Articles
Pengembangan Alat Permainan Edukatif Karambol Berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) sebagai Media Pembelajaran IPA Kelas IV Sekolah Dasar
Umi Angga Eni;
Arfilia Wijayanti;
Asep Ardiyanto
Jurnal Pijar Mipa Vol. 15 No. 5 (2020): Edisi Khusus Penelitian Pengembangan Pengkajian Ilmu dan Pengajaran MIPA
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (273.822 KB)
|
DOI: 10.29303/jpm.v15i5.1627
Alat bantu pembelajaran sangat diperlukan dalam proses pembelajaran untuk membantu siswa memahami materi dengan menyenangkan dan bereksplorasi meningkatkan kemampuan berfikir kritisnya. Oleh karena itu peneliti mengembangkan Alat permainan Edukatif Karambol Berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) untuk membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan berfikir kritis serta belajar sambil bermain.Metode penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan desain penelitian menurut ADDIE dengan tahapan yaitu Analasis (Analisis), Design (desain/merancang), Development (pengembangan), Implementation (implementasi/penerapan), Evaluation (evaluasi). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan analisis kebutuhan guru dan siswa untuk mengetahui kebutuhan yang dibutuhkan dilapangan. Penelitian dilakukan di SDN Rejosari 03 Semarang dengan subyek siswa kelas IV. Instrumen yang digunakan adalah angket validasi ahli media dan ahli materi untuk mengetahui kevalidan media dan materi pembelajaran, angket respon guru danÃÂ siswa untuk mengetahui kepraktisan media dan materi pembelajaran, serta soal pretest-postest untuk mengetahui keefektifan media APE Karambol berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) sebagai pembelajaran IPA kelas IV sekolah dasar.ÃÂ Hasil penelitian menunjukkanÃÂ bahwa pengembangan Alat Permainan Edukatif Karambol Berbasis HOTS valid dan praktis serta efektif digunakan sebagai media pembelajaran IPA sekolah dasar.
NEED ASSESSMENT PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS AKTIVITAS JASMANI DALAM KARAKTER DISIPLIN
Dyah Frika Lestari;
Asep Ardiyanto;
Aris Tika Damayani
BASIC Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2, No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35473/dwijaloka.v2i2.1179
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurang optimalnya model pembelajaran serta siswa kurangnya antusias dalam pengikuti kegiatan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) khususnya di lingkungan Sekolah Dasar Negeri Lahar 01. Hal ini dilatar belakangi masih rendahnya kemampuan gerak siswa,kurangnya minat siswa kelas III saat pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan(PJOK) yang diajarkan oleh guru dengan masih sukanya siswa bermaian sendiri Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (RnD). Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah melihat sejauh mana model pembelajaran berbasis aktivitas jasmani untuk kelas III Sekolah Dasar yang menerpkan permainan dalam pembelajaran. Metode yang digunakan dari ADDIE dengan memperoleh data melalui cara wawancara, penyebaran angket dan dokumentasi .Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas III dengan jumlah 10 siswa Sekolah Dasar dan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Teknik yang digunakan pada saat penelitian yaitu analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Kata Kunci: Need Assesment, Model, Aktivitas Jasmani Dalam Karakter Disiplin
ANALISIS MATERI PEMBELAJARAN IPS TEMA 1-3 KELAS IV SD PADA BUKU PENERBIT KEMENTERIAN PENDIDIDKAN DAN KEBUDAYAAN
BAYU ADHI KURNIAWAN;
WAWAN PRIYANTO;
ASEP ARDIYANTO
BASIC Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35473/dwijaloka.v1i1.1572
Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah adanya perubahan pembelajaran IPS yang awalnya pembelajaran per mata pelajaran menjadi pembelajaran tematik yang saat mempengaruhi penggunaan buku ajar dan ruang lingkup IPS dan adanya materi pembelajaran yang tumpang tindih dalam pembelajaran tematik di kurikulum 2013.Permasalahan dalam penelitian ini adalah pengelompokan ruang lingkup IPS pada buku tematik tema 1-3 kelas IV Pada buku Kemendikbud. Tujuan yang hendak di capai dalam penelitian ini adalah untuk adalah untuk mengetahui dan menganalisis lebih lanjut tentang materi pembelajaran IPS tema 1-3 kelas IV di sekolah dasar pada buku penerbit kementerian pendidikan dan kebudayaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kualitatif. Subjek penelitian ini adalah buku tematik tema 1-3 kelas IV terbitan Kemendikbud. Data dalam penelitian ini di peroleh melalui wawancara dan studi kepustakaan. Hasil analisis ruang lingkup IPS pada buku tematik tema 1-3 kemendikbud kelas IV terbitan kemendikbud menunjukan bahwa materi IPS ada di semua tema dan subtema namun hanya ada di pembelajaran 1 dan 5 saja dan ruang lingkupnya Antropologi dan Geografi.Kata Kunci: Pembelajaran IPS, Buku Tematik, dan, Siswa SD
