Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Implementasi Pendidikan Demokrasi di Sekolah Muhammad Sobri; Umar Umar
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.129 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6362

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara lebih komprehensif tentang pelaksanaan pendidikan demokrasi di sekolah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode telaah pustaka. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data dengan mengambil data di pustaka, membaca, mencatat, dan mengolah bahan penelitian.  Data-data yang diperoleh dituangkan ke dalam sub bab-sub bab sehingga menjawab rumusan masalah penelitian.  Proses pengambilan data dilakukan dengan 1) memiliki ide umum mengenai topik penelitian. 2) mencari informasi yang mendukung topik. 3) Pertegas fokus penelitian. 4) Mencari dan menemukan bahan bacaan yang diperlukan dan mengklasifikasikan bahan bacaan. 5) membaca dan membuat catatan penelitian. 6) Mereview dan memperkaya lagi bahan bacaan. 7) Mengklasifikasi lagi bahan bacaan dan mulai menulis.  Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Hasil kajian menyimpulkan bahwa: a) penanaman nilai demokrasi pada level kelas memerlukan iklim kelas yang trasparan dan toleran dalam segala perbedaan, baik sikap maupun pendapat dari siswa; b) nuansa demokrasi dalam kegiatan pembelajaran dapat diwujudkan dengan mengembangkan dan menggunakan model-model pembelajaran semisal model pembelajaran kooperatif, model pembelajaran berbasis masalah (PBM); c) Iklim yang demokratis dalam aspek kelembagaan di sekolah dapat  diakomodir oleh manajemen berbasis sekolah (MBS); d) internalisasi nilai-nilai demokrasi di sekolah tergantung dari kultur sekolah.
Inclusive Primary Schools Without Shadow Teachers: Can Learning Services be Optimal? Arif Widodo; Umar Umar
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.674 KB) | DOI: 10.30983/educative.v5i2.3196

Abstract

The Shadow Teacher is urgent in inclusive education. However, the shadow teacher cannot be found in all-inclusive educational institutions. The purpose of the study is to evaluate learning programs in inclusive primary schools that do not have Shadow Teachers. This case study was carried out in SDN Gunung Gatep, one of Central Lombok's inclusive elementary schools, from May to November 2020. The data was obtained through interviews with teachers, principals, and students with special needs. In addition to interviews, the data collection was taken by recording and observation during the learning process. Based on the results of the report, the teaching services provided by teachers are not satisfactory.Guru pendamping khusus berperan penting dalam pendidikan inklusif. Permasalahannya adalah tidak semua penyelenggara pendidikan inklusif memiliki guru pendamping khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis layanan belajar di sekolah dasar inklusif yang tidak memiliki guru pendamping khusus. Pengambilan data dilaksanakan di SDN Gunung Gatep, salah satu sekolah dasar inklusif di Lombok Tengah,  sejak Mei hingga November 2020. Data penelitian deskriptif kualitatif jenis studi kasus ini dilaksanakan melalui wawancara dengan informan utama guru, kepala sekolah dan siswa berkebutuhan khusus. Selain dengan wawancara, pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi dan observasi pada saat proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, layanan belajar yang dilakukan guru belum optimal.
The Urgency of Using Digital-Based Student Learning Activity Instruments to Measure Student Engagement in Distance Learning Arif Widodo; Angga Prayogi Dwina; Muhammad Syazali; Umar Umar
Jurnal Mantik Vol. 6 No. 3 (2022): November: Manajemen, Teknologi Informatika dan Komunikasi (Mantik)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/mantik.v6i3.3229

Abstract

Distance learning in its implementation there still has many obstacles. One of the obstacles in distance learning is that it is difficult for teachers to assess student involvement in learning. Based on these problems, teachers need to be assisted so that an assessment of student involvement in distance learning can be carried out. One of the efforts that can be done is to develop a digital-based learning activity observation instrument. In this study, it will be studied why the use of digital-based instruments is important to development. This research uses a literature study method. The data source comes from the relevant previous research results. Based on the results of the literature study, information was obtained that the use of digital-based instruments has many benefits. The benefits of using digital-based instruments include: it can speed up the assessment process, the implementation of the assessment is more flexible, and transparency of the assessment can be realized. Another benefit of digital-based instruments is that it makes it easier for teachers to collaborate with parents in conducting assessments. With digital-based instruments, it can create a partnership model between teachers and parents in improving the quality of education
STUDENT PERCEPTIONS OF DISTANCE LEARNING IN THE PANDEMIC ERA Arif Widodo; Umar Umar; Ghudaifa Rasya
JURNAL EDUSCIENCE Vol 9, No 3 (2022): Jurnal Eduscience (JES)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v9i3.3340

