Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERAN KEARIFAN LOKAL DAMAR KURUNG SEBAGAI PENDEKATAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DALAM KONTEKS KEARIFAN LOKAL Clara Marlena Cindy Zalianty; Fikky Dian Roqobih; Ahmad Qosyim; Dyah Astriani
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4286

Abstract

Damar Kurung merupakan salah satu bentuk kearifan lokal khas Gresik yang memiliki nilai estetika, historis, dan edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Damar Kurung sebagai pendekatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dalam konteks konservasi alam. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis 11 jurnal ilmiah yang terbit antara 2020-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Damar Kurung dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan, memahami konsep ekologi, serta mengaitkan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai budaya lokal. Damar Kurung juga berperan dalam pembelajaran etnosains dan mendukung pemahaman konsep geometri dalam IPA. Selain itu, pendekatan berbasis kearifan lokal ini mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta mendukung penguatan profil Pelajar Pancasila. Integrasi Damar Kurung dalam pendidikan tidak hanya berperan dalam pelestarian budaya, tetapi juga sebagai strategi inovatif dalam menanamkan nilai-nilai konservasi serta memperkuat pemahaman siswa terhadap konsep ilmiah secara lebih kontekstual. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penerapan Damar Kurung dalam pembelajaran IPA sebagai model pembelajaran berbasis budaya yang efektif.
MENJAGA HUTAN LEWAT TRADISI : NGALAS JATI DAN KEARIFAN LOKAL BOJONEGORO Narayya Tricha Sabina; Fikky Dian Roqobih; Ahmad Qosyim; Dyah Astriani
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4289

Abstract

Tradisi ngalas jati merupakan praktik konservasi berbasis kearifan lokal yang dijalankan oleh masyarakat Bojonegoro, Jawa Timur, dalam mengelola hutan jati (Tectona grandis). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi kearifan lokal dalam pelestarian lingkungan melalui praktik ngalas. Metode yang digunakan adalah studi literatur deskriptif kualitatif dengan menganalisis artikel dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip utama dalam ngalas jati meliputi pengaturan waktu penebangan, pembatasan jumlah pohon yang ditebang, serta pelaksanaan ritual adat sebagai bentuk penghormatan terhadap alam. Tradisi ini tidak hanya berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga mengandung nilai spiritual dan sosial yang memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian hutan. Namun demikian, ngalas jati menghadapi tantangan serius, seperti tekanan ekonomi, eksploitasi berlebih, kebijakan yang tidak berpihak pada hak adat, serta pengaruh modernisasi yang mengikis nilai-nilai lokal. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat praktik konservasi yang berkelanjutan dengan tetap menghargai kearifan lokal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam perumusan kebijakan lingkungan yang inklusif dan berbasis budaya.
MENJAGA ALAM LEWAT TRADISI : LUBUK LARANGAN SEBAGAI MODEL KONSERVASI SUMBER DAYA PERAIRAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI INDONESIA Lyvia Lailia Arnandita; Fikky Dian Roqobih; Ahmad Qosyim; Dyah Astriani
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4339

Abstract

Lubuk larangan merupakan salah satu praktik konservasi berbasis kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran lubuk larangan sebagai model konservasi sumber daya perairan berbasis komunitas, menganalisis kontribusinya terhadap keberlanjutan ekosistem, serta mengevaluasi potensinya untuk direplikasi dalam kebijakan konservasi nasional. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif, berdasarkan analisis terhadap 16 jurnal ilmiah terbitan 2015–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lubuk larangan berperan penting dalam menjaga keanekaragaman hayati ikan lokal, memperkuat solidaritas sosial, mempertahankan budaya tradisional, dan mendukung ekonomi masyarakat melalui panen ikan dan pengembangan ekowisata. Sistem zonasi, partisipasi aktif masyarakat, dan penguatan kelembagaan adat menjadi faktor kunci keberhasilan. Namun, tantangan seperti pencemaran sungai, aktivitas penambangan ilegal, serta lemahnya pengawasan menjadi ancaman nyata. Oleh karena itu, penguatan regulasi lokal, peningkatan kesadaran masyarakat, serta integrasi lubuk larangan dalam strategi pembangunan berkelanjutan sangat diperlukan untuk mempertahankan fungsi ekologis dan sosial tradisi ini.
MENGUPAS FILOSOFI PETIK LAUT SEBAGAI STRATEGI KONSERVASI LAUT BERBASIS ADAT Reni Latifa; Fikky Dian Roqobih; Ahmad Qosyim; Dyah Astriani
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4619