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS AKTIVITAS JASMANI DALAM KARAKTER TANGGUNG JAWAB TEMA DIRIKU SUB TEMA PRIBADI BAGI SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR
RIRIES KHAIRUR ROHMAH;
ASEP ARDIYANTO;
KHUSNUL FAJRIYAH
BASIC Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35473/dwijaloka.v1i1.1578
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan model penunjang pembelajaran yang kurang efektif, kurangnya minat belajar, serta kurangnya variasi dan kreasi pengembangan pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Adapun tujuan penelitian ini mengembangkan model pembelajaran berbasis aktivitas jasmani dalam karakter tanggung jawab tema diriku sub tema pribadi bagi siswa kelas III Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini adalah pengembangan atau Research and Development (R&D). Prosedur pengembangan dalam penelitian ini menerapkan prosedur model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Subjek penelitian siswa kelas III SD N 1 Ketringan Jiken yang diambil adalah kelas III yang berjumlah 17 siswa. Data penelitian ini diperoleh dari lembar angket ahli media, lembar angket ahli materi, dan angket siswa serta informasi yang didapatkan dari guru SD. Hasil penelitian menghasilkan pengembangan model pembelajaran berbasis aktivitas jasmani dalam karakter tanggung jawab tema diriku sub tema pribadi bagi siswa kelas III Sekolah Dasar, valid dan praktis serta efektif digunakan sebagai model pembelajaran kelas III SD Negeri 1 Ketringan Jiken. Dikatakan valid berdasarkan uji validasi yang dilakukan oleh ahli model dan ahli materi. Hasil uji validasi model mencapai tingkat 93% dengan kategori “Sangat Layak” dan hasil uji validasi materi mencapai kevalidan sebesar 77% dengan kategori “Layak Digunakan”. Simpulan peenilitian ini pengembangan model pembelajaran berbasis aktivitas jasmani dalam karakter tanggung jawab tema diriku sub tema pribadi bagi siswa kelas III Sekolah Dasar, valid dan praktis serta efektif digunakan sebagai model pembelajaran kelas III SD Negeri 1 Ketringan Jiken.Kata Kunci: Pengembangan, Model Aktivitas Jasmani, Tanggung Jawab
ANALISIS NILAI-NILAI KARAKTER DALAM FILM UPIN DAN IPIN EPISODE SEMUA SAYANG OPAH TERHADAP TINGKAH LAKU ANAK
IKA YONA SAPUTRI;
SINGGIH ADHI PRASETYO;
ASEP ARDIYANTO
BASIC Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35473/dwijaloka.v1i1.1583
Latar belakang dalam penelitian ini adalah maraknya tayangan telivisi yang beredar di Indonesia, banyak tayangan televisi yang tak layak untuk ditonton anak-anak. Namun apabila tayangan yang dikosumsi anak tidak sesuai tentunya bisa membentuk dampak negatif terhadap pembentukan karakter anak karena anak cenderung mencontoh apa yang dilihatnya. Dan sebaliknya, kalau suatu tayangan mempunyai nilai-nilai positif yang bisa dipakai dalam kehidupan sehari-hari, tentunya akan mempermudah dalam poses pendidikan karakter Salah satu film animasi yang bernilai positif ialah film animasi Upin dan Ipin, produksi Les’ Copaque, Malaysia. Film animasi asal malaysia berkisah mengenai anak kembar bernama Upin dan Ipin yang lucu, polos, cerdas dan juga menggemaskan Tayangan Film animasi Upin dan Ipin sangat digandrungi oleh seluruh kalangan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ”Apa nilai-nilai karakter yang terdapat dalam kartun Upin-Ipin?” dan “Bagaimana nilai-nilai karakter tersebut berpengaruh terhadap tingkah-laku anak-anak?”. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui nilai-nilai karakter yang terdapat di dalam kartun Upin-Ipin dan untuk mengetahui pengaruh nilai-nilai karakter tersebut terhadap tingkah laku anak-anak. