Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA KERAPAN SAPEH BRUJUL Nur Fadhilah; Nur Wiji Sholikin
SOCIAL EDU: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2025): May
Publisher : PT Innovative Academic Journals

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ethnomathematics is the study of the relationship between mathematics and culture in everyday life. One cultural tradition that has mathematical elements is Kerapan Sapeh Brujul, which is a cow racing competition held in a muddy area in Probolinggo City, East Java. This research aims to identify and analyze the mathematical concepts contained in Kerapan Sapeh Brujul, including the geometry of the race track, symmetry patterns in cow decorations, as well as calculating speed and load balance on the cow cart frame. This research uses a descriptive qualitative approach using observation, interviews and literature study methods. The results of the research show that in Kerapan Sapeh Brujul there are geometric concepts in the design of race tracks and train frames or keleles, patterns and symmetry in the design of cow ornaments, as well as calculations of speed and acceleration in determining race winners. Apart from that, the concept of balance and load distribution on the carriage frame or keleles also influences the stability of the cow when running. The results of this research show that Kerapan Sapeh Brujul is not just a cultural tradition, but also has academic value that can be integrated into culture-based mathematics learning. It is hoped that this research can be a reference for educators in developing learning methods that are more contextual and interesting for students.
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN KOLABORATIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI STATISTIKA Hamdan, Umar; Sholikin, Nur Wiji
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 4 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v4i2.262

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterampilan berpikir kritis sebagai kompetensi yang esensial, namun kerap menjadi tantangan dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi statistika yang memerlukan penalaran kompleks. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis implementasi metode pembelajaran kolaboratif dan efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI pada materi statistika. Menggunakan desain kuasi-eksperimen pretest-posttest control, penelitian ini melibatkan 30 siswa dari dua kelas XI di MA. Fatahillah. Data dikumpulkan melalui tes esai terstandar dan observasi proses pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor keterampilan berpikir kritis yang signifikan pada kelompok eksperimen yang menerima pembelajaran kolaboratif dibandingkan dengan kelompok kontrol. Ini menunjukkan bahwa lingkungan pembelajaran yang mendorong interaksi, diskusi, dan pemecahan masalah bersama dalam metode kolaboratif secara efektif menstimulasi dan mengembangkan kemampuan siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, serta mensintesis informasi statistika secara kritis.
Penerapan Metode Pembelajaran Kontekstual Untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Siswa Pada Materi Pecahan SMP Kelas VIII Nurjannah, Hotim; Wahyuni, Fitria; Sholikin, Nur Wiji
Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2025): Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/galaxy.v2i1.523

Abstract

Keterampilan pemecahan masalah adalah kemampuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan masalah. Materi pecahan merupakan bagian dari matematika, khususnya dalam kajian bilangan. Pecahan membahas konsep bagian dari suatu keseluruhan dan berbagai operasi hitung yang terkait, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Namun keterampilan pemecahan masalah pada materi pecahan masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan metode pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP pada materi pecahan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif deskriptif dengan pretest-posttest control group design. Subjek penelitian terdiri dari 20 siswa yang dibagi ke dalam dua kelompok: kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes uraian kemampuan pemecahan masalah dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest siswa kelas eksperimen (90,4) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (56,0). Uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0.000 < 0.05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Temuan ini didukung oleh wawancara siswa yang menunjukkan bahwa metode kontekstual membantu mereka memahami konsep pecahan secara lebih nyata dan aplikatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran kontekstual efektif dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa pada materi pecahan.
Penerapan Model Pembelajaran based learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa SMP kelas VII Qomariah, Nur Alfia Laily; Nisa, Nursyela; Abidin, Zainal; Sholikin, Nur Wiji
Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2025): Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/galaxy.v2i1.528

