Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Analisis Kesalahan Pemahaman Konsep Perkalian Siswa dan Solusinya: Penerapan Metode APKL dan Diagram Fishbone Sri Wahyuni; Puguh Darmawan
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v3i1.745

Abstract

Pentingnya penelitian ini untuk dibahas karena menyajikan permasalahan yang aktual, problematik, dan bersangkutan dengan konsep matematika yang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan akar-akar permasalahan atau penyebab dari kesalahan siswa dalam memahami konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang beserta solusinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dianalisis menggunakan diagram fishbone yang terdiri dari aspek machine, man, method, material, measurement, dan environment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab dari kesalahan siswa dalam memahami konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang adalah tidak menggunakan alat peraga dalam menjelaskan konsep, jika menggunakan alat peraga biasanya jumlahnya minimum dan sulit diakses banyak siswa, kesalahan guru dalam menjelaskan konsep, siswa tidak bisa membedakan pengali dengan bilangan yang dikali, metode pembelajaran yang digunakan berfokus pada guru, konsep diajarkan secara abstrak bukan konkret, penilaian orang sekitar yang salah, kesalahan dibiarkan secara terus menerus, dan penggunaan sumber bacaan atau pengetahuan yang salah.
Model Anita Dewi Utami; Puguh Darmawan; Tomi Listiawan; Ramadhan Fazrianto Sawarman; Imam Rofiki; Sri Wahyuni
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 10, No 2 (2023): July 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v10i2.3278

Abstract

Pandemi covid-19 yang terjadi sejak 2020 mempengaruhi sektor pendidikan dalam penerapannya. Ditambahkan dengan perkembangan zaman yang memanfaatkan teknologi untuk kebutuhan sehari-hari membuat pendidik harus menerapkan metode pembelajaran yang tepat, yaitu dengan menerapkan model blended learning berbantuan VAKSIN (Video Animasi untuk Sistem Pembelajaran Online) yang mendukung berpikir komputasional, yang memang dibutuhkan oleh peserta didik untuk menyelesaikan sebuah masalah, pada mata kuliah tren pembelajaran matematika. Penelitian ini adalah penelitian Study Literature Review (SLR).Tahapan yang digunakan adalah (1) merumuskan pertanyaan penelitian, (2) mencari artikel-artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian, (3) mengevaluasi artikel, (4) meringkas artikel, dan (5) menginterpretasikan temuan artikel ke dalam bentuk deskripsi Data didapatkan dengan mereview beberapa artikel yang sesuai dengan kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model blended learning berbantuan VAKSIN (Video Animasi untuk Sistem Pembelajaran Online) mendukung berpikir komputasional pada mata kuliah tren pembelajaran matematika.  
Berpikir Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Kurva Tertutup Sederhana Ditinjau dari Gaya Belajar Berdasarkan Dual Process Theory Sri Wahyuni; Puguh Darmawan; Syarifudin Syarifudin
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v13i3.1138

Abstract

Berpikir adalah hal penting yang harus dilibatkan dalam menyelesaikan masalah. Berpikir dipengaruhi oleh gaya belajar. Berdasarkan dual process theory, kerugian akibat aktifnya sistem 1 ditunjukkan dalam studi pendahuluan bahwa mahasiswa mendapatkan jawaban yang salah apabila tidak aktifnya sistem2. Keterlibatan sistem 2 berfungsi untuk meminimalisir kekeliruan dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus jamak yang bertujuan untuk mengkaji berpikir mahasiswa berdasarkan gaya belajar dalam memecahkan masalah kurva tertutup sederhana dari perspektif dual process theory. Subjek penelitian ini adalah satu mahasiswa bergaya belajar visual, satu mahasiswa bergaya belajar auditori, dan satu mahasiswa bergaya belajar kinestetik. Seluruh subjek merupakan mahasiswa pendidikan matematika Data penelilian berupa hasil angket gaya belajar, jawaban tertulis subjek, rekaman wawancara, dan catatan Peneliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa S1, S2, dan S3 memiliki kecenderungan aktifnya sistem 1, yaitu proses otomatis. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa S1, S2, dan S3 memiliki kecenderungan aktifnya sistem 1, yaitu proses otomatis untuk menjawab masalah. Sistem 2 aktif ketika mencocokkan informasi pada masalah sehingga didapatkan hasil yang sesuai dan ketika melakukan perhitungan dalam mencari luas. Penelitian ini menemukan bahwa jawaban yang dihasilkan sistem 1 tidak selalu benar dan jawaban benar ketika sistem 2 aktif. S3 merupakan subjek yang memiliki gaya belajar kinestetik hanya mampu membuat satu desain karena memiliki kecenderungan untuk meminta contoh terlebih dahulu untuk menerima informasi. Lebih lanjut, Peneliti menyimpulkan bahwa proses berpikir mahasiswa dalam menyelesaikan masalah kurva tertutup sederhana dapat dijangkau berdasarkan dual process theory dengan indikator yang telah ditetapkan. Pemahaman tentang proses berpikir tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan strategi pembelejaran yang tepat.
EKSPLORASI EPISTEMIC COGNITION SISWA KELAS 8 DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA Imam Rofiki; Puguh Darmawan; Slamet Slamet; Sri Wahyuni; Syekha Vivi Alaiya; Mutiara Sani
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 3 (2024): Vol 12 No 3 September 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i3.6316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi epistemic cognition siswa dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus jamak. Penelitian ini melibatkan 52 siswa kelas 8 Sekolah Menengah Pertama. Siswa diberikan lembar tugas pemecahan masalah matematika dan diminta untuk menyelesaikannya. Kemudian, peneliti mewawancarai siswa. Data yang diperoleh dianalisis untuk memperoleh karakterisasi epistemic cognition siswa. Penelitian ini menemukan bahwa epistemic cognition dikategorikan menjadi dua jenis/kategori, yaitu epistemic cognition global dan epistemic cognition lokal. Epistemic cognition global terjadi ketika siswa menggunakan strategi metakognisi global, strategi pemecahan masalah, dan tipe justifikasi own explanation (atau rule). Sementara, epistemic cognition lokal terjadi ketika siswa menggunakan strategi metakognisi lokal, strategi pemecahan masalah, dan tipe justifikasi procedural description (atau assumption, vague/ broad statement). Temuan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang dapat mengembangkan epistemic cognition siswa.
Meningkatkan Kompetensi Shadow Teacher: Kunci Keberhasilan Pendidikan Inklusi Anak Usia Dini Fariza Ika Cahyani; Imron Arifin; Sri Wahyuni
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2155

