh yang diperakannya dalam sebuah pertunjukan. Cerita yang dibawakan dalam tari topeng biasanya berasal dari riwayat sejarah (babad) atau kisah-kisah legenda. Saat ini, topeng Bali dibuat bukan sekadar sebagai perangkat penting dalam pementasan tari topeng. Topeng Bali sudah banyak dijual bebas kepada para wisawatan yang berkunjung untuk dijadikan cendera mata. Seni pentas tradisional memiliki peran yang khusus dan unik dalam kebudayaan Bali. Kesenian seperti tari dan teater tidak sekadar berfungsi sebagai hiburan. Sebagian di antaranya menjadi komponen pelengkap dari ritual keagamaan atau bahkan diposisikan sebagai ritual itu sendirI. Saat ini, topeng Bali dibuat bukan sekadar sebagai perangkat penting dalam pementasan tari topeng. Topeng Bali sudah banyak dijual bebas kepada para wisawatan yang berkunjung untuk dijadikan cendera mata. Oleh karena begitu banyaknya peran kesenian topeng di Bali karena selain untuk sarana upacara, dapat juga menjadi sumber pendapatan masyarakat setempatKhalayak sasaran dari program pengabdian masyarakan ini adalah kerajinan topeng yang terletak di Banjar Dinas Kerthiyasa, Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh Kab. Gianyar Kontribusi dasar dari program ini adalah meningkatkan kapasitas produksi, peningkatan pemasaran melalui website, peningkatan kualitas SDM, peningkatan omset dan asset perusahaan.
PKM MERTA ASIH HANDYCRAFT KABUPATEN BANGLI BALI I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi; Putu Yudha Asteria Putri; Putu Gede Wahyu Satya Nugraha
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 9: September 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajinan merupakan suatu benda hasil karya seni manusia yang berkaitan dengan keterampilan tangan. Selain memiliki nilai estetis bentuk benda kerajinan tersebut memiliki nilai ekonomi. Kaca yang sudah tidak terpakai biasanya hanya dibuang dan tidak berharga, tapi dengan keuletan dan keterampilan sebenarnya masih bisa diolah menjadi kerajinan yang memiliki nilai seni. Dari limbah kaca yang nyaris gratis akan menjadi kerajinan berharga ratusan ribu hingga jutaan rupiah jika diolah. Program pengabdian masyarakat dilakukan pada usaha dagang dan produksi alat-alat upacara dari kaca “Merta Asih” yang terletak di Banjar Susut Kabupaten Bangli Provinsi Bali. Merta Asih merupakan mitra yang dimiliki oleh Ni Ketut Agusniasih sekaligus sebagai pembuat/ pengrajin kerajinan kaca. Ibu Ni Ketut Agusniasih mulai merintis karyanya pada tahun 2015. Beliau mendapatkan keahlian ini secara turun temurun diantara keluarga besarnya. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra meliputi: 1) Belum memiliki pembukuan untuk menghitung laba rugi usaha. 2) Belum memiliki pembukuan dalam menghitung harga pokok produksi. 3) Pemasaran dilakukan belum optimal sehingga masih banyak yang belum mengetahui jelas produksinya serta belum memiliki katalog produk sehingga susah didalam melakukan promosi. Metode pelaksanaan untuk mengatasi permasalah tersebut meliputi: 1) Pembentukan dan perancangan system pembukuan laba rugi, 2) Pembentukan dan perancangan system pembukuan harga pokok produksi, dan 3) Pembuatan strategi promosi / pemasaran melalui online dan pembuatan katalog produk-produk yang dimiliki.
PKMS PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA BERBASIS EKONOMI KREATIF MELALUI USAHA PEMBUATAN KUE TRADISIONAL DI BANJAR BLAHTANAH SUKAWATI Putu Dian Pradnyanitasari; Putu Yudha Asteria Putri; Ida Ayu Agung Idawati
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Abdi Masyarakat (JAIM)
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v3i1.537