Abstract

Literasi matematis adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan mengkomunikasikan konsep-konsep matematika dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari. Permasaahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih rendahnya kemampuan literasi matematis tersebut. Sehingga perlu ada inovasi dalam pembelajaran seperti penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan literasi matematis siswa SMP. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel terdiri dari 30 siswa yang terbagi dalam dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 15 siswa. Instrumen penelitian berupa tes literasi matematis yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 42,67 menjadi 69,60, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 52,13 menjadi 64,47. Persentase ketuntasan kelas eksperimen meningkat dari 0% menjadi 26,67%, sedangkan kelas kontrol dari 6,67% menjadi 20%. Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model PBL lebih efektif dibandingkan dengan metode konvensional dalam meningkatkan literasi matematis siswa SMP. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa SMP kelas VII.
Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Materi Eksponen Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di SMA Kelas X Ayu Wulandari; Romadhona, Faridatul; Sholikin, Nur Wiji
Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2025): Galaxy: Jurnal Pendidikan MIPA dan Teknologi
Publisher : Yayasan Insan Mulia Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59923/galaxy.v2i1.529

Abstract

Kemampuan pemahaman konsep adalah kemampuan seseorang untuk memahami, mengerti, dan mengaplikasikan yang melibatkan kemampuan untuk menjelaskan, menginterpretasikan, dan mampu menghubungkan konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan yang sudah dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan pemahaman konsep pada materi eksponen di SMA kelas X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di MA Ar-Raudlah pada tanggal 16 Mei 2025. Subjek penelitian sejumlah 20 siswa, 10 siswa kelompok eksperimen dan 10 siswa sebagai kelompok kontrol. Kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran menggunakan model PBL dan kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan berupa soal tes kemampuan pemahaman konsep eksponen, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen meningkat sebesar 33,5 poin, sedangkan kelas kontrol hanya meningkat 17 poin. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, dan uji-t menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Hasil wawancara dan dokumentasi juga memperkuat temuan bahwa siswa lebih aktif, mampu mengidentifikasi informasi, menggunakan sifat eksponen, dan menarik kesimpulan dari hasil perhitungan. Dengan demikian, model Problem Based Learning (PBL) terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi eksponen.
Penerapan Model Pembelajaran Game Edukasi untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa melalui Materi Perkalian dan Penjumlahan pada Siswa SD Kelas III Aini, Izzah Nurul; Qulubi, Riqqi; Sholikin, Nur Wiji
Educational Studies and Research Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Educational Studies and Research Journal
Publisher : MID Publisher International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/hzrgcc68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran berbasis game edukatif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas III sekolah dasar pada materi penjumlahan dan perkalian. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa yang disebabkan oleh dominasi metode pembelajaran konvensional yang kurang mampu mengaktifkan siswa secara optimal dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Subjek penelitian adalah siswa kelas III SD Riyadlus Sholihin yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan meliputi tes kemampuan berpikir kritis, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada nilai posttest siswa kelas eksperimen setelah diterapkannya model pembelajaran game edukasi (Tebak-Tebak Misterius), dengan rata-rata peningkatan sebesar 19,75 poin. Sementara itu, kelas kontrol hanya mengalami peningkatan sebesar 4,75 poin. Hasil uji-t juga menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis game edukasi efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar, khususnya dalam memahami materi penjumlahan dan perkalian. Model ini direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran inovatif yang menyenangkan dan bermakna.
Students' Algebraic Thinking Process Based On Reflective And Impulsive Cognitive Styles Sholikin, Nur Wiji
Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2025): Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mathline.v10i3.841

Abstract

Algebraic thinking is very important because it helps students expand their thinking in solving concrete problems through the ability to identify patterns, recognize relationships between mathematical elements, and understand the structure of a problem. This study aims to analyze the differences in students' algebraic thinking process abilities based on reflective and impulsive cognitive styles. The research method used is a descriptive quantitative method. The subjects of the study were 27 high school students in grade 10. The instruments used in this study consisted of Matching Familiar Figure Test (MFFT) cognitive style test questions, algebra ability test questions, and interview guidelines. The data analysis technique in this study used data triangulation. The results of the analysis showed that students with a reflective cognitive style had an average algebra score of 84 and showed more consistent performance, compared to impulsive students who had an average score of 67. Interview findings supported the quantitative results, where reflective students tended to be thorough, focused on understanding concepts, and careful in solving problems, while impulsive students worked on problems quickly but lacked analysis, resulting in more frequent technical errors. This data triangulation confirmed that cognitive style had a significant effect on students' thinking and performance in solving algebra problems. This study recommends the application of Polya's step-based problem-based learning method for reflective students and game-based learning with self-monitoring strategy for impulsive students as an effort to improve mathematical problem-solving abilities.
EMPOWERING STITM KEDIRI LECTURERS IN WRITING HIGH-QUALITY INTERNATIONAL JOURNAL ARTICLES THROUGH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR) METHODOLOGY Benny Prasetiya; Muhammad Alfi Syahrin; Nur Wiji Sholikin
DEVELOPMENT: Journal of Community Engagement Vol. 4 No. 3 (2025): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/djce.v4i3.2546

