Claim Missing Document
Check
Articles

DEVELOPMENT OF MATHEMATICAL SNAKES AND LADDERS MEDIA TO IMPROVE ELEMENTARY STUDENTS' LEARNING OUTCOMES ON CIRCLE MATERIALS Mohammad Archi Maulyda; Umar Umar; Vivi Rachmatul Hidayati
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol. 6 No. 2 (2021): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Mathematics Education Study Program, FKIP, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.109 KB) | DOI: 10.23969/symmetry.v6i2.4709

Abstract

The success of the teacher in creating an interesting learning atmosphere and can foster a positive attitude of students in participating in this learning is strongly influenced by several factors, one of which is the use of interesting learning media. The purpose of this research is to produce Snakes and Ladders Game Learning Media on the Circle material for grade VI students of SDN 26 Ampenan which is suitable for use based on the assessment of Material Experts, Media Experts, and Students, as well as improving student learning outcomes. Snakes and Ladders Game Learning Media was developed using research and development or Research and Development (R&D) with the ADDIE development model. At the Development stage, the media developed was assessed for feasibility by 2 Material Experts (lecturers and teachers), 1 Media Expert, 5 Small Group Trial Students, and 25 Large Group Trial Students. Data collection techniques in this development research are through questionnaires and tests. The data obtained from the questionnaire were analyzed descriptively qualitatively and quantitatively. The results of the media assessment based on the Material Experts obtained an average score of 3.6 included in the "Very Eligible" criteria, the Media Experts obtained an average score of 3.1 included in the "Eligible" criteria, and Small Group Trial Students obtained an average score 3.5 is included in the "Very Eligible" criteria, and the Large Group Trial of Students obtained an average score of 3.4 is included in the "Eligible" criteria. Student learning outcomes after using the Snakes and Ladders Game Learning Media that has been developed have increased by 56%. It is concluded that the Snakes and Ladders Game Learning Media is acceptable, feasible and effective to be used as a learning medium.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN LEARNING JOURNAL DALAM PEMBELAJARAN ONLINE Umar Umar; Arif Widodo
JURNAL PENDIDIKAN GLASSER Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/glasser.v5i2.923

Abstract

Learning journal dipercaya efektif dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Dalam pembelajaran online apakah penggunaan learning journal juga efektif? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan learning journal dalam pembelajaran online. Desain penelitian menggunakan nonequivalent control group design” tipe posttest only control group design (POCGD). Pengumpulan data menggunakan instrumen tes dan non tes. Instrumen non tes berupa angket yang digunakan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap penggunaan learning journal. Instrument tes digunakan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap materi perkuliahan. Subjek penelitiannya adalah mahasiswa PGSD Universitas Mataram. Jumlah mahasiswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing sejumlah 38 mahasiswa. Data dianalisis menggunakan statistik. Masalah dalam penelitian ini bagaimana pengaruh penggunaan learning journal terhadap hasil belajar mashasiswa? Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan learning journal tidak dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Rata rata hasil belajar pada kelas kontrol lebih tinggi dari pada kelas eksperimen. Penyebab kegagalan dapat diketahui berdasarkan angket responden yang menunjukkan bahwa mahasiswa merasa terbebani dengan adanya learning journal
Inclusive Primary Schools Without Shadow Teachers: Can Learning Services be Optimal? Arif Widodo; Umar Umar
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v5i2.3196

