Claim Missing Document
Check
Articles

Promosi Kesehatan Gigi dan Mulut Menggunakan Konten Video Digital pada Berbagai Tahap Kehidupan: Tinjauan Literatur tentang Efektivitas dan Hasil Keterlibatan (Engagement) Vicky Rahmawati; Muhammad Fashirul Al-Fian; Eko Winarti; Widy Jatmiko
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1608

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut masih menjadi isu kesehatan masyarakat dengan beban penyakit yang tinggi sehingga pendekatan promotif preventif berbasis media digital semakin relevan. Tinjauan literatur ini bertujuan menganalisis efektivitas konten video digital dalam promosi kesehatan gigi dan mulut pada berbagai tahap kehidupan serta mengkaji keterkaitannya dengan indikator keterlibatan audiens (engagement). Penelusuran dilakukan pada Scopus, PubMed, dan Google Scholar, untuk publikasi tahun 2021–2025 dan didapatkan 56 artikel. Kriteria inklusi meliputi studi yang menggunakan video digital sebagai media utama dan melaporkan luaran efektivitas (pengetahuan, sikap, perilaku, indikator klinis) dan/atau engagement (views, likes, komentar, watch time). Sebanyak 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis dalam tinjauan ini. Hasil sintesis menunjukkan bahwa video efektif meningkatkan pengetahuan dan praktik dalam konteks intervensi terkontrol, terutama pada tenaga kesehatan dan siswa. Namun, pada platform media sosial terbuka seperti YouTube dan TikTok, kualitas informasi bervariasi dan korelasi antara kualitas dan engagement cenderung lemah. Perbandingan lintas tahap kehidupan menunjukkan bahwa kebutuhan dan respons audiens berbeda, sehingga desain konten perlu disesuaikan secara spesifik. Disimpulkan bahwa video digital berpotensi sebagai media promosi kesehatan gigi yang efektif, namun memerlukan kurasi berbasis evidensi dan strategi komunikasi yang mempertimbangkan karakteristik usia audiens.
Pengaruh Fasilitas Kesehatan, Kualitas Pelayanan Perawat, Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien Diklinik Polres Seruyan 2026 Ade Irawan; Yudied Agung Mirasa; Eko Winarti
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13, No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.22972

Abstract

This study was motivated by the continued dissatisfaction of patients with health services related to the availability of facilities, the quality of nursing services, and the effectiveness of therapeutic communication during the treatment process. These conditions indicate that the quality of health services needs to be improved so that the services provided can optimally meet the needs and expectations of patients. Therefore, this study aims to analyze the effect of health facilities, nursing service quality, and therapeutic communication on patient satisfaction at Sidokkes Clinic, Seruyan Police Department. Patient satisfaction is a critical indicator in evaluating healthcare service quality, as it reflects the alignment between patient expectations and actual service performance. This research employed an analytic correlational design with a cross-sectional approach. A total of 100 respondents were selected using accidental sampling. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using multiple linear regression with SPSS software. The results indicate that health facilities have a positive and significant effect on patient satisfaction (t = 5.739; p < 0.05), nursing service quality also has a positive and significant effect (t = 2.793; p < 0.05), and therapeutic communication shows a positive and significant effect (t = 6.458; p < 0.05). Simultaneously, the three independent variables significantly influence patient satisfaction (F = 154.645; p < 0.05). The coefficient of determination (Adjusted R²) of 0.823 indicates that 82.3% of the variation in patient satisfaction can be explained by these variables. Therapeutic communication emerged as the most dominant factor, with the highest standardized beta coefficient (0.495). It is concluded that improving the quality of healthcare services needs to focus on strengthening therapeutic communication supported by integrated facility management and nursing service quality in order to increase patient satisfaction.
PENGEMBANGAN SKOR RISIKO KURANG ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL BERBASIS ANC Suginah Suginah; Yudied Agung Mirasa; Eko Winarti
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7457

