Claim Missing Document
Check
Articles

ONLINE POETRY AS A MEDIUM FOR CHARACTER EDUCATION: A CONTENT ANALYSIS OF SEVENTEEN INDONESIAN POEMS Muhammad Arief Budiman; Dhea Adeliva Jajuwanda; Dinda Fakhira Ramadhani; Ilmi Hidayah; Ismi Dina Putri Amalia; Karina Rizqi Purbarini; Kevin Nugraha
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15299

Abstract

This study investigates online poetry as a medium for character education through a qualitative content analysis of seventeen Indonesian online poems. The research is grounded in the Indonesian character education framework and the Pancasila Student Profile, which emphasize values such as religiosity, integrity, independence, responsibility, hard work, optimism, and resilience. Data were collected through documentation techniques from various digital platforms and analyzed using qualitative content analysis procedures involving data condensation, coding, categorization, and interpretation. The findings reveal that the poems contain a wide range of character values, with resilience/perseverance, optimism, and hard work emerging as the most dominant themes. These values are consistently represented through motivational language, metaphorical expressions, and reflective narratives that encourage readers to face challenges, maintain hope, and develop self-confidence. The study concludes that online poetry functions not only as a form of literary expression but also as an effective instructional resource for character education in the digital era. It provides meaningful opportunities for learners to internalize moral values through emotionally engaging and contextually relevant texts. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji puisi online sebagai media pendidikan karakter melalui analisis isi kualitatif terhadap tujuh belas puisi online berbahasa Indonesia. Penelitian ini berlandaskan pada kerangka pendidikan karakter Indonesia dan Profil Pelajar Pancasila yang menekankan nilai-nilai seperti religiusitas, integritas, kemandirian, tanggung jawab, kerja keras, optimisme, dan resiliensi. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dari berbagai platform digital dan dianalisis menggunakan prosedur analisis isi kualitatif yang meliputi reduksi data, pengkodean, kategorisasi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi-puisi tersebut mengandung beragam nilai karakter, dengan resiliensi/ketangguhan, optimisme, dan kerja keras sebagai tema yang paling dominan. Nilai-nilai tersebut secara konsisten direpresentasikan melalui bahasa motivasional, ungkapan metaforis, dan narasi reflektif yang mendorong pembaca untuk menghadapi tantangan, menjaga harapan, dan mengembangkan kepercayaan diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa puisi online tidak hanya berfungsi sebagai bentuk ekspresi sastra, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran yang efektif untuk pendidikan karakter di era digital. Puisi online memberikan peluang bermakna bagi peserta didik untuk menginternalisasi nilai-nilai moral melalui teks yang bersifat emosional dan kontekstual.  
BETWEEN REASON AND RESISTANCE: FREUDIAN PSYCHOANALYSIS AND FEMINIST IDENTITY OF HERMIONE GRANGER IN HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS – PART 2 Muhammad Arief Budiman; Hetty Catur Ellyawati; Nur Hidayat; Vina Nurul Hidayati; Wijayanti Hidayatolah; Zahra Faizatun Nahla; Zidan Try Kusuma
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15274