Abstract

Market snacks are foods that are usually bought from traditional markets. Until now the market snacks are still very popular for family snacks and served to guests. One type of market snacks that are well known from any times to the present is the sagon cake. In Bali the sagon cake which is commonly called "jaje sagon" is very popular, especially when it is approaching the feast day of "jage sagon" which is very popular in the market. This traditional cake made from coconut and sticky rice flour is the result of production from a home industry (IRT) business using simple equipment. The problems faced by partners include: 1) Do not have a bookkeeping or records related to income, expenses, production costs and profit and loss. 2) Do not have knowledge about management accounting practices related to the calculation of cost of production, cost of orders, capital budgeting and the performance of UMKM in conducting their business activities. 3) Do not understand corporate governance. 4) Don't have a marketing system like social media. 5) Unattractive product packaging and lack of product variation. The solutions offered for this problem are 1) Assisting in making simple financial books and reports. 2) Assist and provide management accounting training. 3) Provide training on the application of corporate governance, especially relating to the determination of production and marketing strategies. 4) Make social media to help in product marketing and provide assistance in its use. 5) Help make new packaging more attractive so that it can increase marketing and make alternative jaje sagon that is more varied from more contemporary flavors or forms.
PKM KERAJINAN KERAMIK ANEKA PRODUK OLAHAN TANAH LIAT SIKU BALI HANDYCRAFT DI BALI I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi; Putu Yudha Asteria Putri; I Gde Agung Wira Pertama
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Abdi Masyarakat November 2020
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v4i1.1338

Abstract

ABSTRACTCraft is an object of human art that is related to hand skills. Besides having aesthetic value,the shape of the craft has economic value. One of the handicrafts in Bali is ceramics. Theseceramics are usually used as souvenirs for tourists who come to Bali. The target audienceof this community service program is the "Siku Bali Handycraft" located in KeramasVillage, Blahbatuh District, Gianyar Regency, Bali Province. Siku Bali Handycraft is apartner owned by I Wayan Catur as well as a maker / craftsman of ceramic crafts. Mr. IWayan Catur began to pioneer his work in 2009. He gained this expertise from generationto generation among his extended family. Ceramic crafts produced include incense holders,candle holders, oil kilns, flower vases, bottles for tea and coffee. The basic contribution ofthis program is to increase production capacity, increase marketing through online,improve the quality of human resources, increase turnover and company assets.Keywords: Ceramic Crafts, Clay, AssistanceABSTRAKKerajinan merupakan suatu benda hasil karya seni manusia yang berkaitan denganketerampilan tangan. Selain memiliki nilai estetis bentuk benda kerajinan tersebut memiliki nilai ekonomi. Salah satu kerajinan yang ada di Bali adalah kerajinan keramik.Kerajinan keramik ini biasanya digunakan sebagai oleh-oleh (souvenir) bagi wisatawanyang datang ke Bali. Khalayak sasaran dari program pengabdian masyarakan ini adalah“Siku Bali Handycraft” yang terletak di Desa Keramas Kecamatan Blahbatuh KabupatenGianyar Provinsi Bali. Siku Bali Handycraft merupakan mitra yang dimiliki oleh I WayanCatur sekaligus sebagai pembuat/ pengrajin kerajinan keramik. Bapak I Wayan Catur mulaimerintis karyanya pada tahun 2009. Beliau mendapatkan keahlian ini secara turun temurundiantara keluarga besarnya. Kerajinan keramik yang dihasilkan diantaranya tempat dupa,tempat lilin, tempat pembakaran minyak, vas bunga, botol untuk tempat teh dan kopi.Kontribusi dasar dari program ini adalah meningkatkan kapasitas produksi, peningkatanpemasaran melalui online, peningkatan kualitas SDM, peningkatan omset dan assetperusahaan. Kata Kunci: Kerajinan Keramik, Tanah Liat, Pendampingan 
PKM KERAJINAN “BALI GOOD” PATUNG LIMBAH PANTAI DI DESA BLAHBATUH KABUPATEN GIANYAR Putu Yudha Asteria Putri; I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi; I Gede Nyoman Carlos W Mada
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Abdi Masyarakat November 2020
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v4i1.1339