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengembangkan skor risiko Kurang Energi Kronik pada ibu hamil berbasis data antenatal care sebagai alat skrining praktis di layanan primer. Penelitian menggunakan desain analitik potong lintang berbasis data sekunder dengan total sampling seluruh ibu hamil yang memiliki catatan pemeriksaan lengkap, kemudian dilakukan pemodelan prediksi untuk menyusun skor dan mengevaluasi kemanfaatannya sebagai alat klasifikasi risiko. Hasil menunjukkan skor risiko dapat dibentuk dari kombinasi faktor maternal yang tersedia pada pencatatan rutin, sehingga mampu membedakan kelompok ibu hamil berisiko dan tidak berisiko secara lebih terarah dibanding penilaian tunggal. Skor yang dihasilkan juga menunjukkan kinerja skrining yang memadai untuk kebutuhan layanan, sehingga dapat membantu petugas menentukan prioritas edukasi gizi, pemantauan status gizi, dan tindak lanjut pada ibu dengan risiko lebih tinggi. Temuan ini penting karena penapisan risiko yang terstandardisasi berbasis data antenatal care memungkinkan deteksi lebih dini dan pengambilan keputusan yang lebih konsisten, terutama pada fasilitas dengan sumber daya terbatas. Kesimpulannya, skor risiko yang dikembangkan berpotensi menjadi alat bantu keputusan sederhana untuk memperkuat pencegahan Kurang Energi Kronik pada ibu hamil melalui penajaman sasaran intervensi, peningkatan kualitas pemantauan, dan optimalisasi tindak lanjut dalam pelayanan antenatal care. Kata kunci: Kurang Energi Kronik; ibu hamil; antenatal care; skor risiko; skrining gizi
Penyuluhan Program Pemberian Makanan Tambahan Lokal sebagai Penanggulangan Stunting di Kota Kediri Lintang Pertiwi; Eko Winarti
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qws8pz06

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that significantly affects children's growth and development. This community service activity aims to evaluate the impact of education on local Supplementary Feeding (PMT) in combating stunting in Kediri. The method used is education about local PMT as a measure to combat stunting. The study subjects consisted of members of Ibu Persatuan Istri Tentara (Persit) Yonif 521: Dadaha Yodha in Kediri. Data were collected through self-data questionnaires, pretests, and posttests. The results of this activity showed a significant relationship between income, health cadre status, prior knowledge about local PMT and stunting, and the level of knowledge of Ibu Persit members. Moreover, there was an increase in the Ibu Persit member’s knowledge about the role of local PMT in combating stunting and a statistically significant difference in their knowledge levels before and after the education. Education on local PMT has proven effective in enhancing Ibu Persit members' understanding of nutrition and proper dietary practices, contributing to the reduction of stunting prevalence. These findings suggest the need for the widespread implementation of local PMT education programs as a strategy to combat stunting in other areas facing similar problems.
Pengaruh Fasilitas Kesehatan, Kualitas Pelayanan Perawat, Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Kepuasan Pasien Diklinik Polres Seruyan 2026 Ade Irawan; Yudied Agung Mirasa; Eko Winarti
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 13 No 1 (2026): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v13i1.22972

Abstract

This study was motivated by the continued dissatisfaction of patients with health services related to the availability of facilities, the quality of nursing services, and the effectiveness of therapeutic communication during the treatment process. These conditions indicate that the quality of health services needs to be improved so that the services provided can optimally meet the needs and expectations of patients. Therefore, this study aims to analyze the effect of health facilities, nursing service quality, and therapeutic communication on patient satisfaction at Sidokkes Clinic, Seruyan Police Department. Patient satisfaction is a critical indicator in evaluating healthcare service quality, as it reflects the alignment between patient expectations and actual service performance. This research employed an analytic correlational design with a cross-sectional approach. A total of 100 respondents were selected using accidental sampling. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using multiple linear regression with SPSS software. The results indicate that health facilities have a positive and significant effect on patient satisfaction (t = 5.739; p < 0.05), nursing service quality also has a positive and significant effect (t = 2.793; p < 0.05), and therapeutic communication shows a positive and significant effect (t = 6.458; p < 0.05). Simultaneously, the three independent variables significantly influence patient satisfaction (F = 154.645; p < 0.05). The coefficient of determination (Adjusted R²) of 0.823 indicates that 82.3% of the variation in patient satisfaction can be explained by these variables. Therapeutic communication emerged as the most dominant factor, with the highest standardized beta coefficient (0.495). It is concluded that improving the quality of healthcare services needs to focus on strengthening therapeutic communication supported by integrated facility management and nursing service quality in order to increase patient satisfaction.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA TENAGA KESEHATAN BERDASARKAN HEALTH BELIEF MODEL (HBM): LITERATURE REVIEW Imby Hera Novita; Eko Winarti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 8 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i8.3213-3223

