Claim Missing Document
Check
Articles

SOSIALISASI PERBAIKAN PROSES PRODUKSI TAHU DI DESA CANDIRETNO KECAMATAN PAGELARAN, KABUPATEN PRINGSEWU Astuti, Sussi; Dewi Sartika; Muhammad Irfan Affandi; Wartarius
Laporan Upaya Nyata Inovasi Ilmu Komputer Vol. 2 No. 01 (2024)
Publisher : FMIPA Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/lunik.v2i01.12

Abstract

Pengusaha tahu skala rumah tangga di Desa Candiretno Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu memproduksi tahu putih, tahu kuning dan tahu goreng. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk : (1) Meningkatkan pengetahuan pengusaha tahu mengenai berbagai alternatif pengawetan tahu; (2) Meningkatkan pengetahuan pengusaha tahu mengenai pemilihan dan penggunaan pewarna yang aman pada proses pembuatan tahu kuning; dan (3) Meningkatkan pengetahuan pengusaha tahu mengenai pemilihan dan keamanan minyak goreng dalam proses pembuatan tahu goreng. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi. Hasil kegiatan menunjukkan pengetahuan peserta dari nilai rerata 35,3% sebelum pelatihan (evaluasi awal) menjadi 99% setelah pelatihan (evaluasi akhir), sehingga peningkatan pengetahuan peserta setelah pelatihan sebesar 63,7% (tergolong pada kategori sedang). Manfaat dan tujuan pelatihan yang ingin dicapai dalam kegiatan pengabdian ini dapat dinyatakan telah berhasil dan sesuai harapan. Kata kunci : tahu, perbaikan proses produksi
Sensory Study and Financial Feasibility Analysis of Alpinia galangal Fish Shredded Products Fadli Alamsyah; Dewi Sartika; Sussi Astuti; Wisnu Satyajaya; Sri Hidayati; Puan Mutia Ayunisa
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 13, No 4 (2024): December 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i4.1151-1159

Abstract

Spices have always been a part of Indonesia's culinary culture. One of the spices that has high economic value and efficacy is galangal. Therefore, testing of bioactive compounds and the effect of making shredded spice fish with the addition of various concentrations of galangal needs to be further investigated in terms of sensory quality and financial feasibility. This study aims to determine the bioactive components in galangal spice, determine the best concentration of galangal addition in shredded spiced fish products, and determine the financial feasibility. The research was conducted by making galangal spice and shredded spiced fish at IDAEZ Group MSMEs. Subsequently, the galangal spice was tested for bioactive compound (GC-MS) and then, sensory tests were carried out on shredded fish spices mixed with galangal spices (1%, 2%, 3%). After that, the financial feasibility analysis was calculated. The results obtained showed that there were four main components in galangal spice, such as 5-Eicosenen, (E)-, n-Hexadecanoic acid, oleic acid, and 9-Octadecenoic acid (Z)-, oxiranylmethyl ester. Meanwhile, the best concentration of shredded spice fish was found in treatment P3 (addition of 3% galangal). Lastly, the shredded spice fish was found to be viable with an income of IDR 427,547 per production. Keywords: Financial feasibility, GC-MS, Galangal, Sensory.
Pohon Impian: Program Edukasi untuk Meningkatkan Motivasi Siswa SDN Kepatihan 6 Fadhil, Martiana Kholila; Azzahro, Fauziyah; Darmawan, Muhammad Riza; Sussi Astuti; Affandi , Muhammad Irfan
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 2 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.572