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh data bahwa nilai karakter kejujuran, tingkah laku, dan tanggung jawab pada film upin dan ipin dapat berpengaruh pada tingkah laku anak. Dibuktikan dengan anak dapat meniru karakter yang ada dalam film upin dan ipin episode semua sayang opah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Nilai-nilai karakter yang terkandung dalam serial animasi “Upin dan Ipin” episode Semua Sayang Opah yaitu kejujuran, kerja keras dan tanggung jawab dan nilai karakter yang terdapat pada film upin dan ipin bisa berpengaruh terhadap tingkah laku anak karena memang anak itu sering melihat kartun tersebut dan nilai karakter yang baik bisa perbengaruh karena pada saat menonton anak ditemani orang dewasa yang bisa membimbing dan memberi arahan yang baik kepada anak.Kata Kunci: nilai karakter, film upin dan ipin, tingkah laku anak
NEED ASSESSMENT PENGEMBANGAN MODELPEMBELAJARAN BERBASIS AKTIVITASJASMANI DALAMKARAKTERSEMANGAT KEBANGSAAN
Nur Eva Try Agustina;
Asep Ardiyanto;
Prasena Arisyanto
BASIC Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2, No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35473/dwijaloka.v2i2.1176
Penlitian ini dilatar belakangi kurangnya model pembelajaran yangdigunakan dalam pembelajaran PJOK dan belum adanya modelpembelajaran yang berbasis aktivitas jasmani untuk meningkatkan karakterSemangat Kebangsaan peserta didik. Dalam pembelajaran gurumenggunakan metode ceramah, dengan model pembelajaran langsung ,sehingga peserta didik merasa mononton dalam pembelajaran, kurangnyasarana prasarana menjadi salah satu kendala dalam melaksanakanpembelajaran disekolah, Pendidikan karakter semangat kebangsaan lebihbanyak di mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sehingga pesertadidik hanya menggunakan model pembelajaran seadanya.Tujuan yang ingindicapai dalam penelitian ini yaitu mengembangkan model pembelajaranaktivitas jasmani dengan karakter Semangat Kebangsaan. Jenis penelitianini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development(R&D) yang dikemukakan oleh Sugiyono dengan prosedur pengembangandimodifikasi sampai dengan tahap kelima yaitu Revisi Desain. Tahapanprosedur pengembangan tersebut yaitu Potensi dan Masalah, PengumpulanData, Desain produk, Validasi desain dan revisi desain. Pengumpulan datadilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknikyang digunakan pada saat penelitianyaitu analisis deskriptif kualitatif dandeskriptif kuantitatif.KataKunci:NeedAssessment, AktivitasJasmani, KarakterSemangatkebangsaan,ModelPembelajaran
ANALISIS PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN TEMATIK SISWA KELAS V SD NEGERI TEGALGLAGAH 03 KABUPATEN BREBES
Lizza Ainur Rohmi;
Rahmat Rais;
Asep Ardiyanto
BASIC Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2, No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35473/dwijaloka.v2i2.1170
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya variasi dalam pembelajaran serta hasil belajar siswa yang rendah pada pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran think pair share berbantu media audiovisual terhadap hasil belajar tema 4 subtema 1 untuk kelas IV SDN Sendangmulyo 03 Semarang. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk One-Group Pretest-posttest Design. Populasi penelitian ini adalah sebagian siswa kelas IV SDN Sendangmulyo 03 Semarangyang berjumlah 19 siswa yang terdiri dari 6 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Data dalam peneliti ini diperoleh melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran think pair share berbantu media audiovisual berpengaruh terhadap hasil belajar tema 4 subtema 1 siswa kelas IV SDN Sendangmulyo 03 Semarang.Kata Kunci: Hasil Belajar, Tema 4 subtema 1, Media audiovisual, Model pembelajaran Think Pair Share
NEED ASSESSMENT PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS AKTIVITAS JASMANI DALAM KARAKTER RELIGIUS
Ahmad Nahrowi;
Asep Ardiyanto;
Prasena Arisyanto
BASIC Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2, No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35473/dwijaloka.v2i2.1166