Abstract

Kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan aspek penting dalam pencegahan infeksi dan keselamatan kerja tenaga kesehatan. Namun, tingkat kepatuhan masih dipengaruhi oleh berbagai faktor individu, psikologis, dan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan penggunaan APD pada tenaga kesehatan berdasarkan perspektif Health Belief Model (HBM). Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Penelusuran artikel dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, ProQuest, Google Scholar, dan Garuda menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan APD, tenaga kesehatan, kepatuhan, dan Health Belief Model. Kriteria inklusi meliputi artikel berbahasa Indonesia dan Inggris yang dipublikasikan pada tahun 2021–2026, tersedia dalam bentuk full text, dan sesuai dengan tujuan penelitian. Sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis menggunakan pendekatan narrative synthesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa seluruh konstruk HBM, yaitu perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, dan self-efficacy, berpengaruh terhadap kepatuhan penggunaan APD. Faktor lain yang turut memengaruhi adalah pengetahuan, sikap, motivasi, pengalaman kerja, pelatihan, ketersediaan APD, supervisi, budaya keselamatan, dan dukungan manajemen. Perceived benefits merupakan faktor yang paling dominan, sedangkan perceived barriers menjadi hambatan utama terhadap kepatuhan. Kepatuhan penggunaan APD dipengaruhi oleh interaksi faktor perilaku, individu, dan organisasi. Peningkatan kepatuhan memerlukan edukasi berbasis HBM, pelatihan berkelanjutan, penyediaan APD yang memadai, serta penguatan budaya keselamatan di fasilitas pelayanan kesehatan.
ANALISIS FAKTOR PERILAKU PENYEBAB PENULARAN TUBERKULOSIS PARU (TB PARU) PADA USIA PRODUKTIF Erik Podang; Eko Winarti; Susmiati
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7924

Abstract

Abstrak Perilaku kesehatan pada pasien TB paru adalah tindakan nyata dalam menerapkan etika batuk, minum obat secara teratur, dan menjaga kebersihan lingkungan. Tindakan ini bertujuan untuk menghentikan kejadian penularan infeksi ke orang lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor perilaku (kontak serumah, etika batuk dan penggunaan masker) dengan penularan TB paru pada usia produktif di RSUD Wamena. Jenis penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien tuberkulosis paru usia produktif usia ≥26-65 tahun yang melakukan pengobatan atau mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena Kabupaten Jayawijaya pada periode penelitian tahun. Berdasarkan teknik pengambilan sampel total sampling didapatkan sejumlah 35 responden. Analisa data dengan uji korelasi spearman rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku kontak serumah (p value=0,002<α=0,05; r=0,507), etika batuk (p value=0,001<α=0,05; r=0,527), dan pemakaian masker (p value=0,000<α=0,05; r=0,704) dengan kejadian penularan TB paru pada pasien di RSUD Wamena. Diharapkan responden dan keluarga meningkatkan perilaku pencegahan penularan dengan cara menghindari kontak erat yang tidak perlu selama pasien masih dalam fase infeksius, menggunakan masker ketika berinteraksi dengan penderita TB, menerapkan etika batuk yang benar, menjaga ventilasi rumah, serta melakukan pemeriksaan apabila memiliki riwayat kontak serumah. Kata Kunci : tuberkulosis; kontak_serumah ; etika_batuk; pemakaian_masker; penularan
Paparan Asap Rokok Dalam Keluarga Sebagai Faktor Risiko Stunting Anak : Tinjauan Literature Berbasis Theory Of Planned Behavior Besti Dyah Wulandari; Sunardi Sunardi; Indah Jayani; Eko Winarti
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 21 No. 3 (2026): Diagnosis : Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/w83ww820

