Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pelatihan Dan Pendampingan Pencegahan Pernikahan Dini Melalui Program D’next: Transformasi Digital Desa Margopatut Mia Ashari Kurniasari; Dianti Ias Oktaviasari; Andra Dwitama Hidayat; Ratna Frenty Nurkhalim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/yt4yzg96

Abstract

Pernikahan dini merupakan permasalahan sosial yang berdampak besar terhadap kesehatan reproduksi, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi keluarga. Di Desa Margopatut, Kabupaten Nganjuk, fenomena ini masih sering terjadi terutama pada keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat, khususnya remaja dan ibu PKK, dalam pencegahan pernikahan dini melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan berbasis transformasi digital D’NEXT. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi berbasis pre–post test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 11,2%, terutama pada indikator pemahaman faktor penyebab pernikahan dini (17%) dan dampak sosial-kesehatan (13%). Peserta juga melanjutkan kegiatan edukasi di wilayahnya masing-masing secara mandiri dengan dukungan PKH dan pemerintah desa. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan membangun kapasitas kader desa untuk menjadi agen perubahan. Melalui penguatan literasi digital dan pemberdayaan ekonomi remaja, kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-3 dan ke-5, yaitu kehidupan sehat dan kesetaraan gender
Gambaran Kejadian Mortalitas Bayi Usia 0-11 Bulan di RSUD Kabupaten Kediri pada Triwulan I-III Tahun 2024 Rosa Aulia Sari; Krisnita Dwi Jayanti; Andra Dwitama Hidayat; Ayu Pangestuti; Reni Triyaningtyas
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 3 No. 2 (2025): Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v3i2.625

Abstract

Background: The importance of hospitals in addressing maternal and infant health issues, particularly in reducing the Infant Mortality Rate (IMR). Objective: To describe the incidence of mortality in infants aged 0-11 months at RSUD Kabupaten Kediri during the first to third quarters of 2024.  Method: A descriptive study with a retrospective approach to 50 medical records of infant patients. Results: From 1,908 inpatient visits, there were 50 infant deaths. The characteristics of the deceased infants included a birth weight of 1,500-2,500 grams (46%), an age of 0-6 days (52%), a majority being male (56%), and originating from Pare District (27%). The leading diagnosis for mortality was Low Birth Weight (LBW) (36%), with the majority of mothers aged 20-35 years (74%). The IMR at RSUD Kabupaten Kediri during this period was 27 per 1,000 live births. Conclusion and Recommendations: In the first to third quarters of 2024, RSUD Kabupaten Kediri recorded 1,858 live births and 50 infant deaths aged 0-11 months, with an infant mortality rate of 27 per 1,000 live births, predominantly among infants with low birth weight, with the highest mortality occurring at 0-6 days of age, and most cases originating from Pare District. There is a need for monitoring high-risk infants, particularly those with LBW and male infants, as well as education for high-risk pregnant women during pregnancy, and routine calculation of infant mortality rates every quarter as a basis for decision-making.    
Eksplorasi Peran Strategis Koder dalam Implementasi Sistem Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG) di Rumah Sakit Andra Dwitama Hidayat; Nurhadi Nurhadi; Syndia Puspitasari; Adinda Dwi Putri Juniasari
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (JMIAK) Vol. 9 No. 1 (2026): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v9i1.8223

Abstract

Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG) is an evolution of the INA-CBG system designed to better reflect patient clinical complexity. The case grouping process in iDRG is highly dependent on the accuracy of diagnosis and procedure coding. Previous studies indicate that the accuracy of clinical coding in hospitals in Indonesia remains a significant challenge. This study aims to explore the strategic role of coders in the clinical coding process within the iDRG system in a hospital setting. A qualitative method with a descriptive phenomenological approach was employed, involving in-depth interviews with five informants (four coders and one head of medical records). Data were analyzed using thematic analysis. The results show that coders perceive their role not merely as administrative, but as guardians of clinical and financial data integrity, bridging clinical services and the reimbursement system. Coders demonstrate a good technical understanding of iDRG mechanisms, particularly the impact of clinical data completeness on case grouping. Strategies to maintain accuracy include comprehensive medical record verification, proactive communication with physicians, peer review, and internal audits. Key factors influencing accuracy are the quality of clinical documentation, coder competence, workload, and health information systems. Challenges include non-specific documentation, limited communication with physicians, case complexity, and evolving regulations. This study highlights the importance of a multidisciplinary approach to improve the quality of clinical coding in hospitals.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN MOSKULOSKELETAL PADA PERAWAT RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X KABUPATEN KEDIRI Ni'matu Zuliana; Alfira Maudy Sukmaning Putri; Deni Luvi Jayanto; Andra Dwitama Hidayat
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v10i1.19803