Abstract

The Shadow Teacher is urgent in inclusive education. However, the shadow teacher cannot be found in all-inclusive educational institutions. The purpose of the study is to evaluate learning programs in inclusive primary schools that do not have Shadow Teachers. This case study was carried out in SDN Gunung Gatep, one of Central Lombok's inclusive elementary schools, from May to November 2020. The data was obtained through interviews with teachers, principals, and students with special needs. In addition to interviews, the data collection was taken by recording and observation during the learning process. Based on the results of the report, the teaching services provided by teachers are not satisfactory.Guru pendamping khusus berperan penting dalam pendidikan inklusif. Permasalahannya adalah tidak semua penyelenggara pendidikan inklusif memiliki guru pendamping khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis layanan belajar di sekolah dasar inklusif yang tidak memiliki guru pendamping khusus. Pengambilan data dilaksanakan di SDN Gunung Gatep, salah satu sekolah dasar inklusif di Lombok Tengah,  sejak Mei hingga November 2020. Data penelitian deskriptif kualitatif jenis studi kasus ini dilaksanakan melalui wawancara dengan informan utama guru, kepala sekolah dan siswa berkebutuhan khusus. Selain dengan wawancara, pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi dan observasi pada saat proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, layanan belajar yang dilakukan guru belum optimal.
BAGAIMANA MINDSET GURU SEKOLAH DASAR TERHADAP PERUBAHAN MODEL PEMBELAJARAN? Umar Umar; Arif Widodo
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan dan perkembangan dalam dunia pendidikan tidak pernah berhenti. Guru sebagai agen pembelajaran dituntut untuk terus berinovasi. Guru diharapkan dapat menyesuaikan terhadap segala bentuk perubahan, salah satunya yang berkaitan dengan model pembelajaran di kelas. Model pembelajaran selalu berkembang menyesuaikan dengan perkembangan teori pembelajaran modern terbaru. Dinas Pendidikan dan para pemerhati pendidikan selalu memberikan pelatihan kepada guru terkait dengan perkembangan model pembelajaran terkini. Tujuannya tidak lain adalah meningkatkan profesionalisme guru dalam megajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana cara berpikir guru dalam menghadapi perubahan model pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah guru sekolah dasar. Lokasi penelitian pada salah satu sekolah dasar di desa Setiling Kabupaten Lombok Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua guru mau menerima perubahan model pembelajaran yang diberikan. Sebagian besar guru masih kesulitan untuk melakukan perubahan cara mengajar di kelas. Guru merasa cukup puas dengan kinerja yang telah dilakukan. Guru tidak mau menerima perubahan yang ditawarkan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Perubahan tidak perlu dilakukan karena model pembelajaran yang diterapkan selama ini dianggap telah berhasil. Tujuan utama guru dalam mengajar masih berorientasi pada menghabiskan materi pelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum.
Implementasi Gerakan Literasi Nasional (GLN) Di Kabupaten Lombok Tengah: Hambatan Guru SD dalam Membelajarkan Literasi Dasar Selama Masa Pandemi Muhammad Erfan; Arif Widodo; Umar Umar; Aisa Nikmah Rahmatih
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the readiness of elementary school teachers and identify the obstacles faced by teachers in teaching basic literacy skills during the COVID-19 pandemic in 4 (four) areas in Central Lombok Regency. The areas studied are Selebung Village, Batukliang District, Setiling Village, North Batukliang District, Darek Village, Southwest Praya District, and Kuta Village, Pujut District, all of which are located in Central Lombok Regency, NTB. This study is qualitative research in which data were obtained from interviews with elementary school teachers in 4 (four) areas in Central Lombok. The data obtained were then described and analyzed descriptively. The results showed that educators or teachers experienced several obstacles in teaching basic literacy skills in elementary schools in Central Lombok during the pandemic. The obstacles faced by these educators include limited learning media and teaching materials, ineffective learning time, and a less supportive learning atmosphere, many educators are bothered by many other activities, it is difficult to motivate students to learn, as well as from the realm of evaluation, educators have limitations in providing instruments or tools for evaluating learning outcomes, especially basic literacy skills.
ANALISIS MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI METODE BLENDED LEARNING DITINJAU DARI PERINGKAT DAN GENDER Umar Umar; Andi Kaharuddin; Arif Widodo
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 4, No 5 (2021)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to analyze and describe the positive effect of the blended learning method on the learning interest of elementary school students in terms of rank and gender. The research subjects consisted of 4 students. This type of research is a mixed methods research with explorary sequential design. Data were collected using observation instruments, interviews and learning outcomes tests. The data analysis used is narrative exploration and descriptive analysis. The results showed that MA subjects with high rankings with male gender had very high interest in learning from the application of blended learning methods, high-ranking SA subjects with female gender had high learning interests from applying blended learning methods, AH subjects with low ratings with the male gender has a high interest in learning from the application of the blended learning method, the low-ranking RA subject with the female gender has a very low interest in learning from the application of the blended learning method. Keywords: Interest in Learning, Blended Learning, Ranking, Gender AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pengaruh positif metode blended learning terhadap minat belajar siswa sekolah dasar ditinjau dari peringkat dan gender. Subjek penelitian terdiri dari 4 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian campuran dengan desain explorary sequential. Data dikumpulkan menggunakan instrument observasi, wawancara dan tes hasil belajar. Analisis data yang digunakan adalah eksplorasi naratif dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan subjek MA yang berperingkat tinggi dengan jenis kelamin laki-laki memiliki minat belajar sangat tinggi dari penerapan metode blended learning, subjek SA yang berperingkat tinggi dengan jenis kelamin perempuan memiliki minat belajar tinggi dari penerapan metode blended learning, subjek AH yang berperingkat rendah dengan jenis kelamin laki-laki memiliki minat belajar tinggi dari penerapan metode blended learning, subjek RA yang berperingkat rendah dengan jenis kelamin perempuan memiliki minat belajar sangat kurang dari penerapan metode blended learning. Kata Kunci: Minat Belajar, Blended Learning, Peringkat, Gender
HONEY-MUMFORD LEARNING STYLE: REVIEW OF MATHEMATICAL COMMUNICATION FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IN PROBLEM SOLVING Awal Nur Kholifatur Rosyidah; Umar Umar; Vivi Rachmatul Hidayati; Mohammad Archi Maulyda; Lalu Wira Zain Amrullah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.813 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4526