Abstract

Stunting adalah masalah gizi dengan prevalensi tinggi tingkat global. Faktor stunting disebabkan oleh banyak faktor selain malnutrisi, paparan asap rokok dalam keluarga diduga menjadi faktor risiko yang berkontribusi terhadap gangguan tumbuh kembang pada anak. Penelitian ini memiliki kebaruan yaitu integrasi faktor paparan asap rokok sebagai determinan lingkungan dengan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB) untuk menjelaskan intervensi perubahan perilaku merokok dalam keluarga. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan paparan asap rokok keluarga sebagai faktor risiko stunting anak berdasarkan tinjauan literatur berbasis Theory of Planned Behavior (TPB). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA yang diperoleh dari basis data artikel 2021-2026 bersumber dari Google Scholar, Scopus, PubMed, ScienceDirect, dan SpringerLink. Dari 213 artikel yang teridentifikasi, 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan paparan asap rokok berkontribusi signifikan terhadap peningkatan risiko stunting melalui mekanisme gangguan penyerapan nutrisi, peningkatan kerentanan infeksi, serta pengaruh sosial ekonomi keluarga. Pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB) menegaskan bahwa sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku berpengaruh terhadap perilaku merokok orang tua yang dapat menimbulkan risiko terjadinya stunting pada anak. Kesimpulan dari penelitian bahwa pencegahan stunting tidak hanya intervensi gizi namun juga strategi perilaku perubahan berbasis Theory of Planned Behavior (TPB) untuk menciptakan lingkungan keluarga bebas asap rokok sebagai upaya menurunkan risiko stunting berkelanjutan
MEMBANGUN KESADARAN KOLEKTIF: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN M. Dian Ruhamak; Afif Nur Rahmadi; Eko Winarti; Erik irham Lutfi; Hendy; Budi Heryanto
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v9i2.7859

Abstract

Environmental cleanliness is essential for a healthy and sustainable quality of life. In rural Indonesia, including Ngasem District, Kediri Regency, awareness of household waste management and participation in mutual cooperation activities remain low, potentially contributing to health issues, flooding, and reduced aesthetic quality. This community service aimed to strengthen collective awareness and empower residents to maintain environmental cleanliness sustainably. The program included preparation, implementation, and evaluation stages. Implementation involved education, 3R-based waste management training (Reduce, Reuse, Recycle), waste bank introduction, formation of environmental cadres, and clean-up activities. Results showed increased resident knowledge and awareness, successful establishment of environmental cadres at the RT/RW level, and improved environmental conditions through clean-up efforts and waste bank initiation. The program fostered active community participation and laid a foundation for sustainable environmental management via local cadres. These findings underscore the importance of participatory approaches and local change agents in promoting sustainable cleanliness at the community level.
Co-Authors Ade Irawan Adelita Setiawan Adelita Setiawan Afif Nur Rahmadi Agata Iwan Candra Ainur Rofiq Alimansur, Moh alvika awwatiszahro Anindita Hasniati Rahmah Anis Nikamtul Anis Nikmatul Nikmah Anita Nuril Fadila Ariadi Santoso Awalis Sholihah A`im Matun Nadhiroh Besti Dyah Wulandari Bima Sakti Budi Heryanto Budi Santoso Dessy Lutfiasari Dewi Liesnoor Setyowati Dhita Kris Prasetiyanti Dhita Kris Prasetyanti Dhita Kris Prasetyanti Dily Ekasari Dwi Budi Santoso Eka Ayu MBPS Elis Andaresta Endang Wartini Erik Irham Lutfi Erik Podang Fantri Nugroho Fatatul Anafah Fauzia Laili Fauziah Laili Firdausi Rahmadhani Hendy Hiromi Ogasawara Imam Safi'i Imby Hera Novita Indah Jayani Indah Jayani Irvan Maulana Karima Meireza Kusuma Devi, Yustika Lilik Khoufah Lilik Khoufah Lintang Pertiwi M. Ali Sodik M. Dian Ruhamak Mayasari Putri Ardela Modestus La'a Moh. Alimansur Muhammad Fashirul Al-Fian Nadhiroh, A’im Matun Nika Dewi Nurhayati Nikha Nikamtul, Anis Nikmatul Firdaus Olievia Rachma Akhsani Palupi Pria Sabila Putri Putri Riga Sefika Rachmad Hargono Rachmat Hargono Rahma Kusuma Dewi Rahmadhani, Firdausi Rika Triyana Rozzana Mohd Said Saiful Anwar Sentot Imam Suprapto Setyorini, Dhiana Sondang Sidabuntar Sondang Sidabuntar Suginah Suginah Suhatno Suhatno Suhatno, Suhatno Sunardi Sunardi Susmiati Susmiati Susmiati Susmiati Sutrisni Sutrisni Teguh Pramono Teguh Pramono Trisniwati Trisniwati Vicky Rahmawati Widodo, Silvi Rushanti Widy Jatmiko Yeni Lufiana Novita Agnes Yudied Agung Mirasa Yudied Agung Mirasa Yudied Agung Mirasa Yudied Agung Mirasa Yunnatul Munawaroh Yusti Anggi Umbu Pingge Yustika Kusuma Devi Zulfatus Saadah zulfatus saadah