Abstract

Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia serta membimbing siswa dalam meraih cita-cita di masa depan. Namun, masih banyak siswa yang belum memiliki kejelasan terhadap cita-cita mereka, sehingga berdampak pada rendahnya motivasi belajar. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa SDN Kepatihan 06 Jember melalui kegiatan edukatif menggunakan metode "Pohon Cita-Cita." Program dilaksanakan selama satu hari menggunakan metode ceramah, simulasi, serta drill and practice. Siswa diminta menuliskan cita-cita mereka pada kertas berbentuk daun dan menempelkannya pada pohon cita-cita sebagai bentuk visualisasi tujuan hidup. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan diskusi kelompok dan presentasi untuk membantu siswa merancang langkah-langkah konkret dalam mencapai cita-cita mereka. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa terhadap tujuan hidup serta meningkatnya antusiasme dan kepercayaan diri dalam belajar. Guru juga mengamati adanya perubahan positif dalam keterlibatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Program ini terbukti efektif dalam membangun motivasi sejak dini, serta menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan interaktif. Kegiatan ini juga menanamkan pentingnya merencanakan masa depan melalui langkah-langkah sederhana namun terarah.
PELATIHAN PERBAIKAN MUTU PRODUKSI DAN PENERAPAN CPPB PADA IRTP MIE BASAH DI KOTA BANDAR LAMPUNG Astuti, Sussi; Sartika, Dewi; Zulferiyeni, Zulferiyeni; Susilawati, Susilawati
Laporan Upaya Nyata Inovasi Ilmu Komputer Vol. 1 No. 01 (2023)
Publisher : FMIPA Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/lunik.v1i01.3

Abstract

Salah satu sentra produksi usaha mikro mie basah terdapat di Kelurahan Gunung Sulah Kecamatan Sukarame Kota Bandar Lampung. Mie basah sebagai salah satu produk olahan pangan yang dikonsumsi manusia berkaitan langsung dengan kesehatan konsumen, sehingga proses pengolahannya harus dilakukan secara benar dan tepat sesuai aturan. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi akibat buruk yang tidak diinginkan terhadap konsumen. Sasaran strategis dalam kegiatan pengabdian ini adalah 4 pengusaha industri rumah tangga pangan (IRTP) mie basah di wilayah tersebut. Berdasarkan perumusan masalah, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk : (1). Memberikan pengetahuan mengenai bahaya dan efek penggunaan formalin dan boraks pada proses produksi mie basah terhadap kesehatan, (2). Memberikan pengetahuan mengenai peraturan pemerintah tentang penggunaan bahan tambahan pangan yang legal dan ilegal, (3). Memberikan pengetahuan tentang sistem jaminan produk halal (SJPH) produk mie basah, dan (4). Memberikan pengetahuan dan pelatihan untuk mengaplikasikan dan menerapkan praktek pengolahan mie basah yang sesuai dengan prinsip Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT) sebagai upaya perbaikan mutu produksi mie basah. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan bantuan peralatan penunjang produksi pada ke 4 khalayak sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rerata 29% sebelum pelatihan (evaluasi awal) menjadi 97,5% setelah pelatihan (evaluasi akhir), sehingga peningkatan pengetahuan peserta setelah pelatihan sebesar 68,5% (tergolong pada kategori sedang). Kata kunci : CPPB, IRTP Mie Basah, SJPH
Formulasi kacang koro pedang (Canavalia ensiformis) dan kacang kedelai (Glycine max L.) terhadap total kapang, total khamir, dan sifat sensori tempe mosaccha Formulation of jack beans (Canavalia ensiformis) and soybeans (Glycine max L.) on total molds, total yeasts, and sensory properties of mosaccha tempeh Annisa Syamsiana; Samsul Rizal; Maria Erna; Sussi Astuti
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i2.10033