Abstract

Pendidikan inklusi memberikan kesempatan yang setara bagi semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Artikel ini membahas kompetensi yang harus dimiliki oleh guru pendamping khusus (shadow teacher) dalam implementasi pendidikan inklusi pada anak usia dini. Shadow teacher berperan penting dalam mendukung anak berkebutuhan khusus agar dapat belajar bersama di lingkungan inklusif dengan memberikan bimbingan akademik dan sosial yang dibutuhkan. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR) dengan meninjau berbagai artikel yang diterbitkan pada tahun 2020–2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa kompetensi utama yang harus dimiliki shadow teacher mencakup kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Selain itu, pelatihan dan bimbingan teknis bagi shadow teacher terbukti dapat meningkatkan efektivitas peran mereka. Studi ini menyoroti pentingnya pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusi bagi anak usia dini.
Analisis Faktor Determinan Motivasi Kerja Guru Tidak Tetap (GTT) Pada Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini: Systematic Literature Review Sri Latifa Zahrawi; Sri Wahyuni; Ahmad Yusuf Sobri; Imron Arifin
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja guru tidak tetap pada lembaga PAUD dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Kajian ini mengidentifikasi dan mengevaluasi penelitian-penelitian yang relevan dalam rentang tahun 2021-2025 dengan menggunakan database Google Scholar melalui aplikasi Publish or Perish. Dari 200 artikel yang ditemukan, dilakukan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi hingga diperoleh lima artikel yang sesuai untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja guru honorer PAUD dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu kesejahteraan subjektif, resiliensi, kompensasi, lingkungan kerja, serta dukungan sosial dari keluarga dan rekan kerja. Meskipun menghadapi tantangan berupa gaji rendah, ketidakjelasan jenjang karir, dan beban kerja yang tinggi, guru honorer tetap bertahan karena adanya motivasi intrinsik, persepsi positif terhadap profesi, serta dorongan sosial dan spiritual. Selain itu, pekerjaan sampingan juga menjadi salah satu strategi yang digunakan guru honorer untuk menopang kesejahteraan mereka. Penelitian ini menegaskan pentingnya perbaikan kebijakan dalam aspek kompensasi, pengembangan karir, serta lingkungan kerja yang lebih kondusif guna meningkatkan motivasi dan kesejahteraan guru honorer PAUD.
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PAUD MELALUI KEGIATAN PARENTING KEMITRAAN BERBASIS POTENSI LINGKUNGAN DI KELURAHAN GADING KASRI KECAMATAN KLOJEN Sri Wahyuni; Endang Sri Redjeki; Rezka Arina Rahma; Carolina Shofia Rachmawati; Azzaroh Swaibatul I. A.
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.265-271