Abstract

The purpose of this study was to determine student perceptions about learning from home or learning from home. The main problems studied are what applications are often used, the problem of quota subsidies from universities, signal constraints when studying, supervision, and the responses of parents of students when they study from home. This research will also reveal the advantages and disadvantages as well as suggestions related to learning from home that are effective and fun for students. The research method used in this research is to use quantitative research with a descriptive approach. The research subjects were students of the Mataram University PGSD Study Program semester 3. The data collection techniques were carried out by filling out a questionnaire in the form of a Google Form. The data obtained from the distribution of Google Forms to the 3rd-semester PGSD students of Mataram University showed that learning from homemade the 3rd-semester PGSD students bored and felt ineffective in learning. Students prefer to learn face-to-face because they are more effective and understand learning material more quickly. Students hope that the effectiveness of learning carried out from home online will be increased through various fun learning methods
Profil Perencanaan Pembelajaran Hybrid Sebagai Upaya Inovasi Proses Belajar Mengajar Selama Belajar dari Rumah Muhammad Syazali; Umar Umar
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.465

Abstract

Inovasi menjadi kebutuhan ketika implementasi belajar dari rumah menimbulkan masalah dan berdampak negatif pada pencapaian sains mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan profil perencanaan pembelajaran hybrid sebagai upaya inovasi proses belajar mengajar sains dalam rangka implementasi belajar dari rumah. Subjek dari penelitian deskriptif kualitatif ini adalah dosen pendidikan sains yang mengampu mata kuliah IAD dan melakukan inovasi dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai Laboratorium Alam dan rencana pembelajaran hybrid yang akan diimplementasikan pada pembelajaran. Untuk mendapatkan data, digunakan instrumen berupa lembar observasi dan dokumen sebagai alat pengumpulan data kualitatif. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis secara kulaitatif menggunakan model analisis dari Miles & Huberman. Hasil yang diperoleh dari observasi dan dokumentasi di antaranya (1) Kegiatan persiapan dan koordinasi mencakup tahapan-tahapan kegiatan seperti koordinasi dengan dosen senior, diskusi dengan rekan sejawat yang mengampu mata kuliah IAD, mengidentifikasi kawasan yang potensial sebagai laboratorium alam, dan mengajukan SIMAKSI ke BKSDA NTB, (2) Kegiatan menyusun rencana pembelajaran terbagi menjadi 3 tahapan kegiatan yaitu menganalisis tujuan pembelajaran, menyusun pedoman pembelajaran dan membagi mahasiswa menjadi kelompok yang terdiri dari 2 – 4 anggota, dan (3) Kegiatan menyiapkan bahan pembelajaran mencakup tahapan menyusun template, menyusun jadwal pengmatan di Laboratorium Alam, membuat sistem perkuliahan daring MK IAD di SPADA UNRAM dan mengupload pedoman pembelajaran, LHP, LKM, dan template laporan di SPADA UNRAM. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran hybrid terdiri kegiatan persiapan dan koordinasi, menyusun rencana pembelajaran dan menyiapkan bahan pembelajaran.
Profil Kemampuan Numerasi Peserta Didik Kelas V MI. Minhajussa’adah Tahun Ajaran 2021/2022 Wijdal Lubaidi; Darmiany Darmiany; Heri Setiawan; Umar Umar
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kemampuan numerasi peserta didik kelas V MI. Minhajussa’adah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deksriptif kualitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas V yang berjumlah 11 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dari 11 peserta didik yang diteliti, diketahui kemampuan numerasi peserta didik paling banyak berada pada level pemula dan level satu dengan persentase sebanyak 100%. Dengan selisih yang tidak terlalu jauh, terdapat pada level dua dengan persentase sebesar 91%. Persentase terbesar ketiga adalah level tiga dengan persentase sebesar 82%. Terahir terdapat level empat kemampuan numerasi peserta didik yang mempunyai besar persentase yang sama yaitu 72%. Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan numerasi peserta didik kelas V dengan menggunkan pengelompokkan kemampuan numerasi yaitu. Pertama Pada level pemula tidak terdapat peserta didik yang berada di level ini. Kedua pada Level satu tidak terdapat peserta didik yang berada pada level satu. Ketiga Pada level dua terdapat 1 peserta didik. Keempat Pada level tiga terdapat 2 peserta didik. Dan yang kelima pada Level empat merupakan level tertinggi. Pada level ini terdapat 8 peserta didik. Maka kemampuan numerasi peserta didik kelas V  dengan jumlah 11 peserta didik didaptkan persentase sebanyak 72%. Karena kemampuan numerasi peserta didik yang paling tinggi pada level 4 sebanyak 8 peserta didik. Sehinga tujuan program SAC (Semua Anak Cerdas). yang dikembangkan oleh tim INOVASI NTB untuk mengembangkan kemampan numerasi peserta didik berhasil. karena peserta didik yang pada dasarnya memiliki kemampuan numerasi yang rendah bisa berkembang setelah melakukan perogram SAC.
Feasibility of Aspects of Content, Language and Usefulness in the Development of Partnership Model-Based Student Learning Activity Instruments in Elementary Schools Arif Widodo; Prayogi Dwina Angga; Muhamad Syazali; Umar Umar
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 23 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.619 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7435041