Abstract

The level of local legume consumption in Indonesia is low. One way to increase it is through food diversification by creating modified tempeh from non-soybeans. Jack bean can be used as an additional raw material in soy tempeh production because it has a nutritional content almost comparable to soybeans. This research aims to determine the formulation of jack beans and soybeans with the addition of the best variation of mosaccha tempeh yeast concentration. The research consists of two factors: the first factor is the formulation ratio of jack beans to soybeans (K), which includes 0%:100% (K1), 25%:75% (K2), 50%:50% (K3), 75%:25% (K4), and 100%:0% (K5) by weight; the second factor is the concentration of mosaccha tempeh yeast (R), which includes 0.2% (R1), 0.4% (R2), and raprima yeast (control) at 0.2% (R3) by weight. The observation parameters are total mold, total yeast, sensory properties (color, aroma, texture, taste, and overall acceptance), beta-glucan content, protein content, fat content, moisture content, ash content, crude fiber content, and carbohydrate content. The results show that the best treatment was 75% jack beans and 25% soybeans with the addition of 0.4% mosaccha yeast (K4R2), based on effectiveness index results with total mold count of 6.93 Log CFU/g; total yeast count of 8.76 Log CFU/g; color score of 4 (white with mycelium covering almost the entire surface of the tempeh); aroma score of 4 (distinct tempeh smell, slightly rancid, sweet); texture score of 4 (compact, easy to slice); taste score of 4 (liked); overall acceptance score of 3 (somewhat liked); beta-glucan content of 0.941%; protein content of 33.31%; fat content of 8.66%; moisture content of 68.74%; ash content of 1.52%; crude fiber content of 2.09%; and carbohydrate content of 14.72%.Keywords: jack beans, mosaccha yeast, soybeans, tempeh AbstrakTingkat konsumsi kacang-kacangan lokal di Indonesia rendah. Salah satu cara untuk meningkatkannya adalah diversifikasi pangan dengan cara membuat tempe modifikasi dari kacang non-kedelai. Kacang koro pedang dapat digunakan sebagai bahan baku tambahan dalam pembuatan tempe kedelai karena memiliki kandungan gizi yang hampir sama dengan kacang kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi kacang koro pedang dan kacang kedelai dengan penambahan variasi konsentrasi ragi tempe mosaccha terbaik. Penelitian terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalah formulasi perbandingan kacang koro pedang dan kacang kedelai (K) yaitu 0%:100% (K1), 25%:75% (K2), 50%:50% (K3), 75%:25% (K4), 100%: 0% (K5) b/b dan faktor kedua adalah konsentrasi ragi tempe mosaccha (R) yaitu 0,2% (R1) dan 0,4% (R2) serta ragi raprima (kontrol) 0,2% (R3) b/b. Parameter pengamatan adalah total kapang, total khamir, sifat sensori (warna, aroma, tekstur, rasa, dan penerimaan keseluruhan), kadar beta-glukan, kadar protein, kadar lemak, kadar air, kadar abu, kadar serat kasar, dan kadar karbohidrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik 75% koro pedang : 25% kedelai dengan penambahan ragi mosaccha 0,4% (K4R2) berdasarkan hasil indeks efektivitas dengan jumlah total kapang 6,93 Log CFU/g; jumlah total khamir 8,76 Log CFU/g; skor warna 4 (putih dan miselium menyelimuti hampir seluruh permukaan tempe); skor aroma 4 (khas tempe sedikit langu, harum manis); skor tekstur 4 (kompak, mudah diiris); skor rasa 4 (suka); skor penerimaan keseluruhan 3 (agak suka); kadar beta-glukan 0,941%; kadar protein 33,31%, kadar lemak 8,66%; kadar air 68,74%, kadar abu 1,52%; kadar serat kasar 2,09%; kadar karbohidrat 14,72%. Kata kunci: kacang kedelai, kacang koro pedang, ragi mosaccha, tempe
PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG MOCAF (Modified Cassava Flour) DAN TAPIOKA SEBAGAI BAHAN PENGISI TERHADAP SIFAT KIMIA, FISIK, DAN SENSORI NUGGET IKAN BAJI-BAJI (Grammoplites Scaber) Khoti Jayanti; Erdi Suroso; Sussi Astuti; Novita Herdiana
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Agroindustri Berkelanjutan
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v2i2.8150

