Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JIF

PENAMBAHAN PROPRIOCEPTIVE EXERCISE LEBIH BAIK DARIPADA HANYA INTERVENSI STRENGTHENING EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN KELINCAHAN PADA PEMAIN SEPAKBOLA ismaningsih ismaningsih
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 1 No 1 (2018): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.04 KB)

Abstract

Cedera dalam berolahraga akan mengakibatkan penurunan dari kesadaran proprioceptive dan kelemahan otot. Sehingga akan ditemukan ketidakstabilan postural, yang mengarah pada rasa yang tidak terkoordinasi atau hilangnya kontrol gerakan. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap nilai kelincahan. sehingga diperlukan latihan berupa proprioceptive exercise dan strengthening exercise untuk menghindari cedera saat berolahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penambahan proprioceptive exercise lebih baik daripada hanya intervensi strengthening exercise untuk meningkatkan kelincahan pada pemain sepakbola. Metode penelitian ini bersifat uji klinis eksperimental dengan ramdomized pre and post test two group design. Penelitian dilaksanakan selama 6 minggu. Sampel siswa SMA N 5 Pekanbaru, yang terdiri dari 44 anak laki-laki berusia antara 15-18 tahun, dibagi menjadi 2 kelompok yang terdiri dari kelompok I perlakuan pada intervensi strengthening exercise berjumlah 22 orang dan kelompok II perlakuan pada penambahan proprioceptive exercise pada intervensi strengthenng exercise berjumlah 22 orang juga. Pengukuran nilai kelincahan dengan menggunakan Illinois Agility Run Test. Hasil analisis menunjukkan peningkatan nilai waktu tempuh kelincahan secara bermakna (p = 0.000) pada kedua kelompok. Pada kelompok I terjadi penurunan waktu tempuh nilai rerata (16.,58±0.80) menjadi (15,43±0,62). demikian pula kelompok II terjadi penurunan waktu tempuh yang lebih besar dari (16,61±0,85) menjadi (14,92±0,42) dengan nilai (p = 0.000). nilai rerata sebelum perlakuan pada kedua kelompok tidak ada perbedaan (p = 0.914) kemudian setelah diberikannya perlakuan pada kedua kelompok terdapat perbedaan signifikan dan juga didapatkan nilai (p= 0,003) yang berarti terdapat perbedaan secara signifikan pada panurunan waktu tempuh pada kelompok I lebih menurun dibandingkan dengan kelompok II sehingga kelincahannya meningkat. Simpulan : Penambahan Proprioceptive Exercise Pada Intervensi Strengthening Exercise Terbukti Lebih Baik Daripada Strengthening Exercise Tunggal Dalam Meningkatkan Kelincahan Pada Pemain Sepakbola.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS OSTEOARTHRITIS GENUE BILATERAL DENGAN INTERVENSI NEUROMUSKULER TAPING DAN STRENGTHENING EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS FUNGSIONAL ismaningsih ismaningsih
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 1 No 2 (2018): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.371 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keluhan umum yang dirasakan pada Penderita osteoarthritis lanjut usia pada umumnya mengalami gangguan fungsional, penderita sulit bangkit dari duduk, jongkok berdiri atau jalan, jalan naik turun tangga atau aktivitas yang membebani lutut. Hal ini disebabkan karena pada penderita osteoarthritis merasakan adanya nyeri..Osteoarthritis pada lutut dapat menimbulkan gangguan kapasitas fisik berupa nyeri sendi, kaku sendi, kelemahan dan disabilitas maka dengan ini, dalam hal penurunan kemampuan fungsional diberikan intervensi neuromuscular taping dan strengthening exercise yang kemudian diukur dengan menggunakan indeks barthel bertujuan untuk menilai tingkat ketergantungan atau kemandirian pada pasien. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang mana terdiri dari penderita osteoarthritis.usia target sampel dalam penelitian ini yaitu 45 – 80 tahun. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Variabel dependent yaitu kondisi osteoarthritis sedangkan variable independent yaitu pelaksnaan intervensi neuromuscular taping dan strengthening exercise.Penelitian ini merupakan kuasi eksperimental pre post test-group design untuk mengetahui efek suatu intervensi yang dilakukan terhadap obyek penelitian. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 12 orang yang mengalami gangguan fungsional pada osteoarthritis dan diberikan intervensi neuromuscular taping dan strengthening exercise setiap hari selama 1 minggu.hasil analisa uji beda indeks barthel pada kelompok sampel sesudah intervensi didapat nilai p = 0.002 yang artinya ada perbedaan yang signifikan setelah diberikan intervensi neuromuscular taping dan latihan strengthening exercise dengan menggunakan theraband
PENGARUH PEMBERIAN INTERVENSI FISIOTERAPI PADA KONDISI DISMENORE PRIMER DENGAN INTERVENSI STRETCHING DAN NEUROMUSKULAR TAPING TERHADAP PENGURANGAN NYERI PADA REMAJA PUTRI SEKOLAH MENENGAH ATAS DI PEKANBARU Ismaningsih Ismaningsih; Sara Herlina; Nurmaliza Nurmaliza
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 2 No 1 (2019): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.641 KB)