Abstract

Mathematical communication skills are very important for students, especially for elementary school students. Students' communication skills in each student are always different, as are different learning styles for each student. The purpose of this study is to describe the mathematical communication process carried out by students in each type of learning style they have. The learning styles referred to refer to Honey-Mumford, namely; (1) Theoretical; (2) Pragmatic; (3) Activist; and (4) Reflective. The research was carried out at SDN 44 Ampenan, with the subjects being all of the fifth-grade students, totaling 39 students. Data collection was carried out by providing 2 instruments, namely a learning style questionnaire and math problems followed by semi-structured interviews to students who had finished. The results showed that the number of students with theoretical learning styles was the highest and students with active learning styles were the least. The results of the study also show that there are differences in mathematical communication in each learning style, but mathematical communication errors made by all types of learning styles are errors in writing formulas and conclusion sentences
Analisis Kemampuan Siswa SD Dalam Menyelesaikan Soal Operasi Hitung Bilangan Bulat Selama Belajar Dari Rumah Umar Umar; Mohammad Archi Maulyda
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.118 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.4599

Abstract

Pemahaman tentang operasi hitung bilangan bulat menjadi sangat penting untuk dipahami siswa. Hal ini karena operasi hitung bilangan bulat merupakan fondasi atau dasar untuk bisa memahami konsep matematika yang lebih tinggi. Hampir tidak ada konsep dalam matematika yang tidak membutuhkan kemampuan operasi hitung bilangan bulat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal operasi hitung bilangan bulat dan mengidentifikasi jenis operasi hitung yang dipahami dan yang belum dipahami oleh siswa selama kegiatan belajar dari rumah. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah MI Raudhatul Jannah yang terdiri 25 siswa yaitu siswa kelas IV dan kelas V. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan selanjutnya dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal operasi hitung bilang bulat selama belajar dari rumah berada pada kategori rendah dan sangat rendah. Jenis kemampuan operasi hitung yang sudah dipahami siswa selama belajar dari rumah yaitu operasi hitung penjumlahan dan pengurangan. Jenis kemampuan operasi hitung yang belum dipahami oleh siswa selama belajar dari rumah adalah operasi hitung perkalian, operasi hitung pembagian dan operasi hitung campuran.
Peran Kebudayaan Dalam Pembelajaran IPA Di Indonesia: Studi Literatur Etnosains Muhammad Syazali; Umar Umar
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 1 (2022): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i1.2099

Abstract

Studi literatur ini bertujuan untuk mensintesis peran budaya dalam pembelajaran IPA di Indonesia. Sumber data terdiri atas artikel-artikel hasil penelitian yang dipublikasi melalui jurnal dan prosiding seminar, baik tingkat nasional maupun internasional. Dokumen artikel dikoleksi mellaui laman Google Scholar dan Science Direct menggunakan kata kunci “etnosains dalam pembelajaran IPA” atau “ethnoscience in science learning”. Selama penelusuran, telah berhasil dikoleksi sebanyak 277 dokumen artikel yang terpublikasi pada rentang tahun 2007 - 2020. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kebudayaan dapat diintegrasikan ke dalam berbagai fasilitas pembelajaran seperti strategi, pendekatan, model dan metode pembelajaran. Berbagai media pembelajaran sains seperti modul, booklet, majalah, buku ajar, komik, lembar kerja dan multimedia juga dapat dikembangkan dari pengetahuan budaya lokal. Hasil belajar sains ini menckaup aspek sikap, keterampilan proses dan penguasaan terhadap produk sains. Kebudayaan yang diintegrasikan atau dijadikan basis dalam pembelajaran sains juga telah terbukti mampu mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan diabad 21 seperti HOTS, keterampilan berpikir kritis, berkolaborasi, literasi sains, berpikir kreatif, dan kemampuan memcahkan masalah. Adapun kesimpulan yang dapat kami ambil dari studi ini adalah peran kebudayaan dalam pembelajaran sains di Indonesia dibedakan menjadi 3 aspek yaitu aspek pedagogi, sebagai sumber belajar dan mampu meningkatkan dan mengembangkan berbagai hasil belajar sains.
Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Kemampuan Akademik Siswa Sekolah Dasar di Daerah Pinggiran Umar Umar; Arif Widodo
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 2 (2022): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i2.2131

Abstract

Studi awal menunjukkan bahwa siswa di sekolah pinggiran cenderung memiliki kemampuan akademik yang rendah. Salah satu indikatornya adalah kemampuan literasi dan numerasi siswa di sekolah pinggiran lebih rendah jika dibandingkan dengan sekolah di daerah perkotaan. Faktor penyebab rendahnya kemampuan akademik siswa perlu diteliti secara mendalam. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian adalah dua sekolah dasar di kawasan Geopark Rinjani. Informan dalam penelitian ini adalah guru, kepala sekolah dan orang tua siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Data disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menemukan beberapa faktor yang diduga kuat menjadi penyebab rendahnya kemampuan akademik siswa. Faktor-faktor tersebut antara lain kurangnya dukungan orang tua, rendahnya kemandirian belajar siswa, tantangan alam yang cukup berat, kurangnya fasilitas belajar yang dimiliki siswa, keterbatasan sumberdaya manusia yang dimiliki sekolah dan rendahnya etos belajar siswa. Berbagai faktor tersebut harus segera dicarikan solusinya agar permasalahan rendahnya kemampuan akademik siswa di sekolah pinggiran dapat diselesaikan. Melalui penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam perumusan kebijakan pemerintah daerah dalam bidang peningkatan kualitas pendidikan