Abstract

Mocaf flour and tapioca have potential as a filler to produce baji-baji fish nuggets. The purpose of this study was to determine the effect of adding mocaf flour and tapioca on chemical, physical and sensory characteristcs of baji-baji fish nuggets, and to obtained the best ratio of mocaf flour and tapioca to produce baji-baji fish nuggets with chemical, physical and sensory properties. The experiment used a Completely Randomized Block Design (RCBD) with a single factor, and four replications.  The factor used was the comparison of mocaf flour and tapioca which consisted of six levels, namely 5%: 95% (P0), 20%: 80% (P1), 35%: 65% (P2), 50%: 50% (P3), 65%: 35% (P4), and 80% : 20% (P5).  The data obtained were tested for homogeneity with the Barlett test and additional data were tested with the Tuckey test, then the data were analyzed for variance (ANARA) to determine the effect between treatments. The data will be analyzed further with the Least Significant Difference Test (LSD) at 5% level.  The results showed that the addition of mocaf flour and tapioca had an effect on the moisture content, ash content, hardness, cohesiveness, springiness, texture and overall acceptance of baji-baji fish nuggets. The best concentration of mocaf flour and tapiocaadded in baji-baji fish nuggets was P2 (35% mocaf flour: 65% tapioca) with moisture content (53.28%), ash content (2 ,08%), hardness 253.06 gf, cohesiveness 1.01 gs, springiness 6.85 mm, texture 8.56 (solid, compact), taste 7.08 (fish-spesialize), color 7.06 (liked),entirely- acceptance 7.10 (liked), protein content (14.12%), and fat content (10.28%).
KARAKTERISTIK SENSORI DAN FISIK SOSIS AYAM DENGAN PENAMBAHAN PATI AREN (Arenga pinnata) DAN ISOLAT PROTEIN KEDELAI (IPK) Ari Sujianti; Susilawati Susilawati; Sussi Astuti; Samsu Udayana Nurdin
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 2, No 1 (2023): JURNAL AGROINDUSTRI BERKELANJUTAN
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v2i1.7189

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pati aren dan isolat protein kedelai (IPK) terhadap karakteristik sensori dan fisik sosis ayam serta mendapatkan formulasi perbandingan pati aren dan IPK terbaik pada produk sosis ayam. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan faktor tunggal yang terdiri dari 9 taraf dan 3 kali ulangan. Formulasi pati aren dan IPK dalam pembuatan sosis ayam yaitu : A0 (33% tapioka sebagai kontrol), A1 (5%:10%), A2 (5%:13%), A3 (10%:10%), A4 (10%:13%), A5 (15%:10%), A6 (15%:13%), A7 (20%:10%), dan A8 (20%:13%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan formulasi perbandingan pati aren dan IPK berpengaruh nyata terhadap sifat sensori tekstur, rasa, aroma, penampakan dan penerimaan keseluruhan serta sifat fisik (tekstur), WHC, dan susut masak. Formulasi perbandingan pati aren dan IPK yang menghasilkan sosis ayam terbaik adalah perlakuan A3 (pati aren 5%:IPK 10%) yang memiliki skor tekstur 7,13 (padat dan kompak, skor rasa dan aroma 7,09 (khas sosis ayam), penampakan 7,15 (kurang cemerlang), dan penerimaan keseluruhan 7,69 (suka), serta sifat fisik tekstur 180,25 gf, WHC 45,57%, dan susut masak 21,29%. Perlakuan terbaik menghasilkan kadar air sebesar 63,61%, kadar abu 2,31%, kadar protein 20,50%, dan kadar lemak 3,52% yang telah memenuhi SNI No. 3820.2015.
PENGARUH PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS STABILIZER TERHADAP SIFAT FISIK DAN SENSORI ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN UBI JALAR KUNING (Ipomoea batatas L. Lam) Salma Aprilia; Erdi Suroso; Sussi Astuti; Susilawati Susilawati
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 2, No 1 (2023): JURNAL AGROINDUSTRI BERKELANJUTAN
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v2i1.7165