Abstract

Latar Belakang. Nyeri haid/dismenore adalah keluhan ginekologis akibat ketidakseimbangan hormon progesterone dalam darah sehingga mengakibatkan timbul rasa nyeri. Sekitar 20-90 % kasus nyeri haid terjadi saat usia remaja dan berkaitan dengan pembatasan aktivitas fisik dan absen dari sekolah atau pekerjaan.Dismenore juga mengakibatkan aktivitas belajar dalam proses pembelajaran bisa terganggu, konsentrasi menjadi menurun bahkan tidak ada sehingga materi yang diberikan selama pembelajaran yang berlangsug tidak bisa ditangkap oleh para remaja putri yang sedang mengalami dismenore. Oleh sebab itu dismenore pada remaja perlu mendapat perhatian sehingga memberikan penanganan yang tepat secara non farmakologis bisa diaplikasikan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pengukuran nilai nyeri siswi yang mengalami dismenore primer, maka intervensi fisioterapi yang dapat diberikan pada siswi yang mengalami dismenore primer yaitu dengan pemberian intervensi stretching dan neuromuskular taping. Metode Penelitian. Penelitian yang dilakukan merupakan experiment dengan desain penelitian pre and post test. Uji statistik yang digunakan adalah one sample t-test untuk mengetahui adanya pengaruh variabel. Hasil. Hasil penelitian ini menunjukan ada pengaruh pemberian stretching dan neuromuskular taping dengan nilai p=0.011 yang berarti < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan pengaruh penurunan nyeri setelah diberikan intervensi stretching dan neuromuskular taping.
PENGARUH LAMA DUDUK TERHADAP KASUS LOW BACK PAIN MYOGENIK DENGAN MODALITAS INFRARED DAN WILLIAM FLEXION EXERCISE PADA SISWA MADRASAH ALIYAH DI PEKANBARU Ismaningsih Ismaningsih; Renni Hidayati Zein; Dian Cita Sari
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 2 No 2 (2019): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.228 KB)

Abstract

Bacground. Low Back Pain Myogenic is a condition in which there is excessive muscle contraction in the lower back due to contraction or repetitive muscle use so that muscle tension.Purpose: The objective of this study is to investigate the differences between the effects of William Flexion Exercise and Infrared on sitdown activity student’s of MAN 2 Pekanbaru. Research Method: The study used experimental pre-test and post-test with two group designs. The research samples were 20 students taken through simple random sampling. The samples were divided into two groups. Group A was given William Flexion Exercise while group B was given Infrared.Result: There is no difference between the effect of William Flexion Exercise and Infrared on sitdown activity student’s. Suggestion: The other researchers are expected to conduct similar researches with longer research period.
APLIKASI NEUROMUSCULAR TAPING PADA KONDISI CARPAL TUNNEL SYNDROM UNTUK MENGURANGI NYERI Ayu Permata; Ismaningsih Ismaningsih
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 3 No 1 (2020): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.712 KB) | DOI: 10.36341/jif.v3i1.1226

Abstract

Background: Carpal tunnel syndrome (CTS) is a collection of symptoms and signs of disease caused by squeezing of the median nerve in the carpal tunnel in the wrist. This CTS condition is one of the most common types of neuropathy. This syndrome arises with symptoms of pain, numbness, and weakness in the hands due to compression of the median nerve. Carpal tunnel syndrome is a syndrome associated with repetitive motion and a fixed position for a long duration so that it affects the blood supply to the hands and causes pain. Objective: This research is aimed at sufferers of Carpal Tunnel Syndrome condition to reduce pain. Physiotherapy interventions given in CTS conditions, namely pain reduction that can be done with various actions including by providing Neuromuscular Taping technique. Research Method: Case study with pre and post test research design that compares the level of pain values ​​before and after which is measured by measuring instruments Visual Analogue Scale (VAS) for the administration of Neuromuscular Taping intervention in the condition of carpal tunnel syndrome for 3 weeks. Results: Analysis of the different values ​​of pain tests with VAS in the sample group with a significance value of 0.006 which shows <0.05 which means there is an influence of giving Neruromusculer taping to changes in the VAS pain level in patients with Carpal Tunnel Syndrome.
Peranan Fisioterapi pada Kasus Hallux Valgus (Bunion) dengan Intervensi NMT dan Strengthening untuk Mengurangi Nyeri Ismaningsih Ismaningsih; Nova Relida Samosir; Maulidya Maulidya
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 4 No 01 (2021): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.523 KB) | DOI: 10.36341/jif.v4i01.1733

Abstract

Background Hallux valgus (HV), also known as bunion is one of the most common foot deformities. It manifests with the proximal phalanx deviating laterally and the first metatarsal head deviating medially, usually due to adduction of the first metatarsus, called the metatarsus primus varus. The deformity is sometimes red in color and very painful to daily activities. If identified and treated properly the symptoms will improve. The exact etiology is not fully understood. It tends to occur more frequently in women and those who wear shoes or tight heels, hallux valgus is found in 58% of women and 25% of men. HV deformities can usually be diagnosed by physical examination. This deformity is sometimes red in color and painfully interferes with daily activities. If identified and treated properly the symptoms will improve. The aim of this study was to determine the effect of neuromuscular taping intervention and strengthening exercise on pain reduction. The Research Method is a literature study consisting of sources -the research source used the final evaluation, namely the Visual Analogue Scale (VAS). The results in the literature study showed a reduction in pain after neuromuscular taping and strengthening exercises. From this literature study it can be concluded that the intervention of neuromuscular taping and strengthening exercise is effective in reducing pain. , increases the strength of M. Abductor hallucis muscles as well as reduces the hallux valgus angle.