Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Teras Jurnal

S ANALISIS KERUSAKAN JALAN MENGGUNAKAN METODE PCI DAN AI MS-17 DAN BIAYA PENANGANAN PADA RUAS JALAN LINE PIPA STA 1+000 – 2+500 Malasyi, Syibral; Fauzan, M; Hafli, T Mudi; Sarana, David; Mukhlis, Mukhlis; Fasdarsyah, Fasdarsyah; Ayna, Tharatul
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1294

Abstract

Abstrak   Jalan merupakan sarana infrastruktur yang berfungsi sebagai ruang sirkulasi untuk mempermudah transportasi darat, lengkap dengan bangunan pelengkap serta perlengkapannya yang menunjang aktivitas lalu lintas. Evaluasi ini dilakukan dengan membandingkan dua metode, yaitu Pavement Condition Index (PCI) dan Asphalt Institute MS-17, guna menilai apakah kondisi jalan masih layak atau membutuhkan program pemeliharaan dan perbaikan secara rutin. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan metode PCI, persentase kondisi jalan tertinggi berada pada kategori failed sebesar 43%, diikuti fair 24%, very poor 14%, excellent 9%, poor dan good masing-masing 5%. Sedangkan pada metode Asphalt Institute MS-17, ditemukan bahwa 41% kerusakan memerlukan tambalan, 32% membutuhkan pemeliharaan rutin, dan 27% memerlukan rekonstruksi. Dari kedua metode tersebut dapat disimpulkan bahwa solusi penanganan yang direkomendasikan adalah Rekontruksi atau melalui kegiatan tambalan atau perbaikan lainnya   Kata kunci: kerusakan jalan, PCI, AI MS-17   Abstract   Roads are infrastructure facilities that function as circulation spaces to facilitate land transportation, complete with complementary buildings and equipment that support traffic activities. This evaluation was conducted by comparing two methods, namely the Pavement Condition Index (PCI) and the Asphalt Institute MS-17, to assess whether the road conditions are still suitable or require routine maintenance and repair programs. The results of the analysis show that based on the PCI method, the highest percentage of road conditions is in the failed category of 43%, followed by fair 24%, very poor 14%, excellent 9%, poor and good each 5%. While in the Asphalt Institute MS-17 method, it was found that 41% of damage required patching, 32% required routine maintenance, and 27% required reconstruction. From the two methods, it can be concluded that the recommended handling solution is Reconstruction or through patching or other repair activities   Keywords: Road damage, PCI, AI MS-17
STUDI EKSPERIMENTAL BETON NORMAL DALAM PENCAPAIAN KUAT TEKAN BETON RAHMADI, YUSRIZAL; Wesli, Wesli; Sarana, David; Akbar, Said Jalalul
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 7 No. 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.125 KB) | DOI: 10.29103/tj.v7i2.135

Abstract

Rancangan campuran (mix design) merupakan upaya membuat proporsi material penyusun beton agar memenuhi mutu beton yang direncanakan.Kekuatan pada beton sangat tergantung pada komposisi dan kekuatan dari masing-masing material. Pada penelitian ini ingin melakukan eksperimental penggunaan material dengan mengurangi komposisi agregat halus dan agregat kasar namun dengan jumlah satuan yang sama. Dimana akan dibuat bervariasi seperti beton normal pengadukan mixer, beton normal pengadukan manual,  beton normal 50% kerikil, beton normal 100% pasir dan beton normal 100% kerikil. Dengan umur pengujian pada saat beton berumur 7,14, 21, dan 28 hari. Benda uji yang dibuat berupa silinder berukuran tinggi 30 cm, diameter 15 cm untuk uji kuat tekan beton. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil yang didapatkan dari pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari untuk beton normal (mixer) dengan kuat tekan rata-rata 27.97 Mpa, untuk beton normal (manual) kuat tekan beton rata-rata mencapai 22.92 Mpa,  pada beton normal (50% kerikil) kekuatan beton 11.75 Mpa, untuk beton normal (100% pasir) dengan kuat tekan rata-rata 10.66 Mpa, untuk beton normal (100% kerikil) dengan kuat tekan rata-rata 7.28 Mpa, sedang untuk beton semen dengan kuat tekan rata-rata 25.51 Mpa.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KAWAT EMAIL TEMBAGA PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH Fasdarsyah, Fasdarsyah; David, Sarana; afrizal, afrizal
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 1 (2018): Vol 8 Nomor 1, Maret 2018
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.039 KB) | DOI: 10.29103/tj.v8i1.141