Abstract

The low productivity of international publications among lecturers at small higher education institutions has become a major challenge, affecting both academic reputation and career advancement. Contributing factors include limited understanding of advanced research methodologies such as the Systematic Literature Review (SLR), lack of experience in writing for international journals, and restricted access to academic resources. To address these issues, a community service programme was implemented at STITM Kediri using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach to enhance lecturers’ capacity in producing SLR-based international scientific articles. The programme engaged 15 lecturers through four stages: Discovery (mapping academic assets), Dream (formulating a collective vision), Design (developing training plans), and Delivery (implementation and mentoring). The results indicate a substantial improvement in participants’ understanding of the SLR methodology, with the average score rising from 2.1 (on a 1–5 scale) before the training to 4.3 afterwards. All participants were actively engaged (100% attendance, 87% active participation), resulting in 15 article drafts, three of which are ready for submission to reputable international journals (Scopus Q3–Q4). These achievements demonstrate that the ABCD-based training successfully empowered existing academic potential, fostered writing motivation, and strengthened the culture of international publication at STITM Kediri. This model has the potential to be replicated in other small higher education institutions as a strategy for sustainable academic capacity building.
Peningkatan Kapasitas Mitigasi Bencana pada Siswa Melalui Pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Kota Malang Sholikin, Nur Wiji; Sholehudin, Arif
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 3 No. 3 (2025): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v3i3.1255

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitigasi bencana pada siswa dan kesiapsiagaan satuan pendidikan dalam menghadapi potensi bencana melalui pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Pelatihan dilaksanakan di tiga sekolah di Kota Malang, yaitu SDN Jatimulyo 3, MA Daruttauhid, dan SDN Gadang 1, yang dipilih berdasarkan tingkat kerentanan dan kesiapan yang masih rendah. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-edukatif melalui tahapan penyampaian materi kebencanaan, workshop penyusunan dokumen SPAB, simulasi evakuasi, dan pelatihan dukungan psikososial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan warga sekolah terkait kebencanaan, dengan rata-rata peningkatan skor post-test sebesar 40–45% dibandingkan pre-test. Observasi dan wawancara juga menunjukkan bahwa pelatihan mendorong perubahan sikap dan perilaku, termasuk kesiapan menyusun dan menjalankan prosedur evakuasi darurat. Kegiatan ini memperkuat teori pembelajaran kontekstual dan pendidikan kebencanaan berbasis komunitas, serta memberikan kontribusi praktis berupa model pelatihan SPAB yang aplikatif dan mudah direplikasi. Pelibatan BPBD, IGI, dan Dirgantara Rescue turut memperkuat kualitas pelatihan. Pelatihan SPAB ini diharapkan menjadi model strategis dalam membangun budaya tangguh bencana di lingkungan pendidikan
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA CANDI JABUNG DI KABUPATEN PROBOLINGGO Hotimah, Husnul; Sholikin, Nur Wiji
AL JABAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : LPPM Institut Ahmad Dahlan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/aljabar.v4i1.1642

Abstract

This research aims to identify and analyze the mathematical elements applied in the architecture of Jabung Temple, Probolinggo Regency. This research uses qualitative research methods with an ethnographic approach. The results of the research show that there are several ethnomathematics at Jabung Temple, including the concepts of flat shapes, spatial shapes, geometric transformations, similarity and congruence. This research can be used as material for preparing student test packages in the form of questions related to geometric transformations. This research can also help improve students' ability to understand mathematical concepts and develop critical and logical thinking skills. Apart from that, this research can also be a reference for teachers in developing curriculum and mathematics learning methods that are more effective and enjoyable for students.