Abstract

Penelitian ini mengkaji filosofi tradisi Petik Laut sebagai strategi konservasi berbasis adat di Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui studi literatur dalam 8 tahun terakhir (2017-2025), penelitian ini mengeksplorasi makna spiritual, sosial dan ekologis dari tradisi Petik Laut yang dilakukan oleh masyarakat pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Petik Laut memiliki peran signifikan dalam pelestarian lingkungan laut yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam. Ritual ini tidak hanya sekedar ungkapan syukur, tetapi juga mengandung filosofi konservasi yang mendalam yaitu meliputi larangan penangkapan ikan berlebihan, penghormatan terhadap ekosistem laut, dan pemberdayaan pengetahuan lokal. Penelitian ini mengungkapkan bahwa kearifan lokal dapat menjadi strategi efektif dalam upaya konservasi modern yang menunjukkan pentingnya mengintegrasikan tradisi budaya dengan pendekatan ilmiah dalam pengelolaan sumber daya laut. Implikasi penelitian ini memberikan wawasan baru tentang potensi kearifan lokal dalam mendukung keberlanjutan ekosistem laut dan menawarkan perspektif alternatif dalam strategi konservasi global
Keunikan Larung Sesaji Sarangan dalam Konservasi Alam dan Budaya sebagai Implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan SDGs Rani Kartika Sari; Hasan Subekti; Ahmad Qosyim; Dyah Astriani
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.4922

Abstract

Tradisi Larung Sesaji di Telaga Sarangan merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang mengandung nilai ekologis, sosial, spiritual, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran tradisi tersebut dalam mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada tujuan nomor 11 (kota dan komunitas berkelanjutan), 13 (penanganan perubahan iklim), dan 15 (kehidupan di darat). Melalui pendekatan kualitatif dan studi literatur, ditemukan bahwa Larung Sesaji tidak hanya menjadi sarana pelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat kohesi sosial, membangun kesadaran ekologis berbasis spiritualitas, serta memberikan dampak ekonomi melalui pariwisata budaya. Namun, modernisasi dan komersialisasi pariwisata menjadi tantangan serius yang dapat mengikis nilai-nilai luhur tradisi ini. Oleh karena itu, integrasi kearifan lokal dalam kebijakan pembangunan, pendidikan budaya, dan pengelolaan pariwisata berkelanjutan menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus mendukung agenda pembangunan global yang inklusif dan kontekstual.
Preparation of Virgin Coconut Oil (VCO) Using the Pineapple Enzymatic Method Nisa, Alyyah Fikrotun; Fauziyah, Iffah Nur; Aini, Ika Nur; Wardhani, Raden Eliza; Astriani, Dyah; Puspitarini, Sapti
Biotik Vol 13 No 1 (2025): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v13i1.23682

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak nabati yang diekstrak dari endosperma kelapa segar dan matang tanpa penyulingan kimia atau panas tinggi. VCO dapat diproduksi dengan beberapa metode, salah satunya adalah metode enzimatik nanas. Hasil produksi VCO enzimatik nanas memiliki keunggulan dibandingkan metode lainnya. Nanas merupakan tanaman yang relatif mudah dibudidayakan di Indonesia, namun pemanfaatan nanas masih belum maksimal, biasanya hanya sebagai olahan makanan atau minuman yang dapat dikonsumsi langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara produksi VCO menggunakan metode enzimatik dari buah nanas dan parameter fisik VCO yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran. Hasil penelitian ini menghasilkan minyak sebanyak 40 ml dengan kejernihan bening, aroma sedikit menyengat khas kelapa, dan memiliki rasa khas minyak kelapa.
Project Based Learning (PjBL) Learning Model to Train The Pedagogical Competencies of Prospective Science Teacher Students Astriani, Dyah; Fauziah, An Nuril Maulida; Hendratmoko, Ahmad Fauzi; Rosdiana, Laily; Martini, Martini
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan VOL 10, NO 7: JULY 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v10i7.25911