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh berbagai jenis penstabil terhadap sifat fisik dan sensori es krim dengan penambahan ubi jalar kuning dan menentukan jenis penstabil terbaik yang menghasilkan es krim dengan sifat fisik dan sensori yang baik. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal dan empat kali ulangan. Perlakuan faktor tunggal adalah jenis penstabil dengan 6 taraf perlakuan, yaitu CMC 0,5% (P1), sodium alginat 0,5% (P2), karagenan 0,5% (P3), gum arab 0,5% (P4), gelatin 0,5% (P5), dan pektin 0,5% (P6). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai jenis penstabil berpengaruh nyata terhadap overrun, tekstur, warna, dan penerimaan keseluruhan, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kecepatan leleh dan stabilitas emulsi es krim dengan penambahan ubi jalar kuning. Jenis bahan penstabil terbaik es krim dengan penambahan ubi jalar kuning adalah gelatin 0,5% (P5) dengan nilai overrun (52,95%), stabilitas emulsi (86,82%), kecepatan leleh (27,00 menit), skor tekstur 4,31 (lembut), skor warna 2,73 (putih kekuningan), dan skor penerimaan keseluruhan 4,44 (suka). Es krim ubi jalar kuning dengan penambahan penstabil gelatin 0,5% mengandung kadar lemak (22,18%), kadar protein (6,29%), kadar total padatan (37,36%), kadar serat kasar (0,67%), dan aktivitas antioksidan (752.32 µg/mL).
FORMULASI TEPUNG KACANG MERAH DAN TAPIOKA TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORI BAKSO ANALOG JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) Fransisca Debora; Susilawati Susilawati; Fibra Nurainy; Sussi Astuti
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 2, No 1 (2023): JURNAL AGROINDUSTRI BERKELANJUTAN
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v2i1.7061

Abstract

Bakso analog jamur tiram putih pada penelitian ini adalah bakso yang berbahan baku jamur tiram putih dengan penambahan tepung kacang merah dan tapioka.  Tujuan penelitian untuk mendapatkan formulasi tepung kacang merah dan tapioka yang menghasilkan bakso analog jamur tiram putih dengan sifat fisikokimia dan sensori terbaik mendekati SNI 3818:2014 tentang standar mutu bakso daging. Metode yang digunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 4 ulangan menggunakan faktor tunggal yang terdiri dari 6 taraf formulasi kacang merah dan tapioka yaitu P0 (0% :100%), P1 (10% : 90%), P2 (20% : 80%), P3 (30% : 70%), P4 (40% : 60%), dan P5 (50% :50%).  Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji Barlett dan Tukey dilanjutkan dengan uji ANOVA dan uji BNT pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukan bahwa formulasi tepung kacang merah dan tapioka terbaik pada perlakuan P1 (10% : 90%) yang menghasilkan kadar air sebesar 68,59%, kadar lemak sebesar 0,19%, kadar protein sebesar 2,56%, kadar karbohidrat sebesar 27,37%, kadar abu sebesar 1,35%, kadar serat kasar sebesar 3,71%, warna putih keabuan, tekstur kenyal, aroma, rasa, dan penerimaan keseluruhan yang disukai oleh panelis.  
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENGERINGAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) TERHADAP SIFAT KIMIA DAN FISIK TEPUNG JAMUR TIRAM PUTIH Ravindo Simarmata; Sussi Astuti; Suharyono AS
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 1, No 2 (2022): JURNAL AGROINDUSTRI BERKELANJUTAN
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v1i2.6327

