Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan Edutama

Pengembangan Model Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Division) dalam Pembelajaran Menyimak Warsiman Warsiman
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 9, No 1 (2022): January 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v9i1.2195

Abstract

Abstract: The goal of this research is to determine the best formulation in listening learning using the STAD type cooperative model. This research employs research and development (R&D) that has been adapted to the field settings. The results demonstrated that learning utilizing the STAD type cooperative model was beneficial in listening learning. The effectiveness can be seen by the rise in student learning outcomes after each implementation. The average score of students in the first application was 61.53, 74.04 in the second application, and 83.65 in the third application. Based on these findings, it is possible to infer that the STAD cooperative model is an effective method for teaching listening skills. As a result, it is hoped that instructors and policymakers will attempt this alternative model in an effort to improve students' listening skills, particularly high school pupils (high school) Keywords: Listening, STAD type cooperative model, research and development   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mencari formulasi terbaik dalam pembelajaran menyimak melalui model kooperatif tipe STAD. Penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang dimodifikasi menyesuaikan kondisi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe STAD efektif digunakan dalam pembelajaran menyimak. Kefektifan tersebut dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa dalam setiap pemberlakuan. Nilai rata-rata siswa pada pemberlakuan I adalah 61,53, 74,04 pada pemberlakuan II, dan 83,65 pada pemberlakuan III. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa model kooperatif tipe STAD efektif digunakan dalam pembelajaran keterampilan menyimak. Oleh karena itu, diharapkan guru dan pengambil kebijakan perlu mencoba alternatif model tersebut sebagai upaya meningkatkan keterampilan menyimak, khususnya siswa sekolah menengah atas (SMA). Kata Kunci: Menyimak, model kooperatif tipe STAD, penelitian dan pengembangan
PERENCANAAN DAN PENGORGANISASIAN SEKOLAH UNGGUL BERBASIS SOFT SKILLS Warsiman Warsiman; Karyanto Karyanto; Endang Sulistiyorini
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 9, No 2 (2022): July 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v9i2.2455

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the planning and organization of soft skills-based superior school programs at SMAN 1 Sidoarjo. The method used is a descriptive method with a qualitative approach. The subjects of this research include principals, teachers, education staff, students, and all those involved in the program. The research instruments are interviews, observations, and documentation. The findings data were analyzed and presented in a qualitative descriptive manner. The results showed that the implementation of a superior school based on soft skills at SMAN 1 Sidoarjo required careful planning and good organization. Planning activities start from equalizing a common determination in running the program, adjusting the program to the school's vision and mission, involving all stakeholders, identifying potentials, identifying soft skills values that will be developed, and socializing to all school members. Meanwhile, organizing activities begin with structuring the main tasks and functions, division of work responsibilities, setting priorities for school readiness, supporting funding sources, financial transparency, and providing facilities and infrastructure that can support the program. The conclusion is that planning and organizing superior schools based on soft skills is absolutely necessary to ensure the implementation of the program. Keywords: Planning, organizing, superior school, soft skills.  Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan dan pengorganisasian program sekolah unggul berbasis soft skills di SMAN 1 Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, dan semua yang terlibat dalam program. Instrumen penelitian ini ialah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data temuan dianalisis dan dipaparkan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sekolah unggul berbasis soft skills SMAN 1 Sidoarjo diperlukan perencanaan yang matang dan pengorganisasian yang baik. Kegiatan perencanaan dimulai dari menyamakan tekad bersama dalam menjalankan program, menyesuaikan program dengan visi dan misi sekolah, melibatkan seluruh  stakeholder, identifikasi potensi, identifikasi nilai-nilai soft skills yang akan dikembangkan, dan sosialisasi kepada seluruh warga sekolah. Sedangkan kegiatan pengorganisasian diawali dari penataan tupoksi (tugas pokok dan fungsi), pembagian tanggung-jawab kerja, penetapan prioritas kesiapan sekolah, dukungan sumber dana, keterbukaan finansial, dan penyediaan sarana dan prasarana yang mampu mendukung program. Kesimpulannya adalah perencanaan dan pengorganisasian sekolah unggul berbasis soft skills mutlak diperlukan untuk menjamin terlaksanannya implementasi program.  Kata Kunci: Perencanaan, pengorganisasian, sekolah unggul, soft skills.
PERENCANAAN DAN PENGORGANISASIAN SEKOLAH UNGGUL BERBASIS SOFT SKILLS Warsiman, Warsiman; Karyanto, Karyanto; Sulistiyorini, Endang
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 9 No 2 (2022): July 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v9i2.2455

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the planning and organization of soft skills-based superior school programs at SMAN 1 Sidoarjo. The method used is a descriptive method with a qualitative approach. The subjects of this research include principals, teachers, education staff, students, and all those involved in the program. The research instruments are interviews, observations, and documentation. The findings data were analyzed and presented in a qualitative descriptive manner. The results showed that the implementation of a superior school based on soft skills at SMAN 1 Sidoarjo required careful planning and good organization. Planning activities start from equalizing a common determination in running the program, adjusting the program to the school's vision and mission, involving all stakeholders, identifying potentials, identifying soft skills values that will be developed, and socializing to all school members. Meanwhile, organizing activities begin with structuring the main tasks and functions, division of work responsibilities, setting priorities for school readiness, supporting funding sources, financial transparency, and providing facilities and infrastructure that can support the program. The conclusion is that planning and organizing superior schools based on soft skills is absolutely necessary to ensure the implementation of the program. Keywords: Planning, organizing, superior school, soft skills.  Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan dan pengorganisasian program sekolah unggul berbasis soft skills di SMAN 1 Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, dan semua yang terlibat dalam program. Instrumen penelitian ini ialah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data temuan dianalisis dan dipaparkan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sekolah unggul berbasis soft skills SMAN 1 Sidoarjo diperlukan perencanaan yang matang dan pengorganisasian yang baik. Kegiatan perencanaan dimulai dari menyamakan tekad bersama dalam menjalankan program, menyesuaikan program dengan visi dan misi sekolah, melibatkan seluruh  stakeholder, identifikasi potensi, identifikasi nilai-nilai soft skills yang akan dikembangkan, dan sosialisasi kepada seluruh warga sekolah. Sedangkan kegiatan pengorganisasian diawali dari penataan tupoksi (tugas pokok dan fungsi), pembagian tanggung-jawab kerja, penetapan prioritas kesiapan sekolah, dukungan sumber dana, keterbukaan finansial, dan penyediaan sarana dan prasarana yang mampu mendukung program. Kesimpulannya adalah perencanaan dan pengorganisasian sekolah unggul berbasis soft skills mutlak diperlukan untuk menjamin terlaksanannya implementasi program.  Kata Kunci: Perencanaan, pengorganisasian, sekolah unggul, soft skills.