Abstract

The representation of women in popular fantasy cinema has frequently been relegated to subordinate positions, serving merely as secondary figures within male-dominated heroic narratives. The character of Hermione Granger in Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2 (2011) disrupts these conventional tropes through her psychological resilience and intellectual authority. This study aims to analyze Hermione Granger's personality structure (id, ego, and superego) and defense mechanisms, while examining how these psychological dynamics construct her feminist agency in a predominantly male-centered narrative. Employing a qualitative descriptive method, data were collected through audiovisual observation and textual documentation of selected scenes, dialogues, and character actions from the film. The findings reveal that Hermione’s ego plays a dominant mediating role between instinctual drives (id) and moral imperatives (superego), enabling rational and strategic decision-making under extreme conflict. Her psychological resilience is reinforced by adaptive defense mechanisms, including rationalization, suppression, intellectualization, and displacement. From a feminist perspective, this psychological maturity fosters autonomy, intellectual authority, and ethical leadership that challenge traditional stereotypes of female emotional vulnerability. This study concludes that Hermione Granger embodies a model of feminist heroism grounded in psychological balance, ethical responsibility, and rational agency. ABSTRAK Representasi perempuan dalam sinema fantasi populer kerap ditempatkan dalam posisi subordinat dan sekadar pelengkap narasi kepahlawanan maskulin. Karakter Hermione Granger dalam film Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2 (2011) mendobrak stereotip tersebut melalui perpaduan ketahanan psikologis dan otoritas intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur kepribadian (id, ego, dan superego) serta mekanisme pertahanan diri Hermione Granger, sekaligus mengkaji bagaimana dinamika psikologis tersebut mengonstruksi agensi feminisnya dalam narasi yang didominasi laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan observasi audiovisual terhadap adegan, dialog, dan tindakan karakter yang relevan dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ego Hermione berperan dominan dalam memediasi dorongan instingtual (id) dan tuntutan moral (superego), memungkinkannya mengambil keputusan rasional dan strategis di bawah tekanan ekstrem. Ketahanan psikologisnya diperkuat oleh penggunaan mekanisme pertahanan diri adaptif, meliputi rasionalisasi, supresi, intelektualisasi, dan pemindahan (displacement). Dari perspektif feminis, kematangan psikologis tersebut membentuk agensi, kemandirian berpikir, dan kepemimpinan moral yang menantang stereotip kelemahan emosional perempuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Hermione Granger merepresentasikan bentuk kepahlawanan feminis yang berakar pada kematangan psikologis, pertimbangan etis, dan agensi rasional.    
Co-Authors ALFIAN EKO PAMBUDI Andina Isna Ghani Saputri Angelusia Amanda Fatin Anggita Lia Anggraini Anggita Yuli Puryati Anggun Dwi Setya Putri Anifatul Fitriyana Anisatus Saidah Aprilia Rahmayani Arfilia Wijayanti Ari Widyaningrum Ari Widyaningrum Aries Tika Damayani Ary Susatyo N Choirul Huda Davron Aslonqulovich Juraev Dewi Kusumaningrum Dhea Adeliva Jajuwanda Dhea Ayu Alifvia Dinda Fakhira Ramadhani Dwi Rosmawati Dyah Citra Kurniawati Eka Sari Setianingsih Fajar Cahyadi Fajar Choirun Nafsanto Fatiha Fadhilatunnisa Faroid Fhafha Fadhella Riziqsiwi Filia Prima Artharina Fine Reffiane Fitria Kalifah Friska Anggun Cintami Henry Januar Saputra Heri Saptadi Ismanto Hesti Mai Wijayanti Hetty Catur Ellyawati, Hetty Catur Husni Wakhyudin Ikha Listyarini Ilmi Hidayah Ismi Dina Putri Amalia Jiehan Noeril Isvyna Soeharyono Joko Siswanto Karina Rizqi Purbarini Kevin Nugraha Khusnul F ajriyah Khusnul Fajriyah Mei Fita Asri Untari Mila Nur Afifah Mira Azizah Mudzanatun Mudzanatun Muhammad Aniq Khairul Basyar Muhammad Yusud Setia Wardana Munifatul Nisa Murywantobroto Nabil Kholisatunnajah Nafira Zahwa Aulia Natasya Agustina Madiyani Nazira Mohubbat Mammadzada Nisa Prasetyoningtyas Nita Wahdatul Mustaghfiroh Nur Ba’diah Maulida Nur Hidayat Nurma Dwi Lestari Prisca Oktaviana Putri Puteri Ayu Marshanda Putriyanti, Lina Rakhimov Kholmurot Abdullayevich Ratini Ratini Rieke Dwi Wulandari Risma Septiana Rofian, Rofian Senopati Mahesa Bhirawa Shafira Firdaus Sarjono Shafira Melinda Sundus Sri Wahyuni SUCANDRA SUCANDRA Suyitno Suyitno Syaifatul Anisa Fitriana Syams Aris Ibrahim Syecha Nurun Nizma Thesalonica Nur Ayua Rensi Tyas Anggun Firdausia Vina Nurul Hidayati Wijayanti Hidayatolah Zahra Faizatun Nahla Zidan Try Kusuma