Abstract

Serat kawat email temabaga merupakan kawat tembaga polos yang dilapisi Email pada permukaannya, kawat ini sering digunakan sebagai penghantar listrik dan kawat email tembaga ini juga tahan terhadap korosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat kawat email tembaga pada campuran beton terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah. Metode dilakukan dengan cara penambahan serat terhadap berat  pasir, dengan panjang serat (l = 50 mm) dan diameter serat (d = 0,60 mm). Untuk perhitungan campuran beton (mix design) dilakukan berdasarkan (SNI 7656 - 2012) dengan mutu beton rencana sebesar  fc = 20 Mpa, menggunakan semen Tipe I dengan faktor air semen dipakai 0,58. Variasi campuran serat yang digunakan adalah 0%, 0,50%, 0,75%, 1%, dan 1,50%, dengan cetakan slinder berukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Masing-masing variasi memiliki 5 buah benda uji, dan pengujian dilakukan setelah benda uji berumur 28 hari. Nilai rata-rata kuat tekan variasi 0% sebesar 23,88 MPa, rata-rata kuat tekan variasi 0,50% sebesar 23,99 MPa, rata-rata kuat tekan variasi 0,75% sebesar 24,67 MPa, rata-rata kuat tekan variasi 1% sebesar 25,12 MPa, rata-rata kuat tekan variasi 1,50% sebesar 26,14 MPa. Nilai rata-rata kuat tarik belah variasi 0% sebesar 3,35 Mpa, rata-rata tarik belah variasi 0,50% sebesar 3,42 MPa, rata-rata kuat tarik belah variasi 0,75% sebesar 3,75 MPa, rata-rata kuat tarik belah variasi 1% sebesar 3,34 MPa, rata-rata kuat tarik belah variasi 1,50% sebesar 3,30 Mpa. Dari hasil pengujian menggambarkan bahwa, pengaruh penambahan serat kawat email tembaga pada campuran beton dapat meningkatkan kuat tekan beton, tetapi kuat tarik belah beton cenderung menurun.
PENGARUH SUBSTITUSI PASIR POZZOLAN SEBAGAI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON PASCA BAKAR DENGAN DAN TANPA PERENDAMAN nanda, syarifah asria; Sarana, David; Yaqin, M. Zainul
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1461.992 KB) | DOI: 10.29103/tj.v8i2.162

Abstract

Salah satu kegagalan pada konstruksi beton adalah saat terjadi kebakaran pada konstruksi tersebut, hal ini mempengaruhi kualitas/kekuatan struktur beton. Beton mutu tinggi merupakan beton dengan kuat tekan lebih besar dari 41,4 Mpa. Pasir pozzolan dihasilkan dari alam yaitu dari hasil sedimentasi gunung berapi yang mengandung senyawa silika dan alumina seperti yang terkandung di dalam semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar mutu kuat tekan beton pasca bakar dengan dan tanpa perendaman. Obyek dalam penelitian ini adalah beton segar menggunakan pasir pozzolan 10% sebagai pengganti sebagian agregat halus, dan menggunakan superplasticizer1,5% dari berat semen. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 50 buah, 25 sampel Beton Normal dan 25 sampel Beton Pozzolan. Pengujian kuat tekan untuk beton normal dan pasca bakar tanpa perendaman dilakukan pada umur 28 hari, sedangkan pada beton pasca bakar dengan perendaman dilakukan setelah 42 hari perendaman. Dari hasil penelitian diperoleh kuat tekan beton optimum yang mengunakan substitusi pasir pozzolan pasca bakar 200° C dengan perendaman sebesar 45,10 Mpa, sedangkan mutu beton yang terendah terdapat pada beton pasca bakar 400° C tanpa perendaman sebesar 31,97 Mpa. Penggunaan substitusi pasir pozzolan sebagai agregat halus terhadap beton pasca bakar dengan dan tanpa perendaman dapat meningkatkan mutu beton yang dibakar dengan suhu 200°C dan 400°C dibandingkan dengan beton normal pada perlakuan yang sama. Kata Kunci : Pozzolan, Kuat Tekan Beton, Pasca Bakar, Perendaman