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Keluhan Muskuloskeletal adalah keluhan yang dirasakan dibagian otot rangka manusia, keluhan yang dirasakan mulai dari keluhan ringan sampai sangat sakit. Ketika otot telah menerima beban yang statis secara terus menerus dan dalam jangka waktu lama, maka dapat menyebabkan keluhan berupa kerusakan yang terjadi pada sendi, ligamen dan tendon. Keluhan yang mencapai kerusakan inilah yang sering disebut dengan keluhan muskuloskeletal disorders (MSDs). Berdasarkan hasil Riskesdas pada tahun 2018 terdapat 713.783 yang menderita penyakit sendi antara lain osteoarthritis,huperurisemia dan rheumatoid arthritis.  Muskuloskeletal merupakan salah satu penyebab utama gangguan produktivitas di tempat kerja pasca-pandemi dan menjadi beban ekonomi yang signifikan. Tujuan: Mengetahui faktor yang mempengaruhi terjadinya keluhan muskuloskeletal pada Perawat Rawat Inap Di Rumah Sakit X  Kabupaten Kediri. Metode: Penelitian kuantitatif dengan menggunakan pedekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 responden perawat rawat inap dengan mteknik sampling non probability dengan total sampling. Sample diambil pada perawat yang bekerja lebih dari 8 jam.Pengumpulan data melalui kuesioner dengan panduan NBM dan REBA, analisis data menggunakan SPSS dengan uji Chi Square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin (p=0,047), dan postur kerja (p=0,033) dengan keluhan Muskuloskeletal. Tidak ada hubungan antara usia (p=0,710) dan masa kerja (0,936) Kesimpulan & Saran: Perawat disarankan untuk lebih memperhatikan postur kerja saat melakukan aktivitas keperawatan. Meminimalisir gerakan mengankat pasien secara manual dan mengutamakan alat bantu Safe Patient Handling and Mobility (SPHM) yang didukung oleh kebijakan dari manajemen. Kata Kunci: Keluhan Muskuloskeletal, Postur Kerja, Perawat Rawat Inap
Transformasi Digital Rekam Medis : Analisis Implementasi PMK Nomor 24 Tahun 2022 di Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri Mochammad Miftahul Munir; Putri Indra Suryandari; Andra Dwitama Hidayat; Anggia Dini Marsaroha Boru Panggabean Simorangkir
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i2.12703