Abstract

The existence of instruments in measuring student learning activities plays a very important role. This study aims to determine the feasibility of aspects of content, language and usefulness in developing student learning activity instruments based on the partnership model in elementary schools. The type of research used is development research. The development model used is the 4D model with define, design, develop and disseminate stages. The instruments used in data collection included: needs analysis questionnaires, instrument validation sheets by evaluation experts, instrument validation sheets by linguists and instrument validation sheets by users. The results showed that the feasibility of student activity sheet instruments from the content aspect got a score of 86, the language aspect got a score of 82, and the usability aspect got a score of 88. The validation results on the partnership model based learning activity sheet instrument show that from the aspect of content and usefulness the instrument is categorized very feasible, while from the aspect of language it is included in the feasible category. Based on the results of the validation test, it can be concluded that the partnership model-based instrument is feasible to use to measure student learning activities in elementary schools
PELATIHAN TEKNIK PARAFRASE UNTUK MENGURANGI TINGKAT PLAGIASI DALAM PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI MAHASISWA PGSD UNIVERSITAS MATARAM Arif Widodo; Lalu Hamdian Affandi; Dyah Indraswati; Umar Umar; Vivi Rachmatul Hidayati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.10977

Abstract

ABSTRAKTingkat plagiasi merupakan salah satu indikator orisinalitas sebuah karya ilmiah. Tingginya tingkat plagiasi dapat mengindikasikan adanya ketidakjujuran mahasiswa dalam penulisan karya ilmiah. Kasus plagiarisme dalam penulisan karya ilmiah tidak hanya terjadi karena faktor kesengajaan, tetapi juga dapat terjadi karena keterbatasan pengetahuan mahasiswa terhadap teknik penulisan. Penyebab tingginya plagiasi dapat terjadi karena kesalahan pengutipan sumber pustaka, baik dari jurnal ilmiah, buku maupun sumber lainnya. Bentuk kesalahan yang terjadi adalah mahasiswa tidak melakukan parafrase terhadap redaksi yang dijadikan rujukan. Mahasiswa cenderung copy paste terhadap redaksi yang dikutipnya. Implikasinya adalah ketika dilakukan cek smiliarity akan terdeteksi sebagai plagiasi, meskipun telah diberi rujukan. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dilakukan pelatihan teknik parafrase untuk mengurangi tingkat plagiasi pada karya ilmiah mahasiswa. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah dengan memberikan pelatihan secara tatap muka langsung. Pelatihan dilakukan di program studi PGSD Universitas Mataram yang berlangsung selama 4 jam. Sasaran kegiatan ini adalah mahasiswa tingkat akhir yang akan mempersiapkan penyusunan proposal skripsi. Pelatihan dilakukan di program studi PGSD Universitas Mataram. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa terkait dengan teknik parafrase. Tingkat plagiasi mahasiswa mengalami penurunan setelah mendapatkan pelatihan. Berdasarkan hasil pelatihan tersebut disarankan agar mahasiswa terus dimbimbing secara intensif dalam penulisan karya ilmiah. Mahasiswa harus meninggalkan kebiasaan copy paste agar terhindar dari kasus plagiasi pada saat penulisan tugas akhir. Kata kunci: teknik parafrase; karya ilmiah; tingkat plagiasi ABSTRACTThe level of plagiarism is one indicator of the originality of a scientific work. The high level of plagiarism can indicate students' dishonesty in writing scientific papers. Cases of plagiarism in writing scientific papers do not only occur due to intentional factors, but can also occur due to students' limited knowledge of writing techniques. The cause of high plagiarism can occur due to errors in citing library sources, both from scientific journals, books and other sources. The form of error that occurs is that the student does not paraphrase the editor who is used as a reference. Students tend to copy and paste the editors they quote. The implication is that when a smiliarity check is carried out, it will be detected as plagiarism, even though it has been given a reference. Based on these problems, it is necessary to conduct paraphrasing technique training to reduce the level of plagiarism in student scientific works. The method used in this training is to provide face-to-face training. The training was conducted in the PGSD study program at the University of Mataram which lasted for 4 hours. The target of this activity is final year students who will prepare the preparation of thesis proposals. The training was conducted in the PGSD study program at the University of Mataram. The results of the training showed an increase in students' knowledge and skills related to paraphrasing techniques. The level of student plagiarism decreased after receiving training. Based on the results of the training, it is recommended that students continue to be guided intensively in writing scientific papers. Students must abandon the habit of copying and pasting in order to avoid plagiarism cases when writing their final project Keywords: paraphrasing technique; scientific work; plagiarism level
Analisis Kesulitan Guru Dalam Mengukur Aktivitas Belajar Siswa Pada Pembelajaran Jarak Jauh Arif Widodo; Angga Prayogi Dwina; Muhammad Syazali; Umar Umar
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6654