Abstract

ABSTRACTThe management of "Bali Good Sculpture" has not been done well, in the sense that it is still doneconventionally. Financial bookkeeping is not yet owned so the owner / craftsman does not knowaccurately the magnitude of the profits and the amount of costs spent in the production and operationalprocesses. The marketing pattern of "Bali Good" Beach Waste Sculpture relies on information from itsblog but the information has never been updated. Surely this will have an impact on the informationconveyed on the blog not in accordance with current conventions, both regarding price information,products or correspondence that can be contacted. The showroom from "Bali Good Patung" still seemsquite narrow and uncomfortable for customers who want to see the display of the statue they have. Thebasic contribution of this program is to improve the quality of human resources, increase productioncapacity, marketing through the website, turnover and company assets.Keywords : PKM, Beach Waste Sculpture ABSTRAKPengelolaan “Bali Good Patung” belum dilakukan secara baik, masih dilakukan secara konvensional. Pembukuan keuangan belum dimiliki sehingga pemilik/pengrajin tidak mengetahui secaraakurat besaran keuntungan yang didapatkan dan besaran biaya yang dihabiskan dalam proses produksidan operasional. Tenaga kerja yang dimiliki oleh bapak I Made Darsana sebanyak 8 orang yang berasaldari orang-orang sekitar rumahnya. Pola pemasaran “Bali Good” Patung Limbah Pantai mengandalkaninformasi dari blog yang dimiliki tetapi informasinya tidak pernah di update oleh pemiliknya karenaketerbatasan kemampuan dan pemahaman dalam mengoperasikannya. Tentunya hal ini akan berdampakpada informasi yang disampaikan di blog tidak sesuai dengan konsidi kekinian, baik menyangkutinformasi harga, produk ataupun korespondensi yang bisa dihubungi. Showroom dari “Bali GoodPatung” masih terkesan cukup sempit dan kurang nyaman bagi pelanggan yang ingin melihat pajanganpatung yang dimilikiKhalayak sasaran dari program pengabdian masyarakan ini adalah “Bali GoodPatung” yang terletak di Desa Bedulu Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar Provinsi Bali.Kontribusi dasar dari program ini adalah meningkatkan kapasitas produksi, peningkatan pemasaranmelalui website, peningkatan kualitas SDM, peningkatan omset dan asset perusahaan. Kata Kunci : PKM, Patung Limbah Pantai
PKM UMA SARI DI DESA SIDAN KABUPATEN GIANYAR BALI I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi; Putu Yudha Asteria Putri; Luh Suariani
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2021
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v4i2.1779

Abstract

Coconut shells or coconut shells may not be useful for most people, but craftsmen in Sidan Village, Gianyar District, Gianyar Regency, Bali can produce various kinds of tools for Hindu religious ceremonies. Coconut shell crafts are also widely used as souvenirs for tourists who come to Bali. The community service program is carried out in the trading business and the production of ceremonial tools from coconut shell "Uma Sari" which is located in Sidan Village, Gianyar District, Gianyar Regency, Bali Province. Uma Sari is a partner owned by I Wayan Lanus as well as a coconut shell craft maker / craftsman. Mr. I Wayan Lanus started pioneering his work in 2016. He has acquired this skill from generation to generation among his extended family. The basic contribution of this program is to increase production capacity, increase online marketing, increase the quality of human resources, increase turnover and company assets.
Co-Authors A.A. Gede Krisna Murti Agung Kepakisan Mandala, I Gusti Ngurah Anak Agung Istri Pradnyarani Dewi Cahyono, Irfan Claudia W.M Korompis Cok Istri Ratna Sari Dewi Dewi, Anak Agung Istri Pradnyarani Dewi, I Gusti Ayu Ratih Permta DEWI, Ni Kadek Sintiya Purnama Diana, Ketut Emilika Budi Lestari, Ni Putu I Dewa Ayu Eka Pertiwi I Dewa Ayu Kristiantari I Dewa Kristiantari I Gde Agung Wira Pertama I Gede Nyoman Carlos W Mada I Gede Nyoman Carlos W. Mada I Gede Nyoman Carlos W. Mada I Gede Nyoman Carlos Wiswanatha Mada I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi I Putu Rana Mahendra Putra Ida Ayu Agung Idawati Ida Bagus Putra Astika Komang Adi Kurniawan Saputra Luh Putu Lusi Setyandarini Surya Luh Suariani Luh Suariani, Luh Mada, I Gede Nyoman Carlos W. Made Gede Wirakusuma Made Yenni Latrini Ngurah Gede Dwi Mahadipta Ni Made Emmi Nutrisia Dewi, Ni Made Ni Made Intan Priliandani, Ni Made Intan Ni Made Suindari Ni Putu Emilika Budi Lestari Nugraha, Putu Gede Wahyu Satya PARAMITA, Ni Kadek Ayu Pradnya Pradnya Paramita, Ni Kadek Ayu Pranajaya, I Kadek Prasiani, Ni Komang Putra, I Wayan Gde Yogiswara Darma Putu Ayu Sita Laksmi Putu Ayu Sriasih Wesna Putu Diah Putri Idawati Putu Diah Putri Idawati Putu Dian Pradnyanitasari Putu Dian Pradnyanitasari Putu Gede Wahyu Satya Nugraha Putu Gede Wahyu Satya Nugraha Putu Gede Wahyu Satya Nugraha Santini, Ni Made Sintia Dewi, Ni Kadek Tarisa Suindari, Ni Made Vidyantari, Putu Kemala WIBAWA, Ida Bagus Surya WICAKSANA, Gede Dharma Arya Wika Artawan, I Kadek WIRATAMA, Dhanendra Yogantari, Made Vairagya