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi digital dalam pelayanan kesehatan, termasuk penerapan rekam medis elektronik (RME) yang diatur dalam PMK Nomor 24 Tahun 2022. Namun, banyak fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Pesantren 1 Kota Kediri, masih menghadapi tantangan dalam transisi dari sistem manual ke elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan implementasi RME di Puskesmas Pesantren 1 dengan fokus pada sumber daya manusia, fasilitas, kebijakan, dan registrasi pasien. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam kepada empat petugas rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi RME belum optimal; dari sisi SDM, pelatihan belum menyeluruh dan kurangnya tenaga IT, fasilitas belum mendukung penerapan SIMPUS dan billing system, serta kebijakan belum terstandarisasi dengan adanya SOP yang jelas. Selain itu, pengisian data sosial pasien masih belum lengkap dalam registrasi, yang dapat menghambat keakuratan data. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Puskesmas Pesantren 1 masih perlu melakukan perbaikan signifikan pada aspek SDM, fasilitas, dan kebijakan untuk mencapai implementasi RME yang efektif dan efisien.
Analisa Jumlah Abortus di Nusa Tenggara Barat Tahun 2019 -2022 Rengga Bagas Abhiseka; Deni Luvi Jayanto; Andra Dwitama Hidayat; Ni'matu Zuliana
Jenggala : Jurnal Riset Pengembangan dan Pelayanan Kesehatan Vol 4 No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Fakultas Teknologi dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah kasus abortus di Provinsi Nusa Tenggara Barat selama periode tahun 2019–2022. Abortus merupakan salah satu isu kesehatan reproduksi yang masih menjadi perhatian serius karena berdampak tidak hanya pada kondisi fisik perempuan, tetapi juga pada aspek psikologis, sosial, dan kesejahteraan jangka panjang. Tingginya angka abortus dapat mencerminkan adanya permasalahan dalam akses layanan kesehatan, pemahaman kesehatan reproduksi, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari sumber resmi, yaitu Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat dan data rumah sakit rujukan yang menangani kasus abortus. Penelitian ini menggunakan metode analisis data statistik deskriptif untuk menggambarkan jumlah dan tren kasus abortus selama empat tahun terakhir, sehingga dapat diketahui pola peningkatan atau penurunan kasus dari waktu ke waktu. Analisis dilakukan dengan membandingkan jumlah kasus abortus per tahun untuk melihat dinamika yang terjadi selama periode penelitian. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi jumlah kasus abortus yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain akses terhadap pelayanan kesehatan reproduksi, tingkat pendidikan seksual, kondisi ekonomi, serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin. Selain itu, perubahan kebijakan dan situasi sosial juga diduga berkontribusi terhadap fluktuasi angka abortus. Temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan publik di bidang kesehatan reproduksi, khususnya dalam upaya menekan angka abortus dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi perempuan. Hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan oleh tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan terkait untuk memperkuat program edukasi, penyuluhan, dan pendampingan bagi perempuan usia reproduksi di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Co-Authors Adinda Dwi Putri Juniasari Alfira Maudy Sukmaning Putri Anggia Dini Marsaroha Boru Panggabean Simorangkir Arshy Prodyanatasari Arsy, Salsa Al Avrileta, Noryfumi Cinta Ayu Pangestuti Bisono, Eva Firdayanti Cahyani, Vony Rista Cici Nila Ardila Deni Luvi Jayanto Dianti Ias Oktaviasari Dianti Ias Oktaviasari Dianti Ias Oktaviasari, Dianti Ias Dinda Agnes Wahyu Aprilia dr. AG Nugroho Pudji Lestarjo Dwi, Titania Elok Rizma Hapsari Endah Retnani Wismaningsih Endah Retnani Wismaningsih Endah Retnani Wismaningsih, Endah Retnani Erlina, Tita Eva Firdayanti Bisono Eva Firdayanti Bisono Fatmawati, A’yuni Nur Ghafar, Siti Aisyah Abd Ilahi, Nasywa Shifi Intan Ayudya Novitasari Karina, Ina Komala Anggraeni Krisnita Dwi Jayanti Krisnita Dwi Jayanti Krisnita Dwi Jayanti Krisnita Dwi Jayanti, Krisnita Dwi Kurniasari, Mia Ashari Lestarjo, Agustinus Nugroho Pudji Maharani, Eva Ratih Maria Sulistyaningsih Mayhimamia, Arrsillaufiatma Mia Ashari Kurniasari Mochammad Miftahul Munir Muhammad Atnang Mukti Lestari, Tri Mulya Ike Ardila, Ninda Ni'matu Zuliana Ni'matu Zuliana Ninda Mulya Ike Ardila Ningrat, Usama Jaya Ni’matu Zuliana Nurhadi Nurhadi NURHADI Nurhadi Nurhadi Nurhadi Nurhadi Nurhadi Nurhadi Oktrianadewi, Sevi Pangestuti, Ayu Perwirani, Resia Poonwong, Prakasit Prakasit Poonwong Puspitasari, Syndia Putri Indra Suryandari Putri Indra Suryandari Putri, Elisa Triana Kamila Raharjo, Untoro Dwi Rahmadi, Nadifatul Rama Wahyu Susilo Putra Ramli, Nalisha Mohamed Rany Eka Putranti Ratna Frenty Nurkhalim Raya Mulyasari Rengga Bagas Abhiseka Reni Triyaningtyas Roma Firmansyah Rosa Aulia Sari Setyawan, Hari Krisna Sevi Oktrianadewi Syndia Puspitasari Titin Wahyuni Tri Mukti Lestari Tyas, Reni Trianing Vicky Bin Djusmin Wahyu Putra Alfiansyah Widiyanto, Wahyu Wijaya Yusof, Ainuddin Yushar Zuliana, Ni'matu Zuliana, Ni’matu