Abstract

Aktivitas belajar merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran dapat mempengaruhi hasil belajar yang didapatkan. Keseriusan siswa dalam belajar dapat diukur melalui besarnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Semakin besar keterlibatan siswa dalam belajar maka peluang kesuksesan belajar yang didapatkan semakin besar pula. Hasil studi pendahuluan pada salah satu sekolah dasar di kabupaten Lombok Barat mengindikasikan bahwa sejumlah guru masih mengalami kesulitan dalam mengukur aktivitas belajar siswa terutama pada pembelajaran jarak jauh. Untuk mengetahui lebih mendalam tentang fenomena yang terjadi maka perlu dilakukan penelitian lanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menyebabkan guru mengalami kesulitan dalam mengukur aktivitas belajar siswa pada pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru sekolah dasar. Penelitian dilakukan pada salah satu sekolah dasar di kabupaten Lombok Barat. Pengumpulan data menggunakan wawancara. Instrumen yang digunakan berupa pedoman wawancara. Hasil penelitian menemukan fakta bahwa kesulitan guru dalam mengukur aktivitas belajar siswa dikarenakan beberapa faktor, antara lain: Pertama, belum adanya instrument khusus yang dapat digunakan guru untuk mengukur aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran jarak jauh. Kedua, belum adanya kolaborasi antara guru dengan orang tua untuk menilai aktivitas belajar siswa.
Implementasi Template Dan Contoh Makalah: Upaya Meningkatkan Keterampilan Menulis Mahasiswa Muhammad Syazali; Umar Umar
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7523

Abstract

Perbaikan kualitas pembelajaran yang bersifat berkelanjutan merupakan kunci dalam membekali mahasiswa dari kompetensi yang mereka butuhkan. Salah satu kompetensi yang dibutuhkan adalah keterampilan menulis. Penggunaan template makalah telah terbukti dapat membantu mengembangkan keterampilan menulis mahasiswa. Walaupun demikian, secara rata-rata belum mencapai kategori sangat baik. Pada penelitian ini, kami megimplementasikan dua fasilitas pembelajaran sekaligus yaitu template dan contoh makalah. tujuannya adalah menganalisis keterampilan menulis mahasiswa melalui implementasi kedua fasilitas tersebut. Penelitian dilaksanakan pada mahasiswa PGSD yang memprogramkan mata kuliah Statistika Pendidikan. Sampel terdiri atas 36 mahasiswa yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, di mana makalah yang telah ditulis oleh tiap mahasiswa menjadi instrumennya. Kualitas makalah yang menjadi ukuran dari keterampilan menulis mahasiswa di ukur berdasarkan 21 indikator dari 3 aspek yaitu: (1) bagian awal, (2) bagian inti dan (3) bagian akhir makalah. Data berupa skor yang diperoleh dari tiap indikator kemudian dikonversi menjadi nilai dengan rentang 0 – 100. Untuk mendapatkan keterampilan menulis secara klasikal, nilai makalah dari masing-masing mahasiswa dianalisis secara deskriptif. Statistik deskriptif yang digunakan adalah rata-rata. Adapun untuk mendapatkan gambaran terkait sebarannya, kami melakukan analisis proporsional. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, kami menemukan bahwa rata-rata keterampilan menulis mahasiswa berada pada nilai 78.34 (B+). Sebanyak 52.78% mahasiswa sudah mencapai nilai dengan rentang 81.57 – 93 (A). Sisanya adalah 30.56% mendapat nilai B+, 8.33% mendapat nilai B, 5.56% mendapat nilai C+ dan hanya 2.78% yang mendapatkan nilai E. Dari temuan ini dapat disimpulkan bahwa implementasi dari template dan contoh makalah efektif dalam mengembangkan keterampilan menulis mahasiswa.