Abstract

Pedagogical competence is very necessary to improve the learning process. Pedagogical competency is a competency that prospective science teachers must have. This relates to the duties of teachers who are not only teachers, but also as educators and mentors of students. Prospective teachers need to have both academic and non-academic competencies. This research aims to analyze the pedagogical competence of prospective teachers in terms of their ability to prepare learning plans. The method used by researchers in this research is a project with a quantitative approach. The research results show that prospective science teacher students are able to design learning by implementing innovative learning models, utilizing relevant technology, with the hope of making it easier for students to understand the learning material
Efforts to Improve Learning Outcomes and Motivation Through Experimental Learning on Dynamic Electricity Wulandani, Isti; Permatasari, Jeni; Zalfiyana, Kholidah; Shobikhah, Khusniatus; Hartono, Kristin Dwi Yulia; Astriani, Dyah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3525

Abstract

Motivation and learning outcomes are two interrelated aspects. A high level of learning motivation will result in commitment and resilience in learning, thereby leading students to improve their learning outcomes. This research aimed to describe the improvement of learning outcomes and student motivation after application experimental methods in science learning on the topic of dynamic electricity. This research is a type of Classroom Action Research design consisting of two cycles with instruments in the form of formative test sheets and questionnaires where there are 30 students as research subjects. Based on the results of the formative test in cycle I, an average score of 85.4 was obtained and increased to 88.7 in cycle II. The classical learning completion in cycle I was 53.3% and increased to 86.7% in cycle II. According to the questionnaire’s results, it is known that 100% of respondents thought that using experimental methods to teach science was very interesting and enjoyable. In addition, 83.3% of respondents stated that experimental methods can increase their motivation to learn on dynamic electrical materials. Consequently, it might be concluded that the application of experimental methods is significantly able to improve student learning outcomes and motivation.
Optimizing the growth of caisim (Brassica juncea l.) using rabbit feces fertilizer as an eco-friendly organic alternative Anugrah, Devi; Astriani, Dyah; Nurusman, Lutfah S
Journal on Biology and Instruction Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/joubins.v5i1.13167

Abstract

Caisim (Brassica juncea L.) is a widely consumed leafy vegetable that requires adequate nutrients for optimal growth. This study aimed to investigate the effect of rabbit manure on the growth of caisim plants, specifically focusing on fresh weight, dry weight, and root length. The experiment was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and five replications. Treatments consisted of different soil-to-rabbit manure ratios: P0 (control, no manure), P1 (1:1), P2 (2:1), P3 (3:1), and P4 (4:1). The results showed that the application of rabbit manure significantly affected all three observed growth parameters. The best results were obtained in the P2 treatment (2:1 ratio), which yielded an average fresh weight of 21.902 g, a dry weight of 1.17 g, and a root length of 5.58 cm. These findings suggest that rabbit manure supplies essential nutrients, including nitrogen, phosphorus, and potassium, which contribute to enhanced root development and overall plant growth. The 2:1 ratio was found to offer the most effective nutrient balance for caisim cultivation. The implication of this study is that rabbit manure can serve as an environmentally friendly and effective organic fertilizer alternative to chemical fertilizers, supporting sustainable agricultural practices and offering a practical solution for enhancing the productivity of horticultural crops.
MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP MAHASISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING Nurita, Tutut; Fauziah, An Nuril Maulida; Astriani, Dyah; Erman; Susiyawati, Enny
Proceeding Seminar Nasional IPA 2022
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan inkuiri memfasilitasi mahasiswa aktif dalam menganalisis dan menemukan informasi secara teratur seperti pada inkuiri terbimbing. Hal ini dapat membantu mahasiswa dalam menguasai konsep-konsep yang berguna dalam memecahkan suatu masalah, terutama pada indikator analisis dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan metode pretest dan posttest sebanyak 40 mahasiswa. Hasil penelitian dianalisis menggunakan rubrik Bartels dan metode Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan jumlah mahasiswa yang menguasai konsep analisis dan evaluasi sehingga inkuiri terbimbing efektif membantu mahasiswa menguasai konsep termodinamika.