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan sumber protein nabati yang bersifat sangat mudah rusak karena memiliki kadar air yang tinggi. Untuk memperpanjang masa simpan, jamur tiram dapat diolah menjadi tepung. Pengolahan jamur tiram menjadi tepung dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai tingkatan suhu dan lama pengeringan, tanpa perlakuan awal seperti blanching atau perendaman dalam berbagai pelarut. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan suhu dan lama pengeringan terbaik terhadap sifat kimia dan fisik tepung jamur tiram putih.  Penelitian disusun secara faktorial dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua fakto dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah suhu pengeringan (450C, 500C, 550C). Faktor kedua adalah lama pengeringan (20 jam, 24 jam, 28 jam, dan 32 jam).  Kesamaan ragam data dianalisis dengan uji Bartlett, kemenambahan data diuji dengan uji Tuckey, selanjutnya data dianalisis sidik ragam untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antar perlakuan. Untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan, data dianalisis lebih lanjut menggunakan uji Polinomial ortogonal pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pengeringan jamur tiram putih berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, kadar protein, rendemen, dan warna tepung jamur tiram putih; lama pengeringan jamur tiram putih berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, rendemen, dan warna serta berpengaruh nyata terhadap kadar protein tepung jamur tiram putih.  Sifat kimia dan fisik tepung jamur tiram putih terbaik pada perlakuan suhu pengeringan 450C dan lama pengeringan 20 jam yang menghasilkan kadar air sebesar 7,76%, kadar protein sebesar 21,82%, rendemen sebesar 10,23%, dan derajat warna sebesar 44,00 (putih kekuningan).Kata kunci: jamur tiram putih, kimia, sifat fisik, suhu pengeringan
Co-Authors A. S., Suharyono Affandi , Muhammad Irfan Aisah, Attika Nur Alamsyah, Fadli Amelia, Leona Anayuka, ST Aisah Anggraini, Octavia Sopha Anjasia, Hani Tiara Annisa Syamsiana Apriani, Ria Aprilia, Salma Ari Sujianti Arifannisa, Sahira Josy AS, suharyono Ayunisa, Puan Mutia Azhari Rangga Azzahro, Fauziyah Bambang Purwantara Chintia Agrefina Brilian Deddy Muchtadi Dewi Sartika DEWI SARTIKA DEWI SARTIKA Dwi Ardiansyah Dyah Koesoemawardani Erdi Suroso Esa Ghanim Fadhallah Fadli Alamsyah Fauzan, Muhammad Ridho Fibra Nurainy Florentina Florentina Fransisca Debora H, Muhammad Nurreza Nurreza Hadi Hanggara Herdiana, Novita Ida Ayu Putu Sri Widnyani Indraningtyas, Lathifa Isnaini Rahmadi Jayanti, Khoti Khoti Jayanti lestari, puput M Irfan Affandi MADE ASTAWAN Maria Erna Maria Erna Kustyawati Maria Erna Kustyawati Martiana Kholila Fadhil Muhammad Irfan Affandi Muhammad Nurreza Nurreza H Muhammad Riza Darmawan Mukhani Dwi Hidayanti Nanti Musita Ni Nyoman Yuningsih Nopena Fitra Nopena Fitra, Nopena Novita Herdiana Novri Ilmiawan Nurbaiti Nurbaiti Nurmaisari, Melda Octavia Sopha Anggraini Otik Nawansih Otik Nawansih Otik Nawansih Puan Mutia Ayunisa Putri Purnamasari Putri Utami, Sella Raisa Amalia Ravindo Simarmata RIBUT SUGIHARTO Sahara, Nur Aini Salma Aprilia Samsu Udayana Nurdin Samsu Udayana Nurdin Samsul Rizal Simarmata, Ravindo Siti Nurdjanah Siti Nurdjanah Sri Hidayati Sri Hidayati Sri Setyani Sri Setyani Sri Setyani ST Aisah Anayuka Subeki Suharyono A. S. Suharyono A. S. Suharyono A.S. Suharyono A.S., Suharyono Suharyono AS Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono Suharyono Sujianti, Ari Susilawati - Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Sussi Agustin, Dieffa Sutyarso Sutyarso Sutyarso Sutyarso Suwanti, Hani Tiara Anjasia Syamsiana, Annisa Tanto Pratondo Utomo Tri Febriyaningsih Tutik Wresdiyati Verawati Hasan Wartarius Wildan Nur, Aditya Wisnu Satyajaya Yuka Eletra Zulferiyeni, Zulferiyeni Zulferiyenni, Zulferiyenni