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan baru yang tentunya menimbulkan beberapa permasalahan. Pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kurikulum merdeka di PAUD bermakna sebagai merdeka bermain, tetapi masih banyak lembaga PAUD yang kurang memanfaatkan potensi lingkungan untuk tempat bermain anak-anak, diataranya 2 lembaga PAUD di Kelurahan Gading Kasri Kecamatan Klojen Kota Malang. Gagasan tentang parenting kemitraan berbasis potensi lingkungan ini, diharapkan dapat membantu pengelola dan guru PAUD untuk menjalin kemitraan dengan berbagai elemen di sekitar lembaga, untuk mengimplementasikan kurikulum Merdeka yang mengutamakan project based leraning. Sasaran kegiatan pendampingan ini adalah 2 lembaga PAUD di Kelurahan Gading Kasri yaitu TK Aisyiyah 24 dan TK Muslimat NU. Kegiatan pengabdian ini akan melibatkan secara aktif semua pengelola, guru, dan orang tua wali murid
Transformasi Mutu Sekolah Menengah Atas: Peran Kepemimpinan, Kepengawasan, dan Kinerja Guru Sri Wahyuni; Achmad Supriyanto; Sunarni Sunarni
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 3 (2025): September 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.2192

Abstract

The improvement of education quality is a strategic issue in the era of global transformation, which demands effective school leadership and educational supervision systems as key factors for institutional success in achieving sustainable quality standards. This study aims to analyze the influence of school leadership and supervision on the quality of public senior high schools in East Kolaka Regency, as well as to examine the role of teacher performance as a moderating variable. The study employs a quantitative ex post facto approach with a descriptive correlational causality design. The research sample consists of 81 teachers from a total population of 138 teachers, selected through a quota sampling technique from eight public senior high schools in East Kolaka Regency. Data were collected using a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability, and were then analyzed using descriptive statistics and SEM-PLS. The results indicate that school leadership, supervision, teacher performance, and school quality received positive perceptions from teachers, suggesting that leadership practices, supervision, and the professional execution of teachers’ duties have been well implemented in the schools. Inferential tests show that school leadership has a positive and significant effect on school quality, while supervision does not have a significant effect. Teacher performance was found to have a positive and significant effect on school quality but does not moderate the relationship between leadership or supervision and school quality due to the interaction values.
Bolpin (Bola Pintar): Media Interaktif Untuk Meningkatkan Literasi Membaca dan Menulis Pada Pendidikan Anak Usia Dini Mardiyah Mardiyah; Ahmad Samawi; Sri Wahyuni
JURNAL INDRIA (Jurnal Ilmiah Pendidikan Prasekolah dan Sekolah Awal) Vol 11 No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jin.v11i1.12763

Abstract

Early childhood education (PAUD) is a crucial phase in developing basic literacy, especially reading and writing skills. Literacy needs to be developed early on to support children's readiness to learn. Early childhood learning is based on the principle of learning through play, which emphasizes active involvement and direct experience. However, literacy learning practices in PAUD are still often dominated by conventional approaches that focus on worksheets and books, thereby failing to encourage active participation from children. This situation results in low interest and motivation to learn when learning activities are not supported by engaging media.  This study aims to develop Bolpin (Smart Ball) learning media based on an interactive approach and to test its effectiveness in improving the reading and writing skills of early childhood. The study uses the Research and Development (R&D) method with the ADDIE procedure, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects were children in group B at RA Miftahul Huda II Sengonagung Purwosari, Pasuruan Regency. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation.  The feasibility of the media was assessed through validation by subject matter experts and media experts, while its effectiveness was tested using a pre-experimental design with N-Gain analysis based on pretest and posttest results. The results of the study showed that Bolpin media was declared highly valid, with a media expert validation percentage of 93% and a subject matter expert validation percentage of 92%. The application of Bolpin media improved children's reading and writing skills, with an N-Gain value of 0.67 (moderate category). Bolpin media is effective in supporting active and enjoyable literacy learning.
Ngafe Culture: Friendship Communication Style among Gen Z Teenagers in the Perspective of Family Education Sri Wahyuni; Ica Purnamasari; Kukuh Miroso Raharjo; M Haidar
KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 14, No 1 (2026): Kolokium: Publishing April 2026
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kolokium.v14i1.925

Abstract

Ngafe culture has become an integral part of the friendship communication style among Generation Z teenagers. This phenomenon attracts attention, especially in the context of family education, as it relates to social dynamics and the role of families in guiding their children's social behaviour. This study aims to identify the different activities carried out by Gen Z teenagers in cafes and to understand the meaning of ngafe in the context of friendship communication from a family education perspective. This research uses a qualitative approach with a case study method where data is collected through observation, in-depth interviews and documentation. The research subjects were students in the city of Malang who were involved in café activities. The results showed that cafe activities are diverse, namely academic, social and networking, entertainment, and personal existential activities. Ngafe is important to Gen Z as a means of strengthening friendships, expressing self-identity and expanding social networks. Families play an important role in providing guidance and supervision to ensure that these activities are balanced and do not interfere with core responsibilities. The family's role in instilling social and ethical values is crucial in helping Gen Z to enjoy the ngafe culture in a positive and productive way.