Penlitian ini dilatar belakangi kurangnya model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran PJOK dan belum adanya model pembelajaran yang berbasis aktivitas jasmani untuk meningkatkan karakter religius peserta didik..Dalam pembelajaran guru menggunakan metode ceramah, dengan model pembelajaran langsung , sehingga peserta didik merasa mononton dalam pembelajaran, kurangnya sarana prasarana menjadi salah satu kendala dalam melaksanakan pembelajaran disekolah, Pendidikan karakter religius lebih banyak di mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sehingga peserta didik hanya menggunakan model pembelajaran seadanya.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu mengembangkan model pembelajaran aktivitas jasmani dengan karakter religius. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (research and development). “Metode dan pengembangan atau dalam bahasa inggrisnya Research and development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut.”(Sugiyono 2016: 297). Prosedur pengembangan dimodifikasi oleh peneliti sampai dengan tahap kelima yaitu Revisi Desain. Tahapan prosedur pengembangan tersebut yaitu Potensi dan Masalah, Pengumpulan Data, Desain produk, Validasi desain dan revisi desain. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan pada saat penelitian yaitu analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.Kata Kunci: Need Assessment, Aktivitas Jasmani, Karakter Religius,Model Pembelajaran
Keefektifan Metode Fun Learning Terhadap Pembentukan Karakter Disiplin Siswa Tema Cuaca Kelas III SD Negeri Palebon 03 Semarang
Rizka Putri Sabrina;
Ferina Agustini;
Asep Ardiyanto
DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Vol 4, No 4 (2021): Desember
Publisher : STKIP Andi Matappa Pangkep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/dikdas.v4i4.1223
During this pandemic, learning is less effective, moreover, more students are bored by doing online learning at home. Learning is experiencing a revolution in meaning from just receiving to experiencing, so that teaching activities that were previously giving become inviting. The goal to be achieved in this study is to determine the effectiveness of the fun learning method on the formation of the discipline character tema cuaca class III at SD Negeri Palebon 03 Semarang. This type of research is quantitative research in the form of a One-shot case study design. Sources of data in this study obtained through interviews, questionnaires, and documentation. The results of this study are based on a preliminary study of observations and interviews of teachers carrying out learning using only conventional and monotonous methods. Based on the results of this study, it can be conveyed that the fun learning method can be applied in the learning process and makes the level of student discipline character increase.
NEED ASSESSMENT PENGEMBANGAN MEDIA PENYAKIT MENULAR DI SEKOLAH DASAR
Septi Risqiana Sholeha;
Asep Ardiyanto;
Ferina Agustini
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (203.071 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.39
Penelitian ini dilatar belakangi kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran serta siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di Sekolah Dasar. Hal lain yang melatarbelakangi penelitian ini, kurangnya pengetahuan siswa akan arti pentingnya kesehatan bagi dirinya dan lingkungan, khususnya pada siswa SD yang sudah menjangkau siswa SD kelas tinggi. Dalam penelitian ini juga dilihat sejauh mana kebutuhan siswa SD dalam pengembangan media pembelajaran yang baru.Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah melihat sejauh mana kebutuhan media pembelajaran puzzle pena (penyakit menular) untuk kelas V Sekolah Dasar yang menerapkan permainan dalam pembelajaran. Metode yang akan diterapkan dalam pencapaian tujuan tersebut adalah metode model penelitian dan pengembangan (research and development) dari Borg & Gall. Hasil penelitian ini berupa hasil analisis kebutuhan media pembelajaran yang berbentuk permainan untuk menarik perhatian siswa, membuat siswa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran serta mempermudah siswa untuk memahami materi jenis penyakit menular. Data hasil need assessment berupa hasil wawancara dan observasi pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di kelas V SD N 3 Bacem. Dari hasil wawancara dan observasi, kurangnya minat belajar siswa terihat bosan dan jenuh selama mengikuti proses pembelajaran serta penggunaan media pembelajaran tentang penyakit menular yang kurang optimal.